
Seluruh pikiran nya tersedot oleh Kara, Adrian mendapati Pak Ompong sedang berjalan menuju pos penjagaan.
Tin...Tin...Tin. Adrian membunyikan klakson mobilnya.
Setelah mendengar suara klakson Pak Ompong membalik badannya segera menghampiri Adrian.
"Selamat sore pak?" sapa Adrian
"Sore Den.., Aden mau masuk,?" tanya Pak Ompong
"Apa Kara ada di sini Pak?" tanya lagi Adrian
"Tidak ada..Den mungkin di rumah sakit" timpal pak Ompong
"Siapa yang sakit ya Pak" Adrian tambah penasaran mendengar rumah sakit.
"Tuan besar sedang di rawat Den, mungkin sebaiknya Aden cek di sana"
"Oke Pak Ompong, saya kesana dulu ya pak"
"Baik Den hati-hati" Pak Ompong pun menutup kembali gerbang nya.
Begitu pun Adrian melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit yang sudah di arahkan oleh pak Ompong.
Tiba rumah sakit Adrian langsung menuju loket informasi.
"Permisi mba apa ada pasien bernama tuan Jaenal Sudibyo?" tanya Adrian
"Saya cek dulu ya Pak"
"Pak jaenal ada di ruang VIP kamar 203. Bapak naik ke lantai dua sebelah kanan."
"Terimakasih Mbak" Adrian segera menaiki Lift ke lantai dua.
Di sisi lain Mbok menuju kediaman Adrian untuk mengabari kalau Kara mengalami pendarahan.
Taksi tiba di Mension mewah pagar menjulang tinggi. Mbok memberikan sejumlah uang kepada supir lalu Mbok membuka pintu mobil taksi.
Teng..Tong.. Mbok memencet Bell's kediaman Kara tidak Lama seorang pria paruh baya menghampiri Mbok.
"Permisi Den Adrian ada di rumah?"
"Ibu siapa?" tanya pak Joko
"Saya yang bekerja di kediamannya Kara"
"Oh.., Den Adrian belum pulang, ada apa Mbok biar saya sampaikan atau mbok mau masuk dulu?"
"Tidak usah, kalau tidak keberatan tolong hubungi Den Adrian kalau Non Kara mengalami pendarahan di rumah sakit Scm."
"Silahkan mbok masuk dulu biar saya hubungi Aden"
__ADS_1
"Iya Terimakasih"
Sementara Adrian di sini sudah mendapati ruangan di mana Jaeanl di rawat tapi suster melarang masuk karana bukan jam untuk di besuk.
"Aduh Mbok ponsel Den Adrian tidak bisa di hubungi" Kata Pak Joko.
"Ya Allah Nyonya Besar Mas punya nomor Nyonya besar?"
"Ada Mbok, coba saya hubungi Nyonya besar ya Mbok"
"Iya Mas..."
Di ruangan Dokter sendang memeriksa keadaan Kara.
"Bagaimana Dok?"
"Suster tolong hubungi keluarga nya. Kami membutuhkan persetujuan keluarga nya agar cepat di tangani"
"Baik Dok"
"Cepat ya"
Suster menganggukkan kepalanya.
Wajah cantik itu menjadi pucat kemerahan akibat pendarahan hebat di akibatkan stres yang dia alami.
Selama Mbok menunggu Nyonya besar. Joko menyiapkan mobil untuk mengantar Mbok kembali ke rumah sakit.
"Cepat Pah. Mama takut Kara kenapa-kenapa Pah, mana Adrian tidak bisa di hubungi" Gerutu Rena.
Perhatian sepenuhnya untuk Kara namun hari ini Adrian merasa kehilangan dia. Ponsel yang tidak bisa di hubungi ketegangan Adrian semakin resah selainnya itu juga Adrian mengingat Kara yang sedang hamil besar.
Kamu dimana sayang..., jangan buat Mas khawatir, Mas takut kenapa-kenapa.
"Keluarga Jaenal.." panggil suster
"Saya Sus ada apa dengan Pak Jaenal?"
"Silahkan ikut saya Pak ada yang ingin dokter tanyakan."
"Baik suster" Adrian mengikuti Suster ke ruangan Dokter.
"Silahkan Pak saya tinggal dulu pak" Kata Suster.
Adrian menganggukkan kepalanya. Dan dia masuk lalu duduk berhadapan dengan dokter
"Silahkan duduk Pak" Dokter mempersilahkan Adrian duduk.
"Bapak apa nya Pak jaenal? kalau saya boleh tahu?"
"Pak jaenal mertua saya Dok, ada dengan Pak Jaenal?"
__ADS_1
"Begini Pak, belum lama tadi dia bilang putri Pa Jaeanl kemudian dia mengalami pendarahan di akibatkan stres kemudian dia kini harus di rawat agar mendapatkan penanganan khusus"
"Dok apa wanita hamil itu ciri-ciri nya tinggi putih rambut coklat" tanya Adrian
"Betul Pak jika anda kerabat pak Jaenal tentunya mengenal saat ini Kami hanya menunggu persetujuan dari keluarga"
"Dok tolong hantar saya..! saya suaminya Dok!"
"Bapak tenang dulu ya, silahkan ikut saya Pak"
Hari ini mungkin perjuangan untuk Kara yang harus operasi Caesar karana bayi yang ada di dalam kandungan Kara harus lahir sebelum waktunya.
Kamu kuat ya Sayang... Adrian Rena dan Beni pun merasakan ya sakit apa yg di rasakan istri dan menantunya. Tiba-tiba Dokter Menghampiri Adrian kalau Pak Jaenal keadaan kritis.
"Pak ada anda keluarga pak jaenal?"
"Betul Sus saya menantu pak jaenal, ada apa dengan bapak mertua saya Susu?"
"Silahkan ikut saya Pak"
Di kala Kara sedang berjuang untuk bayinya di situ Jaenal menghembuskan nafas terakhirnya Dengan berat hati Adrian menghembuskan nafasnya.
Hiks...Hiks..Hiks. Papa anak mu sedang berjuang kenapa Papa tidak menunggu Kara apa Papa tidak ingin melihat Cucu Papa.
"Ada apa dengan papa mertua mu Nak?, terus kamu kenapa Menangis?"
"Papa Jaenal Mah..Hiks...Hiks..Hiks."
"Ada apa Nak? dengan Jaenal"
"Papa Jaenal sudah pergi mah Hiks..Hiks"
"Inalillahi wainailaihi Roj'iun..." Rena mengusap wajahnya.
Suster berlari-lari dari ruangan Kara "Suster ada apa?" tanya Rena.
"Pasien kritis Bu" berlalu pergi.
Di sisi lain Kara kritis karena pendarahan hebat bersamaan dengan kepergian Bapaknya,mbok pun menangis kehilangan tuanya, di sisi lain Kara yang tidak tahu kalau Bapak nya telah pergi untuk selamanya itu sungguh sangat menyedihkan jika nanti Kara sudah melewati masa kritis nya.
Rumah Duka, "Jenazah tidak mungkin berlama-lama di rumah dan harus Segera di kebumikan." kata Pak ustadz
Adrian yang tidak tahu harus bagaimana di sisi lain dia harus menjalani ini sendiri tanpa seorang istri di sampingnya untuk berbagi mertuanya meninggalkan di saat yang tidak tepat di saat putri kesayangan nya sedang mengalami kritis, sedang kan Rodiah entah sekarang di mana, dengan begitu Adrian sebagai menantu nya yang mengurus pemakaman Jaenal.
"Sayang biar Mama yang menjaga Kara di rumah sakit ya, kamu di sini saja di temani Papa"
"Iya Mah.., Adrian titip Kara ya Mah"
"Iya sayang"
Rena pun pergi dari rumah duka menuju rumahnya karana Rena harus membersihkan dulu tubuh nya, kemudian ke rumah sakit untuk menjaga dan menunggu perkembangan. Kara bayi terlahir jenis kelamin Laki-laki Rena memberikan Nama Kean putra Adrian, selama di inkubator Rena setiap hari menengok Cucu nya. Sedangkan Kara masih belum siuman tapi ada sedikit berkembang untuk Kara.
__ADS_1
...----------------...
Terimakasih Untuk semua nya yang sudah like Komen dan Rate