
Aku Kara dulu aku sering menjadi ejekan para teman-teman ku aku terbilang gadis cupu sering sekali di ejek bahan cemoohan Sahabat ku. Angel yang selalu menganggap ku gadis bodoh yang tidak tahu apa-apa. Yah itu lah aku tapi sekarang aku gadis yang sangat beruntung memiliki suami tampan bahakan aku akan segera memiliki seorang anak meskipun aku belum tahu jenis kelaminnya;
"Sayang..., kenapa melamun?" tiba-tiba Adrian datang membuyarkan lamunan nya.
"Mas..., kamu mau aku buatkan kopi?"
"Tidak usah sayang.., Mas tanya kok nggak jawab?"
"Aku lagi kangen sama Angel, apa kabar ya dia sudah lama aku tidak melihat dia"
Ya ampun istriku sudah seringkali di sakiti oleh Angel tapi masih saja dia berbaik hati dengan nya.
"Sayang.., mungkin kamu butuh refreshing nanti malam kita makan di luar cari udara segar apa kamu mau?"
"Iya Mas.., aku mau" Kara bahagia melihat suaminya mengerti keinginan nya.
"Mbok.." Panggil Adrian.
"Iya Den, mau mbok buat kan kopi?" tanya Mbok
"Tidak usah mbok. Mbok nanti tidak usah masak ya, saya sama Kara makan di luar, mbok masak untuk yang di rumah saja"
"Baik Den."
"Ya sudah mbok kembali ke dapur ya"
Roda selalu berputar kadang yang selalu beruntung kini berubah menjadi milik yang tak selalu beruntung.
Kara gadis cantik yang menjadi istri Tuan muda Adrian, malam ini dia terlihat sangat cantik, gaun yang di kenakan sangat cocok di tubuh Kara yang menjulang tinggi, waran pink adalah waran favorit para wanita.
Adrian membawa Kara ke sebuah Restoran mewah yang letak di sebelah selatan. Malam minggu biasa di penuhi pengunjung, berpasang-pasangan tua muda sedang bersantai di malam Weekend.
Mobil yang di kendarai Adrian masuk ke area parkir yang sudah di sediakan oleh pemilik Restoran. Adrian memarkirkan Mobil nya yang tak jauh dari lobby Restoran.
Adrian turun lebih dulu dia memutari Mobil nya membuka pintu untuk Kara.
"Ayo sayang kita turun" Adrian memberikan lengannya untuk Kara.
Kara pun melingkari lengan Adrian, ia berjalan dengan sangat mesra.
Semua mata terpana melihat kedatangan Adrian dan Kara mereka benar-benar pasang yang serasi. Seperti kejutan buat Kara melihat Meja Nomor 12, nampak wanita bersama pria paruh baya sedang makan malam.
Kara menghentikan langkahnya.
"Tunggu Mas.."
"Kenapa sayang Mas.. Sudah pesan meja sebelah sana"
"Mas..itu bukannya Angel?" tanya Kara menatap jauh Angel.
"Ya sudah sayang biarkan saja"
"Tidak Mas.., aku ingin temui dia boleh ya Mas?" Rengek Kara meminta Adrian menemani Kara menghampiri Angel yang sedang makan bersama suami nya Tuan Alex.
"Tapi sayang.., takut mengganggu mereka" Ujar Adrian.
"Mas..." Rengek lagi Kara.
Adrian menarik nafasnya panjang. Dia tidak ingin mengecewakan istrinya mulai saat ini Adrian berjanji akan selalu membahagiakan istrinya dia juga tidak ingin mengulang kesalahan nya terhadap istrinya.
"Ya sudah tapi janji ya sebentar saja kita tidak enak sayang takut mengganggu makan malamnya" Ujar Adrian.
"Iya Mas janji" kata Kara.
Adrian mulai menggandeng tangan Kara menghampiri Angel.
__ADS_1
"Permisi selamat malam" Saut Adrian.
Angel mendengak kepalanya, melihat Kara Angel mengerutkan keningnya.
"Malam.., Kara?, hai apa kabar kamu.., Mas Adrian"
"Iya Angel, maaf ya Pak mengganggu makan kalian ini istri saya ingin menemui sahabatnya yang sudah lama tidak jumpa." Ujar Adrian
"Ya tidak apa-apa silahkan duduk kita gabung disini saja" Kata tuan Alex.
"Kara maafkan gue ya, gue selalu saja jahat sama lu"
"Tidak usah di bahas jujur gue kangen sama lu, gimana kabar Ibu Astuti?"
"Alhamdulillah baik sekarang ada di rumah jaga Satria"
"Siapa Satria?" tanya Kara.
"Satria itu anak ku, kapan-kapan main ya ke rumah ku, nanti aku masakin kesukaan kamu Puding buatan ibu" Seru Angel.
"Ya ampun aku hampir lupa, kenalkan ini suamiku Mas Alex, Mas kenalkan ini Kara dan ini suaminya Kara, yang sering aku ceritakan sama kamu"
"Kalian pesan apa silahkan kita makan malam bersama jarang kan bisa bertemu momen seperti ini" Ujar Alex.
Kara menatap Adrian. " Gimana sayang?" tanya Kara
"Terserah kamu sayang Bu Mil nanti kalau tidak di ikuti kemauan pasti ngambek"
"Oooh Kara sedang Hamil?" tanya Seru Angel.
"Iya Alhamdulillah" ucap shukur Kara.
Alhasil Kara dan Adrian makan malam bersama Angel dan suaminya. Setelah makan selesai Adrian dan Kara Pamit pulang karana waktu juga sudah malam, dan Angel beserta suaminya menghantar Kara sampai Mobil.
Selama perjalanan Kara seru menceritakan Angel.
Tapi kok aku ragu ya atas kebaikan Angel aku takut Kara di sakiti lagi oleh Angel sebaiknya Aku tahan Kara jangan terlalu dekat dengan Angel aku tidak mau nanti sakit hati lagi.
Mas Adrian kenapa ya sejak bertemu Angel Mas Adrian banyak diam, apa mungkin Mas Adrian masih menyimpan rasa sama Angel. Apa hanya perasaan ku saja.
"Mas.., Mas.." panggil Kara tapi Adrian tidak mendengar panggilan Kara
"Iya sayang kenapa?" jawab spontan Adrian.
"Iss dari tadi aku panggil tidak dengar?"
"Maaf sayang tadi lagi konsentrasi melihat jalan"
Kara memasang wajah cemberutnya.
Tiba di kediaman Mobil masuk garansi Kara langusung turun membanting pintu mobilnya dengan keras Kara melangkah dengan cepat.
"Sayang tunggu" panggil Adrian.
Kara tak menghiraukan panggilan Adrian ia Terus melangkah menuju kamar nya.
Jbred! Kara membanting pintu kamarnya
"Sayang buka Kenapa marah Mas tadi benar tidak dengar" Saut Adrian dari luar kamar.
Kara membawa bantar lalu membuka pintunya bantal yang ia bawa dia lempar ke wajah Adrian.
"Apaan ini, sayang buka" Tok.. Tok...Tok.
"Tidur saja di luar" teriak Kara.
__ADS_1
Ya ampun sensitif sekali padahal aku tadi melamun memikirkan dia ia juga sih memikirkan Angel tapi kan memikirkan dia takut baiknya Angel itu hanya akal-akalan dia saja.
Tok..Tok..Tok. "Sayang buka dong masa tega Mas tidur di luar" Rengek Adrian
Tapi semua itu sia-sia bagi Adrian. Kara tetap tidak membuka pintunya Alhasil Adrian tidur di kamar tamu.
Aku kamu anggap apa si Mas.., kenapa kamu begitu singkat berubah hatimu.
Perasaan aku dari tadi tidak ada yang salah kenapa istriku marah Aaaaah! kalau dia berfikiran aku menyukai Angel itu hal yang tidak mungkin aku saja malas melihat dia. Salah ku di mana.
Tidak bisa tidur Adrian coba keluar dari kamar meminta Bibi membuatkan Adrian kopi.
Tok..Tok..Tok.
"Tuan Muda.., apa yang bisa saya kerjakan tuan?"
"Bibi buatkan aku kopi ya hantar ke depan
"Baik Tuan Muda saya buatkan dulu"
"Terimakasih"
Tuan muda seperti nya sedang suntuk apa sedang berantem sama Nyonya muda.
Adrian menghampiri Joko di pos penjagaan.
"Pak Joko" panggil Adrian dari teras.
"Ya Den" Pak Joko berlari-lari menghampiri Adrian di teras.
"Temani saya ngopi Pak" pinta Adrian
"Aden Kenapa tidak tidur?" tanya Pak Joko pada Adrian sebab pinta Adrian pasti membutuhkan Waktu lama untuk menemaninya.
"Tidur gimana Pak saya tidur di kamar tamu" kata Adrian
Gaswat pasti bergadang ini kan saya mau pacaran sama Minah gimana ini Den den ganggu pacaran pak Joko ini Mah.
"Nyonya muda kemana Toh?"
Minah datang membawa kopi " Kopi nya datang Tuan muda."
"Ngambek Pak.., biasa cemburu yang tidak pernah aku perbuat" Kata Adrian
ooh Nyonya muda ngambek toh. dalam hati Minah.
Malam semakin larut Adrian masih ngobrol dengan Pak Joko, Pak Joko berulang kali menguap mata sudah tidak bisa lagi terbuka lebar karana Ngantuk, tapi karana Adrian masih ngobrol pak Joko pun terpaksa menemani Adrian sampai Adrian masuk ke dalam.
Prang...Gelas tersenggol tangan pak Joko.
"Ya ampun Pak Joko ngantuk?"
Ya lah Den..,
"Kalau ngantuk tidur saja pak" Kata Adrian
"Tidak Den, apa aden tidak ke kantor nanti kesiangan loh ke kantor"
"Besok kan libur Pak, ya sudah pak saya masuk dulu ya"
Alhamdulillah dari tadi aku sudah nagntuk Den.batin Pak Joko
Adrian pun masuk ke dalam kamar tamu dia merebahkan tubuhnya tidak lama Adrian pun tertidur hingga menjelang pagi.
...----------------...
__ADS_1
Bantu like dan komentar ya guys terimaksih yang sudah like dan komentar nya.