
Bagaikan bintang bersinar di malam hari wajah sang istri memancarkan aura ke cantiknya. Kara yang dahulu hanya seorang gadis cupu bisa berubah menjadi gadis yang sangat cantik.
Flashback.
Rasa sakitnya kepada Angel dan Adrian yang kini menjadi suaminya. Kara pernah pergi dari kehidupan mereka ke negara lain dan pada Akhirnya Kara bertemu dengan pria yang berstatus sebagai CEO di tempat Kara bekerja dia Kevin O'Leary. Keduanya saling mencintai Kara merasakan kenyamanan pada pria yang kerap di sapa Kevin, kedua orang tua masing-masing saling merestui hubungan mereka, persiapan pernikahan pun sudah 80%. Tapi tuhan berkehendak lain Kevin O'Leary telah pergi untuk selamanya. Benturan keras di kepalanya pada saat kecelakaan itu telah merenggut nyawanya. Berkat Kevin juga Kara menjadi gadis cantik dan tangguh.
Aku tidak ingin kehilangan orang yang paling berarti yang dalam hidupku setelah Kevin dan Bapak pergi aku tidak ingin kehilangan Mas Adrian.
"Sayang kamu kenapa...?, kok jadi sedih sih... uluh..uluh istri cantik Mas... kenapa sih?" Tanya Adrian sambil mencubit kedua pipi Kara
"Mas...kamu janji ya...? tidak akan pernah berpaling dengan wanita lain?" Lirih Kara bersandar di dada Adrian
"Hemm.., gimana ya?" Adrian sedikit menggosok Kara.
"Mas..., hiks...Hiks...Hiks.., aku nggak suka loh Mas.., kamu selingkuh..." Ucap Kara sambil menangis manja.
"Hai.. Sayang kok nangis?, begini ya dengarkan Mas.., sedikitpun tidak pernah terlintas dipikiran aku untuk selingkuh, untuk apa Mas selingkuh kalau dirumah saja sudah ada bidadari cantik yang selalu menunggu kepulangan mas mencari segenggam berlian " Ujar Adrian
"Ngak lucu..." Ucap Kara
"Tunggu... Tunggu.., Tiba-tiba manja ada apa? apa mengingat sesuatu?" tanya Adrian penasaran
Kara menggelengkan kepalanya Ia tidak ingin jujur pada suaminya pasalnya Kara memang sedang mengingat masa lalu bersama Kevin. Kara tidak ingin menyinggung perasaan suaminya.
"Yakin?" Tanya Lagi Adrian
Kara Mengangguk-anggukkan kepalanya. Ada sedikit lega di hati Kara dari semua jawaban dari Adrian.
"Ya sudah sekarang mandi sementara Mas ambil makan untuk kamu kan dari pagi belum terisi perutnya kasihan."
Semoga istriku benar-benar sudah membuka hatinya dan mengubur dalam-dalam tuh mantannya. gumam nya
Setelah Kara selesai membersihkan tubuhnya, Adrian sudah menyajikan makanan kesukaan istrinya. Ya itu telor dadar mata sapi kecap manis.
"Mas..." panggil Kara saat Adrian sedang menata makanan di atas meja kamarnya.
"Hai.. sayang pakaian dulu nanti mas suapin kamu makan" Seru Adrian
"Aku bisa makan sendiri Mas..." Kara menolak Adrian menyuapinya
Di sisi lain dengan waktu yang bersamaan di kejutkan oleh ke datangan Murni di kantor Aldy pada saat itu Aldy begitu tertegun melihat Murni dengan penampilan yang berbeda. Sayangnya tidak waktu yang tepat di ruangan Aldy sedang duduk berhadapan dengan wanita cantik dan satu orang pria yang tak lain adalah investor dari perusahaan lain.
Tok...Tok...Tok.
"Masuk..." saut Aldy dari dalam ruangan ia pikir pegawainya yang datang
Setelah mendapat ijin Murni pun mendorong pintu ruangan Aldy.
"Assalamu'alaikum..." sapa Murni
"Wa'alaikumsalam..." jawab serempak.
Seketika Aldy mengerutkan keningnya setelah melihat Murni yang datang. Aldy bergegas menarik paksa lengan Murni.
__ADS_1
"Mas...! lepas sakit toh!"
"Kamu mau ngapain kesini? saya lagi meeting bisa sopan tidak?" Sungut Aldy
"Loh tadi kan Mas Aldy bilang Masuk Yo wis aku masuk salah Yo?"
"Cepat kamu mau ngapain kesini?"
Murni menyerahkan berkas yang tertinggal di rumah.
"Ini mas berkasnya tertinggal di rumah siapa tahu mas Aldy membutuhkan"
"Sini terimakasih sudah sana pulang" Usir Aldy lalu dia kembali masuk kedalam ruang, tamu yang melihat Murni tiba-tiba bertanya kepada Aldy.
"Pak Aldy gadis tadi adiknya ya?, adik pak Aldy cantik sekali" Kata investor asing itu
Mulut Aldy menganga mendengar nya saat akan menjawab Murni hanya perawat Mami nya di salip oleh wanita yang di sampingnya.
"Betul sekali, kebetulan Ms Erick sedang mencari pendamping di Indonesia apa salahnya jika kita saling mendekatkan diri dengan adik Pak Aldy" Ujar sekertaris Mr Erick
"Oh..!, gampang itu Mr Erick" Ucap Aldy datar
"Ok Pak Aldy kalau sudah selesai kami permisi dulu"
Aldy menghantar Mr Erick dan sekertaris nya keluar ruangan.
Mas.. Aldy iku Yo Ono opo toh di tolong aku hantar berkas aku malah di marahi. Langkah Murni pun tertabrak oleh seseorang yang sedang melintas.
"Punya mata tidak?" bentak seseorang itu adalah Monika
Murni menyentuh matanya
"Punya.., Maaf Mba tadi jalan aku melamun" Kata Murni
"Awas minggir!" Ucap Monika ketus berlalu pergi
Mba nya toh seksi sekali Yo. gerutu Murni
Tidak lama Mario datang ke ruangan Aldy untuk minta tanda tangan Aldy.
Tok...Tok..Tok.
"Masuk"
Tanpa mengetuk pintu Monika menerobos masuk ruangan Aldy
Sayang..., Mis you kamu kemana saja sih ponsel mu sulit sekali di hubungi.
Sontak. Monika memeluk Aldy
"Kamu apaan sih?, malu di lihat orang"
"Ih... sayang biarkan saja hanya Mario kok"
__ADS_1
"Bro tanda tangan dulu" Kata Mario
"Kamu mau ngapain sih kesini?" Desis Aldy tajam berusaha mendorong tubuh Monika
"Jahat banget sih sayang..., kita makan siang yuk" ajak Monika
"Gue masih kenyang, lagi pula gue mau pulang ada urusan." Ucap Aldy ketus
Kemudian Aldy meraih Jas nya lalu melangkah pergi meninggalkan Monika di Ruangan.
"Aldy... tunggu...., Lu jahat! kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan di hotel" Teriak Monika dengan lantang.
Aldy tak menjawab. Ia menundukkan kepalanya demi Tuhan saat itu Aldy sangat malu bahkan rasanya ingin sekali mencabik-cabik dirinya!.
Aldy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi gadis berambut pirang itu mengejar mobil yang di kendarai Aldy, tiba di gerbang rumahnya di tambah melihat Murni sedang ngobrol dengan seorang pria.
Tin...Tin...Tin.
Mas..! Aldy. Murni mendorong gerbang untuk Aldy.
"Murni masuk!" panggil Aldy dengan nada begitu lantang.
Sontak. Murni pun menghampiri Aldy dengan langkah kaki bergetar.
"Ada apa Mas Aldy?," tak berani menatap Aldy Murni pun menundukkan kepalanya
Rasa marah kesal Aldy tumpahkan semua pada Murni. Saat Murni menghampiri sautan Aldy. Wajah cantik Murni seperti menyihir. Aldy terdiam sesaat matanya menatap lurus wajah Murni yang bersemu merah dengan bibir glossy yang terlihat sensual.
"Tolong buatkan saya minuman hangat cepat!" perintah Aldy benar-benar membuat Murni habis kesabaran.
Tak menjawab Murni melangkah kan kaki nya menuju dapur.
Setelah perintah Aldy Ia segera melangkahkan kakinya ke kamarnya. Aldy langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur empuk bersprai garis-garis
Beberapa menit kemudian Murni menghantar minuman ke kamarnya. Melihat Aldy terkapar di atas kasur.
Saya datang ini minumannya. Ucap Murni tercekik pelan saat melihat Aldy dengan matanya yang terpejam. Melangkah mendekat rajang meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.
Ternyata Kau Cukup Tampan juga.
Sebenarnya Aldy saat itu tidak tidur hanya memejamkan matanya melepaskan lelahnya.
Pada saat Murni menyelimuti tubuhnya. Ada sesuatu yang berbeda di hatinya. Ia merasakan saat Itu. Perasaan hangat dan nyaman. Saat melihat wajah Murni yang polos.
Sentuhan tangan Murni. Aldy merasakan desiran jantung berdebar kencang.
Murni pun kembali melangkah kan kakinya keluar kamar Aldy setelah menyelimutinya.
Aldy tersenyum seringai menunjukkan baris gigi putihnya. Aldy sangat senang saat Murni menyelimuti tubuhnya. Ia baru menyadari Murni gadis yang benar-benar Cantik.
...----------------...
Terimakasih Like komen nya untuk All member maaf untuk saat ini tidak on grup untuk sementara. Terimakasih 🙏
__ADS_1