
Begitu gambaran seorang ibu yang tak patut di contoh dia baik dan sayang pada anaknya. Tapi melihat harta yang membuat dia gelap mata tanpa tahu jika! anak nya sesungguhnya sedang berjuang melawan mautnya demi kean seorang putra tunggal nya.
Kean putra Adrian
Kini usia Kean beranjak 6 bulan.
Sementara Adrian merasakan kebahagiaan melihat Kara sudah 70% sembuh.
Rena yang begitu menyayangi Kean. dia Rela meninggalkan kediaman untuk pindah ke Singapura merawat Kean putra tunggal Adrian dan Kara.
"Adrian gimana ke adaan Kara?, Mama ingin sekali menjenguk nya tapi kasihan Kean kalau di tinggal" Ujar Ren
"Kalau Mama ingin melihat Kara, Kan ada Suster yang menjaga kean lagi pula Kara ingin melihat Kean Mah" Timpal Adrian
"Ya sudah Mama siap-siap dulu ya"
"Suster" panggil Rena
"Ya Nyonya" Suster menghampiri Rena di ruang tamu
"Kamu ganti pakaian Kean kamu ikut saya ke rumah sakit" perintah Rena
"Baik Nyonya"
Suster pun membawa Kean ke kamar nya dan mengganti pakaiannya, beberapa menit kemudian Rena masuk ke dalam kamar Kean nampaknya Kean sudah rapih.
"Wah..., Cucu Oma sudah ganteng, Kean mau ketemuan Mama ya sayang"
Kean melongo apa yang di ucapan Oma nya. Mata nya yang belo wajah nya mirip dengan Adrian.
"Suster kalau sudah siap Suster bawa tas keperluan Kean biar Kean sama saya"
"Baik Nyonya, ini saya sudah siap"
"Yok sayang sama Oma..., kita jalan-jalan ketemu Mama"
Kean merangkak menghampiri tangan Rena yang akan menggendong nya.
Halo sayang sini sama Papa kita ke Mama ya. Papa kangen sama Kean. Much... Adrian mencium pipi Kean.
Rena dan Adrian pun langsung menuju rumah sakit di mana Kara di rawat, Kean begitu senang dalam perjalanan ke rumah sakit Kean tidak ada henti-hentinya berdiri dan melihat ke arah jalan.
__ADS_1
"Lihat Adrian anak mu sepertinya senang sekali dia semangat bertemu Mama nya" Kata Rena
Tiba di rumah sakit Langsung menuju Lift lantai 4 Ruang VIP yang hanya 3 Kamar di lantai tersebut. Kara melihat kedatangan Kean dia ingin segera menggendong putranya. Tapi Kean menolak dia menangis tidak mau bersama Kara.
"Kenapa sayang itu Mama." Kata Rena
Ahaaak..Ahaaak..! menangis kejar
"Sini sama Oma.., sabar Kara anak mu belum terbiasa sama kamu nanti juga akan terbiasa kalau kamu sudah pulang dari sini, Oh..ya Adrian kapan pulang kata Dokter?"
"Minggu depan sudah di perbolehkan pulang Mah.." Kata Adrian
"Alhamdulillah shukur lah kalau sudah boleh pulang, Kara Mama Minta sama kamu nanti langusung ke Jerman ya sayang.., tidak usah ke Jakarta dulu" Pinta Rena
"Iya Mah..., Kara tidak ingin bertemu Mama, tapi nanti boleh kan Mah Kara ingin ke makam bapak?"
"Boleh sayang tapi tidak sekarang Mama ingin kamu sehat total Dulu"
Flashback
Pertama Kara siuman dan kesehatan nya jauh lebih baik Adrian bercerita tentang Bapaknya meskipun awal mendengar sedikit terkejut dan mengalami pingsan, lama kemudian Kara bisa menerima kepergian Bapaknya.
"Kamu yang sabar ya sayang, kamu tidak sendirian di sini ada suami kamu dan Mama juga Papa yang akan melindungi kamu sayang" Ujar Rena
"Ya sayang kamu harus kuat lihat Kean dia sangat membutuhkan kamu, jadi kamu harus bangkit tidak boleh lemah."
"Iya Mah.."
"Sekarang Mama pulang dulu ya, Kasian Kean di sini dia tidak nyaman sepertinya dia rewel sekali"
"Ya sudah Mah.., Adrian hantar ya, sayang Mas hantar Mama dulu ya"
"Iya Mas.., kamu hati-hati ya"
"Ya sayang"
CUP Adrian mengecup kening Kara sebelum pergi dan mengambil alih Kean dari tangan Suster.
Setelah kepergian Rena dan suaminya Kara melamun.
Kenapa Ibu begitu tega sih bu..., Kara selama ini tidak meminta banyak Hal dari Ibu Kara hanya ingin pengertian Ibu tapi kenapa Ibu tidak bisa berubah selalu saja orang lain yang utamakan sendang kan kerabat Ibu sendiri tidak pernah perduli. Kara benar-benar kecewa sama Ibu. gerutu Kara
__ADS_1
Adrian sudah siap untuk ke kantor dia begitu gagah menggunakan Jas abu-abu tua.
Siap di kantor seorang wanita telah duduk di ruangan kerjanya.
Adrian mendorong pintu ruangan kerjanya nampak wanita cantik telah duduk.
"Monika! kamu tahu dari mana aku di sini?"
"Tidak sulit untuk mencari mu Adrian"
"Mau apa kamu kesini?, kalau tidak ada kepentingan sebaiknya kamu pergi dari sini aku sibuk!" Ucap Adrian ketus
"Come on, Adrian, I know you still love me, right?"
"Bullshit, kamu sudah tahu aku sudah punya Kara, tidak usah berlaga tidak tidak tahu. Cepat keluar dari ini, atau aku panggil kan satpam?"
"Adrian lu nggak usah naif di deh, kamu terpaksa akan menikah dengan Kara?,"
Mendengar Monika tidak mau kalah Adrian sendiri yang menyeret Monika langsung keluar ruangan. Kemudahan Adrian mengunci pintunya.
Rese lu ya Adrian gue tahu Lu kesepian makanya gue datang untuk menghibur kamu! Adrian....! " Teriak Monika
"Halo Pak tolong usir wanita yang ada di depan ruang saya" Perintah Adrian kepada petugas keamanan kantor nya.
"Siap Pak"
"Terimakasih"
Satpam pun naik ke lantai tersebut melihat Monika yang terus berteriak di depan ruangan Adrian.
"Nona Tolong jangan buat keributan disini silahkan tinggalkan tempat ini"
"Saya tidak akan pergi kalau Adrian tidak menemui saya" Jawab Monika
Pak satpam pun terpaksa menyeret Monika keluar dari kantor meskipun sulit untuk mengusir Monika keluar, Tapi pak satpam berhasil mengusir Monika.
"Lepaskan saya bisa keluar sediri" bentak Monika
Monika pun pergi dengan hati kesel karena dia gagal untuk mendapatkan Adrian.
Tidak masalah Adrian hari ini gue gagal mendekati kamu gue bisa di lain waktu apa pun itu alasan lu! gue yakin lu butuh teman untuk berbagi cerita. gerutu Monika.
...----------------...
__ADS_1
Update lagi ya jangan lupa like komen dan Rate Terimakasih 🙏