Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 42


__ADS_3

Langkah cepat wajah lurus ke depan tanpa menoleh ke arah siapa pun, Kara berdiri tepat depan Lift. Tidak lama Lift terbuka Kara pun segera masuk ke dalam Lift.


Kara tiba di angka Yang dia pencet.


Ting..! Lift terbuka Kara keluar


"Bu Kara, ada apa kesini?" tanya Linda sebagai sekertaris Adrian


"Apa saya tidak boleh datang ke kantor suami saya?" Jawab Kara ketus.


"Bukan seperti itu Bu, hanya saja pak Adrian sedang tidak ada di kantor" katanya


"Tidak ada?" ucap Kara


"Iya Buk, mungkin Pak adrian sedang makan siang"


"Baik lah saya tunggu di ruang saja" kata Kara


"Silahkan Bu, mau saya siapkan minum atau makan?"


"Tidak usah" jawaban Kara singkat dan padat.


Di tempat Lain Leo sedang berada di ruangan Direktur utama, ya itu Ruangan Jaenal di situ Jaenal sangat marah, karana perusahaan mengalami sedikit kerugian. Jaenal pun sangat marah. Sejak kepergian Aldy dari perusahaan itu, Jaenal segera mencari Leo sebagai Manager di perusahaan nya.


"Kegiatan pemasaran itu luas bukan sekedar menjual barang, Termasuk pemasaran produk periklanan perusahaan dan pertama-tama kita mencari dan menentukan apa permintaan konsumen. Paham?. Semua bahan dari perusahaan kita semua original kenapa dari perusahaan lain menggagalkan kontrak kerja sama dengan perusahaan kita?" Jaenal Sangat Marah dengan Leo.


"Maafkan saya pak saya terlalu ceroboh dan Tidak berhati-hati tapi Pak ada yang bilang produk kita terlalu mahal." jawab Leo


"Harus kamu bisa menjelaskan produk kita bukan barang Kualitas rendah!"


Tok...Tok...Tok.


"Masuk..."


Adrian mendorong pintu langsung menyalami Jaenal, kemudian tiba-tiba Adrian menonjok Waja Leo.


Bug! Bug! Bug!


"Ada apa ini? Adrian stop!"


Adrian sangat emosional tanpa dia bertanya dulu apa masalahnya.


"Tenang dulu Adrian sebenarnya ada apa?"


"Kenapa bapak membela bajingan ini, Kara sudah memiliki suami jadi tidak usah kamu ganggu-ganggu dia lagi"


"Bapak bukan membela siapa-siapa dan bapak tidak ingin kamu nanti bermasalah dengan polisi kasihan Kara sendang hamil." ujar Jaenal


"Leo tolong kamu jelas kan sebenarnya ada apa?" tanya Jaenal penasaran


"Begini ceritanya Pak"


Ponsel saya ada panggilan masuk dari Kara tapi itu saya tahu sudah beberapa jam kemudian setelah saya makan siang, saya pikir Kara membutuhkan bantuan saya, karana setahu saya jam-jam segitu Pak Adrian sedang tidak ada di rumah, saya penasaran ada apa Kara menghubungi saya, sehingga saya memutuskan untuk menghubungi kembali Kara, demi Allah Pak saya tidak pernah lagi komunikasi dengan Kara sejak Kara menikah saya tidak pernah menghubungi dia" Leo pun menjelaskan sedetail-detail nya


"Tapi seorang wanita memaki Kara Pah?" Ucap Adrian tidak mau kalah.


"Sudah-sudah Nak, sekarang Leo kamu keluar dari ruang saya, saya akan bicara dengan Adrian" perintah Jaenal pada Leo.


"Baik Pak saya permisi dulu kembali ke ruangan kerja saya" ucap Leo sambil memegangi pipinya yang sudah terkena tonjok oleh Adrian.


Siapa yang menerima panggilan teleponku. gerutu Leo, Apa mungkin Monika kalau iya kenapa dia berani-beraninya menyentuh beda miliki saya.


Dan kenapa produk perusahaan kami bocor kepada perusahaan lain dan itu rancangan produk perusahaan kami di akui oleh Perusahaan Lain, padahal produk itu rancangan perusahaan ini, Aaaah! Sial aku hari ini.


Perusahaan Jaenal ternyata ada tikus di dalam sana yang siap membocorkan rahasia perusahaan Jaenal ke perusahaan lain dan menjualnya dengan harga Mahal.


Semua produk milik perusahaan Jaenal telah bocor ke perusahaan lain. Dan hampir mengalami collapse. Di sisi lain perusahaan yang menaruh saham besar telah menarik sahamnya, satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan perusahaan nya adalah Beni.


Setelah mendengar semua itu Adrian segera menemui Beni dan minta menyelamatkan perusahaan mertuanya.


"Bisa saja Papa bantu tapi perusahaannya itu harus pindah nama menjadi perusahaan Kara dan kelak itu perusahaan milik cucu Papa" Ujar Beni.


"Pah.., tidak usah seperti itu lah, Papa Jaenal kan mertua aku, berarti besan Papa" Kata Adrian.


"Bisnis adalah Bisnis tidak ada saudaranya, sudah Papa mau istirahat Papa capek" Beni berlalu pergi.

__ADS_1


Jaenal sering sekali di bantu tanpa perhitungan tapi kali ini aku tidak akan membantu tanpa perjanjian, Aku yakin pasti kembali lagi ke tabiat lamanya mudah tergoda wanita.


"Kenapa Pah kok ngomel-ngomel?" tanya Rena


"Jaenal perusahaan mungkin akan seperti dulu mengalami collapse" Jawab Beni sambil menyeruput kopi nya.


Jaenal memang keterlaluan! memudahkan segala urusan. gumam dalam hatinya


Rumah sakit besar Jakarta. Pukul 5 sore Jaenal mengalami gangguan pernafasan sehingga membuat dia harus di larikan ke rumah sakit.


Ambulance tiba di lobby rumah Sakit. Dua orang suster menyambut dengan Brankar. "Dok emergency" kata suster


Doker mengecek kondisi jantung Jaenal.


"Tindakan apa yang harus di lakukan Dok?" tanya suster


"CT Scan ya" ucap Dokter sambil mengikuti Brankar.


"Baik Dok" lalu suster mencatat tindakan apa saja yang harus di lakukan.


RADIOLOGY. Suster mendorong ke ruangan khusus.


Di sisi lain mbok sibuk dengan ponselnya menghubungi Kara.


Ya Allah Non Kara, Angkat dong. Panik


Tut...Tut...Tut.. ke tiga panggilan Kara merasakan getaran ponsel nya.


Mbok ada apa ya?. gerutu


"Assalamu'alaikum Mbok"


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah Non bapak..Non" ucap Mbok gugup


"Ada apa dengan Bapak Mbok?"


"Bapak masuk rumah sakit Non." Ucap Mbok panik tapi Mbok sedikit lega karena Kara sudah bisa di hubungi.


"Di rumah sakit Mana Mbok?"


"Baik Mbok jangan kemana-mana saya kesana ya Mbok"


"Baik Non" sambungan terputus.


Masalah yang menimpa Jaenal sangat besar sehingga jantung dan kangker hati kembali menyerang tubuh nya.


Pak bertahan ya Kara sebentar lagi datang, Sampai-sampai Kara lupa untuk mengabari suaminya.


"Buk CT scan nya sudah jadi ya" kata suster


"Suster tunggu Non Kara dulu ya Mbok tidak mengerti" ucap Mbok.


Kara datang menghampiri Suster.


"Sus bagaimana ke adaan bapak saya?"


"Silahkan konsultasi kan ke Dokter Amanda ya"


Melihat kondisi Jaenal yang kritis Waja Kara menunjukkan kalau dia tidak ingin kehilangannya.


"Mbok terimakasih ya sudah membawa bapak kesini" Lirih Kara


"Tidak apa-apa Non ini tugas Mbok tidak usah di pikirkan yang penting Tuan selamat dulu"


Kara menganggukkan kepalanya.


Adrian mencari Kara Ponsel Kara tertinggal di rumah karana buru-buru. "Mbok Kara kemana?"


"Mbok tidak tahu Tuan, tadi terahkir lihat di ruang tamu, mungkin sekarang ke kamar"


"Tidak ada Mbok. Mobil nya pun tidak ada"


"Tuan cari Nyonya?"


"Iya Pak. Pak Joko lihat dimana Kara?"

__ADS_1


"Non kara pergi, sempat bapak dengar ke rumah sakit" kata Pak Joko memberikan laporan.


"Rumah Sakit! siapa yang sakit?" tanya Adrian.


"Bapak tidak tahu Den"


Adrian mengusap wajah nya.


"Ya sudah pak saya cari Kara dulu"


Adrian kembali memasuki mobilnya mencari Kara, tapi dia pun bingung harus cari kemana, tidak ada jejak untuk menghampiri istrinya.


Di sisi lain' Kara baru sadar ponsel miliknya tertinggal di rumah.


Astaga..., ponsel ku di rumah bagaimana bisa aku hubungi Mas Adrian.


"Non ingin menghubungi Den Adrian? pakai saja ponsel Mbok" Kata Mbok menawarkan Ponsel nya untuk di gunakan oleh Kara.


" Iya Mbok tapi Kara lupa nomer Mas Adrian" Kata Kara


"Ya sudah Non pulang saja dulu, nanti Den Adrian cari-cari Non" Ujar Mbok


"Ya sudah Mbok kalau begitu Kara pulang dulu nanti Kara kembali lagi"


Baru saja beranjak dari tempat duduk Dokter keluar dari ruangan.


"Dok bagaimana ke adaan bapak saya?"


"Adik ini siapa nya?" tanya dokter


"Saya anak nya Dok"


"Mari ikut ke ruangan kerja saya"


"Baik Dok"


Kara mengikuti dokter ke ruangan tiba di ruangan Kara di persilahkan untuk duduk.


"Silahkan duduk"


"Terimakasih Dok."


"Bapak Jaenal adanya kelainan pada organ pernapasan itu yang menjadikan Bapak Jaenal harus di rawat"


"Dok apa bisa sembuh Bapak saya berapa pun biayanya tolong sembuhkan Bapak saya" Kara memohon pada Dokter.


"Ini bukan soal uang tapi kangker hati bapak jaeanl sudah tidak bisa lagi karena setelah operasi bapak jaenal tidak lagi datang untuk cek Up, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk penyembuhan bapak Jaenal"


Kara begitu frustasi mendengar penjelasan dari dokter.


"Lakukan yang terbaik Dok!"


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, selain saya bekerja, adik jangan lupa bantu berdoa, karana tanpa tangan Allah saya pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena Bapak jaenal di vonis hanya bisa bertahan selama 3 bulan saja, itu harus di bantu dengan alat medis.


Seketika tubuh Kara ambruk di hadapan Dokter.


"Suster..." Teriak Dokter


"Saya Dok" Datang suster


"Tolong angkat ke atas ya dia pingsan" Kata dokter


"Baik Dok"


Suster memapah ke atas ranjang, seketika melihat dara yang keluar dari ***********.


"Dok adik ini keluar darah" kata Suster


"Cepat bawa ke poli kandungan"


"Baik Dok" Sigap Suster membawa Kara ke poli kandungan.


Sementara Adrian mencari Kara ke rumah Jaenal, di sana ada pak Ompong kebetulan Pak Ompong mengetahui kalau tuan nya di larikan ke rumah sakit.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan Rate Ya all terimakasih


__ADS_2