Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 40


__ADS_3

Suara kumandang adzan seluruh umut Islam menjalankan solat subuh. Kara menggerakkan tubuhnya ia mendengar suara adzan bergegas bangun untuk solat.


Mas Adrian ya allah aku melupakan nya karana aku terbawa cemburu sampai-sampai suamiku tidur di luar. Aku cari Mas Adrian dulu deh baru solat.


Kara membuka pintunya keluar kamar menuruni anak tangga, tapi sofa ruang tamu terlihat kosong.


Mas Adrian tidur di mana ya kamar di sini ada 7 kamar sebaiknya aku buka saja satu-satu dari sekian kamar pasti ada Mas Adrian di salah satu kamar itu.


Kamar tamu pertama tidak ada Adrian kamar ke tiga tidak ada.


"Nyonya muda" panggil Mbok.


"Mbok ngagetin aku saja, ada apa mbok?" tanya Kara


"Harusnya Mbok yang tanya Nyonya muda cari apa?" tanya lagi mbok.


"Mbok tahu Mas Adrian tidur di mana?"


"Kalau Aden biasanya tidur di kamar tamu utama" kata Mbok.


"Ooh ya udah Mbok saya cari dulu ya kesana"


Kenapa Nyonya muda tanya Aden apa sedang ada masalah Huf anak muda sukanya berantem terus. gerutu Mbok.


Kemudian Mbok melanjutkan pekerjaannya di dapur sedangkan Kara menemukan Adrian masih terlelap dalam tidur nya.


Kara duduk di samping Adrian yang sedang tidur memandang wajahnya dengan wajah yang hanya beberapa senti saja.


Kasihan kalau melihat dia tidur seperti wajah seperti tak berdosa tampan gemesin, tapi kalau mengingat kelakuan nya suka kelewat batas buat aku kesel.


"Mas.., bangun hayo solat subuh" Kara membangun kan Adrian dengan mengelus pipinya.


"Hemm" Adrian merangkul pinggang Kara.


"Hayo bangun solat subuh"


"Sebentar" ucap Adrian menarik tubuh Kara hingga menimpa tubuhnya.

__ADS_1


Adrian ******* bibir Kara dengan lembut perlahan Adrian meluncurkan lidah nya ke dalam rongga mulut Kara lalu membuka kancing piyama istrinya. Setelah kancing terbuka nampak menonjol keindahan yang masih terbungkus terlihat sangat indah dan kenyal. Adrian melahap dengan rakus


"Mas solat dulu yuk.." ajak Kara dia sudah tidak tahan dengan isapan bibir suaminya susah payah Kara untuk menolak suaminya.


"Bentar ya sayang, mas kangen" kata Adrian


"Alasan saja" ucap Kara


Adrian memiringkan tubuhnya dia nampak mudah memainkan gundukan daging indah di dada milik sang istri.


"Mas..., Hemmm"


Begitu mendengar suara rintihan sang istri Adrian semakin seperti bayi sedang kehausan


"Aaaaah....Mas"


"Sayang tanggung nih.." kata Adrian


"Iya sudah deh nurut saja kalau tidak takut dosa menolak suami" Kara Pasrah


Keduanya bergerak bersama mengarungi ke indahan rasa yang mereka resapi dalam setiap gesekan, mereka bersama mencapai puncak kenikmatan. Setelah mencapai kenikmatan ke duanya terkapar mengistirahatkan tubuhnya.


"Mas aku siapin sarapan dulu ya"


"Iya sayang, Mas juga mau ngopi dulu di balkon"


"Ya Mas" Kara berlalu pergi menuju ruangan makan


Setelah siap sarapan Kara kembali ke kamar menengok Adrian di Balkon yang masih duduk santai menikmati kopi di hari Weekend.


Di tempat lain. Angel yang selalu menunggu kedatangan Alex, Angel memang memiliki waktu yang terbatas dengan Alex, selain itu juga Alex memiliki keluarga yang harus di rawat bukan tidak ada perawat tapi Alex yang ingin merawat istrinya dengan tangan nya sendiri.


Kediaman Adrian. Kini kandungan Kara 7 bulan perut buncitnya membuat Adrian semakin gemas.


Kara mencoba membuka Resleting Dress miliknya dengan susah payah Kara membuka Resleting Dress. Setelah Resleting terbuka Dress yang di kenakan Kara terlepas hinga memperlihatkan perut buncitnya.


"Krek" tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka pria tampan bertubuh kekar itu keluar dari kamar mandi, pria itu bukan lah orang Asing. Dia adalah Adrian suami yang telah menikah dengan Kara satu yang lalu.

__ADS_1


Mata nya tertuju pada perut buncit istrinya. Begitu gemas dia segera menghampiri istrinya memeluk dari belakang lalu dia mengelus perutnya dengan lembut, perlahan Adrian menunduk mengajak bicara anak yang ada di dalam perut istrinya.


"Hai junior Papa..., jangan nakal ya di dalam perut Mama, baik-baik ya di sana Papa menunggu kedatangan di dunia" Adrian mengajak Junio nya bicara.


"Iya Papa" Kara membalas bisikan Adrian di perutnya.


Kebahagiaan Kara menghampiri lengkap dengan kehadiran si baby. Tapi di sisi lain Rodiah benar-benar tidak menyangka dia lah yang paling menderita di sini. Dia lah yang menjadi korban demi keluarga nya. Tapi mengapa justru Rodiah lah yang banyak di salahkan. Rodiah berkorban demi keluarga yang tidak menyayangi nya.


Kara pingsan. Kara mulai membuka matanya perlahan sambil memegangi kepalanya pandangan yang samar mulai fokus. Adrian menghampiri Kara yang mulai sadar dari pingsannya, Pandangan nya tertuju ke seluruh ruangan.


"Aku di mana?" lirih Kara sampai bangkit dari kasur.


"Sayang kamu tidur saja, kamu mau apa sayang?. Mas ambil kan minum?"


"Sayang kamu tidak apa-apa?" Rodiah mendekati Kara yang masih berbaring di ranjang, bertengkar Rodiah dan Jaenal membuat Kara pusing dan akhirnya kara pingsan.


"Maafkan ibu nak, biarkan kamu pisang seperti ini" Rodiah menyesal.


"Bu..., aku tidak apa-apa kok, ibu tidak usah khawatir, ibu pernah bilang saat aku masih kecil aku harus menjadi anak yang kuat, dan tidak boleh cengeng, sekarang aku akan punya anak dan ibu akan menjadi nenek buat Anakku, kan sekarang aku ada Mas Adrian yang akan selalu menjaga ku, ibu itu sudah saat nya bahagia di hari tua ibu, kalau pun ibu di takdir kan harus berpisah dengan bapak, ibu tidak usah cemas aku akan merawat ibu sampai akhir usia ibu" Ucap Kara.


Tak tahan lagi membendung air mata Rodiah pun menangis mendekap tubuh Kara yang terbaring lemas.


"Terimakasih sayang sudah mau memaafkan ibu, ibu tidak bisa berkata apa-apa selain bershukur memiliki anak seperti kamu sudah cantik mudah memaafkan kesalahan ibu"


"Bu ginjal ibu ada di aku, ibu juga yang merawat aku saat aku kecil, ibu berjuang melawan maut demi hadir nya aku di dunia, ibu juga di tengah malam harus bangun untuk menyusui ku, bu harta ku banyak tapi aku tidak sanggup membeli asi yang sudah ibu berikan untuk aku. Sekarang ibu ikut aku pulang ya tidak usah di hotel lagi."


"Iya sayang ibu akan ikut pulang sama kamu, ibu akan merawat cucu ibu kalau sudah lahir"


"Bu, ibu di rumah ku tidak usah ngapa-ngapain ibu cukup menikmati hidup di hari tua ibu"


"Ibu ikut lah kami, disana aku juga akan menjaga ibu" ujar Adrian.


Setelah keadaan Kara mulai membaik Kara mengajak Adrian pulang dari rumah Bapak nya, tidak lupa Rodiah pun ikut bersama Kara ke kediamannya.


Aku akan cari tahu ginjal siapa yang ada di tubuh Kara, aku akan selidiki masalah ini. batin Jaenal


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa like komen end Rate Terimakasih


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2