
Beberapa hari kemudian pagi itu di guyur hujan deras, Kara masih nyaman di atas tempat tidur seperti orang bilang wanita hamil lebih banyak kemauan yang terbilang aneh-aneh.
Suasana seisi rumah pagi itu sangat sunyi sepertinya lebih banyak berdiam diri di kamar Kara terpaksa turun karana memanggil melalui telpon tak ada satu orang pun yang menerima panggilan telpon nya. Kara pun keluar dari kamar menuruni tangga.
"Bi..., Mbok...," Panggil Kara dia terus melangkah dengan perlahan, perut yang makin membesar membuat Kara kesulitan untuk berjalan.
Seperti nya memang tidak ada orang di luar. Ibu juga seperti tidak ada, kemana semua orang.
"Nyonya muda cari siapa?" datang Mbok dari kamar nya.
"Mbok.., bisa belikan mie tak-tak?" pinta Kara.
"Nyonya dimana pagi-pagi seperti ini, gimana kalau Mbok buat kan saja?"
Kara mengernyitkan dahinya."Mbok yakin bisa?" tanya Kara pada Mbok yang akan membuat mie yang di pintanya.
Mbok mulai membuat mie yang di mau Kara, sementara Kara duduk santai di ruang tamu sambil membaca majalah, dengan kaki selonjoran, sejenak Kara mengingat Leo teman dekatnya tapi bukan pacar Leo memang mencintai Kara, tapi Leo orang yang tidak memaksakan kehendak nya.
Telpon Leo Ah.., sudah lama juga tidak pernah tahu kabarnya. Kara tidak menyangka kalau pertemanan Kara dan Leo ada seseorang yang tidak menyukai nya.
"Halo ngapain kamu telpon-telpon kesini?, dasar cewek gatel sudah punya suami masih saja mengganggu cowok orang"
"Hah! kamu siapa? Leo mana ini nomor Leo kan?" Kesel Kara mendengar jawaban dari wanita yang tidak di kenalnya, ternyata dia adalah Monika tapi tidak sampai di situ Monika mengadukan semua kepada Adrian dengan menambahkan omongan nya.
Datang Leo dari luar membawa dua gelas minuman, tapi Monika tidak tahu kalau dia menjadi sekertaris Leo di perusahaan milik orang tua Kara.
Monika dengan cepat meletakkan kembali ponsel milik Leo.
"Ini minuman nya, minum lah dulu" ujar Leo.
"Ok Terimakasih, by the way setelah ini kamu mau kemana?" tanya Monika
"Tidak kemana-mana kenapa gitu?" jawab Leo singkat.
"Nonton yuk, ada film bagus loh" Kata Monika dia sengaja mengalihkan perhatian agar tidak membuka ponselnya.
Di sisi lain Kara masih kesel atas jawaban dari penerimaan ponsel milik Leo.
Siapa sih tuh cewek berani sekali memaki ku. gerutu Kara.
"Mie sudah matang silahkan cobain kurang apa rasanya, Nyonya kenapa? sepertinya sedang kesal?"
"Ini loh mbok teman aku, masa aku telpon yang angkat orang lain sudah itu dia memarahi aku Mbok"
"Sabar ya Nyonya, sekarang Nyonya makan dulu nanti ya setelah makan baru pikirkan lagi" Ucap Mbok yang mengerti bahwa Nyonya rumah nya sedang memikirkan sesuatu.
Apa mungkin Monika sengaja menerimanya panggil telpon dari Kara karna dia tahu kalau Kara adalah sahabat Leo, dan ingin membuat Kara dan Leo menjadi pecah belah persahabatan mereka.
'Leo apa kamu mengenal Kara?" Monika bertanya dengan mendetail.
"Tentu saja dia sahabatku kami sudah lama bersahabat dengan nya, dia wanita yang cantik dan tangguh." Ucap Leo banyak memuji Kara di depan sekertaris nya yang tak lain adalah mantan suaminya sahabat nya.
"Oooh" kata Monika membulatkan bibir nya seperti lingkaran O.
"Tunggu, apa kamu mengenal Kara?" tanya Leo.
"Aku tidak mengenal nya, hanya saja sepertinya kalian sangat dekat dengan gadis itu" timpal Monika
"Kara adalah istri dari anak pemilik pruksain Us. dan dia dari kecil sudah di jodohkan, tapi mereka pernah berselisih dengan Adrian Suaminya." Leo pun terpancing dengan pertanyaan Monika dengan sedemikian rupa.
Dan sepertinya kamu mencintai dia Leo, ini kesempatan untuk menghancurkan hubungan Adrian dengan istrinya. gumamnya Monika
"Baik lah Pak Leo sekarang waktunya makan siang, apa kita makan siang bersama? atau Pak Leo akan makan siang sendiri, bebas aja sih Pak" kata Monika
"Ya sudah makan bareng saja kebetulan saya juga tidak ada acara lain" ujar Leo.
__ADS_1
"Oke saya saya duluan ya? saya tunggu di lobby ya Pak"
"Oke saya bereskan ini dulu"
Monika keluar dari ruangan Leo menuju Lift tiba-tiba Lift terbuka, nampak pria tampan berpostur tinggi mengenakan jas hitam nyaris sempurna. Monika terpana oleh ketampanan Aldy
Kehadiran Aldy di perusahaan internasional niat akan bekerjasama dengan peristiwa internasional milik Jaenal.
"Selamat siang, maaf apa boleh tanya?" ucap Aldy
Monika yang masih berdiri mematung menatap wajah tampan Aldy dia mengabaikan Aldy yang sedang bertanya kepada Monika.
"Hello..!" Aldy melambai-lambai kan tangannya tepat wajah Monika.
"Ah..!, ya silahkan Pak mau tanya apa?" ucap Monika gugup
"Apa saya nampak tua?"
"Iya Pak" kata Monika
"What! aku tua?" kaget Aldy atas jawaban dari Gadis yang ada di hadapannya.
Ya ampun gue salah Jawab, tapi jujur kamu tampan sekali. gumam nya
"Maaf mau tanya apa Mas..?"
"Di mana ruangan pak Jaenal?"
"Mari Mas.., saya hantar ke ruangan pak Jaenal"
"Terimakasih dari tadi dong buang-buang waktu saja" ucap Aldy ketus.
Leo yang sudah berada di lobby kantor mencari keberadaan Monika. Menengok ke segala Arah tapi tak menemukan sosok Monika di sekitarnya.
Astaga! Pak Leo! Monika lari menuju Lift kebetulan Life masih berada di tempat yang sama jadi dengan mudah Monika masuk ke dalam Lift.
Monika memencet tombol lantai dasar gedung tinggi perusahaan internasional.
Ting! Lift terbuka Monika segera keluar dari Lift itu mencari Leo, tapi Leo tidak ada di lobby
"Mbak lihat pak Leo?" tanya Monika
"Nggak Mbak. Jawab wanita yang sedang melintas
Di tempat lain Kara masih asik dengan majalah nya. Adrian datang untuk makan siang, dia sudah biasa untuk makan siang bersama istrinya.
Mobil masuk pekarangan mension mewah. Pak Joko siap membuka pintu ia kembali ke pas penjagaan.
Adrian mendorong pintu, ternyata tidak terkunci sehingga dia masuk tanpa mengetuk pintunya.
"Sayang..., kamu lagi apa?"
"Mas.., kamu sudah pulang?, kamu kok tidak mengetuk pintu dulu" kata Kara.
"Pintu ke adaan tidak terkunci makanya Mas masuk"
"Oh.., Mas.. bantu aku bangun dong" pinta Kara manja
"Ya sudah sini tangannya Mas bantu berdiri"
Kara mengulurkan tangannya untuk berdiri tak sengaja ponsel Miliknya nyala panggilan dari Leo.
Adrian mengernyitkan dahinya melihat telpon masuk tercantum Leo dari dalam kontak Kara
"Kamu masih berhubungan dengan Leo?" tanya Adrian sinis.
__ADS_1
"Nggak Kok Mas.., tadi aku telpon Kak Leo tapi yang terima itu wanita mungkin pacar Kak Leo"
Adrian menganggapnya Kara tidak menghargai suaminya, Adrian sangat marah kepada Kara makan siang Adrian membuat dia tidak berselera.
"Mas mau lauk yang mana?"
"Saya sudah tidak berselera makan" jawab Adrian ketus kemudian dia berlalu pergi dari ruang makan.
Kara mengejar Adrian hampir jatuh tapi sepertinya Adrian masih memendam amarahnya.
"Mas...., kamu kenapa sih...?" Panggil Kara
Sedangkan Adrian berlalu pergi mengendarai mobilnya melaju dengan cepat.
"Mbok..." Panggil Kara sedikit teriak.
"Ya Nyonya muda" jawab Mbok sambil berlari
"Mbok ambil kan kunci mobil di laci cepat ya"
"Baik Nyonya"
Mbok berlari-lari mengambil kunci mobil atas perintah Kara. Tidak lama kemudian Mbok datang menyerah kan kunci mobil itu kepada Kara.
"Tapi Nyonya mau kemana? nanti tuan marah' kalau Nyonya pergi sendiri" Ujar Mbok.
"Saya mau susul Mas Adrian Mbok sepertinya Mas Adrian salah paham." Kata Kara dengan berlalu masuk ke dalam Mobilnya.
Astaga.., ada apa lagi ini, sebaiknya aku telpon Nyonya besar.
Tut..Tut..Tut..
Mbok menghubungi Rena telpon pun di terima oleh Rena
"Assalamu'alaikum Halo Nyonya besar seperti nya Nyonya Muda sedang bertantem sama Aden dan sekarang Nyonya muda pergi menyusul Aden mengendarai mobilnya sendiri"
"Apa Mbok!. Kara pergi sendiri mengendarai mobil nya?" Tanya Rena Panik
"Supir pada kemana Mbok..?, kalian menjaga satu orang saja tidak becus! Kara itu sedang hamil tua.., kalau dia kenapa-kenapa kalian mau tanggung jawab, kalau cucu saya kenapa-kenapa kalian tanggung jawab!" Rena memutuskan panggilan dari Mbok.
Aduh! Gusti Nyonya besar marah bagaimana ini
"Joko.., Karno" panggil mbok.
"Ono opo toh mbok?" kata Joko.
"Ono opo ono opo piye toh Nyonya muda lungo dewek Wis Nyonya besar Marah Ning sampeyan kabeh"
"Loh piye toh Mbok"
"Mboh pusing, gara kalian aku kena marah wis aku tak lungo ke dapur ae."
"Mbok...Mbok piye toh"
"Mboh urus dewek" kata Mbok
Di sisi lain Kara mengikuti arah mobil adrian di pertengahan jalan tiba-tiba kehilangan jejak mobil yang di kendarai oleh Adrian.
Kan kehilangan jejak, pasti ke kantor lebih baik aku ke kantor saja lah.
Mobil yang di kendarai Kara pun meluncur ke arah kantor Adrian. Beberapa menit kemudian Kara tiba di perusahaan milik keluarga. Dia segera memarkirkan mobilnya dengan kecepatan Kara melangkah pergi menuju Lobby
...----------------...
Jangan lupa like komen dan Rate Terimakasih All
__ADS_1