Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 51


__ADS_3

Gadis cantik itu tertidur di samping Nyonya Faridah hingga detik jam menunjukan pukul 12 malam Aldy tiba di rumah langusung menuju kamar Mami nya.


Kenapa di tidur di situ.


"Hai..., bangun hai.."


Murni mengucek matanya."Mas Aldy sudah pulang toh Maaf aku ketiduran" ucap nya Murni


"Ya sudah sana pindah" Usir Aldy


"Iya Mas permisi Yo" berlalu pergi keluar dari kamar.


"Mas...." panggil Murni


"Apa lagi!, sudah sana tidur ngapain masih di sini?"


"Kamar nya di mana Mas?...hehee"


"Di Hongkong" ucap Aldy ketus


"Jauh Yo Mas... bercanda Iki Mas Aldy"


"Mas...Mas.., kamu kira aku ini Mas mu?, Ayo ikut aku" Aldy pun menarik tangan Murni menunjukkan kamarnya


"Ini kamar kamu istirahat sana"


"Suwon Yo Mas..."


Kamar apa lapangan Bola Yo besar nemen toh, Kalau di kampung ku ini satu rumah ku. Murni memutar bola matanya mengitari seluruh kamar yang sudah tertata walaupun menurut Murni kamar yang akan di tempat itu sedikit berantakan karena sudah lama tidak terurus.


Di tempat Lain Kara sudah di tiba di Indonesia rasa rindu pada kamar nya itu iya segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Huf..., terasa nya nyaman di kamar ini.


"Sayang ayo makan dulu Mbok Sudah masakin buat kita"


"Ya Mas...,"


Adrian menggandeng tangan Kara menuruni anak tangga. Kean merangkak mengejar Kara melihat orang tuanya turun dari tangga.


"Hai..., sayang Mam yuk sudah waktunya makan Sus kok Kean taruh di bawah sih kan kotor.


"Den Kean tidak mau di gendong Nyonya muda." Kata suster


"Biar kan saja Kara biar Kean aktif kalau keseringan di gendong juga tidak baik anak kecil" Kata Rena


"Ya sudah yuk sayang kita makan dulu" ajak Adrian


Selama makan malam Kara melamun mengingat bapak nya, Sangat di sayang kan sewaktu kepergian bapak nya kondisi Kara saat itu sedang tidak sadarkan diri sehingga Kara pun tidak ikut andil dalam mengurus pemakaman bapak nya.


"Sayang kok melamun sih.., ada apa?"


"Hem.. tidak apa-apa Mas.., aku sudah kenyang aku ke kamar dulu ya" Ucap Kara berlalu pergi meninggalkan makan malam bersama keluarga nya di ruang makan.


Tiba kamar Kara terpaksa harus memecahkan tangisannya, Kara pun menangis sesenggukan


Pak Kara kangen..., kenapa bapak pergi secepat ini. hiks...hiks...hiks.


Adrian menyentuh punggung Kara


"Sayang kamu kangen ya sama bapak? besok kita ke makan bapak ya"


Kara mendekap tubuh Adrian dengan erat di sambut Adrian mengelus kepala Kara.


"Jangan nangis lagi ya, kalau kamu nangis terus lalu sakit kan kasihan Kean.., bapak pasti sudah bahagia di surga, tugas kita mendoakan bapak semoga bapak di tempat kan di sisi Allah"


Adrian begitu menjadi tiang saat Kara merasakan kesedihannya Adrian selalu berusaha untuk menghibur rasa sedihnya yang ada di hati istrinya.


Cup...Cup...Cup jangan nangis lagi ya nanti mukanya jadi jelek tuh.


"Ih..., biar saja" Kara pun tersentuh hatinya saat Adrian menghapus air matanya Kara begitu terkesan atas semua perhatian yang sudah di berikan oleh Adrian walaupun cinta Kara belum sepenuhnya bisa melupakan Kevin mantan yang telah pergi untuk selamanya, tapi Kara selalu berusaha untuk mencintai Adrian dan membalas semua perhatian Adrian dari yang kecil hingga yang besar berbentuk Kasih sayang yang sudah menyakinkan kalau Adrian benar-benar bisa menjadi suami yang pantas untuk dirinya.


"Sekarang tidur ya sudah malam, besok baru ke makam bapak" Kata Adrian


"Iya Mas.., janji ya" Ujar Kara


"Iya sudah sekarang tidur.., kumpulan tenaga sebelum ke makam kita ke kantor dulu, pulang dari kantor baru kita ke makam bapak" Kata Adrian


Kara pun merebahkan tubuhnya di selimuti tubuhnya oleh Adrian.


Cup


"Tidur ya Mas..mau ke bawah lihat Kean sudah tidur apa belum"


Setelah mendapat anggukan dari Kara Adrian keluar dari kamar, beberapa menit kemudian ponsel milik Adrian menyala.


Mas.. Adrian ponsel nyala sepertinya ada pesen masuk. Kara bergegas dari tempat tidur mengambil ponsel milik suaminya.


"Hai.."


"Hai.." di balas pesen masuk dari sekertaris Mr Press


"Sudah makan belum? kita makan malam yuk"


"Saya sudah di Indonesia, jadi kalau ada yang berhubungan dengan pekerjaan silahkan hubungin Rayan penggantian saya di sana" Kara kembali membalas pesan Zihan


"Pak Adrian sebenarnya aku menyukai Pak Adrian sejak pertama kita bertemu"


Deg! seketika nafas sesak yang di rasakan Kara dia merasakan sakit yang amat sangat, panas seperti terbakar padahal ruangan sangat dingin.


Zihan: P


Zihan: P


Zihan: P


Kenapa aku membaca nya begitu sakit di kepala jantung serasa berhenti bernafas.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu terbuka Kara segera menyelimuti tubuhnya dia bersembunyi di balik selimut.


Kamu sudah tidur sayang?, Kean baru saja tidur tadi dia sempat rewel tapi sekarang sudah tidur


Adrian merebahkan tubuhnya di samping Kara dengan sigap Kara menggeser posisinya


"Kamu belum tidur?"


"Sana jangan tidur di sini" bentak Kara.


"Hai sayang kamu kenapa?"


"Urus saja pacar kamu itu!"


"Pacar aku?" Adrian menunjuk wajahnya Adrian mengerutkan dahinya


Kara kenapa ya, tiba-tiba marah tadi pas aku tinggal perasaan baik-baik saja.


Ting" Ponsel kembali menyala


Adrian membuka ponsel melihat isi pesan dari Zihan.


Hemm... rupanya ini. gerutu Adrian


"Hem...ada yang cemburu rupanya?"


Kara mengerakkan badannya tanpa menjawab pertanyaan Adrian


Nih sudah Mas.. blokir lagian Mas itu tidak ada hubungan apa-apa sama Zihan sebatas kerja


"Ya sama saja sini ponsel nya"


Kara merampas ponsel milik Adrian dan menghapus nya dari kontak.


"Nih!"


Tersenyum Adrian bukan nya marah tapi Adrian senang dengan sikap Kara yang sedikit posesif Adrian sudah lama ingin merasakan kara cemburu.


Sebelum matahari terbit Murni sudah sibuk di dalam dapur membuat bubur jamu dan memasak Air sereh untuk mandi Nyonya Faridah, bukan hanya itu Murni juga masak untuk makan pagi Aldy


Aroma harum masakan pun tercium oleh Indra penciuman Mbok.


Loh seperti ada yang sedang masak tapi siapa. Mbok baru saja selesai solat subuh, lalu Mbok keluar melihat siapa yang sedang masak.


"Neng.., sedang apa?"


"Ini mbok membuat bubur untuk Nyonya"


"Neng ini masak untuk siapa?"


"Untuk kita Mbok.." Kata Murni


"Ya ampun Neng biar Mbok saja yang masak"


"Tidak apa-apa Mbok.., kebetulan aku bangun lebih awal sebelum ke kantor Mbok"


"Mbok nanti tolong makan siang Nyonya sudah aku buat untuk siang juga tinggal di panaskan saja, dan ini jamu untuk siang ya Mbok"


"Iya neng nanti Mbok yang menjaga Nyonya selama Neng kerja"


"Terimakasih ya Mbok"


Murni pun melangkah pergi dari dapur ke kamar Nyonya Faridah untuk menyuapi sebelum menyuapi Murni membersihkan semua tubuh Nyonya hingga Pampers di ganti dengan yang baru dan membersihkan sisa kotoran yang menempel.


Mbok mengintip Murni dari balik pintu


Ya Allah neng ini seperti merawat ibu nya saja dia begitu telaten tanpa merasakannya jijik, semoga saja Tuan Muda mendapatkan istri yang baik seperti Neng Murni.


Murni menengok merasakan ada orang yang memperhatikan. Tapi Mbok segera mundur dan melangkah pergi.


Ternyata perasaan ku saja.


"Nyonya selama aku kerja nanti mbok yang akan menjaga Nyonya ya" ucap Murni


Murni selalu mengajak nya bicara agar terbiasa mendengar itu bagian dari terapi. Melihat jam 6:30 Murni segera pamit untuk pergi kerja.


"Aku pergi dulu ya Nyonya."


Murni pun mendapatkan kedipan dari Nyonya Faridah tanda setuju. Murni tersenyum


Assalamu'alaikum. Murni menutup kembali pintunya.


"Mbok.." Panggil Murni


"Iya Neng.." Mbok datang dari dapur


"Mbok saya kerja dulu ya saya titip Nyonya jangan lupa makan siang nya di panaskan dulu ya Mbok"


"Baik Neng." Jawab Mbok sambil tersenyum


Sekitar jam 8 Aldy bangun langsung menengok Maminya di kamar


"Pagi Mami gimana hari ini..?"


Wangi kamar pun rapi.


"Mbok..." Panggil Aldy


"Saya Tuan Muda.." Jawab mbok menghampiri Aldy di kamar Maminya


"Mbok Murni kemana?" tanya Aldy


"Sudah pergi kerja Tuan Muda"


Gimana sih di tugaskan merawat Mami malah kerja.


"Ya sudah Mbok cuma tanya saja"

__ADS_1


"Baik Tuan Mudah, sarapan dulu Tuan Muda sudah di siapkan" Kata Mbok


"Iya Mbok kebetulan sudah lapar"


Aldy pun melangkah keluar menuju ruang makan melihat masakan sangat menggiurkan perut mengajak nya segera melahap semua masakan kesukaannya.


Hemmm.. enak, rasanya beda tidak seperti biasanya. Aldy pun meyakinkan kembali lidah nya.


Hemmm..., benaran enak ini. Aldy makan semua masakan hingga sedikit tersisa


Selesai makan Aldy kembali ke kamar melihat kopi sudah tersedia beserta pakaian kerja yang akan di kenakan kerja. Aldy mengerutkan keningnya.


Tumben nih Mbok.., Pasti dia takut di pecat karena ada Murni.., Haha. Tertawa Aldy


Tapi kok Mbok tahu ya menyesuaikan pakainya dasi nya pun pas. Kopi nya enak sangat beda sepertinya hari ini, hari pertama yang berbeda.


Aldy keluar dari kamar menenteng tas di tangan nya.


"Mbok terimakasih ya" Kata Aldy


"Terimakasih apa Tuan Muda? itu mungkin" Ucapan pun terpotong oleh Aldy


"Ya sudah Mbok saya berangkat ke kantor dulu titip Mami ya Mbok"


"Iya Tuan Muda" Jawab Mbok menganga melihat Tuan nya hari ini beda tidak seperti biasanya hari ini terlihat semangat untuk ke kantor.


Tunggu aku Murni apa yang akan aku perbuat sama kamu, enak saja di minta merawat Mami malah di tinggal kerja.


Tiba di kantor Aldy menekuk wajahnya melangkah cepat menuju ruangan nya.


Semua pegawai sapa selamat pagi namun Aldy mengabaikan nya.


"Woi bro pagi-pagi wajah mu sudah tidak enak di lihat" Kata Mario


Mario Duduk di kursi." Ada apa sih?"


"Pokonya lu cari ke yayasan buat jaga Mami",


"Lah Murni Kenapa?" tanya Mario


"Dia nggak beres" jawab Aldy singkat


"Oke deh nanti gue cari ke yayasan" Kata Mario


Mario keluar dari ruangan kerja Aldy menemui Murni di pantry


Aku nggak yakin kalau murni tidak becus merawat Mami nya secara dia cewek apa bedanya coba. gerutu Mario


"Murni" Panggil Mario


"Dalam Mas.. Ono opo toh Mas ngagetin saja Mas Mario mau aku buatkan apa?"


"Nggak Kok cuma mau tanya aja"


"Tanya apa toh Mas..?"


"Gimana Mami nya Aldy?"


"Sangat baik Mas.., Kasihan Loh Mas.., padahal Mami nya itu masih bisa sembuh seperti dulu loh" Seketika Murni membungkam mulutnya


"Maksud nya Murni?" Tanya Mario penasaran karena ada ucapan yang terpotong


"Aldy minta gue cari di yayasan buat gantin lu di sana" Kata Mario


"Aduh! Mas... jangan dulu ya Mas..., bilang sama Mas Aldy" Ujar Murni sebab baru tahap permulaan untuk menyembuhkan Mami nya


Tapi sepertinya Aldy tidak akan menuruti permintaan Mario di tetap akan mencari pengganti Murni untuk merawat Mami nya.


Aldy menghampiri Murni di pantry Aldy menyerahkan amplop di tangannya


"Ini gaji lu selama satu hari merawat Mami"


"Tapi Mas..." protes Murni


Tapi sepertinya tidak di hiraukan Murni


Ya Allah semoga Nyonya mendapatkan yang baik untuk menjaga Nyonya.


Entah kenapa aku kok merasakan sedih aku ingin sekali merawat Nyonya. Tapi ya sudahlah sepertinya Mas Aldy tidak percaya sama aku.


Kepergian Murni dari rumahnya membuat Nyonya Faridah tidak mau makan dan tidak merespon dia menunjukkan kemarahannya pada Aldy.


Aldy pun merasakan masakan yang dia makan beda Seperti waktu lalu yang di rasakan Sangat enak.


"Mbok.." panggil Aldy dengan nada Lirih


"Ya tuan Muda.., ada apa?"


"Mbok gimana menurut mbok Murni sama yang baru ini cara menjaga Mami?" Tanya Aldy pendapat Mbok


"Beda sangat jauh Tuan Muda, Murni itu sebelum berangkat kerja di rumah sudah rapi semua"


"Maksud Mbok?" penasaran Aldy


"Mbok tidak pernah menyiapkan pakaian tuan Muda mbok juga tidak pernah membuat kopi untuk tuan Muda semua itu Murni yang menyiapkan segala sesuatunya sepertinya Nyonya besar pun menyukainya, waktu ada murni Nyonya itu wangi badannya segera."


"Serius Mbok!..?"


"Serius tuan Muda menurut Mbok Murni lebih telaten merawat Nyonya, jamu yang di buat Neng Murni Tuan muda buang?"


"Iya Mbok, saya tidak suka sama murni Mbok di berikan Mami minuman aneh"


"Bukan Aneh tuan itu ramuan kalau orang Jawa lebih percaya ramuan tradisional, terbuat dari akar-akar tanaman rempah-rempah makan yang di masakan Neng Murni pun beda Tuan muda mbok saja kagum sama dia"


Apa aku salah ya mengganti dia dengan yang lain, sepertinya benar apa yang di katakan Mbok Mami suka dengan Murni.


...----------------...

__ADS_1


terimakasih All yang sudah like komen end Rate


__ADS_2