
Pohon yang tumbuh dedaunan berterbangan di salaman rumah, ikan hiasan yang di wadah aquarium tiba-tiba terapung tak bernyawa.
"Mah.., Mas Adrian Kenapa ponsel tidak bisa di hubungi?" pertanyaan Kara menghentikan kegiatan Rena yang sedang memotong tamanan di halaman rumah.
"Aktif kok.., Mama tadi pagi sudah menghubungi Papa sayang" Rena sedikit berbohong agar tak banyak lagi pertanyaan dari Kara.
"Kenapa Mama tidak memberitahu ku?" Ucap Kara Cecar setiap jawaban dari Rena.
Rena pun melangkah pergi meninggalkan Kara ia tidak banyak pertanyaan dari Kara ia ingin nantinya akan membuahkan hasil yang lebih sakit lagi sedangkan Kara sedang mengandung anak pertamanya yang baru saja beranjak 4 Minggu ia takut akan pengaruhi kandungannya.
"Mah...Mah..." panggil Kara.
Rena pun mempercepat langkahnya tak ingin banyak lagi pertanyaan dari Kara.
Kenapa sih Mama. gerutu Kara
Ini kenapa lagi Tv tidak ada gambar nya.." Bibi.." panggil Kara.
"Saya Nyonya muda?" Bibi menghampiri Kara yang sedang otak-atik remote
"Bibi.., ini kenapa setiap Tv tidak ada gambar?"
"Itu Nyonya muda.., sedang dalam perbaikan sementara belum bisa di tonton" Bibi pun menjawab sedikit gugup.
"Hooh..., Kara membulat kan bibirnya.
Rasanya hari aku jenuh sekali, Kara pun duduk bersandar datang Rena menghampiri menantu kesayangan, ia duduk di sampingnya.
"Kara bagaimana kalau hari ini kita ke salon langganan Mama?,"
"Kara malas Mah.., Kara di rumah saja ya?"
"Ayo lah kita bisa sedikit refreshing atau kita belanja?" Ucap nya Rena membujuk Kara agar tak selalu memikirkan suaminya, sejujurnya Rena pun merasa gelisah karena sampai detik ini Suami dan anaknya belum juga ada kabarnya.
"Ya sudah Kara ganti pakaian dulu ya Mah"
Setelah mendapat anggukkan dari Rena Kara pun melangkah pergi ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya.
Negara Eropa, disana bertemu dengan Monika yang mewakili perusahaan lain, Adrian pun tak mengira kalau Monika pun berada di Meeting yang sama.
Pemeran Monika
__ADS_1
"Hai Adrian kita bertemu lagi ya" Sapa Monika dengan ramahnya.
"Sedangkan apa kamu di sini?" tanya Adrian yang merasa heran keberhasilan Monika yang hadir di satu ruangan yang sama.
Tapi senyuman sinis itu terlontar di bibir Monika, saat berlalu pergi Monika menatap tajam Adrian.
Ya Monika gadis yang terkenal dengan kecantikannya selain cantik Monika juga gadis yang genius walaupun begitu Adrian pernah manjadi pria nomor sekian yang ingin memiliki Cintanya, berulang kali Adrian di tinggalkan oleh Monika karana pria lain yang jauh lebih tajir darinya.
"Adrian apa ponsel mu sudah biasa menghubungkan istrimu?" datang Beni setelah melihat tatapan Adrian dengan Monika.
"Sepertinya belum Pah.., hanya area negara luar belum bisa interlokal" Jawab Adrian seketika ia Adrian mengingat sang istri.
Selama Meeting Beni menatap Monika tajam penuh pertanyaan pasalnya Beni banyak tahu mengenai hubungan Adrian dan Monika, Selesai meeting Beni meminta Adrian kembali ke hotel duluan.
"Kamu ke Hotel duluan ya Papa masih ada urusan, nanti Papa nyusul"
"Ya sudah Pah, Adrian duluan ya Papa hati-hati cuaca belum bagus"
"Ya sudah sana" Kata Beni sambil menepuk pundak Adrian.
Setelah Adrian pergi diam-diam Beni menemui Monika yang sudah di jadwalkan, Beni pun pergi mengendarai mobilnya menuju Restoran yang cukup jauh dari perusahaan.
Beni pun tiba di Resto yang sudah di tentukan ia memilih meja yang tak jauh dari kaca. Setelah Beni duduk seorang pelayan membawa buku menu menghampiri Beni.
"Excuse me sir"
"Ok wait sir " si pelayan pun pergi dengan membawa pesanan Beni.
Tidak lama Monika datang dengan gaya lenggak-lenggok nya dia mencari Beni di segala penjuru, nampak lah Beni di ujung sana duduk seorang diri.
"Excuse me" Ucap Monika.
"Oh..ya silahkan duduk, kamu mau pesan apa?"
Sebelum obrolan di mulai pelayan datang membawa kopi pesanan Beni.
"Ma'am, I ordered wine"
"Wait Nona"
Monika menganggukkan kepalanya.
"Tuan ada apa ingin menemui saya?, tapi sepertinya saya pernah mengenal anda tuan, tapi dimana?" Monika sejenak mengingat nya.
__ADS_1
"Saya orang tuanya Adrian" Ucap Beni sambil menyeruput kopinya.
"Oh..., Papa nya Adrian, untuk apa Anda ingin menemui saya?, seperti nya saya tidak ada urusan lagi sama Adrian." Monika pun bangkit dari duduknya mendekati Beni.
"Tuan sangat tampan tapi bagi saya usia itu nomor sekian tuan, apa kita bisa saling berteman?," Ucap Monika yang berbisik di belakang punggung Beli yang sedang duduk jemari tangan Monika meraba di bidang dada Beni, Monika pun sedikit mengendus aroma parfum yang wanginya membuat para wanita tak ingin berhenti mencium.
"Hentikan Monika.., saya menemui kamu agar kamu tidak lagi mengganggu Adrian yang sudah beristri" Ujar Beli.
Ketampanan Beni memang tak jauh dari Adrian dia juga memiliki tubuh yang masih segar, Pelayan pun datang Monika segera menghentikan kegiatannya.
Monika yang sudah menenggak beberapa Loki ia pun mulai tidak beraturan ia menggeser kursi nya lebih dekat lagi dengan Beni, setelah dekat Beni yang merasakannya risih dengan tingkah Monik di tambah cuaca yang sangat tidak bersahabat ia pun ikut menenggak minuman, yang ada di depan Monika.
Monika pun bersandar di tubuhnya tangannya meraba paha Beni, ia segera menyingkir tangan Monika, saat bertatap muka bertemu mata Beni yang merasakan kecantikan Monika sekarang wajah dan wajahnya hanya berapa senti saja.
"Permisi saya akan kembali ke hotel ini semua sudah aku bayar jadi kamu tidak usah bayar" Beni meraih jas nya yang terlampir di kepala kuris.
Beni pun berlalu pergi meninggalkan Monika, tapi semua itu tidak semudah ia pergi begitu saja, Monika menghadang mobil Beni dengan melebarkan sayap tangannya.
Ini mau apa sih anak.., kalau aku terus bersama nya bisa-bisa aku tergoda mana dia cantik banget. Beni pun keluar dari Mobil.
"Kamu kenapa menghalangi jalanku!"
"Aku tidak ingin kamu pergi, temani aku minum ya?"
"Maaf saya tidak bisa saya harus kembali ke Hotel"
"Apa aku boleh ikut?"
Tidak mungkin aku ajak dia ke hotel sedangkan di sana ada Adrian bisa-bisa Adrian menuduh ku yang bukan-bukan.
"Maaf tidak bisa.., awas saya mau lewat"
Tapi itu tak membuat Monika menyerah begitu saja, Monika pun menggelayut di lengannya.
"Apa kita akan seperti ini sampai malam?"
Astaga dia tak juga mau menyerah.
"Baik naik lah ke mobil" perintah Beni.
Mobil yang di kendarai oleh Beni melesat jauh menuju Hotel yang jauh dari Hotel yang di tinggali oleh Adrian.
Di tempat lain Kara yang dengan belanja bersama Rena ia membeli banyak pakaian untuk Kara, saat itu pula Kara memuntahkan semua isi makanya dari dalam perut mual pun mulai memburu ibu yang sedang mengidam ini.
__ADS_1
...----------------...
Terimakasih banyak ya sudah mampir di karya kecilku Jangan lupa 👍 komentar dan juga ⭐⭐⭐⭐⭐ thanks very much