Istri Cantik Tuan Muda

Istri Cantik Tuan Muda
Episode 61


__ADS_3

Adrian menatap Kara dengan bola mata menyampingkan. Tapi apa daya Adrian selalu saja tidak bisa menolak permintaannya istrinya


Hemm...!


"Ha..ha.ha.., Kenapa Mas...? batuk" Ucap Kara sambil mengusap wajahnya


"Seneng sekali sih bikin aku menderita" Ucap Adrian membisikkan ke telinga Kara.


Tawa pun pecah di dalam ruangan kerja suaminya sepertinya Kara puas apa yang sudah Ia lakukan terhadap suaminya.


Apa kau tidak pernah menyayangi aku?, punya istri sadis amat setiap kesalahan sedikit saja sudah deh 1 minggu aku puasa. gerutu Adrian


"Aku bahkan sangat menyayangi kamu, aku berbuat seperti itu agar kamu tidak macam-macam di luar"


"Macam-macam apa? untuk apa aku cari di luar kalau di rumah saja sudah ada yang lebih dari yang luar" Kata Adrian


Kara seperti bersalah pada Adrian. Perlahan Kara coba mendekati Adrian dia mengalungkan tangannya ke bahu Adrian yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Mas..., Apa kamu belum yakin kalau Aku sangat menyayangi kamu?' tidak ada alasan untuk aku tidak menyayangi kamu, Kamu itu suami yang baik suami yang penuh pengertian. Alasan apa? aku tidak menyayangi kamu coba kamu jeleskan"


Kali ini Adrian sepertinya sangat tidak menyukai alasan Kara setelah 3 hari tidak melayaninya, Adrian pikir Kara masih belum sepenuhnya mencintai dirinya. Tapi sebenarnya Kara sangat mencintai Adrian, Alasan Kara seperti itu hanya tidak ingin kehilangan orang yang dia cintai yang ke dua kalinya.


Sontak Kara setelah tangannya di tepisnya oleh Adrian. Adrian bergegas pergi dari ruangan kerjanya.


"Mas...," Panggil Kara menatap Adrian pergi dari ruangan.


Adrian melangkah dengan tubuh tegak ke lurus tanpa menghiraukan sapaan dari siapapun. Saat ini suasana hati Adrian sedang kalut dia mengendarai mobil tak tau arah dan tujuan.


Hatinya berkecamuk dengan keraguan cinta Kara.


Aaaaaaaaahk!! Adrian teriak di dalam mobil dia memukul klakson mobilnya sehingga mengeluarkan suara nyaring.


Disisi lain Kara meminta Imah menggendong Kean yang masih terlelap tidur.


"Imah kita pulang"


"Baik Bu, tapi Den Kean masih tidur Bu?"


"Tidak apa-apa kamu angkat saja" Kata Kara.


Kara pun melangkahkan kakinya begitu pun Kara dia benar-benar merasa bersalah.


4 jam sudah tanpa kabar dari Adrian. Disisi Lain Adrian terus menyelusuri jalan raya, tiba-tiba melihat Monika berdiri di samping jalan, sepertinya dia sedang menunggu taksi online.


Adrian menepi sekitar dua meter dari Monika. Adrian keluar dari Mobil menyapa Monika


"Monika.." Panggil Adrian menghampiri Monika tepat Monika berdiri


"Kak Adrian..., sedang apa disini?" tanya Monika sambil menggoyangkan langkahnya.


Mereka pun bercakap-cakap dengan ekspresi wajah serius. Entah apa yang mereka bicarakan tidak lama Monika masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


***


Sementara di tempat Lain pagi hari ketika Aldy membuka matanya, Murni sudah membantu ibunya di dapur masak sarapan pagi, semua kerabat pagi sudah kumpul di rumah Murni.


Setelah selesai membantu ibunya di dapur, Murni. Bermaksud untuk membangunkan Aldy. Ternyata Aldy sudah lebih dulu membuka matanya, tapi enggan untuk bangun.


"Mas..., Aldy. hayo bangun kita sarapan dulu, ibu sudah menyajikan sarapan." Ujar Murni sambil menarik selimut yang masih membungkus tubuhnya.


"Aku malas" Ucap Aldy sambil menarik tangan Murni, Hingga terjatuh di atas dadanya.


Aaaw!. Sontak Murni teriak


"Mas.., jangan begitu, nanti dikira aku berbuat yang tidak-tidak" protes Murni yang tidak ingin Aldy melakukan hal yang tidak diinginkan


"Ya maaf, tapi" ucapan Aldy terhenti ketika mata Murni melotot melihat Aldy


Baru aja diam Mursti membuka kamar yang hanya tertutup oleh gorden. Mereka segera membenahi diri.


"Nak Aldy hayo mandi sudah ibu masak air panas untuk Nak Aldy mandi, karena disini jika pagi hari air sangat dingin" Ujar Mursiti


Keluarga sederhana tapi aku begitu nyaman dengan keluarga ini, mereka begitu kuat menjalani hari-hari dengan ekonomi yang serba pas-pasan. Gumam Aldy


"Iya Bu terimakasih" Kata Aldy


Mursiti menganggukkan kepalanya. Kemudian Wanita paruh baya itu berbalik badan untuk kembali ke ruangan tamu.


Lagi- dan lagi Aldy mencuri ciumannya pertamanya Murni.


Mas aldy...! Teriak Murni histeris.


Seketika Murni membungkam mulutnya, Ia Taku akan di ketahui oleh ibunya


"Ndak Bu, Ndak Ono Opo-Opo, iku loh Mas Aldy tak suruh mandi yok susah Bu"


"Oh..., mungkin dingin kali Ndok"


Setelah selesai Mandi Aldy dengan pakaian casual dia duduk kumpul di lantai untuk sarapan pagi.


"Bu" panggil Aldy dengan lembut orang tua Murni


"Ada apa Nak Aldy? makanannya tidak enak ya?."


"Enak kok Bu, Niat aku datang kemari untuk meminta Murni menjadi istriku menemaniku dan mendampingi hidupku sampai tua nanti" Ucap Aldy gugup karena ini waktu yang tepat untuk Aldy membicarakan niatnya di depan orang tuanya dan para kerabat Murni.


"Loh Yo Opo toh Mas?" Murni pun kaget apa yang di katakan oleh Aldy di depan ibunya dan saudara-saudaranya


Alhamdulillah..., jawaban itu keluar serempak dari bibir masing-masing


Aku tidak mimpi kan? ini serius Mas Aldy melamar aku. Ya Allah bangun kan aku dari tidurku. Gumam Murni


Ya Allah semoga keputusanku kali ini benar dan Murni istri yang Allah berikan untukku. Gumam Aldy dalam hatinya

__ADS_1


"Ibu sih terserah Murni saja Loh Wong Murni yang akan jalanin nantinya." Ujar Mursiti


"Gimana Murni, sebab hari ini kita pulang ke Jakarta, Aku besok sibuk banyak kerjaan" Kata Aldy


Murni terdiam masih tidak percaya dengan apa yang sudah Aldy ucapkan tadi.


"Murni..." Panggil Mursiti


"Iyo Bu"


"Olalah, Ndok di tanya kok malah bengong"


Semua kerabat pun setuju Murni dengan Aldy karena selama Aldy di desanya Aldy selalu bersikap baik semua keluarga Murni.


"Murni takut Bu, kalau Murni menikah nanti siapa yang akan merawat Ibu, kalau Murni menikah semua tanggung jawab suami dan ibu gimana?" Lirih Murni


"Kamu tenang aja Murni Ibu kita ajak ke Jakarta" Kata Aldy


"Tidak usah Nak aldy ibu sudah nyaman disini"


"Mas Aldy boleh tidak aku minta satu tahun lagi untuk membahagiakan Ibu, ada sesuatu yang belum aku penuhi untuk ibu" Ujar Murni


"Ndok' tidak baik lamaran pertama kamu tolak nanti susah jodoh loh, sudah jangan pikirin kan lagi itu ibu hanya ingin melihat kamu bahagia"


"Emang apa sih yang belum kamu penuhi untuk ibu?"


"Murni ingin ternak sapi Mas Aldy" Saut pamannya Murni


"Nggak Mas itu bohong" Protes Murni


"Bagaimana kalau aku belikan sapi 3 tapi kamu Jawab sekarang"


"Tidak usah Mas..." Tolak Murni " Tidak usah di belikan sapi aku Jawab sekarang"


"Kamu mau jadi istri Mas Aldy tapi aku ijin setiap 3 bulan sekali aku pulang tengok Ibu?"


"Iya Boleh..., kapan pun kamu mau Mas antar kamu kesini"


Setelah mendapat restu dari orang tau dan kerabat Aldy pun ucap shukur Alhamdulillah.Semua keluarga Murni pun ikut serta ucap syukur Alhamdulillah.


"Om, bisa ikut saya sebentar" Panggil Aldy


Yang di sebut Om oleh Aldy tak lain adalah pamannya Murni adik dari orang tua Murni. Aldy minta Om nya itu mencari 5 sapi untuk calon mertuanya.


"Nak Aldy serius?"


"Ya serius, ini kartu nama saya kalau sudah dapat hubungi saya secepatnya." Kata Aldy dan Aldy juga memberikan sejumlah uang untuk ongkos mencari sapi tersebut


Sebelum kembali ke Jakarta Aldy juga menyerahkan amplop cokelat berisi uang untuk selama Murni di Jakarta.


Dan keluarga semua mengantar Aldy dan Murni sampai mobil akan kembali nanti saat akan melakukan pernikahan tentunya Aldy juga meminta restu pada Maminya juga Alex Papi nya.

__ADS_1


...----------------...


Dobel Up


__ADS_2