
Sunyi yang mencekam cuaca yang sangat dingin tapi disini tuan Beni Ardianto berseteru dengan Monika pria setengah paruh baya itu mencekik leher gadis yang membuat nya marah.
"Tidak usah munafik lah Om.., siapa yang tidak ingin bersama ku?, Semua pria menginginkan ku," Ujar Monika yang masih terkapar dalam cekikikan tangan Tuan Beni.
Tuan Beni yang tak habis pikir dengan tindakan Monika dia hampir kehabisan kesabaran nya.
"Kamu boleh beranggapan semua pria menginginkan mu, tapi tidak dengan saya.., Nona dengar baik-baik, kamu memiliki wajah yang cantik tapi sayang..., kamu terlalu mudah untuk di jamah semua pria." Ucap tuan Beni kesel.
Sementara itu Adrian mencemaskan Papa nya di luar selain salju turun angin pun kencang berhembus 80 kilometer per jam.
Papa kemana sampai sekarang belum juga pulang saya cemas Papa Kenapa-kenapa di luar, ponsel pun tidak bisa di hubungi. gerutu Adrian.
Di sisi lain Tuan Beni yang masih berseteru dengan Monika dia terus meminta Monika menyerahkan kunci kamar Hotelnya.
"Serahkan atau aku menghubungi pihak Hotel" Kata Beni.
"Oke...Oke..?, aku harap tuan tidak pergi dari sini di luar bahaya cuaca sedang tidak baik setelah di luar aman silahkan tuan pergi" Ujar Monika.
Beni pun berpikir ulang kata-kata Monika ia benar di luar cuaca sedang buruk.
Lebih baik saya menahan dingin di luar sana dari pada harus satu kamar bersama gadis gila seperti dia. gumam nya
"Sini berikan kunci itu padaku, lebih baik saya menahan dingin di luar dari pada saya harus bersama wanita gila sepertimu!" Ucap nya lagi Beni.
Beni pun berhasil mengambil kunci dari tangan Monika dia pun berhasil keluar dari kamar, dia melangkah kan kakinya dengan cepat, setelah sampai lobby pegawai Hotel melarang Beni untuk pergi Alhasil Beni pun menyewa kamar lain sementara di luar belum aman untuk di lewati.
Pada malam itu Adrian berhasil mendapatkan sinyal untuk mengirimkan pesan pada istrinya.
Ting.
"Assalamu'alaikum sayang apa kabar maafkan Mas baru bisa menghubungi kamu sayang.., di sini susah sinyal di karena kan sedang turun salju di beberapa negara, termasuk Eropa" Isi pesan teks Adrian.
Alhamdulillah Mas.. Adrian baik-baik saja.
"Mama...." Teriak Kara.
Seperti nya suara Kara memanggil. Rena pun mencoba menghampiri Kara di dalam kamarnya.
"Ada apa sayang..?, kamu kenapa butuh apa biar Mama ambil kan ya?" kata Rena.
__ADS_1
"Mah...!, coba lihat pesan ini Mah..!, ini dari Mas Adrian" Ujar Kara.
"Kamu sedang tidak berbohong kan?, coba sini Mama lihat"
Kara pun menyerahkan ponsel nya pada Rena.
"Kamu benar ini Adrian, coba kamu hubungi dia sayang, cepat-cepat"
Kara menganggukkan kepalanya, dia mulai menghubungi Adrian melalui seluler memiliki nya.
"Terhubung Mah.., tapi Mas Adrian tidak angkat telpon nya" Kata Kara.
Rena mendengak ke atas melihat jam dinding kini pukul 21:00.Wib kemungkinan besar Eropa bagian timur jam 2 dini hari, selisih 5 jam atara Indonesia dan Eropa
"Sayang di sana sekitar pukul 2 malam Mama rasa Adrian sudah tidur, sekarang kamu istirahat besok kita coba hubungi lagi Adrian ya" Ujar Rena.
Setelah itu Rena menyelimuti tubuh Kara dan mematikan lampu kamar nya, selamat tidur sayang..., moga mimpi indah ya. Rena mengecup keningnya, lalu keluar dari kamar.
Bahagianya Rena tak bisa di artikan setelah mendapat kabar dari putranya baik-baik saja, kemungkinan besar pesawat yang di tumpangi suami dan anaknya bukan lah pesawat kecelakaan yang ada di berita mancanegara tempo lalu.
Alhamdulillah ya Allah terimaksih engkau telah mendengar doa-doa ku, semoga suami dan anakku segera kembali berkumpul lagi kasihan Kara dia sedang hamil membutuhkan suaminya. gerutu Rena.
"Ih...!, Wati kamu ngagetin saja" kata Rena.
"Hehe Maaf Nyonya tadi tidak sengaja mendengar celotehan Nyonya jadi Wati ikut bahagia, Heheh maaf ya Nyonya" Ujar Wati
"Iya Wati Alhamdulillah..., semua baik-baik saja.., Wati besok kamu belanja ya untuk masak dan serahkan ke mesjid" perintah Rena.
"Siap..!, Nyonya.., beres itu.." Ucap Wati
"Wati seperti nya di luar turun hujan kamu tutup semua pintunya jangan lupa kunci, saya tidur dulu ya ngantuk sekali" Ujar Rena.
Hujan turun sangat deras di iringi angin kencang menghembus jendela yang tak ter tutup, Kara terdengar suara bantingan jendela karena angin begitu kencang. Kara pun ter bangun, "Ya Allah angin nya kencang sekali" Kara melangkah kan kakinya mendekati jendela. Kemudian ia segera menutup jendela, lalu Kara kembali ke kasur untuk melanjutkan tidurnya.
Saat ter tidur lelap suara dering ponsel berulang kali namu panggilan itu terlewatkan begitu saja, rasa rindu sang pria yang kerap di sapa Adrian ini berharap sang istri menerima panggilan telpon nya.
Mungkin masih tidur." gerutu Adrian.
Perbedaan waktu membuat keduanya saling membuat pasangan sejoli ini tak bisa bercengkrama meskipun hanya melalui saluran telpon.
__ADS_1
5 Hari sudah aku menyimpan kerinduan pada istriku, mimpi indah ya sayang 2 hari lagi Mas akan pulang" Gerutunya sambil memandang foto wajah cantik sang istrinya yang ada di dalam galeri ponselnya.
Tok..Tok..Tok.
Adrian segara melangkah kan kaki nya menuju pintu, melihat siapa yang datang, Adrian mengintip dari lubang kecil pintu.
Papa., akhirnya pulang juga.
Ceklek!.
"Papa dari mana saja?" tanya Adrian.
"Papa terjebak turun salju jadi Papa harus menunggu keadaan aman di luar" Kata Beni.
Sebaiknya saya tidak memberitahu Adrian kalau saya baru saja bersama Monik.
"Papa mau mandi dulu, Oh ya gimana kamu sudah bisa menghubungi istrimu?" Kata Beni
"Sudah Pah.., tapi tidak di angkat mungkin masih tidur" Ujar Adrian.
"Besok kita kembali ke Indonesia urusan kita disini sudah selesai"
"Ok..Pah, aku juga sudah kangen banget sama Kara"
Beni tersenyum sumringah melihat putranya sudah bisa menerima Kara sebagai istrinya, Beni merasa bahagia dia yang menjodohkan putarnya dengan putri sahabat karib nya berhasil menjadikan keduanya saling cinta.
Apa pun masalah keluarga ku semoga bisa saling mengatasi semuanya. Takan Papa biarkan wanita mana pun yang bisa masuk merusak kebahagiaan anakku.
"Papa Kenapa?, sepulang dari luar kok terlihat kusut sekali apa ada masalah?" menatap heran Adrian.
"Tidak ada, Papa senang kamu sudah bisa menerima Kara sebagai istrimu" Ujar Beni.
Sampai saat ini sebenarnya saya belum bisa sepenuhnya mencintai Kara tapi mungkin cara ini saya bisa menebus kesalahanku pada Kara Pah.., maafkan Adrian ya Pah tapi Adrian janji Pah akan belajar mencintai Kara, Kenapa Monika harus muncul lagi di saat aku sedang melupakan nya.
Adrian pernah menjadi pria yang bodoh di mata Monik ia rela memberikan apa pun demi cintanya pada Monika setelah Beni mengalami kesulitan ekonomi tempo dulu, Monik tinggalkan Adrian begitu saja bahkan kata putus pun tak terlontar dari bibir Monik.
...----------------...
Terimakasih banyak yang sudah like end komentar nya
__ADS_1