
Aldy masih bergeming menatap Murni tidur dengan lelap Wanita yang akan dinikahi dalam jangka waktu dekat ini, persiapan sudah 80% rampung.
Aku tidak peduli kau gadis berasal dari manapun, atau dari tong sampah sekali pun aku tidak perduli. Aku harap kau baik-baik saja sampai akad nikah kita.
Aldy menutup kembali pintu kamarnya Murni. Kemudian Aldy masuk kedalam kamarnya meraih topi yang menggantung di balik pintu kamar nya. Aldy kembali keluar rumah mengendarai mobil membelah kota Jakarta. Geram dengan sikap Mario. Aldy mencari Mario ketempat tongkrongan Aldy dan Mario. Sampai di tempat. Aldy bergegas masuk kedalam ruangan dengan fasilitas musik yang sangat keras.
"Tuan Muda cari siapa?" tanya sekuriti yang sudah mengenal siapa Aldy customer yang sudah member di tempat Club tersebut.
"Tunjukkan dimana Mario?" Pinta Aldy dengan nada keras dan jelas terlihat kalau Aldy sedang marah.
"Mario tidak ada disini Tuan Muda" Kata Sekuriti.
Bug!
"Ampun tuan, saya tidak akan berani bohong, Mario tidak ada kesini" Jawab Sekuriti apa adanya. Kenyataan nya Mario malam ini tidak ada datang ke Club tersebut.
Kau tidak akan aku lepaskan Mario, kau harus membayar semua kesedihan Murni. Manusia tidak berguna! gerutu Aldy
Brog...! Brog! Brog!
Berulang kali Aldy menggendor pintu kontrakan berukuran besar. Mario seperti baru aja bangun tidur
CEKLEK! pintu terbuka oleh Mario
Bug! Bug! Bug!
Bug! Bug! Bug! Mario tidak mau kalah dia pun membalas tonjokan Aldy.
"Lu Kenapa datang-datang mukulin gue?"
"Jangan pernah Lu deketi Murni lagi dan jangan pernah ikut campur urusan hubungan gue sama Murni!" Sungut Aldy begitu marah pada Mario.
"Oh! Lu hanya karena wanita yang baru Lu Kenal Lu lebih mengutamakan perempuan murahan itu!, dia cuma mau harta Lu dia nggak benar-benar cinta sama Lu Al" Sontak Aldy mendengar perempuan murahan.
"Brengsek Lu!" BUG! menonjok wajahnya. Mario memegangi ujung bibir yang sedikit berdarah.
"Pukul gue sampai lu puas!. Lu sudah tua Al ngaca dong!" Ucap Mario dengan lantang.
Aldy telah jauh meninggalkan kontrakan Mario. Hatinya berkecamuk dengan perkataan Mario.
AW..! sakit!" Aldy menyentuh ujung bibirnya yang terluka karena pukulan dari Mario.
"Apa aku terlalu tua untuk bersanding dengan Murni, semua orang bilang dan tertawa kalau tahu Murni itu calon istriku." Gerutu Aldy
Seperti biasa Aldy datang dengan keadaan mabuk, bahkan untuk membuka pintu rumah aja Rasanya tidak sanggup. Aldy menjatuhkan diri di depan pintu tubuh nya lemas tak bertulang.
__ADS_1
Beruntung Pak Diman terbangun dari pos penjagaan. Melihat Aldy bersandar di depan pintu.
"Tuan Muda!" Sontak Pak Dimana menghampiri Aldy, dan membantu mengetuk pintu.
Tok....Tok...Tok.
Tok...Tok...Tok
Tok...Tok..Tok
Beberapa menit kemudian Pintu di buka oleh Mbok.
"Mang Diman apa?" Pekik Mbok melihat Mang Diman menyanggah tubuh Aldy.
"Tuan Muda Kenapa?" Tanya Mbok panik
"Sudah nanti saja tanyain nya sekarang hantar Mamang ke kamar Tuan Muda"
"Ayo...Ayo...ikut Mbok"
Mendengar suara ribut-ribut Murni keluar dari kamar. "Mbok ada apa sih kok ribut-ribut?, Itu Mas Aldy' Kenapa Mbok?!"
"Mbok juga tidak tahu Neng"
"Sudah Mang baringkan aja di kasur, terimakasih Mang"
"Iya Neng Mbok ambil dulu ya"
Pertengkaran Aldy dan Mario membuat wajah Aldy memar di bagian sudut bibirnya.
Mas Aldy pasti habis berantem. Tapi sama siapa bukanya tadi malam habis makan aku ketiduran terus aku sudah ada di kamar, sekarang Mas Aldy keadaan mabok, berarti tadi malam Mas Aldy keluar lagi?. gerutu Murni
Beberapa menit kemudian Mbok datang membawa obat-obatan dan mangkuk besar wadah es batu.
Murni mulai memeras handuk untuk mengompres wajahnya. Murni menempelkan handuk kecil itu kewajahnya sedikit menekan.
AW...! "Sakit' tahu"
"Mas Aldy bau sekali ganti dulu pakaiannya"
"Bukain" Ucap Aldy
"Ogah...!, cepat ganti" Kabur Murni dari kamar Aldy.
Setelah Aldy selesai ganti pakaian Murni di minta Aldy kembali memasuki kamarnya.
__ADS_1
"Sudah" Saut Aldy'
Dadanya berdenyut saat kembali menyentuh wajahnya. Aldy meringis kesakitan saat tangannya mengobati memar di wajahnya.
"Tahan Yo Mas..." Kata Murni
Saat Mas Aldy menyentuh tanganku. Jantung berdebar kencang tubuhku serasa tak bertulang.
Murni memalingkan wajahnya. Murni serasa tidak berlaku seperti dirinya, yang Alim dan menjaga kesopanannya saat ini Aldy notabene nya masih Tuan Muda tempat dia bekerja. Karena itu, Murni merasa sangat malu saat tangannya menyentuh wajahnya. Jantung nya serasa akan loncat.
Murni menunduk kepalanya melihat tangan Aldy melingkar di perutnya.
"Murni.." panggil Aldy
"Iyo Mas.., Mas Aldy ingin aku buatkan apa?"
Murni bergerak untuk pergi tapi tangan satu Murni di tahan oleh Aldy
"Aku nggak butuh apa-apa, aku' hanya ingin sedikit bertanya sama kamu" Ucap Aldy menyandarkan kepalanya di bahu ranjang.
"Tanya aja Mas.., kalau aku bisa jawab Yo aku Jawab Toh Mas"
"Kamu Kenapa mau menikah sama aku?, aku kan sudah tua tapi Soal tampan sih masih oke lah" Kata Aldy sambil menyelipkan sedikit candaan
"Ih..., Mas Aldy kok ya Sangat pede Yo, Mas aku itu mau menikah sama Mas Aldy karena mencari ridho Allah, bukan semata-mata kerena harta makanya Mas Aldy, Aku iku mau kerja di kantor biar nggak selalu mengandalkan uang Mas Aldy, aku memang miskin Mas tapi aku tidak gila harta, tapi aku minta satu permintaan boleh tidak Mas?" Ujar Murni
"Apa?" Kata Aldy mengerutkan keningnya
"Aku ingin kerja kantoran Mas kaya orang-orang gitu' sayang loh Mas ijasah ku, kalau boleh"
"Kerja?, oke kerja sama aku aja merawat aku, sama aja kan gajinya lebih gede, menjadi Nyonya Aldy"
"Ya kalau itu sih sudah kewajiban aku Mas.., Carikan aku ya di kantor mana aja yang penting aku kerja" Rengek Murni pada Aldy.
"Nanti aku pikirkan, sekarang kamu tidur lagi"
"Tidur gimana Toh Mas Wong sebentar lagi Mau subuh, Yo Wis Mas Aldy tidur lagi, aku mau mandi solat sudah, tapi mau lihat Mami dulu" Kata Murni
Aldy menganggukkan kepalanya tanda setuju
Memang dia benar-benar istri idaman selain dia cantik dia juga baik dan yang penting dia juga menerima keadaan orang tuanku. Gumam Aldy.
Seperti biasa setelah solat. Murni masak untuk sarapan pagi dan Mbok membantu menyiapkan beberapa bahan untuk masak.
Setelah selesai masak murni menata makanan di atas meja, kemudian membuat kopi untuk Aldy
__ADS_1
...----------------...
Jangan sungkan untuk memberikan like ya All dan Komentar nya