
Seperti biasa Adrian terbangun di tengah malam mendengar putra sulung nya menangis
Adrian pun segera membuat Susu Untuk putranya. Setelah beberapa menit Kean sang putra sulung kembali tidur, Adrian pun melanjutkan tidurnya.
******
Di tempat lain. Murni seperti biasa jam 4 sudah bangun solat dan Masak untuk sarapan pagi. Setelah masak, Murni membuka kamar Aldy, masih terlelap dengan tidurnya. Murni meletakkan gelas berisi kopi di atas Meja kamar Aldy dan menyiapkan peralatan Kerja samping tempat tidurnya.
"Sudah semua sekarang aku bisa santai" Gerutu Murni
Baru dua langkah kaki, tangan Murni di tarik oleh Aldy.
Murni membalik tubuhnya menghadap Aldy. "Mas Aldy lepas tanganku ayo bangun solat" Ucap Murni sambil menarik selimut yang masih menempel di tubuhnya.
Sebenarnya Aldy sudah bangun sejak Murni masuk ke dalam kamar nya, tapi rasa malas itu membuat Aldy malas-malasan untuk bangun.
"Mas...." panggil Murni yang masih setia duduk di samping ranjang
"Hemm" jawab Aldy tanda setuju
Tapi tangan itu masih melingkar di perutnya dan membuat Murni sulit untuk bergerak
"Mas..., ayo bangun.., sebentar lagi waktu solat Subuh habis."
"Biarkan aku seperti ini" Kata Aldy
Setiap mendekap tubuhnya entah kenapa hati terasa damai dan rasanya tidak ingin melepaskannya.
"Kenapa? Nyaman ya?" Ujar Murni
"Idih GR...!" Aldy mangkir dari kenyataan yang sebenarnya Ia memang benar
"Haha...Ha." Tertawa Murni
Sementara Aldy bergegas menuju kamar mandi berdiri di bawah kucuran air shower. Setelah Mandi Aldy keluar tak nampak lagi sosok Murni di kamarnya, Aldy meraih gelas yang di atas meja menyeruput Kopi buatan Murni. Aldy lalu memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Murni.
Enak juga ya ada istri kopi di siapkan pakaian sudah siap huf...enak nya. kalau saja sudah bisa di ajak buat anak tambah enak Sepertinya. Gerutu Aldy
*****
Di sini Adrian siap-siap pulang. Sementara Ren membayar tagihan rumah sakit, Kara menggendong Kean menunggu di lobby rumah sakit besar Jakarta.
"Sayang kamu tunggu di mobil aja mas urus semuanya" Kata Adrian
"Mas.., aku tunggu disini aja disini banyak Suster cantik nanti kamu melirik suster." Ujar Kara
Adrian menarik nafas panjang melebarkan bola matanya menatap Kara yang akhir-akhir ini begitu sangat cemburuan. Adrian menggandengnya agar tidak mengundang lagi kecemburuan
******
Sekitar jam 8 Mario datang ke rumah Aldy atas permintaan Aldy. Murni membuka pintu nampak sosok pria yang tak lain adalah Mario
"Mas Mario ada apa pagi-pagi sudah datang?"
"Aldy nya ada?" tanya Aldy yang masih berdiri mematung di depan pintu.
"Ada Mas..., silahkan masuk dulu biar aku panggil dulu" Kata Murni
__ADS_1
Sebelum Murni panggil Aldy. Aldy lebih dulu menuruni tangga.
"Mas Mario mau minum apa?" tanya Murni
"Eh..., Nggak usah biar Mbok aja yang buat minuman, bukan tamu penting juga" Celetuk Aldy
Setelah Murni meninggalkan Aldy dan Mario di ruang tamu. Aldy meminta Mario mengurus semua persiapan pernikahan Aldy termasuk gedung dan lainnya.
"Lu ya yakin mau menikah dengan Murni?"
"Kenapa nggak?, dia baik dia bisa menjadi ibu buat anak-anakku nanti" Kata Aldy to the poin
"Dia kan hanya Gadis yang merawat Mami kamu, sepertinya dia tidak cocok buat kamu" Ucapan Mario terdengar oleh Murni.
"Lalu siapa yang cocok buat gue lu?" Ucap lagi Aldy.
Tak tahan membendung air matanya.
Aku sadar aku bukan siapa-siapa aku hanya anak dari petani, apa yang di katakan Mas Mario ada benarnya
Akhirnya Aldy memutuskan untuk Menganti Mario dangan yang lain. Disisi lain Mario yang masih sangat mencintai Murni Ia tidak Rela Murni bersama Aldy.
"Silahkan lu keluar dari rumah gue." Ucap Aldy mengusir Mario dari rumahnya
"Lu bakal menyesal Aldy" Teriak Mario dari balik pintu. Mario juga menendang pintu rumah Aldy
Aldy bergegas masuk tapi tiba-tiba melihat Murni dari balik tembok
"Tidak usah di pikirkan kata-kata Mario" Kata Aldy
"Tapi Mas.., Apa yang di katakan Mas Mario ada benarnya, sebaiknya Mas aldy pikiran lagi niat untuk menikah dengan ku" Ujar Murni sebab matanya
"Tapi Mas..."
Aldy membalik badannya mendekati Murni menahan kepalanya.
CUP tepat sasaran di bibirnya.
"Masih protes?"
Sementara Murni masih berdiri mematung matanya melotot.
"Mas.... Aldy!" Teriak Murni memegangi bibirnya
Tapi Aldy berlalu pergi sambil tertawa seperti tak merasa bersalah.
Bibir merah meskipun tanpa lipstik Aldy begitu candu dengan halus bibirnya. Murni masih merasakan debaran jantungnya berdegup kencang.
"Aldy Mami ingin kamu menikah aja dulu resepsi pernikahan gampang nanti. Mami lihat kamu sering mencium Murni, Mami tidak ingin nanti menimbulkan kamu akan melakukan lebih jauh lagi." Ujar Faridah
"Mami liat semuanya?" Tanya Aldy
"Bukan lihat lagi kamu itu sudah sering kamu seperti itu"
"Mami tanya Murni dulu, kalau Aldy si siap aja kapan pun"
"Nanti Mami urus semuanya" Kata Faridah
__ADS_1
"Murni" panggil Faridah di ruang keluarga
"Saya Nyonya besar" Jawab Murni menghampiri Faridah di ruang keluarga
"Panggil Mami aja, tidak usah panggil Nyonya besar, nanti juga saya akan menjadi orang tua Murni juga" Ujar Faridah
"Iya Mi.., ada apa Mami butuh apa biar Murni siapkan"
Faridah juga ingin segera Murni menjadi menantunya di tambah lagi Faridah mendengar obrolan Aldy dan Mario dari itu Faridah ingin segera menikah kan putranya dengan Murni.
"Mami ingin kalian segera menikah. Mami takut agar tidak menimbulkan fitnah"
"Tapi apa tidak buru-buru" kata Murni
"Kamu mau terus-terusan Aldy mencium kamu tanpa status?"
"Ya sudah Murni ikut aja, nanti murni telpon orang tua Murni."
"Tidak usah di telpon, Nanti Pak Udin yang akan menjemput orang tua Murni disana agar ikut menyaksikan pernikahan putrinya"
"Terimakasih Mami"
"Cie senang" Ucap Aldy mengusap kepalanya yang tertutup dengan hijab warna cokelat.
"Mas Aldy toh yang seneng" timpal Murni
Seperti biasa Murni menghantar Aldy sampai depan pintu membawa tas kerjanya. Murni juga membawakan bekal makan siang untuk Aldy itu pun atas permintaan Aldy.
Disisi lain Adrian melihat Kara sangat menggemaskan saat Kara menunjukan rasa cemburunya,
"Besok kita ke puncak untuk berlibur disana ada Vila keluarga kita"
"Semua ikut kan Adrian?" Saut Rena
Rena duduk di jok belakang menyimak obrolan Adrian dan Kara.
"Semua itu Mah, semuanya yang ada di rumah sekali-kali kan kita aja berlibur" Jawab Adrian
"Mama setuju tapi kalau Papa pulang gimana?"
"Papa bisa nyusul ke sana Mah" Kata Adrian
"Ya sudah kalau seperti itu" Ucap Rena
Mobil Adrian memasuki gerbang rumahnya memasuki garasi mobil.
Kean keluar dari Mobil lari-larian menghampirinya pak Ompong
"Tuan kecil sudah pulang?" Kata Pak Ompong
Kean manggut-manggut pada Pak Ompong dia begitu senang kembali ke rumahnya. Kean Juga melebar tangannya ingin di gendong pak Ompong.
Dengan sigap pak Ompong menangkap tubuh Kean.
Keluarga Beni Ardianto memang terkenal baik Adrian dan juga Mamanya tak membatasi Kean dekat dengan Supir dan Art maka itu Kean dekat dengan siapapun di rumah.
...----------------...
__ADS_1
Like komen dan Rate nya teman terimakasih