
Satpam itu berhasil mengusir pergi Wanita yang membuat ke gaduhan di kantor Adrian bekerja setelah Monika pergi baru lah Adrian pergi untuk Meeting, keluar Lift Adrian meminta keamanan kantor melarang Monika masuk lagi ke kantor Adrian bekerja.
"Pak kalau wanita tadi datang lagi tolong jangan beri ijin dia masuk lagi ke kantor ini"
"Baik Pak, saya kan tegak kan perintah Bapak"
"Terimakasih" Ucap Adrian berlalu pergi mengendarai mobilnya menuju Kedung tinggi perusahaan Erosi Meizar perusahaan asing yang akan bekerja sama dengan perusahaan US.
Tiba di gedung itu Adrian di sambut oleh sekertaris perusahaan.
"Dengan Pak Adrian Ardianto dari perusahaannya US?" Wanita itu mengulurkan tangannya dia memiliki wajah cantik dengan rambut tertata rapi dia sangat mempesona.
Adrian menyambut baik uluran tangannya." Ya betul saya Adrian Ardianto dari perusahaan US cabang Indonesia" Ucap Adrian
"Baik silahkan ikut saya bapak sudah di tunggu oleh Mr Press" Wanita itu melangkah lebih dulu Adrian mengikuti langkahnya sampai di ruangan Rapat yang sudah di sediakan.
Adrian fokus dengan presentasinya. Mata Wanita itu memandang lekat wajah Adrian, begitu lah dia sangat mengagumi pria yang ada di hadapan.
Dia tampan masih muda tapi karir nya sangat bagus dia pria idaman semua wanita selain tampan dia juga pasti sudah memiliki segalanya. Masyaallah! aku mikir apaan sih
"Baik Adrian saya sangat suka presentasi kamu jadi saya yakin akan menaruh saham saya di perusahaan anda" Ujar Mr Press
"Terimakasih Mr kalau begitu saya permisi dulu" Pamit
"Silahkan Adrian, Nona Zihan tolong hantar Adrian"
"Baik Mr."
Sekertaris Mr Press menghantar Adrian keluar ruang Meeting berjalan beriringan.
"Hem...Pak Adrian apa saya boleh minta nomor yang bisa di hubungi?"
meskipun sedikit gugup Zihan meminta nomor ponsel Adrian.
Adrian memberikan nomor itu kepada sekertaris Mr Press mikirnya karena Zihan ada sekertaris dan mungkin dia membutuhkan untuk komunikasi pekerjaan
Zihan menyongsong ponsel nya agar Adrian mengisinya sendiri. Setelah mendapat kan nomor Adrian Zihan tersenyum mengembang di bibirnya.
__ADS_1
"Terimakasih Pak"
Adrian menganggukkan kepalanya." Kalau begitu saya permisi dulu Mis"
Setelah dari kantor adrian langsung menuju rumah sakit untuk menemui Kara. Tiba di pintu ruangan Kara, Adrian mendorong pintu nampak Kara tersenyum dengan kehamilan suaminya.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Adrian
"Wa'alaikumsalam..., Mas sudah pulang?" tanya Kara
CUP. Kecupan itu mendarat di kening Kara
"Sepertinya Mas capek sekali ya?, Mas Maafin aku ya tidak bisa merawat kamu"
"Huss.., tidak boleh bicara seperti itu nanti kamu kalau sudah sehat total bisa merawat Mas seperti dulu" Adrian menutup bibit Kara dengan Jarinya.
"Oh..ya sayang Mas.. ada kabar baik buat kamu"
"Kabar Apa Mas..?" penasaran Kara melihat Adrian senyum-senyum
"Besok kamu sudah boleh pulang" Kata Adrian
"Ya serius sayang.., sekarang kamu makan dulu ya biar Mas suapin, Kean juga pasti rindu sama Mamanya"
Kesehatan Kara jauh lebih baik dari sebelumnya setelah kepergian Bapaknya semangat Kara pun menurun tapi perlahan Adrian membuat Kara semangat kembali melanjutkan hidupnya. CINTA mereka begitu saling menguatkan:
Ting ponsel adrian menyala.
Isi pesan Zihan; Pak Adrian waktu makan sore sudah tiba apa Bapak sudah makan?"
Adrian mengerutkan keningnya
"Siapa Mas?" Kara bertanya karena melihat Adrian sedikit terkejut setelah membaca pesan masuk ponselnya.
"Pesan dari teman sayang tidak penting kok" Adrian pun kembali fokus kepada Kara
Zihan Begitu penasaran setelah lama tidak ada jawaban dari Adrian
__ADS_1
Ting. Ponsel kembali menyala.
"Pak kalau tidak keberatan bapak bisa datang ke tempat saya sedang makan sore"
"Mas...,"
"Sudah tidak usah di tanggapi pesan tidak penting"
"Kalau tidak penting coba aku lihat"
Tidak mungkin kalau aku berikan pasti Kara berpikir aku macam-macam
"Tidak usah sayang" tolak Adrian
"Mas...."
"Iya...iya Nih kamu boleh lihat tapi jangan berpikir Mas macam-macam"
Ya meskipun Kara mengucap iya tapi setelah membaca pesan itu Wajah Kara berubah menjadi beda dan seketika Kara memalingkan wajahnya.
"Sayang sumpah Mas..tidak ada hubungan apa pun, dia sekertaris Mr Press, dan baru saja Mas Meeting dengan Mr Press pikir Mas dia meminta nomor hanya untuk kepentingan kerja bukan pribadi.
Kara tetap diam tidak mau menjawab semua omongan Adrian, begitu Adrian beranjak dari tempat duduk nya, dan mengunci pintunya. Lalu berbaring di samping Kara dan memeluk tubuhnya. mencium leher jenjang putih mulus istrinya.
"Mas...ini rumah sakit jangan aneh-aneh deh.."
"Biarlah Mas sudah 6 bulan di tumpahkan ke closet kamu tega sayang..." Adrian pura-pura ngambek
"Issss gimana cara nya?" Kara menutup mulut nya
Kara pun membalik badannya menatap Adrian, seketika Adrian menahan wajah Kara, ******* bibirnya dengan lembut, tangan Adrian menyelusup ke dalam pakaian Kara. Di situ menemukan buah dada yang menonjol. Perlahan merosot ke bawah melahap dengan Rakus "EHemmm" suara pun lolos dari bibir Kara
Aa..aku Mau Mas.." Ucap kecil nada Kara
Seketika Adrian membuka Semua pakaian dan segera meluncur kan rudal nya ke tempat yang sudah di incar sedari tadi. mereka menggoyang pinggulnya perlahan Kara mengimbangi permainan Suaminya. Pasangan yang sudah lama melepaskan hasrat nya dan kini ke duanya melepas semua kerinduan dalam percintaan.
...----------------...
__ADS_1
Terimakasih Reader like dan komentar nya