
Pagi ranting pohon berguguran cahaya matahari terbit memancar keindahannya alam di bawah pohon terlihat gadis cantik yang sedang menyapu halaman rumah mewah itu begitu indah.
Pria tampan yang sedang berjalan pagi menghentikan langkahnya dia menatap takjub Gadis yang sendang menyapu halaman, pagar rumah minimalis modern itu tak menutupi kecantikan gadis berjilbab coklat.
Wow dia Cantik sekali sepertinya dia orang baru di komplek?, siapa dia?.
"Assalamu'alaikum...." sapa pria itu adalah tetangga kompleks yang tak lain adalah pesaing bisnis Aldy
"Wa'alaikumsalam..." jawab Murni pelan
Murni menengok kanan kiri rupanya tidak ada orang selain Murni.
"Hai Nona apa anda orang baru di kompleks ini?" Tanya pria itu yang kerap di sapa Robby Patria.
"Anda bertanya kepada saya?" Kata Murni dia pun tak ingin banyak pertanyaan lagi Murni segera permisi
"Apa anda orang baru disini?"
"Maaf ya aku masuk dulu" Pamit pergi
"Hai..Nona... tunggu" panggil lagi pria itu
Murni teringat pesan dari aldy kalau dia tidak boleh bicara dengan orang yang tak di kenal di komplek maka dari itu Murni pun segera meninggalkannya pria yang menyapanya.
Sebenarnya aku tidak sopan tadi dia masih bicara aku tinggal. Tapi kalau Mas.. Aldy tahu bisa di marahi aku.
"Kenapa neng?" tanya Mbok
"Iku loh Mbok" baru iku murni stop karena mbok pasti protes kalau dia memakai bahasa daerah.
"Itu loh Mbok tadi ada Mas...Mas.. ganteng tanya tapi aku takut nanti di marahi Mas Aldy Yo Wis aku tak tinggal Ae.."
"Iya Neng jangan di tanggapi" Ujar Mbok
"Iyo Mbok.., Yo wis mbok aku tak lihat Nyonya dulu takut sudah bangun"
Murni pun melangkahkan kakinya menuju kamar Nyonya Faridah tiba kamar Nyonya Faridah terlihat sudah bangun Murni menyapa.
"Assalamu'alaikum.., selamat pagi Nyonya besar bagaimana? sudah siap untuk jalan-jalan pagi?, tapi aku lap dulu ya biar seger"
Nyonya Faridah tersenyum manis dia sudah mulai merespon dengan baik
Setelah membersihkan tubuhnya Murni memapah duduk di kursi roda.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Nyonya Faridah dia begitu bertahan tanpa perawatan dari dokter?, atau lainnya!, aku tidak habis pikir bagaimana keluarga kaya raya dengan jumlah kekayaan yang tidak bisa terhitung, bisa tidak perduli dengan kesehatan Nyonya besar. Apa ini faktor kesengajaan?, Ah...! aku tidak boleh berfikiran macam-macam, mungkin tuan besar dan Mas aldy terlalu sibuk sehingga tidak sempat mengontrol kesehatan Nyonya besar.
"Nyonya kita duduk di sini ya?" Murni mengunci kursi roda lalu dia duduk jongkok di bawa kursi Roda Nyonya Faridah.
"Maaf ya Nyonya kalau saya sedikit lancang bertanya soal pribadi Nyonya selama sakit yang sudah 4 tahun berbaring ditempat tidur. Apa tuan selama ini memberikan obat teratur dengan Nyonya?, kalau iya cukup menganggukkan kepalanya"
Nyonya Faridah menggelengkan kepalanya. Nyonya Faridah juga, menitikkan Air matan dia merasa banyak beban yang selama ini dia pendam namun apa daya Nyonya Faridah yang tidak bisa berbuat apa-apa. Alex selama ini melarang orang lain merawat istrinya, dengan alasan Alex ingin merawat dengan tanganku sendiri tanpa bantuan orang lain atau suster hebat sekali pun. Entah ada apa di balik semua itu. Disitu isi kepala Murni banyak pertanyaan. Niatnya semakin tinggi untuk menyembuhkan sakitnya Nyonya Faridah agar bisa mengungkap apa? dibalik alasan Alex semua itu.
Di sisi lain Alex di kota Surabaya dia membeli rumah model minimalis modern dia sepertinya sudah yakin tidak akan kembali ke Jakarta. Bahakan rumah yang berdiri di kota Bogor city perumahan elite dia jual dengan harga murah tanpa berpikir panjang.
"Kita yakin Pi tidak akan kembali ke Jakarta?" Kata Angel
"Sudah ikuti saja apa kata saya.., semuanya demi kebaikanmu dan Satria" Ujar Alex
Mungkin kamu dengan membawa aku pindah ke Surabaya akan menghilangkan semua masa lalu aku, tapi bagaimana pun Satria itu anak dari anak mu, sebenarnya aku sudah tahu semua isi pikiranmu Pi. Tapi biarlah sementara aku ikuti saja kemauan suamiku.
"Baiklah Pi aku akan ikuti semua yang Papi mau, kita akan menetap tinggal di Surabaya" sambung Angel
entah sampai kapan aku tetap tinggal disini meskipun aku tidak merasa nyaman berada di tempat yang tidak aku sukai.
Kasihan anak ku, ibu yakin kamu tidak menginginkan kepindahan ke daerah lain, tapi..., ibu tidak bisa berbuat apa-apa selain doa untuk kebaikan kita semua. gumam nya Astuti
__ADS_1
Setelah mendengar perdebatan Angel dan Alex Astuti semakin yakin kalau semua itu ada hubungan dengan Satria.
Waktu kini sudah pukul 8 pagi Aldy bangun dari tidurnya, dia membuka jendela melihat Murni menyuapi Nyonya Faridah.
Aldy tersenyum manis selama 4 tahun Mami nya terbaring sakit Aldy sudah tidak memiliki banyak harapan untuk Mami nya sehat seperti dulu lagi, ternyata apa yang ada di dalam pikirannya itu semua salah. Faridah selama 3 bulan Murni merawatnya dengan baik. Faridah memiliki banyak harapan untuk sembuh.
Aldy melangkah kan kakinya Keluar kamar langkah nya begitu cepat dia ingin segera menemui Maminya di taman halaman rumahnya.
"Murni" panggil Aldy
"Iyo Mas...Ono opo?, aku lagi menjemur Nyonya besar kebetulan cuaca hari sangat cerah" Kata Murni
Iya seperti hati aku hari ini sangat bagus. gumam Aldy
"Buat kan kopi dong Mami biar aku yang jagain" perintah Aldy
"Mas..., Yo di dapur ada Mbok minta sama Mbok Toh"
"Ini perintah!" Ucap Aldy
"Iyo...Iyo..., Nyonya aku tak tinggal dulu ya ada pengacau disini" Ucap Murni lari dari tatapan tajam Aldy.
Sementara murni membuat kopi Aldy terkejut mendengar Maminya sedikit bisa bicara walaupun tidak jelas dan patah-patah setidaknya Nyonya Faridah memiliki kesempatan untuk sembuh.
Di tempat lain Adrian terkejut saat bangun tidur Kean sudah berada disampingnya.
Kean merangkak mengacak-acak wajah Papa nya.
"Kean dari kapan di sini Nak..? Mama mana?"
Benar-benar Istri gue kalau lagi marah bukanya kopi malah Kean hidangan pagi.
Adrian mengendus aroma tidak sedap.. Hemm bau apa ini? Astaga Kean kamu Pup?.
"Suster.." panggil Adrian
Teriakan Adrian terdengar oleh Kara." Biarkan saja Sus, Papanya membersihkan kotorannya" Kata Kara
"Tapi Nyonya." Protes Suster.
"Sudah biarkan saja" Ucap nya Lagi Kara
"Kasian anak Mama, sudah tadi malam tidak dibukain pintu sekarang pagi-pagi bukan kopi tapi Pup anaknya." Tawa pun pecah
"Sayang kamu bener-bener ya anak Pup bukanya dibersihkan malah taruh di kamar, nih bau banget..., Oek... Oek." Adrian menyerahkan Kean pada Kara.
Emang enak suruh siapa macam-macam sama aku ini belum seberapa Mas. gumam nya
"Bersihkan dong Mas.., ya ampun kotoran anak nya saja masa jijik" Ucap Kara tanpa menoleh membaca majalah.
"Tapi sayang..., aku tidak bisa" protes Adrian
"Sini tuan biar saya bersihkan" Kata Suster
"Suster..." panggil Kara
"Iya Nyonya, maaf tuan tidak jadi" Kata Suster
Sekali-kali belajar merawat anak jangan cuma bisanya gombal wanita-wanita cantik saja diluar sana. gerutu Kara
Adrian berlalu pergi meninggalkan ocehannya sang istri yang mood nya sedang tidak baik. Kara begitu puas menghukum suaminya dari yang tidur diluar masak nasi goreng tangah malam dan pagi membersihkan pup anaknya.
"Mama suka cara kamu menghukum Adrian, pasti dia kesel" saut Rena
"Biarkan saja Mah.., biar kapok dia" Kata Kara
__ADS_1
Tertawa serempak. Tidak lama Kara bergegas dari tempat duduknya melangkah kakinya.
"Kamu mau kemana Nak?" tanya Rena
"Ke kamar dulu Mah" Kata Kara
Beberapa menit kemudian Adrian kembali membawa Kean setelah habis dibersihkan meminta suster menganti pakaiannya
"Suster tolong ganti pakaiannya saya mau mandi sudah siang"
"Sudah kamu mandi sana Kean biar Mama yang jaga" Saut Rena
Setelah Kean berada di tangan Suster Adrian melangkah pergi ke kamarnya, mendorong pintu kamar tidak terkunci.
"Eh...! suruh siapa masuk?" Protes Kara
Adrian tak menjawab pertanyaan Kara dia mengambil pakaian kerjanya didalam lemari dan peralatan lainnya lalu Adrian kembali keluar menutup pintunya.
"Pah..." panggil Kara
Adrian terkejut dengan panggilan Kara yang tidak pernah dia ucapkan padahal Adrian berharap Kara memanggil sebutan Papa. seketika Adrian menghentikan langkahnya.
Kara mendekap tubuhnya dari belakang" Maafkan aku Mas.." Lirih Kara
Adrian berbalik badan menyisipkan rambut dari wajah cantik sang istri.
"Mas.., akan Maafkan tapi dengan satu syarat" Kata Adrian
Kan mulai kumat kalau di balikin. gerutu Kara
"Apa tadi?"
"Ok apa syaratnya?" Tanya Kara
Sepertinya Adrian ingin membalas Kara dengan caranya sendiri.
"Aku mau mandi dulu"
"Mas..., Kok dikunci?"
Tersenyum Adrian, tapi Kara sudah tahu akal Adrian dia pasti akan menjalankan rutinitasnya
Kara pun Menganti pakaiannya dengan pakaian seksi yang baru saja dibelinya lewat online, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka Kara mengambil posisi tengkurap sambil memainkan ponselnya.
Astaga! godaan lagi saja. Sayang bangun dong aku mau ke kantor sudah siang.
"Tidak usah ke kantor hari ini" Ucap Kara
Adrian terperangah melihat tubuh istrinya, Ia mendekati Kara yang sendang berbaring dengan pakaian seksi. Adrian menyentuh tubuhnya membuat Kara menggeliat membalik badannya. Bibir ranum yang tetap merona merah sekalipun tanpa polesan lipstik. Adrian melahap bibir tipis Kara dengan lembut sambil bermain didalam lidahnya kemudian turun mulai dari tengkuk leher jenjang putih Kara langsung menggeliat Adrian memberikan sensasi sengatan sejujur ke tubuhnya. Setiap ******* yang keluar dari bibirnya Kara, membuat Adrian semakin liar bermain.
Tanpa ia sadari telah memakan waktu yang cukup lama, tapi Adrian tidak mau mengakhiri permainan. Lagi-lagi Kara ******* itu lolos dari bibirnya ******* itu tersebut nama Papa yang membuat Adrian begitu bahagia sehingga ia tidak ingin mengakhirinya. Tubuh indah istrinya itu menjadi candu buat Adrian, bahakan Adrian berniat akan memberikan adik untuk Kean.
"Mah.., hari ini kita tidak akan keluar kemanapun" seru Adrian
"Aku capek Pah...," Protes Kara
"Ya sudah" jawab Adrian dingin dengan raut wajah tanpa ekspresi.
Sebenarnya aku pun tak ingin kemana pun hari ini, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama kamu Mas.., aku takut kamu bersama Monika maka dari itu mulai sekarang aku akan memberikan yang terbaik dan menjadi istri yang baik buat kamu.
...----------------...
...----------------...
Yuhu jangan lupa like komen di kolom ya kak terimakasih
__ADS_1