
"Nisa, ternyata kamu disini?"tanyaku setelah melihat dia sedang berdua dengan seorang pria di cafe.
sedangkan pria itu adalah atasan tempatku berkerja,sudah jelas aku harus lebih sopan dan berhati hati.Bohong tentunya klo aku tak takut pacarku di rebut oleh atasanku. yg terkenal Gonta ganti wanita, istrinya aja dua belom simpanan nya.namun apa daya aku hanya kariawan biasa.
"selamat siang pak Doni, kebetulan kita ketemu di sini "sapa ku kikuk
"A aku sedang ma akan siang dengan nya,iya makan siang"jawab Nisa gugup.
"kamu bilang tadi ada tugas kantor" kenapa sekarang ada di sini?" tanya ku lagi,aku berusaha menenangkan diri semoga tidak seperti yang ku pikirkan.
"maaf kan aku mas"lirih Nisa sambil menunduk kan kepalanya."Nisa gak tau kalau mas Akbar akan ke sini" imbuhnya
Padahal lima menit yang lalu aku menelepon nya untuk makan siang bersama,karna kebetulan aku bertugas di dekat kantor nya
Nisa adalah pacar ku. Sebulan yang lalu kami baru saja jadian,dua Minggu lagi adalah hari kami akan bertunangan.
"Siapa mu dia sayang " tanya pria di depan Nisa sambil memegang tangan Nisa seolah sedang menunjukkan kedekatan nya dengan Nisa,di depan mataku, pemandangan ini sangat menohok di dadaku. bahkan aku hampir tak bisa berkutik di Depan bos ku sendiri.
sementara Nisa terdiam tak menjawab,dan menunduk kan kepalanya semakin dalam. karna Nisa tak kunjung menjawab,dan ku ambil tangan Nisa yang sedang dalam genggaman pria tersebut.dan ku ajak pergi dari tempat tersebut.
namun di luar dugaan ku Nisa menolak,dan pria tersebut berkata "AKU CALON SUAMI NYA" penuh dgn penekanan "benarkan sayang" imbuh pria tersebut.
Deg.
hatiku berdetak tak karuan,kupandang Nisa menuntut jawaban,tanpa pertanyaan .
"ya dia calon suamiku"jawab Nisa ambigu.
Yang kupikirkan tak sesuai kenyataan. Nisa wanita yg dua Minggu lagi akan menjadi tunangan ku meng iyakan kata kata pria di depannya,
"Ma ma'af kan Nisa mas Akbar"imbuhnya dengan suara sangat lirih .
__ADS_1
"kenapa Nisa? dua Minggu lagi adalah tunangan kita" tanyaku pelan.
"Maaf mas akan kujelaskan,'
Nisa menatap pria tersebut seakan mohon izin,pria tersebut memejamkan mata tanda di setujui.
lalu Nisa mengajakku berbicara berdua pergi dari meja tempat Nisa dan pria itu berada.Nisa menarik tangan ku kasar.kami berjalan keluar cafe Nisa berhenti setelah sampai di parkiran cafe.
"Mas aku tuh mau nikah sama dia di banding kamu dia lebih kaya mas "ucapnya lantang "kamu ga ada apa apa nya di banding dia"imbuhnya.
"Tapi Nisa, kita dua Minggu lagi akan bertunangan"kamu gak bisa gitu nis,orang tua kita sudah menyetujui"lagi pula dia sudah punya dua istri,apa kamu mau di jadikan istri simpanan nya.jelasku panjang lebar
"Pokoknya Nisa milih nikah sama dia mas,dia itu gak selevel dengan mas Akbar,Nisa yakin bisa bahagia dengan dia,mas"jawabnya.
Nisa bisa shopping, beli tas branded baju mahal, sepatu bermerk,dgn uangnya, lah kamu cuma bisa beliin aq tas murahan.-
"apa kurang nya aku ke kamu sayang , kita sudah janji akan sehidup semati.apapun yg terjadi akan kita hadapi bersama."
lihat dirimu mas kamu hanya karyawan biasa menghidupi diri sendiri aja sulit,mau membuat ku bahagia jangan mimpi mas"kata Nisa sambil bersedekap tangan.
sungguh aku terkejut mendengar penuturan nya,bagaimana tidak Nisa yg sebelumnya sudah mengenal ku dan bicara' sendiri klo dia mau hidup dgn ku apa adanya.
Nisa yang beberapa Minggu lalu aku kenal sangat kalem dan lugu tak kuduga dia perempuan materialisme.bahkan di balik keluguan dan kecantikan nya dia gunakan sebagai senjata untuk menguras para pria hidung belang.termasuk aku sudah kuturuti semua keinginan nya tapi pada akhirnya dia meninggal kan ku.
"kita putus disini saja mas"seloroh Nisa tanpa memikirkan perasaan ku yang amat mengharapkannya.
"semoga mas Akbar menemukan wanita lain yg bisa menerima mas apa adanya.sambunya.
Nisa pergi berlalu begitu saja tanpa menoleh padaku yg terluka .
Aku pria Matang yang sudah terlalu lama menyandang status singel. umurku sudah hampir kepala empat tahun ini. namun belom juga mendapat jodoh ,kupikir taun ini aku bisa melepas masa lajangku.tapi ternyata gagal lagi, ya ini untuk kesekian kalinya aku menjalin hubungan,dan selalu putus di tengah jalan.
__ADS_1
apakah aku ini terkena kutukan Sulit jodoh,atau memang jodohku belom lahir, atau jodoh ku sudah pulang ke illahi .entahlah aku sendiri tidak tahu.
setelah kepergian Nisa, aku pun melangkah meninggalkan cafe tersebut.aku pun pulang menuju kantor tempat aku bekerja.selama di kantor aku hanya bisa merenungi nasibku.
apa kata ibuku nanti, dikira aku tak normal oleh tetangga ibu ku di kampung, ibu selalu meminta ku membawa calon menantu pulang ke kampung, sebenarnya Bisalah yg rencana nya akan ku kenal kan pada orang tua ku, apalah dayaku pada kenyataannya jodohku yang tidak kunjung datang.
sorenya aku pulang kantor seperti biasa,aq memang sudah memiliki mobil, dan rumah juga ,ya aku memang hidup pas Pasan. Alhamdulillah itu semua hasil kerja ku selama ini selain menyisakan uang untuk kirim ibu di kampung.
di luar hujan sangat deras, seirama hatiku yang sedang patah hati. aku berusaha untuk tidak menangis karena aku seorang pria.
Drrrt drrrt
notice SMS masuk teleponku.setelah aku buka aku ternganga melihat SMS barusan.iya SMS itu dari bank, menunjukkan pengeluaran yang begitu besar.
aku diam sejenak untuk berpikir, aku baru ingat kalau kartu kredit ku masih di tangan Nisa. ya Tuhan apalagi yg dia mau. segera ku cari no Nisa di ponsel ku. ku hubungi Nisa sekian detik terdengar suara nya.
hallo
hallo
assalamualaikum Nisa
wa'allakum salam ada apa mas?kenapa masih menghubungi ku.bukankan kah kita sudah putus. mengganggu waktu ku saja. jawab ketus Nisa.
Nisa apa yang kamu lakukan ,apa kamu masih menggunakan kan kartu kredit ku.?tanyaku.
"segitu aja di bicarakan,itu tidak seberapa dibandingkan yg ku butuh kan"jawab cuek nisa
"tapi Nisa kita sudah tak ada hubungan lagi knp km masih pake kartuku"jawab ku terpancing amarah.
"akan aku kembali kan kartu kredit mu besok" dasar pria kere, sungutnya.
__ADS_1
kalimat terakhir terdengar sangat pelan tapi aku jelas mendengar nya.