Istri Gaib

Istri Gaib
lingerie warna merah


__ADS_3

saat berada di mall Akbar tidak fokus memilihkan baju untuk Tasya dia lebih sering me ngalamun mengingat-ingat kejadian yang dialaminya di pohon durian pinggir pantai.


mengingat makhluk yang dilihatnya di pohon durian, hitam, tinggi, besar, sangat menyeramkan bahkan hampir hampir saja kaki Akbar tidak mampu menumpang badannya.


matanya yang merah menyalakan api menatap Akbar dengan tatapan yang sangat mengerikan. dia tersenyum entah menyeringai terlihat kedua gigi taring nya begitu panjang dan mengeluarkan air liur yang sangat banyak dan berlendir serta bau amis.


menatap Akbar seakan-akan ingin melahapnya hidup-hidup. belum lagi pria pendek gemuk itu yang menggunakan pakaian adat Jawa. lengkap dengan songkoknya.tiba tiba datang di sisi-nya lalu tiba-tiba menghilang.


teringat tubuhnya begitu berat seperti tertindih sesuatu tapi apa tidak tahu? membuat Akbar sama sekali tidak bisa bergerak, bahkan hanya bisa berdiri di tempat . mengucur kan keringat dingin begitu deras, sehingga seluruh bajunya basah.


untung saja ada pakaian ganti di dalam mobil yang selalu sedia di bawa kemana mana. mengingat Akbar sering melakukan petualangan mencari berita berita horor , membuat kadang pulang larut. bahkan sampai pagi hari.


"bang Akbar kenapa sepertinya memikirkan sesuatu?" tanya Tasya setelah mengamati wajah Akbar.


" ah tidak, tidak ada" ucap akbar yang membuat bingung pegawai toko baju tempat Akbar membeli baju untuk Tasya.


" bukankah ini yang tadi tuan cari" ucap pegawai sembari menyodorkan lingerine beserta pakaian dalam wanita di depan Akbar. sambil menyatukan kedua Alisnya.


"........" Akbar terdiam, dan memijat mijat alisnya.


Tasya yang melihat Akbar kelimpungan dan raut wajah Akbar berubah warna tersenyum bahkan tertawa.


" ha ha ha , hati-hati bang kalau bicara " ucap Tasya di sela tawanya.


akbar hanya tersenyum kecil membalas tawa Tasya, bahkan hampir tidak nampak tersenyum.


" iya , itu apakah itu benar yang sering di gunakan oleh pengantin baru ?" tanya Akbar benar benar membuang rasa malunya.


" ukuran nya berapa? apakah tuan tau?'' tanya pegawai itu kembali ramah, mengingat ini sedang bekerja melayani pembeli.


Akbar pun memandangi Tasya yang berdiri tidak jauh dari pegawai toko itu. lalu melihat pegawai itu dari ujung kaki sampai ke ujung rambut.


pegawai toko itu menggunakan baju putih pendek dan ketat dengan kancing teratas tidak dipasang dengan rok di atas lutut. membuat nya terlihat sangat ****. belum lagi rambutnya yang pendek se bahu memamerkan leher jenjang.


melihat dirinya di lihat oleh Akbar begitu intens, pegawai toko itu pun menjadi salah tingkah.bahkan di pipinya sudah berubah warna.


Akbar yang memiliki perawakan cukup ideal dan begitu menggoda membuat pikiran wanita pegawai itu berkelana cukup jauh.

__ADS_1


setelah melihat lihat body Tasya tidak jauh berbeda dari pegawai toko tersebut.hanya saja saat ini Tasya masih menggunakan baju gamis milik ibunya.


tentu saja Tasya lebih cantik dari pada pegawai toko tersebut.


mengingat Akbar tidak pernah melihat pakaian dalam wanita, apalagi membeli, membeli nya juga untuk siapa?


" dia tingginya seperti kamu dan badan juga sama kayak kamu, tolong Carikan yang pas " ucap Akbar sambil menjentikkan jari nya. puas.


" haaah" teriak kecil pegawai toko tersebut setelah sadar dari dunia pikiran nya yang sedang berkelana.


" plaaaaaaak "


" apa apaan ini kenapa kamu malah menamparku ?" kata Akbar terkejut sambil mengelus pipi kiri nya yang menjadi panas setelah mendapat sentuhan tangan pegawai toko itu.


" tuan harap sopan yah, kami di sini hanya melayani pembeli, bukan melayani pria hidung belang seperti tuan " teriak wanita pegawai toko pakaian dalam khusus wanita Tersebut.


" hai siapa disini yang tidak sopan?!!!" teriak Akbar tidak terima.


" ucapan anda itu tadi itu adalah pelecehan " ucap pegawai toko itu tak kalah sengit.


akbar terdiam berpikir sejenak, setelah tau letak masalah nya dia pun berkata lagi.


" Mak, maksud tuan apa yah ?" tanya pegawai toko dengan nada yang sudah mulai stabil.


" istri saya itu body seperti kamu " ucap Akbar memperjelas kata istri saya.


" oooh "


" ma, maaf kan saya tuan,mohon maaf atas tindakan saya yang sudah kurang ajar tadi " pinta pegawai toko itu,sambil menyatukan kedua telapak tangan nya si depan wajahnya dan terduduk di lantai dengan kedua lutut nya sebagai tumpuan.


Akbar hanya tersenyum kecut menyeringai.sambil meletakkan satu tangan nya di dalam saku celana nya.


" sudahlah cepat cari kan ukuran nya '' ucap Akbar yang sudah mulai malas berlama-lama di dalam toko tersebut.


" bagaimana dengan warna nya ?" tanya pegawai tersebut.


akbar lalu melihat Tasya meminta pendapat. Tasya pun menunjuk kepada lingerie warna merah, dengan wajah yang sudah sangat merona karena malu.

__ADS_1


" yang ini bungkus aja" ucap akbar kepada pegawai toko tersebut. bahkan Akbar menunjukkan wajah tak bersahabat,sehingga malah menunjukkan sisi kemaskulinan Nya.


entah aura apa yang Akbar miliki sehingga menjadi daya tarik bagi lawan jenis.


saat Akbar keluar dari toko pakaian dalam wanita kebetulan pak Doni beserta Stella istrinya yang kedua, baru saja hendak menginjakkan kaki ke toko tersebut.


"Akbar ! kau di sini? kamu beli pakaian dalam wanita untuk siapa apa untuk ibumu?". udah pak Doni tak berperasaan.


sementara Stella melenggang masuk ke dalam.


" ah itu..."


" itu apa bar ...."


" pah ayok kita lihat juga buat Mbak Lisa !! " ucap Stella melambaikan tangan setelah melihat suaminya tak kunjung mengikuti nya.


" iya sayang sebentar !! " balas pak Doni.


" kalau punya gebetan **** kenalin aja sama aku ,hah bar ! dipastikan nanti kamu dapat bonus " bisik pria botak di bagian atas kepala nya itu, sambil memegang pundak Akbar sedikit menekan dan tersenyum miring. lalu pergi menyusul madunya itu.


" apa maksudnya?, dasar bandot tua! maunya daun muda terus" caci Akbar, tentu saja setelah pria botak itu jauh darinya sehingga tidak mendengar makian dari Akbar.


" kalau begitu caranya , semua pria hanya mendapatkan sisa atau bekas darinya." umpat Akbar lagi sambil berjalan menjauhi toko tersebut.


"hai kenapa terus saja mengumpat ?" tanya Tasya yang selalu setia mengekor di sisi Akbar.


" hah " Akbar hanya menghela nafas.


" setelah ini kita pulang yang bang " pinta Tasya.


" apakah kau ingin segera mencoba nya malam ini Tasya ku sayang ?" ucap Akbar mencoba untuk menggoda wanita cantik yang selalu membuat Akbar ingin melahapnya.


...💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞...


...setelah selesai membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya...


...like, comment, vote, dan masukkan ke dalam daftar favorit kalian...

__ADS_1


...jangan lupa beri hadiah sebanyak-banyaknya ya...


...selamat malam, dan selamat menunaikan ibadah puasa...


__ADS_2