Istri Gaib

Istri Gaib
desa nelayan


__ADS_3

pagi ini aku pergi kerja seperti biasanya."


"bar kamu mau makan siang di mana"?tanya sekertaris big bos tiba tiba.


"aku makan di kantin aja"jawab ku.


aneh biasanya dia makan keluar bareng big bos,apa dia sudah tersisih?


"bareng yah " seloroh nya dengan nada manja


emm... tapi bukanya ....?aku tidak melanjutkan pertanyaan ku.karna ragu.


"kenapa?apa kamu tak enak sama big bos?


candanya


" iya...kan biasanya,,,


"entahlah mungkin pak Doni sudah punya mainan baru jadi dia bosan sama aku..sudah ayo ke kantin bareng.belom juga aku ngomong sudah main potong


"bener nih g papa?"


"enggak "


"ya sudah biar aku kemasi mejaku dulu."


Sarah Sundari sekertaris bos ku dia bekerja sekitar satu taun di sini,dia gadis cerdas cantik,supel,nan seksi masih muda dan singel lagi, pria mana sih yg g ke pincut, dia salah satu wanita gelap nya pak bos.setiap hari dia selalu menggunakan pakaian kurang bahan.seperti sekarang ini , dia memakai rok mini warna merah dengan belahan samping super tinggi, sehingga menampakkan kulit yang putih bersih, serta memakai baju kemeja ketat dengan kancing baju yang sengaja tak di pasang dua buah dari atas. sehingga menampakan sedikit bagian dua buah benda kenyal,...hhhh bikin pikiran berkelana g jelas


sebenarnya aku bingung mau menerima ajakannya, karena mau bagaimana manapun Sundari adalah wanita nya si pak bos. klo kepergok gimana nanti?


tapi pada akhirnya aku mau ini hanya sekedar makan siang itupun di kantin kantor.


"bar kudengar kamu putus dengan Nisa?


tanya dia antusias. setelah berada di kantin.


"iya"


"kenapa tidak kamu pertahankan?


"ini keputusan nya"jawab ku ringan.


"apa kamu mencintainya mas Akbar?


harusnya kamu segera melamar nya bukan melepas nya ,kamu kan pria berumur,harusnya segera menikah.sebelom kamu expired.hhh

__ADS_1


dia ini sedang bertanya atau mencemooh ku .batinku.


"mungkin dia belum jodohku"jawab ku ketus.


aku segera bangkit dan menuju ruangan kerjaku,"sebelum dia tanya lebih jauh"


terus terang saja aku agak risih dengan nya klo saja terlihat pak bos kita berduaan di sini bisa berabe urusannya.


saat aku kembali ke ruang an kerja ku tak sengaja aku berpas- Pasan dengan Nisa yang baru keluar dari ruangan bos.


"siang nis"kok tumben kesini"? tanyaku


"iya apa kamu lupa aku ini pacar bosmu"jawab nya dengan nada tinggi.


"jangan bilang kamu belom moven on dari aku mas"ingat ya kamu bukan tipe aku!! dasar pria kere,ini kartu kredit kamu" Nisa mengulurkan kartu kreditku.terima kasih sambungnya ketus.


Nisa berubah dratis setelah bertemu pak Doni. ia sangat sombong dan angkuh. dia tidak seperti yang aku kenal selama ini .dia melangkah pergi meninggalkan kan aku seorang diri.


dari penampilan pun berubah,dulu Nisa selalu menggunakan pakaian yang sopan tapi kini dia hampir mirip Susan , sekertaris pak Doni .


seperti biasa setelah dari kantor aku pergi ke lokasi yang sudah ditentukan. ya aku bekerja memotret gambar yang tak kasat mata, seperti mbak kuntilanak, pocong,dan masih banyak ,itu buruanku menyeramkan itu pasti tapi aku harus berani, ini tuntutan kerja.kadang tak dapat gambar , cerita masyarakat pun jadi , paling tidak bisa untuk mengisi halaman di majalah terkenal di tempatku bekerja.


sekitar jam tiga sore kami pergi menuju desa nelayan, daerah Bogor. di kabarkan dua hari yg lalu ada orang meninggal tapi bergentayangan menghantui warga sekitar tempat tinggal si hantu itu,bahkan ada yang jadi korban keisengan si hantu saking ketakutannya.


konon hantu itu menyerupai pocong,"mungkin lupa melepas ikatan tali pocong waktu di kuburnya" kata salah satu warga desa tersebut.


tapi berhubung mereka lagi dinas ke luar kota dengan misi yg sama yaitu mencari cerita horor. kalau perlu ada gambar sekalian,bila kami bisa memotret gambar tak kasat mata maka bonus menanti kami, karena sangat jarang kami berhasil membawa pulang gambar gambar tak kasat mata.


setelah menempuh perjalanan sekitar empat sampai lima jam akhirnya kami sampai di desa yang kami tuju. karna jarak kota j ke daerah b lumayan jauh.kami langsung menuju rumah pak kades. kami di sambut oleh pak kades dan istrinya.


desa nelayan lumayan masuk pelosok, jalanan pun belum mulus sehingga kami kecapekan karena di goyang dalam mobil.karna jalan penuh lubang


"assalamualaikum pak kades dan Bu kades" salamku dan bang Budi setelah memasuki pelataran rumah beliau.


"wa'allakum salam"jawab pak kades dan Bu kades bersamaan.


"silahkan masuk ,dengan siapa ? dari mana?tanya ramah Bu kades


"saya Akbar Maulana Bu kades"aku mengenal kan diri.


"saya Budi Santoso Bu kades "sambung bang budi


"kami dari perusahaan majalah *******" lanjutku


"oh yang kemarin mengonfirmasi untuk berita.yah?!!" tanya Bu kades.

__ADS_1


kami di persilahkan masuk,dan berkenalan dengan pak kades.


"kenalkan saya Tukijo dan ini istri saya Zainab"semoga nyaman tinggal di rumah saya yang sederhana ini."


kamipun duduk di sofa ruang tamu, tak lama empat gelas teh hangat dan pisang goreng sebagai cemilan di hidangkan oleh Bu kades. kebetulan malam hari ini terasa sangat dingin bagiku , atau memang ini di daerah pegunungan aku tidak tahu.


kami meminum teh hangat sambil mengobrol tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam.kami pun di persilahkan tidur di kamar yang telah di siapkan.


Bu kades dan pak kades pun pergi ke kamar untuk beristirahat.


bang Budi langsung terlelap di buai mimpi tapi aku tak bisa memejamkan mata sama sekali. tiba tiba bulu kuduk ku meremang.hawa dini hari yang sangat dingin , membuat ku semakin gelisah. dan ingin sekali aku membuang air kecil. tapi aku tak berani keluar kamar, karena di dalam kamar ini tak ada kamar mandi,yg ada kamar mandi dekat dapur,itu cukup jauh dari kamar yang aku tinggali.


mau aku bangun kan bang Budi tak kunjung bangun padahal sudah aku goyang goyang badannya.tetap saja tak bangun.


bang,bang Budi bangun,baaang,....bang Budi ......


"ini orang tidur apa pingsan sih" ku ambil ponsel ku di atas meja samping tempat tidur.


kulihat jam menunjukkan pukul 2 dini hari.


sebenarnya aku malu kalau nanti di olok bang Budi kalau aku pria penakut.


akhirnya ku beranikan diri bangkit dari tempat tidur,dan melangkah ke kamar mandi, karna sudah tak tahan.lampu dapur pun tak begitu terang, sehingga terkesan horor..."ihhh kok makin merinding,belom lagi sampai dapur"aku berbicara sendiri.


aku tetap memberanikan diri melangkah kan kaki menuju dapur.sesaat di depan pintu kamar mandi aku mendengar gemericik air. pintu pun tertutup.siapa di kamar mandi yah jam segini?


ku beranikan diri untuk mengetuk pintu kamar mandi.


tok tok tok...!, tak ada jawaban


aku ketuk sekali lagi


toktok tok...!! masih sama tak ada jawaban.


sementara suara gemericik air masih mengalir,


ingin rasanya aku teriak sekeras mungkin memanggil bang budi...


tapi kerongkongan ku terasa kering.


ku tambah lagi keberanian ku entah dari mana, kubuka pintu kamar mandi ternyata dikunci dari dalam.


aku mulai positif thinking. mungkin pak kades atau anaknya yg sedang menggunakan kamar mandi.


lima menit kemudian rasanya sudah gak karuan bulu kuduk berdiri semakin kuat, tiba tiba ada angin dingin berhembus, padahal semua jendela dan pintu di tutup.

__ADS_1


aku sudah tak tahan lagi karena kebelet, kubuka pintu kamar mandi ternyata tidak di kunci,"lalu kemana orang yang tadi ada di dalam? kubuka perlahan gubrak.....klontang.....


__ADS_2