Istri Gaib

Istri Gaib
milik Akbar seutuhnya


__ADS_3

Reno pun segera memutar balik setir mobilnya. dengan wajah takut dan gugup Reno dan Dita kembali ke rumah Akbar menjemput putra mereka yang ketinggalan.


sementara itu di dalam rumah Akbar, cAlvin sedang asyik bermain dengan Tasya.


" mommy dan dady nya Calvin, kok ninggalin Calvin sendiri ?" ucap Tasya kepada Calvin sembari melihat kepergian mobil Dita dan Reno.


" ga papa Tan Calvin malah senang bisa main tante berdua saja " ucap Calvin tertawa girang.


" ya elah ini anak bukanya sedih di tinggal sama mommy dan Dady nya malah ketawa kegirangan " kata Tasya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" ayo Tan kita main ," ajak Calvin.


" hah , main apa" tanya Tasya mengikuti langkah Calvin menuju ruang tengah.


belum juga sampai di ruang tengah tiba-tiba dengan suara menggelegar dita dan Reno meneriaki nama Calvin.


" Calvin !!!! "


" Calvin !!!! "


" Calvin !!!! "


teriak Dita dan Reno bersama an, sembari masuk ke dalam rumah Akbar dan menyisir setiap ruangan.


Calvin bukan nya keluar dipanggil kedua orang tua nya, malah sembunyi di balik sofa.


Dita yang mengira bahwa celvin sedang sembunyi dari makhluk halus pun akhirnya berusaha untuk menenangkan Calvin dan mengajaknya keluar secara halus.


" tenang sayang mami ada di sini ayo kita keluar, keluar dari rumah om " ucap Dita setelah melihat k sedang bersembunyi di balik sofa.


saat di dalam mobil Calvin kebingungan melihat wajah mami dan dedy nya pucat pasi seperti kertas.


" mami dan Dedy kenapa wajahnya kok pucat apa mami dan Dedy sakit?" tanya Calvin dengan polosnya.


" sayang mami Dedy tidak sakit ,kamu baik-baik saja kan sayang?" katanya Dita kepada putranya sembari mengelus elus kepala putranya yang ada di pangkuannya dengan lembut.


" kamu tidak diapa-apakan kan sayang" tanya Reno kepada putranya.


" apa maksudnya Dedi ?" Calvin pun menyatukan kedua Alisnya tidak mengerti.


" tadi kamu sembunyi di belakang sofa sayang kamu pintar sekali, pasti kamu ketakutan ya sayang?" sambung Dita.

__ADS_1


" sudahlah yang penting kita semua selamat" kata Reno lagi menenangkan suasana .


Calvin pun terdiam mendengarkan interaksi kedua orang tuanya Calvin pun merasa bingung.


sementara di kantor Akbar terus saja merutuki keponakannya itu.


" bagaimana bisa anak kecil dibanding bandingkan dengan ku, sudah jelas-jelas lebih tampan dan lebih cool aku, enak aja si calvin bilang dia lebih cool dariku." gerutu Akbar.


" mana dia bisa duduk dipangkuannya Tasya lagi sedangkan Aku pegang aja belum pernah. dia mah bisa bermain dengan seenaknya. " gerutu Akbar lagi dengan muka manyun manyun kan.


" sedangkan tidur pun Calvin di anggap bantal guling oleh Tasya, sementara dirinya dianggap tidak ada." Akbar mengingat kejadian tadi malam.


Akbar sangat cemburu kepada celvin meski Calvin adalah keponakannya bahkan celvin itu adalah anak kecil.


Akbar tetap cemburu apalagi Akbar dengan sangat susah untuk mendapatkan Tasya tapi sampai kini Akbar belum bisa menyentuh Tasya sama sekali.


sore harinya Akbar pulang ke rumah dan hanya menemukan Tasya seorang maka dengan sangat gembira Akbar pun segera mandi membersihkan diri dan ingin segera menemui Tasya istrinya.


" kemana keluarga kecil adikku Tasya ?" tanya Akbar kepada Tasya saat makan malam.


" entahlah sepertinya kedua adik mu sedang ketakutan " ucap Tasya kepada Akbar.


" bukankah sudah kubilang untuk tidak keluar dari kamar " kata Akbar.


" tapi ada bagusnya juga sih kalau mereka cepat pulang akhirnya aku bisa berduaan dengan tasya " gumam Akbar yang masih bisa di dengar oleh Tasya.


" bang memang nya kemaren kita tidak berduaan ,?" tanya Tasya dengan mata menatap Akbar penuh tanda tanya.


Akbar meletakkan sendok yang ada di tangan nya dan berkata


" bukankah kemarin malam itu kita tidur di pisah kan oleh calvin. " ucap Akbar dengan ekspresi tidak dapat di mengerti.


" iya wajar kan kalau Calvin ingin tidur dengan Tante nya yang cantik ini " ucap Tasya tanpa dosa.


" iya tapi Calvin bisa dengan leluasa memelukmu, bahkan kamu lebih memilih calvin ketimbang aku suami kamu." ucap Akbar sedikit menyolot membuat Tasya terkejut.


" hah , jadi bang Akbar cemburu dengan Calvin anak kecil, keponakan mu sendiri bang," kata Tasya sambil menahan tawanya.


Akbar pun tak sabar ingin segera melahap Tasya mentah mentah, apa lagi melihat ekspresi wajah Tasya yang mengejek nya Lantaran cemburu kepada celvin yang masih duduk di bangku paud.


melihat Akbar terus mengamati dirinya Tasya pun segera meredam gelak tawa nya .

__ADS_1


" kenapa berhenti ketawanya ? ketawa aja terus sampai puas sebelum kamu habis ku makan " ucap Akbar keluar aura dingin nya.


" gleeek " Tasya pun segera menelan salivanya kasar. mendengar kata kata Akbar. apalagi tiba tiba Akbar mengeluarkan aura dingin nan misterius.


meski Tasya adalah makhluk gaib atau astral, tapi di mata Akbar Tasya sangat sempurna bahkan lebih indah dari wanita manapun.


dan Tasya hanya bisa berubah sepenuhnya menjadi seperti manusia setelah Akbar mengatakan sumpah nikah dengan nya.


walau sejati nya hanya Akbar lah yang bisa memilik nya, dan melihat nya. tapi bila ada balita yang memiliki kelebihan dari semenjak lahir maka akan bisa melihat nya sama halnya dengan akbar.


" apakah bang Akbar sudah selesai makan?" tanya Tasya mengalihkan topik bicara.


" sudah, tapi aku masih lapar " ucap Akbar sembari menyilang kan kedua tangannya di depan dada.


" kalau masih lapar cepat lah makan malam nya bang biar tidak lapar lagi" ucap Tasya terbata , sebenarnya Tasya tahu yang di sebut masih lapar , padahal Akbar sudah makan dua piring nasi.


Akbar yang sudah tidak sabar pun menarik tangan Tasya dan membopong nya ke kamar Akbar, lalu menguncinya di bawah tubuh Akbar yang kekar.


Tasya hanya pasrah sebab inilah tujuan Tasya, setelah kematian nya Tasya melihat Akbar yang masih suci, merasa jatuh hati pada Akbar. Tasya pun memohon bantuan kepada bunda ratu, meski pun besar pengorbanan nya. tetap di lakukan.


sebenarnya kematian nya bukan karena bunuh diri lantaran kecewa telah di jodoh kan oleh orang tua nya.


lebih tepatnya Tasya telah di bunuh oleh tunangan nya , pilihan papahnya itu. lalu di buang di danau Tamiang untuk menghilangkan jejak .


karena tidak mau ada yang menemukan jasad Tasya Alex mengikat tubuh Tasya dengan batu, supaya tenggelam di tengah danau Tamiang.


Alex kecewa dengan Cut Natasya Arum karena menolak, melakukan keinginan Alex, yang seharusnya di lakukan setelah mereka sah di depan penghulu. Alex pun membunuh Tasya dengan mencekik leher Tasya.


Tasya yang arwah nya gentayangan pun di Bantu sang bunda ratu penguasa danau tamiang.


Cut Natasha Arum adalah mahasiswa yang sedang mengambil titel S 2 nya. akan tetapi sebelum Natasya di wisuda ternyata papahnya pak Freddy menjodohkan Natasya tanpa persetujuan dari Natasya sendiri.


Natasya hanya bisa pasrah dengan apa yang di putus kan oleh kedua orang tua nya itu.


malam ini Akbar benar benar menuntaskan hasrat terpendam kepada Tasya, kini Tasya benar menjadi miliknya seutuhnya.


💓💓💓💓💓💓💓💓


**maaf ya readers berhubung bulan puasa sudah dimulai author tidak berani nulis yang terlalu vulgar sebab dapat membatalkan puasa semua orang yang membaca novel ini.


memasuki bulan puasa ini author minta maaf atas segala kekeliruan autor karena autor hanya menghalusinasi.

__ADS_1


selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan semoga berjalan dengan lancar ibadah puasa para reader's**.


__ADS_2