
setelah beberapa hari menginap di rumah Akbar pak Handoko dan Bu Dayu pulang kembali ke kampung. sementara Akbar harus pergi ke Jawa Timu r untuk perjalanan bisnis seperti biasa memburu hantu.
Tasya tidak diperbolehkan ikut setiap kali Akbar melakukan perjalanan pemburu hantu mengingat Tasya adalah jin atau makhluk gaib membuat khawatir Akbar akan kehilangan Tasya.
kali ini Akbar pergi ditemani pak Slamet, Mereka pergi pada pagi hari mengendarai mobil pribadi milik Akbar.
tujuan mereka kali ini adalah rumah kosong yang berhantu meskipun sudah lama kosong dan memiliki banyak versi cerita tapi pihak perusahaan menginginkan nya untuk membuat versi baru.
baru-baru ini dikabarkan seorang warga yang kesurupan saat mencari rumput di sekitaran rumah kosong tersebut.
Akbar pun segera mengeksekusi tempat tersebut bersama pak Slamet. kali ini Akbar dan pak Slamet tidak menginap di rumah warga melainkan membuat tenda dan nge cam di depan rumah kosong.
sesampainya aku ada pesanan pak Slamet hari masih siang sehingga masih sempat membuat tenda kebetulan rumah itu lumayan jauh dari keramaian jarak rumah tersebut dari tetangganya atas sekitaran 200 meter dan sisanya sekelilingnya adalah hutan.
dulunya rumah itu adalah rumah seorang pejabat tetapi karena korupsi akhirnya rumah itu disita oleh pemerintah. setelah pihak Bank berusaha untuk menjual rumah itu ada dari salah satu keluarga yang membeli.
tapi karena kelamaan berada di tangan pihak bank dampak kunjung terjual, rumah itu menjadi kosong beberapa tahun.
selama kosong itulah rumah ini yang tak berpenghuni menjadi tempat yang disenangi oleh kaum lembut dan
dijadikan rumah oleh mereka.
saat ini hari sudah mulai petang akbar pun membuat dua cangkir kopi setelah merebus airnya. akbar duduk berdua bersama pak slamet setelah menunaikan ibadah sholat maghrib.
melepaskan penat nya hari ini setelah menyiapkan semua keperluan kebutuhan selama beberapa hari ke depan .akbar mengobrol bersama pak Slamet sambil menikmati sebatang rokok.
" bagaimana nanti enak nya kita keliling apa menunggu disini saja ?" tanya pak Slamet kepada Akbar seraya meniupkan asap tebal dari mulut nya.
asap rokok juga berfungsi sebagai obat nyamuk, karena adanya asap rokok nyamuk tak akan ada yang berani mendekat.
" menurut pak Slamet gimana?" Akbar balik bertanya sambil menyeruput kopi hitam miliknya.
" bagaimana kalau kita keliling sebentar ?" usul pak Slamet.
__ADS_1
" ok aku setuju " ucap Akbar membuang sisa rokok di perapian atau api unggun.
" kapan kita mulai ?" tanya pak Slamet.
" setelah isya bagaimana?" usul Akbar melirik ke arah rumah kosong yang ada di depan mereka.
" apa tidak terlalu dini kalo abis Isa " ucap pak Slamet.
" baiklah kalau begitu jam berapa?" tanya Akbar.
pak Slamet melirik ke arah jam tangan nya, yang menunjukkan pukul 7:25 sore , " bagaimana kalau kita mulai petualangan nya mulai pukul 11 " usul pak Slamet.
tanpa ragu Akbar mengangguk kan kepalanya pelan. dan meneguk kembali kopinya.
" baik, kalau begitu aku akan istirahat sejenak." ujar Akbar, setelah menghabiskan segelas kopi hitam.
" hai disini yang tua itu saya kenapa kamu yang istirahat ?" ucap pak Slamet tak terima di suruh menjaga tenda.
pak Slamet berniat untuk berdiri dan akan masuki tenda.
" baiklah terserah kau saja orang tua " ucap Akbar datar namun dengan nada mengejek.
" kau ini....kamu juga sudah berumur tapi tetap saja masih lajang " olok pak Slamet kepada Akbar, dan segera mengambil air untuk bersuci.dan segera menunaikan ibadah shalat isya.
Akbar yang merasa dirinya sudah memiliki tasya hanya menoleh tanpa merasa di olok.
" pak Slamet tidak tau betapa cantiknya Tasya ku, klo tau pasti dia akan iri pada ku " gumam Akbar setelah memastikan pak Slamet sudah masuk ke dalam tenda.
Akbar kembali mengambil sebatang rokok dan menghidupkan korek api. menghisap dalam menikmati setiap hisapan nya . dengan di temani suara jangkrik,dan lolongan panjang anjing.
setelah sekian lama duduk di depan api unggun dan sesekali Akbar menambah kayu api yang habis terbakar dan menghabiskan beberapa batang rokok Akbar merasa bulu kuduk nya meremang. serta tiupan angin sepoi-sepoi.
" ah ini sudah ada yang muncul mencari perhatian " Akbar pun menghidupkan layar pada ponselnya.
__ADS_1
jam baru menunjukkan pukul 10:30 sore. Akbar bersiap untuk membangun kan pak Slamet belum juga Akbar membangun kan pak Slamet, pak Slamet sudah berdiri di belakang Akbar.
" eh pak Slamet baru saja aku hendak membangun kan mu tapi bapak sudah ada di sini duluan." ucap Akbar sembari mengusap tengkuknya yang meremang.
" iya ayo kita mulai aksi petualangan nya " ajak pak Slamet dengan gaya yang berbeda dari biasanya, bahkan kini mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Akbar.
" pak Slamet kok beda sih dan kenapa pak Slamet bau ?" tanya Akbar sembari menepis tangan pak Slamet. dan segera memakai masker yang siap sedia di dagunya.
" iya tadi abis tidur " ucap pak Slamet kini datar.
Akbar pun bergegas menuju mobil dan mengambil perlengkapan camera camcoder . camera yang sama saat ia menemukan Tasya di Aceh.
melihat pak Slamet hanya diam saja Akbar pun mendekati nya dan memberikan tas berisi kamera digital milik pak Slamet.
tapi anehnya pak Slamet tidak mengambil tas miliknya. bahkan terus saja mengamati segala gerak gerik Akbar yang sedang menguji coba cameranya masih bisa di gunakan atau tidak.
Akbar merasa ada yang aneh pada diri pak Slamet tapi tak ia hiraukan.
Akbar dan pak Slamet pun pergi meninggalkan tenda dan Akbar lah yang memimpin jalannya. dengan camera siap di tangan. kini bukan hanya Poto tapi juga berupa rekaman film.
sesekali Akbar menyorot kan kamera digital yang dia pegang ke arah pak Slamet yang berjalan berada di belakang nya.
aneh sekali lagi itu yang Akbar rasakan, wajah pak Slamet begitu pucat di dalam kamera.
akbar tidak mau pusing memikirkan nya, mungkin itu karena kamera yang ia gunakan menggunakan infra red , dan bukan kamera sembarangan.
akbar terus saja berjalan dan memasuki rumah kosong tersebut. sedari tadi semenjak kemunculan pak Slamet yang tiba tiba Akbar sudah meremang dan merinding. ini membuat nya tak bisa membedakan keberadaan makhluk gaib.
saat Akbar ingin bertanya kenapa pak Slamet tidak membawa kamera nya , Akbar tidak menemukan keberadaan pak Slamet.
" loh kemana pak Slamet ? bukan nya dia dari tadi di belakang ku terus " gumam Akbar mengernyitkan alisnya. setelah menoleh ke belakang dan hanya udara kosong yang dia dapati.
...💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓...
__ADS_1
... ayo like like like like like, dan coment yah setelah selesai membaca. jangan lupa TINGGALKAN HADIAH sebanyak-banyaknya....