
mereka keluar dari istana dan itu terjadi begitu saja tanpa Akbar ketahui saat menginjak pelataran istana Akbar langsung berada di tepi danau begitu saja.
Saat menoleh kebelakang semuanya menjadi gelap gulita dan hanya ada air danau, tak ada pesta hiruk pikuk orang apa lagi alunan musik" kemana perginya istana barusan?'' gumam Akbar sambil mengusap tengkuknya bingung.
bahkan penampilan mereka kembali seperti semula sebelum masuk istana. tangan Akbar masih dalam genggaman tangan Tasya.
" setelah ini apa yang akan Abang lakukan " suara Tasya membubarkan lamunan Akbar.
" haaah..! ada apa ? " Akbar tersentak dan berusaha menurunkan nada suaranya.
" iiih Abang ini. Tasya kan cuma nanya, masa di bentak "Tasya merajuk
" em maaf kan Abang dek Tasya, tadi Abang gak dengar.'" UCAP Akbar melunak
" iya deh iya, ini kita gimana " ucap Tasya bingung
" lah gimana aku sudah menuruti keinginan mu untuk menjadi suami mu " racau Akbar
" iya tapikan aku istri mu bang , aku mah ngikut Abang, bang. " gerutu Tasya
" iya ya udah ayo kita kembali ke hotel " ajak Akbar
Akbar melihat jam tangannya menunjuk kan jam 9, dan hari masih gelap. " bukan kah kemarin waktu kesini pergi bersama Tasya jam 12 lebih .tiba tiba ponsel Akbar pun berbunyi.
," hallo " salam dari seberang
belum juga Akbar membalas salam ponsel nya mati.
" yah lowbat" gumam Akbar
Akbar lalu membuka. tas ransel ya dan mengambil botol air mineral dan beberapa Potong roti . untuk mengganjal perutnya.
Akbar duduk di batu besar tempat dia duduk kemarin.
lalu memakan makanan nya. Akbar menawarkan roti dan air minum pada Tasya tapi Tasya menggeleng kan kepalanya.
" mana ada jin makan makanan manusia " gerutu Tasya
Tasya setia menunggu di samping Akbar duduk dengan manis di sisi Akbar.
setelah selesai makan dan minum ala kadarnya, Akbar pun mengambil rokok nya lalu menyalakan nya .
" tunggu sebentar setelah tenagaku pulih sepenuhnya aku akan membawamu ke hotel, baru besok kita ke kota j.'" ucap Akbar kepada Tasya.
saat Akbar menyala kan korek api di lihat oleh pak Bayu yang memang sedang mengecek keadaan sekitar setelah jam sembilan malam maka semua lampu di matikan. seluruh tamu di bubar kan.
__ADS_1
" ah kok ada api siapa di sana? " ucap nya yang hanya dia sendiri yang dengar.
,," coba ku lihat dulu ,", ucap nya lagi.
'" kenapa orang ini jam segini masih juga mancing, bukan sudah keluar BNN peraturan baru? apa dia tidak mbaca tulisan sebesar itu di depan pintu gerbang." gumam pak Bayu lagi
lalu pak Bayu mendekati sumber api, dengan menyalakan senternya . berjalan perlahan diantara rerumput dan batu.
mengetahui ada pergerakan yang sedang mendekati reflek Akbar berdiri, lalu senter pak Bayu menyorot tepat di muka Akbar yang pucat pasi.
" nak Akbar ? itukah kamu? '' tanya pak Bayu terbata.
'' iya pak ini saya '' jawab Akbar, lemas.
'" kamu sudah jadi hantu penunggu danau ini kah? " tanya pak Bayu gemetar, bahkan celana nya kini sudah basah oleh air seni nya sendiri.
" haah! " lagi lagi Akbar terkejut
dari suara nya Akbar tau kalau itu pak bayu.
" apa benar yang di katakan pak Bayu aku sudah mati?'' dalam hati Akbar bertanya ,
Tasya memahami suaminya dalam gundah lalu mendekati suaminya. " bang Abang itu masih hidup " ucap Tasya lembut.
" lalu apa yang di katakan oleh pak Bayu itu ? " kata Akbar masih tak percaya.
pak Bayu yang bingung, melihat Akbar bertanya kepada udara kosong. semakin percaya ini adalah hantunya Akbar, karena lagi lagi Akbar bicara sendiri. seperti pertama kali pak Bayu menemukan Akbar Beberapa hari lalu.
lalu pak Bayu pun lari terbirit-birit menghindari Akbar.
tapi di kejar oleh Akbar, Akbar yang sangat lemah dan tak berdaya pun tak bisa menyusul pak Bayu yang sedang lari ketakutan itu .
" pak ! pak Bayu...!" panggil Akbar sambil menggendong tas ransel nya.
tapi pak Bayu tak menoleh bahkan semakin kuat lari nya , membuat Akbar semakin susah mengejarnya.
" pak Bayu... ! tolongin Akbar ! " teriak Akbar dengan penuh harap an.
pak Bayu yang mendengar teriakan Akbar pun menghentikan larinya dan mengatur nafas , namun tetap dalam posisi waspada.
" hosh "
" hosh "
" hosh "
__ADS_1
" pak Bayu...! jangan tinggalin saya pak ! " mohon Akbar lagi sambil lari kecil semakin lemah.
" tolongin saya pak ..! saya sudah gak sanggup jalan lagi pak ! " suara Bayu melemah.
bahkan kini Akbar sudah tak bisa lari lagi, dan jalan pun sangat pelan.
sedangkan Tasya berada di sisinya bingung berbuat apa sementara Akbar suaminya memang membutuhkan bantuan.
pak Bayu yang masih ketakutan berpikir, ''ah masa iya hantu minta tolong. tapi kalau benar Bayu masih hidup kenapa dia pucat sekali seperti hantu.'' pikir pak Bayu.
lalu pak Bayu menyorot kan senternya kembali ke wajah Akbar yang sedang terduduk di rumput kelelahan. dengan wajah yang sangat sangat pucat pasi.
pak Bayu masih menimbang nimbang akankah dia menolong Akbar atau tidak. mengingat Akbar sudah menghilang selama 3 malam 3 hari dan sekarang adalah malam ke empat.
dan seluruh warga sekitar danau tamiang membantu proses pencarian Akbar bersama tim SAR dan pihak berwajib bahkan rekan kerja Akbar juga mencari nya tapi hasilnya nihil.
pencarian dimulai dari saat pak Slamet menghubungi ponsel Akbar tapi tak bisa di hubungi. setelah 12 jam tak ada kabar dari Akbar lalu pak Slamet memutuskan untuk pergi ke Aceh . dan saat itu putri nya sudah siuman dan di pindahkan ke kamar rawat inap.
saat pak Slamet mengecek keberadaan Akbar di hotel, pihak hotel mengatakan bahwa Akbar pergi pada malam hari dan belum pulang sampai sekarang.
pak Slamet yang panik pun menghubungi kantor tempat dia bekerja dan melaporkan yang terjadi.
pak Slamet mensurvei danau tamiang itu dan hasil nya nihil hanya ada bekas beberapa Putung rokok sisa Akbar merokok di atas batu besar.
dengan berat hati karena rekan kerja nya belom juga di temukan, pak Slamet pulang ke kota j terlebih dahulu tadi siang mengingat putri nya yang sedang sakit.
ada rasa menyesal telah membiarkan Akbar terjun ke lapangan sendiri. '' seandainya aku mau mendengarkan mu untuk di tunda terlebih dahulu pekerjaan ini , ini semua mungkin tidak akan pernah terjadi." kata pak Slamet bicara pada dirinya sendiri
" dimana pun dirimu jika selamat cepat lah pulang bar"
'' jika tak selamat apa yang akan aku katakan ke ibu bapak mu bar "
" semoga saja keberuntungan berada di sisimu bar "
begitulah dia doa psk Slamet kepada Akbar sebelum meninggal kan kota Banda Aceh tadi sore.
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
**ngomong ngomong Akbar harus gimana ini guys haruskah dia selamat? dan bawa pulang Tasya?
silahkan komentar di bawah yah buat masukan. author bingung nih alur cerita nya. mohon maaf masih baru.
kalo sudah baca tolong tinggalkan jejak ya . komen, vote masukin ke daftar favorit kalian yah. jangan lupa hadiahnya.
semakin di kritik author semakin semangat loh.
__ADS_1
AKU TRESNO SLIRAMU para readers**