Istri Gaib

Istri Gaib
tersedak jus jeruk


__ADS_3

Akbar hanya meletakkan kembali ponsel nya pada posisi semula. lalu menghidupkan mesin mobil nya.


" drrrt...!"


" drrrt...! "


ponsel Akbar kembali berdering. saat Akbar menggeser tanda hijau dan .


"hallo assalamualaikum " sapa Nisa dari seberang


" hallo assalamualaikum " jawab Akbar


" mas Akbar ada. di mana kok kosong rumah nya? "tanya Nisa


" oh aku sedang tidak ada di rumah, ada apa?" jawab Akbar


" aku ingin menjenguk mu, bukan kah hari ini mas Akbar tidak pergi ke kantor? " tanya Nisa lagi.


" aku baik baik saja untuk apa kamu menjenguk ku ?"


ucap Akbar.


" mas. "


" sudah lah pulang saja sana , jangan hubungi aku lagi " ketus Akbar.


" mas ada yang ingin aku jelaskan pada mu "


" apa lagi yang ingin kamu jelaskan , semua sudah jelas. di mataku " jelas Akbar sedikit emosi.


" mas beri aku kesempatan untuk yang kedua mas, aku janji aku akan setia mas" mohon Nisa


" tidak nis aku tidak bisa menerima mu lagi ,aku tidak mau menerima luka yang sama lagi, sudah aku mau jalan " ponsel di matikan dari pihak Akbar duluan.


" setelah hancur kamu datang padaku Nisa , padahal sudah aku jelaskan perangai pak Doni tapi kamu bersih kukuh ingin dengan nya, seandainya kamu bersamaku kemungkinan aku tak akan terjebak pernikahan gaib ini " gumam Akbar seorang diri.


Akbar melajukan mobilnya menuju kompleks perumahan nya, di sana di depan pintu masuk terlihat Nisa yang menunggunya untuk pulang.


'" ah gadis bodoh seandainya kamu mendengar kan apa kata mas , mungkin kita sudah bahagia, sekarang gimana bisa aku di suruh mendapatkan bekas bos ku sendiri " gumam Akbar seorang diri di dalam mobil. Akbar tidak langsung menuju pelataran rumah nya tapi lebih memilih melihat Nisa dari jauh.


setelah nisa benar benar tidak mau pulang akhirnya Akbar menjalankan mobil nya ke rumah nya.


" apa lagi yang kau inginkan " tanya Akbar ke Nisa sambil menenteng tas belanja an.


Nisa kelihatan sangat kusut, dan tak terurus. lebih kurus dan terdapat lingkaran hitam di bawah mata nya.


bahkan pakai Anya tak lagi seperti dulu. yang terkesan ****.kini lebih tertutup bahkan terkesan sangat longgar.


ada rasa trenyuh saat memandang wajah Nisa yang sendu, tapi segera dia usir.


" mas " panggil Nisa sambil meraih tangan Akbar.

__ADS_1


" ada apa cepat aku ada urusan " ucap Akbar sedikit lembut.


bagaimana manapun Nisa adalah wanita tak harus terus terusan di sakiti.


" apa kamu baik baik saja mas?" tanya Nisa


" iya , kamu bisa lihat sendiri kan ? " ucap Akbar.


" sudah melihat ku, sudah selesai ? " ucap Akbar lagi


" iya syukur Alhamdulillah aku melihat mas baik baik saja " Nisa pun tersenyum.


'" ya sudah aku masuk duluan yah " Akbar dengan nada sedikit mengusir.


" mas "


"apa"


" aku menunggu mu hampir dua jam disini, kaki pegal, tenggorokan kering apa tidak kau suruh aku masuk terlebih dahulu " Nisa memasang wajah memelas.


" baiklah kalau begitu masuk gih " ucap Akbar pasrah.


" makasih mas "


" duduklah dulu biar ku buatkan minum terlebih dahulu, ah kamu mau minum apa? ucap Akbar


" jus jeruk ada mas "


Akbar bejalan ke dapur sambil menenteng tas belanja an tadi.


" *ah seandainya dulu kamu mempertahankan aku mas mungkin sekarang aku bahagia dengan kamu mas." batin Nisa


" sedangkan sekarang aku harus menanggung malu dan aib masih kah kamu mau menerima ku mas* ?


tidak apapun itu kamu harus menerimaku kalau tidak bagaimana nasib anak dalam kandunganku." batin Nisa


setelah beberapa menit Akbar membuat minuman Akbar pun membawa nampan berisi minuman yang dia buat.


" mas aku hamil kamu harus menikahiku !" ucap Nisa dengan kepala menunduk.


" uhuk uhuk "


Akbar tersedak jus jeruk yang sedang di minumnya.


" mas pelan pelan minum nya" ucap Nisa.


Akbar terdiam setelah berhenti batuk.


" apa pak pak pak Doni sudah mengetahui ke kehamilan mu ?" tanya Akbar kepada Nisa


Nisa menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


" lalu apa hubungannya denganku?, kenapa aku yang kamu kasih tahu?


"seharusnya kamu datang kepada pak Doni. bukannya malah datang ke padaku. " ucap Akbar


" mas Akbar aku mohon menikahlah denganku walau walau hanya setahun setelah anak ini lahir kita bisa berpisah " mohon Nisa


" aku bukan pria bodoh yang selalu engkau pergunakan setelah engkau campakkan , lagipula anak didalam kandungan itu bukan darah daging ku " ucapan Akbar sangat menohok di hati Nisa.


" tapi mas pak Doni sudah tak menginginkanku lagi," usaha sendu.


" kamu benar mas aku benar-benar telah terbuang karena ulahku sendiri "lanjut nisa lagi.


" mas Akbar apakah benar-benar tidak menginginkanku lagi, sedangkan aku masih mencintaimu."


Akbar terdiam seribu bahasa membiarkan Nisa mengeluarkan unek-uneknya sendiri. bingung dengan keadaan sekarang karena dia telah menikahi Tasya. lagi pula Akbar tidak pernah menyentuh Nisa sedikitpun kenapa sekarang di suruh bertanggung jawab .


" maafkan aku, aku tidak bisa Nisa " ucap Akbar


" tolong mas Akbar aku harus bagaimana mengatakan kepada orang tuaku nanti" ucap nisa.


" sebaiknya cari saja laki-laki yang mau nikahin mu." "kata Akbar yang hampir saja tidak tega mengucapkannya.


" kamu tega ya mas, bukannya kamu masih mencintaiku, bukankah ini kesempatan untuk memiliki ku "ucap Nissa, mulai keluar sifat aslinya.


" bukannya kamu dulu yang meninggalkanku terlebih dahulu, kenapa kau kembalikan fakta bahwa aku yang salah ? ". kata Akbar sedikit emosi.


" lagi pula mas Akbar ini kan belum nikah di usia mu yang memasuki kepala empat kamu bagaikan bujang lapok" ejek Nisa.


" lebih baik menjadi bujang lapok daripada menikahi perempuan seperti kamu " balas Akbar.


suasana rumah Akbar menjadi tegang karena perdebatan kedua manusia angkuh itu.


Tasya mendengar percakapan mereka dari dalam kamar Akbar terdiam.


" akankah Abang bang Akbar mau menikahi Nisa yang sedang hamil anak orang lain? jika iya maka keberadaan ku akan tersisihkan sebelum aku bisa melayani dan mengabdi kepada suamiku " ucap Tasya seorang diri sambil meneteskan air mata.


karena muak kepada Nisa yang selalu mencari nya setelah dia terjatuh dan sekarang dengan sangat tidak enak Akbar mengusir Nisa dari rumahnya.


setelah kepergian Isa Akbar pergi ke dapur dan mengambil kantong kresek yang berisi bunga dia beli dari pasar tadi.


Akbar pun pergi menuju ke kamar dan memeriksa keberadaan Tasya, Tasya yang semakin kecil dan semakin tak bisa dilihat tak kunjung ditemukan oleh Akbar.


akhirnya Akbar memutuskan untuk memanggil Tasya


" Tasya ...!Tasya dimana kamu ini bunga yang kamu minta cepatlah keluar " suara Akbar sedikit keras agar Tasya bisa mendengarnya.


Tasya tak kunjung keluar menampakan diri Akbar berpikir bahwa Tasya pergi pulang ke danau Tamiang


Akbar pun meletakkan sekantong kelopak bunga mawar di atas ranjang tempat tidurnya nya dan pergi meninggalkan nya begitu saja.


dalam seharian Akbar berada di dalam ruang kerjanya setelah makan malam dia pun langsung tidur menjemput mimpi indahnya.

__ADS_1


__ADS_2