Istri Gaib

Istri Gaib
pingsan


__ADS_3

kondisi kota J sangat gempar, terutama kantor tempat dimana Akbar berkerja. ada beberapa kariawan yang dikhususkan datang ke Aceh untuk mencari Akbar.


bahkan melacaknya melalui ponsel Akbar . dan memeriksa CCTV hotel tempat Akbar bermalam. semua menunjukkan bahwa Akbar pergi ke danau tamiang.


dan di danau Tamiang tak di temukan adanya Akbar. tim SAR dan gabungan juga turut mencari. seluruh aktivitas danau di tutup selama 2 hari. untuk mempermudah pencarian. tetap saja nihil hasilnya.


saat semua putus asa mencari keberadaan Akbar, pak Slamet masih berusaha menghubungi ponsel Akbaar.


pak Slamet berhasil menghubungi ponsel Akbar. tau saya belom juga di jawab ponsel Akbar sudah mati duluan.


"hallo " salam pak Slamet penuh harap, dan waspada tingkat tinggi, berusaha untuk tenang.


"jika dijawab oleh yang lain berarti Akbar pulang tinggal nama " pikiran pak Slamet sudah sangat tak karuan, tapi ada rasa bersyukur di hati ponsel Akbar bisa di hubungi, berarti setidaknya para pencari berhasil.


"tapi siapa yang menemukan ? bukankah pencarian di hentikan " pikir pak Slamet lagi sambil berusaha menghubungi ponsel Akbar kembali. namun tidak ada apa apa selain .


" tuuuuut ..!"


"tuuuuut....!"


" tuuuuut....!"


"kenapa sudah tak bisa dihubungi lagi,? apa tadi aku sedang menghalusinasi.?" pikir pak Slamet ragu.


sambil memandang i layar ponsel nya yang meredup.


lalu pak Slamet memandang ke wajah putri nya yang terlelap. besok putri nya bisa pulang, dan di rawat di rumah saja. putri nya sudah di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.


" kau putri ayah satu satunya cepat lah sehat ayah merindukan canda tawamu, anaku " ucap pak Slamet lirih.


sementara di danau Tamiang, Akbar yang sangat lemah akhirnya pingsan. Tasya hanya bingung , karena ada pak Bayu jadi Sulit baginya untuk menolong.


tapi melihat pak Bayu pun hanya diam mematung, ketakutan.


tapi pak Bayu memberikan diri mendekati Akbar, tentu nya dengan tingkat kewaspadaan level tinggi. apa lagi melihat Akbar terkapar tak berdaya.


ada rasa kasihan kepada Akbar tapi tetap saja rasa takut lebih mendominasi. senter pak Bayu tak kunjung pindah dari tubuh Akbar. setelah dekat pak Bayu di kejutkan dengan sentuhan di pundaknya. bahkan hampir saja ter sungkur menubruk badan Akbar yang tergeletak di tanah.


untung saja pak Bayu masih bisa menyeimbangkan tubuh nya. jadi pak Bayu masih menahan tubuhnya untuk tidak jatuh di atas tubuh Akbar


detak jantung pak Bayu memacu seperti kuda pacu yang sedang berada di arena lomba balap. pak Bayu takut menoleh, tapi penasaran.


pak Bayu pun menoleh bersama senter di tangan nya menyorot pada waja yang barusan menyentuh pundaknya. sambil menahan rasa takut, tiba tiba saja tenggorokan nya terasa kering.

__ADS_1


"ah belom juga melihat mukanya kok aku semakin grogi yah "batin pak Bayu yang ketakutan


terang saja begitu cahaya senter pak Bayu berada tepat di wajah orang yang menyenggol nya, pak Bayu berteriak .


" se seeeetaaaaaan....!!!"


teriak pak Bayu lalu pak Bayu pingsan.


" lah kok malah pingsan ?" ucap orang itu sambil jongkok


" pak ..., pak Bayu " panggil orang itu lirih


" lah ini siapa ? " tanya orang itu lagi


" bukan ini orang yang kemarin di cari cari, kenapa di sini ?" dia menduga duga


" ah kenapa pak Bayu balum juga sadar , " lalu pria itu mengambil minyak angin di dalam tas kecil pinggang nya yang dan mengolesi kening pak Bayu lalu meletakkan dekat hidung pak Bayu, supaya cepat sadar.


" eugh " lenguh pak Bayu sadar.


" gimana pak Bayu apa sudah enakan?" tanya pria itu.


membantu pak Bayu duduk, lalu menyodorkan botol air mineral ke pak Slamet.


" kamu kok bikin saya jantung Ngan kalau aku mati di sini gimana ?'' protes pak Bayu.


" iya pak Bayu, maaf " ucap pak sanip.


Tasya hanya memandang adegan live di depan mata nya ini. sambil sedikit dikit menahan diri untuk tertawa. meski dalam keadaan panik.


" ayo pak tolongin suamiku , sebelum terlambat ." kata Tasya panik yang sudah tentu hanya dia yang bisa dengar.


" sudah sudah ayo tolongin nak Akbar " ajak pak Bayu.


" Akbar pak ?'' tanya pak sanip, mengerutkan dahi.


" iya itu dia orang nya terkapar di tanah " pak Bayu menunjukkan kepada pak sanip dengan senternya.


" apa dia masih hidup pak ? " tanya pak sanip


'' kita coba deketin " ucap pak Bayu


lalu mereka melangkah bersama sama mendekati tubuh Akbar . senter mereka di terus menyorot pada muka Akbar.

__ADS_1


tepat saat mereka sudah di dekat tubuh Akbar , tiba tiba ada suara di atas mereka,


" srrrreeeek...! "


sontak saja kedua mendongak ke atas berserta senter mereka. terlihat hitam hitam bergelantungan di pohon pinggir danau.


" hantuuuuuu....!!" teriak pak sanip ketakutan.


" hantu pala mu !! '' ucap pak Bayu sambil melayangkan senternya di kepala pak sanip.


" itu , tu monyet pak sanip !" suara pak Bayu sedikit berteriak.


" menakut nakutin aja " gerutu pak Bayu.


sementara Tasya tak bisa berbuat banyak melihat suami manusia nya terkapar lemah, ini semua karena kekuatan nya telah di ambil oleh bunda ratu sebelum dia sah jadi istri Akbar.


setelah menghilangkan rasa takut dan gemetar akhirnya mereka jongkok di dekat tubuh Akbar pak sanip beradu kiri dan pak Bayu berada di sebelah kanan, memeriksa keadaan Akbar.


pak Bayu menyentuh hidung Akbar memeriksa adanya hembusan nafas .


" masih ada nafasnya " ucap pak Bayu


sedangkan pak sanip memeriksa denyut nadi lewat pergelangan tangan Akbar.


" masih ada denyut nadinya " celetuk pak sanip.


" berarti Akbar masih hidup " ucap mereka bersamaan.


pak sanip segera mengeluarkan minyak angin tadi lalu di usapkan di kening Akbar. dan untuk di hirup Akbar.


pak Bayu dan pak sanip memberikan sarung mereka ke Akbar guna memberikan kehangatan.


setelah beberapa menit Akbar siuman dari pingsannya.


ini akan mempermudah oak sanip dan pak Bayu untuk membawa Akbar kembali.


" kedua orang ini sudah sangat baik kepada Abang , . terima kasih bapak bapak " Tasya pun berbicara sendiri.


sementara itu Akbar di papah berjalan menuju pos yang ada di danau ini.


biasanya pos ini di gunakan oleh satpam atau pak Bayu untuk beristirahat.


sesampainya di pos Akbar di baringkan di atas kasur yang ala kadarnya. lalu di buat kan teh panas.

__ADS_1


__ADS_2