Istri Gaib

Istri Gaib
bertengkar seperti balita


__ADS_3

" Kelvin...! "


" Kelvin...! "


" Kelvin ...!"


" dimana kamu nak , "


" itu suara mami tante, mami sedang mencari Kelvin tante " ucap k sedikit ketakutan.


" Kelvin tenanglah tidak apa-apa Kelvin diam saja di sini " ucap Tasya terus mengelus pucuk kepala kelvin.


" Kelvin ....! kami di sini nak ?" tanya Dita, setelah Dita masuk ke kamar Tasya.


" apa yang sedang kami lakukan disini nak " tanya Dita lembut.


" main mami " jawab Kelvin polos .


" main ? "


" main sama siapa sayang " tanya Dita heran .


"sama ...


" hai Kelvin kamu lupa janji apa tadi sama Tante " Tasya segera mencegah Kelvin yang polos agar tidak keceplosan.


" sama siapa kelvin ? '' kita mensejajarkan tubuhnya agar sama rata dengan Kelvin putranya.


Kelvin hanya terdiam bingung harus menjawab apa.


" sudahlah ayok di sini tidak ada siapa-siapa sebaiknya kita main di luar." bujuk dita kepada putranya.


" ayo mami" jawab ringan Kelvin kepada ibunya.


Mereka pun bergandeng tangan berjalan keluar kamar tempat Tasya, namun Kelvin menoleh ke belakang sedikit di mana keberadaan Tasya dan mengkedipkan salah satu matanya.


" iiiih gemeeeees sekali " ucap Tasya membalas kedipan mata Kelvin.


Kelvin pun tertawa tanpa suara.


#######


sementara itu di kantin kantor saat makan siang Akbar berjumpa dengan bang Budi rekan kerjanya.


" kamu tuh ya bar sudah ku tolong bukan nya terima kasih malah bikin kacau keadaan saja," ucapan bang Budi .


" maaf kan aku bang, aku benar benar tidak tahu kalau Nisa ada di sana kemaren." ucap Akbar memelas.


" Minggu depan usaha kan jangan gagal lagi '' ucap bang budi.


'' Minggu depan ,?" tanya heran Akbar.


" iya Minggu depan Rossa bersedia melakukan blind date lagi dengan mu , bar " jelas bang Budi .

__ADS_1


" apa kau yakin bang ?" tanya Akbar tidak percaya.


" iya aku sudah menjelaskan tentang hubungan mu dengan Nisa " jelas bang Budi lagi.


" oh tidak, ini tidak boleh terjadi " batin Akbar.


" kok malah ngelamun bukan nya seneng " ucap bang Budi.


'' ah tidak aku hanya berpikir apa semudah itu mendapat kepercayaan dari Rossa." ucap Akbar asal.


dia tau pasti bang Budi sudah sangat berjuang untuk mendapatkan kepercayaan tuan Atmaja dan juga Rossa.


" ya jelas sangat sulit, kau hanya punya hutang padaku karena kau belum memberikan uang muka, padaku apalagi pelunasan nya, belum lagi bonus nya " ucap bang budi sambil mencibirkan mulutnya tersenyum mengejek.


" hai ... came on , kita sahabat kan? katanya kau menolong ku , kenapa berujung memeras aku ? " ucap Akbar sewot sambil meletakkan gelas minuman sedikit keras.


" hai .... hai ... tenang , tenanglah aku hanya bercanda kenapa jadi sewot begitu ?" ucap bang budi sembari bersiap untuk lari secepat mungkin, setelah melihat Akbar yang sudah bersiap untuk memukul nya dengan sebuah nampan.


mereka berlarian seperti anak kecil yang sedang berebut mainan.


" eh eh "


" ada apa ini " ucap pak Slamet , saat tiba di kantin melihat kedua rekannya sedang berlari mengitari meja kantin.


seketika kedua nya terhenti bak di komando.


" Akbar pak " ucap bang budi.sambil menunjuk ke arah Akbar.


" bang Budi pak " ucap Akbar sambil menunjuk ke arah bang Budi.


" sudah sudah jam makan siang sudah habis , sebaiknya kalian segera kembali berkerja " ucap pak Slamet.


" awas kau nanti" ancam Akbar kepada bang Budi


" aku tunggu hasilnya Minggu depan " balas bang Budi sembari senyum mengejek.


" memang apa untungnya untuk mu " tanya Akbar masih dengan muka garangnya


" kalau kamu masih tidak berhasil Minggu depan, aq yakin tak akan ada lagi yang mau menikah dengan mu." ucap bang budi semakin memprovokasi Akbar.


" lihat aja, aku yakin Minggu depan aku berhasil " ucap Akbar yakin.


namun dalam hati Akbar merasa gundah gulana.


"jika aku menikah dengan Rossa lalu bagaimana dengan Tasya ? aku tidak mau kehilangan Tasya" batin Akbar.


"aku dengar kata penjual bunga bahwa manusia bisa berpoligami dengan jin "


"


" bagaimana kalau Tasya menolak atau Rossa menolak " pikir Akbar lagi.


" aku tidak mungkin menyingkirkan Tasya, tapi jika aku hanya memperistri Tasya maka aku akan dianggap bujang lapok seumur hidup oleh semua orang."

__ADS_1


" mengurungkan niat bang Budi untuk melakukan blend date atau kencan buta itu sangat mustahil , dan lagi orang tua aku sangat menginginkan aku untuk segera menikah." Akbar berperang dengan pikiran nya sejenak.


pada akhirnya Akbar melepas kan pikiran yang mengganggu nya sejenak untuk bekerja.


sejatinya Akbar sudah jatuh cinta pada Tasya dan tidak ingin kehilangan nya


pada sore harinya saat Akbar pulang dari kantor. Akbar melihat pemandangan langka. Kelvin keponakan nya sedang asyik bermain dengan Tasya .


" Kelvin di mana mami mu ?" tanya Akbar lembut.


" mami sedang menjawab telepon di belakang om " jawab polos Kelvin


Akbar hanya memandang ke arah Tasya penuh tanya.


" Om Akbar, "


" iya "


" Tante cantik ini siapa nya om ?" tanya polos Kelvin . sembari menunjuk ke arah Tasya. dan matanya memandang Tasya dan Akbar bergantian.


begitu juga Akbar memandang wajah Tasya dan Kelvin bergantian.


" aku tidak tahu apa apa " ucap Tasya sambil mengangkat kedua bahunya.


'' apakah mami Kelvin tau tentang Tante ini ? " tanya Akbar. kepada Kelvin .


" tidak om cuma Kelvin yang tau kok" jawab Kelvin santai nya.


" ya udah sebaiknya Kelvin jangan pernah kasih tau mami tentang Tante ini yah " ucap Akbar yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Kelvin.


" jadi Tante ini siapa nya om ? om Akbar yang ganteng " tanya Kelvin merayu. dengan wajah yang di imut imut kan.


ya ampun tentu saja Akbar meleleh melihat wajah imut keponakan satu satunya ini. bahkan Tasya tersenyum senyum melihat kelakuan keponakan suaminya itu.


" kamu tuh yah paling bisa bikin om gemeeeez " ucap Akbar sambil mencubit pelan pipi bak bakpao milik kelvin itu.


" panggil saja dia Tante , ok dia Tante Kelvin sekarang". jawab Akbar jujur.


melihat suaminya yang berani jujur kepada kelvin. membuat Tasya merasa bahagia . hati nya sangat seperti es krim yang meleleh terkena terik matahari.


tiba-tiba muncul dita dari belakang mereka.


" eh kakak sudah pulang " tanya dita.


" iya sudah " jawab Akbar


" aku sudah masak makan malam dengan bahan seadanya yang ada di kulkas kita bisa makan malam bersama." ucap dita sembari menggendong kElvin.


" sebaiknya kelvin mandi dulu, Om Akbar yang ganteng juga mandi dulu ya " rayu Dita kepada anaknya.


" iya mami tapi nanti aku masih ingin main bersama om " ucap kelvin yang terdengar sangat manis.


akhirnya mereka pun menuju kamar masing-masing dan berbersih diri, setelah itu makan malam bersama di meja dapur sementara Tasya masih tetap berada di dalam kamarnya.

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


sudah selesai membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya like, comment, vote, dan masukkan ke dalam daftar favorit kalian ya. Jangan lupa kasih hadiah sebanyak-banyaknya.


__ADS_2