Istri Gaib

Istri Gaib
santai di pasir putih


__ADS_3

Akbar terbangun sebelum subuh berkumandang, Akbar memandangi istri yang sedang tidur dengan lelap di sisi-nya. wajah Tasya terlihat lelah, namun ada segurat tanda kebahagiaan menggambarkan wajah yang natural kamu tetap cantik tanpa sentuhan makeup.


tak pernah terpikirkan oleh Akbar akan memiliki istri se cantik Tasya. kenapa tidak dari dulu Tasya datang kepadanya.


Akbar benar-benar merasa memiliki seorang istri namun semua orang tidak pernah mengetahuinya. ini membuat Akbar dilema dia terus memandangi wajah Tasya hingga puas.


saat subuh berkumandang Tasya membuka matanya iris biru yang menghiasi wajahnya membuatnya nampak lebih sempurna.


mata biru, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir yang tipis, rambut panjang sepinggang, lebat dan lurus berwarna hitam legam.sungguh Akbar sangat menikmati pemandangan paginya.


" apa masih belum puas memandangi ku terus seperti itu " tanya Tasya setelah terbangun.


" Aku tidak akan pernah puas, tetaplah disini seperti ini di sisiku," ucapan Akbar lancar begitu saja dari mulutnya.


" bukankah sudah kubilang semenjak bang Akbar mengatakan ikrar itu aku akan selalu berada di bawah ketiak mu " ucap Tasya sembari memandang mata se tajam elang milik Akbar.


Akbar menghawatirkan posisi Tasya, Natasya bukanlah manusia yang seperti lainnya, Tasya adalah makhluk dari golongan jin. Akbar sangat bingung memikirkan kedepannya.


" apa yang sedang Abang pikirkan " tanya Tasya melihat Akbar yang terdiam.


" oh tidak, Aku begitu bahagia bisa memilikimu, aku hanya berpikir betapa beruntungnya diriku bisa memilikimu," Jawab jujur Akbar kepada Tasya.


Akbar teringat kejadian di mana dia dikatakan menghilang tiga hari tiga malam. padahal dirinya sedang mengadakan resepsi di istana yang sangat megah. dengan mempelai yang sangat cantik, bak putri dongeng yang turun dari langit.


" ayo bang sebaiknya kita salat azan subuh telah berkumandang" ajak Akbar menunaikan ibadah salat.


walaupun Tasya adalah jin tapi Tasya tergolong jin muslim.


" kalau begitu mari kita mandi junub dulu. lalu kita salat subuh berjamaah " ajak kabar kepada istrinya.


satu kejutan lagi buat akbar mengetahui istrinya pun rajin salat benar-benar tak pernah terpikirkan atau terduga oleh akbar.


Tasya pun hanya terdiam dan menunduk menyembunyikan mukanya yang menjadi merah merona, karena malu. Tasya membayangkan kegiatan panas tadi malam.


" nunggu apa lagi? ayo" ucap Akbar yang mengetahui perubahan pada wajah Tasya, namun masih tetap menggoda Tasya.


" apa tidak sebaiknya mandi sendiri sendiri saja bang ,"


ucap Tasya masih dengan wajah di sembunyikan.

__ADS_1


" kenapa apa kah kau malu?" tanya Akbar masih menggoda.


pertanyaan Akbar hanya di jawab dengan anggukan kecil oleh Tasya.


",ternyata jin perempuan pun memiliki rasa malu yah ?" goda Akbar lagi.


" bukan kah aku sudah melihat semua nya? bahkan dari hal terkecil pun itu semua milikku." ucap Akbar dengan penuh percaya diri. sambil mengangkat dagu Nisa agar Akbar bisa dengan leluasa melihat wajah Tasya.


melihat wajah Tasya yang sangat imut, bahkan kini wajah yang merah karena menahan malu, membuat Akbar, ingin mengulang kegiatan panas tadi malam, tapi mengingat kini waktunya memenuhi panggilan Allah.


Tasya benar tidak bisa berkutik saat di perlakukan begitu manis oleh Akbar. dia bahkan lupa telah mengingatkan Akbar untuk sholat berjamaah bersama.


" ayo kita mandi dulu dan setelah nya melaksanakan shalat berjamaah " ucap Akbar melepas kan tangan nya dari dagu Tasya.


" ah iya bang " jawab Tasya dengan malu malu..


beberapa hari telah berlalu, Nisa sudah lama semenjak kejadian di cafe tempo hari itu tidak menampakan diri.


hari ini adalah hari Minggu hari dimana bang Budi berjanji sudah me reset ulang kembali pertemuan Akbar dengan rosa yaitu blind date.


" mas nanti sore aku tunggu ya di resto cafe dekat pantai di daerah *****" ucap Rossa setelah mendial nomor ponsel Akbar. yang ia dapat dari bang Budi.


" tapi bukankah bang budi sudah mengatakannya kepadamu bahwa dia telah meriset semuanya " ucapkan Rossa dengan nada sedikit kecewa.


" tapi aku belum menyetujuinya untuk bertemu dengan Anda, nona " ucap Akbar masih dengan nada dinginnya.


" baiklah kalau ada waktu luang anda bisa menghubungi ku mas" ucap Rossa dengan menghembuskan nafas kasar.


" baiklah kalau begitu "Akbar segera memutuskan hubungan secara sepihak.


hari ini adalah hari Minggu Akbar berencana akan membawa Tasya jalan-jalan. ya memang Tasya adalah seorang jin,apa salahnya Akbar ingin membawa Tasya bertamasya atau hanya sekedar berjalan-jalan berdua.


Akbar pun membawa Tasya ke tepi pantai terkenal dengan pemandangan yang indah akbar duduk berdua dengan Tasya meski di mata umum Akbar hanyalah seorang diri.


sebelum Akbar membawa Tasya ke tepi pantai, Akbar beli kembang 7 rupa dan minyak wangi erden dan yang kemudian dimakan oleh Tasya ketika di dalam mobil.


Akbar sungguh merasa bahagia menikmati ini semua bersama Tasya.


saat asyik duduk santai di pasir putih berdua dengan tasya tiba-tiba Akbar merasa ada yang duduk di samping nya.

__ADS_1


" acaramu di sini mas kenapa tidak kau bilang, Aku pun merasa senang ternyata kamu pun berada di sini " ucap Rossa yang kebetulan berada di sana, baru saja tiba dan mengikuti Akbar duduk di pasir putih yang hanya beralaskan sandal.


" ......." Akbar yang bingung dengan kehadiran Rossa tiba-tiba pun hanya terdiam.


" kenapa wanita ini tidak ada bedanya dengan Nisa di mataku " Akbar membatin. sambil menatap tajam kearah Rossa.


Rossa yang merasa mendapat tatapan tajam dari Akbar membuka bicara.


" ada apa mas apakah ada yang salah denganku " puasa yang tidak nyaman dengan tatapan tajam milik Akbar.


"tidak kalau tidak salah, hanya saja sudah kubilang aku ada acara dan memiliki pertemuan dengan orang lain ." ucap Akbar beralasan.


" pertemuan?, dengan orang lain? di sini?" Rossa benar-benar tidak percaya.


" Aku bahkan melihatmu hanya seorang diri seperti orang yang sedang tertekan, aku akan siap menemanimu kapanpun kau mau " ucap Rosa dikit menggoda bahkan kini tangan Rosa berusaha meraih lengan Akbar.


Tasya yang melihat suaminya sedang digoda oleh wanita lain dan tidak menolak nya Tasya merasa ada sesuatu yang mencubit ulu hatinya.


Tasya pun segera beranjak dan meninggalkan Akbar dengan wanita itu.


melihat Tasya pergi meninggalkannya akbar pun segera beranjak dan melepaskan tangan nya dari cengkeraman Rossa.


" mas mau ke mana ?" ucap Rossa yang heran dengan perilaku Akbar.


" ah, tidak aku hanya ada urusan yang lebih penting." ucap Akbar terdesak dengan keadaan dan juga bingung harus mengatakan apa.


Akbar pun segera berlari , berlari mencari keberadaan Tasya namun dia telah mencari kesana kesini tapi tak ada satupun tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan tasnya.


sementara Rossa hanya bisa mengawasi Akbar lewat kejauhan melihat tingkah laku Akbar yang aneh.


🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎


**setelah membaca jangan lupa tinggalkan jejak like ,komen, vote, masukkan ke daftar favorit kalian ya.


Jangan lupa kasih hadiah sebanyak-banyaknya.


selamat berbuka bagi yang melaksanakan ibadah puasa.


marhaban Ya romadhon**,

__ADS_1


__ADS_2