Istri Gaib

Istri Gaib
jin poligami


__ADS_3

setelah sesampainya di kantor atasannya pun memberikan bonus kepada Akbar . Akbar pun merasa senang dan juga sedih dalam waktu yang sama. senang karena petualangannya mendapatkan hasil sedih karena masuknya hanya untuk menutupi hutang yang Nisa pakai tetapi Nisa nya telah pergi meninggalkannya.


tempat duduk termenung di kantin kantor sembari makan makan siang seorang diri. tiba-tiba dari belakang datang pak Slamet dan menepuk pundaknya sedikit keras.


"eh jangan ngelamun lagi nanti kesambet, mau ? " ucapan slamet tiba-tiba.


" ah pak Slamet bikin kaget aja hampir saja jantungku lepas dari tempatnya " gurau Akbar.


" ngomong-ngomong gimana hasilnya lumayan kan bonusnya bisa buat traktirin dalam sebulan dong hahaha " tawa renyah pak Slamet.


" ah soal itu untuk menutupi utang aja belum bisa masih kurang separuh " ucap Akbar sendu.


'' kamu punya hutang bukannya kamu ini pria yang paling irit " ucap pak Slamet sambil mengeryitkan kedua alisnya tidak percaya.


" ini bukan aku " ucap Akbar


" lalu siapa ?" ucap pak Slamet semakin bingung.


" ah sudahlah ini adalah masalah aku " jawab antar enteng.


" cerita kepadaku bar karena bagaimanapun juga kau kan rekan kerja ku '' rayu pak Slamet .


" apa orangtuamu di kampung membutuhkan, ?" banyak pak Slamet lagi berusaha menggali informasi.


" tidak mereka tidak membutuhkan " ucap Akbar sembari menatap pak Slamet penuh intimidasi.


" hai ayolah kalau kamu kalau punya beban harusnya kau cerita padaku " pak Slamet tetap kekeuh dengan pendiriannya yang ingin tahu u keadaan Akbar saat ini.


" lagipula mana mungkin orang tuamu membutuhkan kan mereka memiliki usaha di kampung yang bisa dikatakan lebih dari cukup " lanjut pak Slamet lagi.


" tenanglah pak Slamet aku bisa mengatasi masalah ku sendiri " ucap Akbar penuh dengan keyakinannya.


" ya sudah kalau begitu kalau ada apa-apa datang padaku jangan kau pendam sendiri sehingga kau menghilang seperti kemarin " ucap slamet sembari meninggalkan Akbar di kantin sendiri.


" meeting dengan klien sebaik nya kau baik-baik saja ya " ucap pak Slamet.


" aku akan baik-baik saja pak jangan khawatir karena aku bukankah sudah tiga hari tiga malam aku menghilang tapi masih bisa pulang dengan selamat."


" yayaya saya percaya padamu Akbar, Akbar Maulana."


lalu mereka pun berpisah.

__ADS_1


***


udah 3 hari semenjak Akbar hanya mendapatkan kelopak bunga mawar ini adalah hari Minggu, adalah hari libur untuk Akbar dan semua karyawan.


Akbar pun berencana untuk pergi ke pasar pagi sebelumnya dia melihat keberadaan Tasya nya ternyata dia masih tertidur lemah dengan keadaan tubuh yang semakin mengecil kehilangan tenaga.


" ya ampun kasihan sekali kamu menjadi istriku namun tak terurus seperti ini " gumam Akbar.


"aku akan mencarikan kembang 7 rupa dan minyak wangi Harden untukmu Tasya " gumam Akbar lagi tanpa bisa didengar oleh Tasya .


Akbar pun mengendarai mobilnya dan menuju pasar ketika sampai di depan pasar tempat biasanya ia membeli dan kemarin berjumpa dengan pria aneh yang pernah memonopoli di bandara nya akbar pun berhenti dan berpikir.


" jika nanti aku berjumpa dengan pria aneh itu lagi bisa berabe urusannya " pikir Akbar.


" aku harus pergi dan mencari tempat pasar tradisional yang lain selain ini meskipun lebih jauh dari ini " gumam Akbar sambil memutar setir nya putar balik mobilnya.


" haruskah rempong ini memiliki istri jin " lagi-lagi Akbar frustasi memikirkannya.


" seharusnya aku bahagia menikah dengan manusia bukan dengan jin "


sesampainya di pasar tradisional yang Akbar tuju. alangkah terkejutnya Akbar, karena pria aneh itu sekarang berada di depannya dan sedang membeli kembang 7 rupa beserta minyak wangi erden.


Akbar teringat ucapan si ibu penjual bunga bahwa pria ini memiliki istri jin dan setiap minggu sekali datang ke sana untuk membeli bunga. dan kini belum ada seminggu pria itu telah membeli bunga kembali di tempat yang berbeda apakah istrinya tidak cuma satu.


" apakah di alam gaib bisa memiliki istri lebih dari satu yang disebut poligami , " gumam Akbar lagi.


setelah yakin pria aneh itu pergi dari lapak penjual bunga akhirnya akbar pun turun dari mobilnya.


": permisi saya mau mesan bunga tujuh rupa dan minyak wangi Arden." kata Akbar.


" apakah untuk sesembahan " tanya si penjual kali ini penjualnya adalah pria .


" tidak, ini untuk istri saya " jawab Akbar jujur.


daripada dibilang sesembahan nanti dikira Akbar memiliki n pesugihan. Maka dari itu Akbar memilih untuk jujur saja.


tapi yang bikin heran Akbar adalah kenapa harus ditanyakan untuk apa begitu kepo nya para penjudi bunga ini.


" kami bertanya semata-mata untuk persediaan minyak wangi erden sangat terbatas " jelas si penjual bunga kepada Akbar seakan-akan mengetahui batin Akbar.


" memangnya kenapa dengan minyak wangi erden" tanya Akbar.

__ADS_1


" minyak wangi air dan hanya digunakan untuk lelembut selain mahal barang ini juga langka. hanya menutup menyediakan stok yang dibutuhkan saja. " jelas si penjual bunga.


" oh begitukah rupanya ,apakah semua jin perempuan itu, cantik,? " tanya ambigu Akbar.


" tidak semua terkadang mereka hanya dipergunakan oleh manusia untuk kepentingan mereka " jelas orang itu lagi.


" dan biasanya yang bisa memiliki hanya orang-orang yang belum menikah sama sekali tidak pernah menyentuh manusia lain jenis " jelas si penjual bunga itu lagi.


" tapi ada juga yang pernah bahkan doyan dengan manusia tapi juga doyan memancing biasanya ilmunya sudah tingkat tinggi " kata si penjual itu.


Akbar hanya terdiam mendengarkan penjelasan si penjual bunga itu , sambil sesekali mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. pantas aja selama ini membeli bunga selalu digunakan untuk apa?.


setelah selesai membayar bunga tujuh rupa dan minyak wangi Harden segera beranjak pergi dari tempat itu sebelum bertemu kembali dengan pria aneh itu.


saat hendak memasuki mobil Akbar dihadang oleh pak Slamet yang kebetulan mengantar istrinya belanja.


'" apa yang kamu sedang lakukan Akbar ?" tanya pak slamet sambil melihat kantong kresek yang ditentang oleh Akbar.


" ah biasa hari ini kan hari Minggu seorang lajang yang selalu belanja sendiri membeli kebutuhan sehari-hari "


kilah Akbar.


'" oh ya, mangkanya segera kan mencari pendamping hidup, supaya tidak belanja sendiri, masak sendiri, nyuci baju sendiri, " kata apa kabar.


" masak-masak sendiri nyuci baju sendiri tidur pun sendiri " lanjut pak Akbar sambil bernyanyi mengejek Akbar terang-terangan.


Akbar hanya tersenyum kecut saat diejek seperti ini apalah daya seorang bujang lapok.


ejekan seperti itu sudah menjadi makanannya setiap hari.


Akbar pun pergi meninggalkan Slamet, yang masih penasaran dengan kantong yang dibawa oleh akbar,


"belanja apa itu kok ringan sekali kelihatannya ? "


gumam pak Slamet setelah kepergian mobil Akbar yang semakin tak terlihat.


" dan iya kenapa dia belanja di sini bukankah di dekat perumahan yang ada di pasar tradisional kenapa dia belanja di sini ini kan lebih jauh dari tempat tinggalnya " pak selamet curiga.


," emang anak itu semakin aneh semenjak dia menghilang tiga hari tiga malam. " gumam pak Slamet dan berhenti berpikir tentang akbar karena istrinya yang sudah selesai belanja dan mengajak bulan pulang ke rumah


🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎

__ADS_1


selesai membaca jangan lupa tinggalkan jejak like like beri hadiah komen dan masukkan ke dalam daftar favorit kalian .


__ADS_2