
saat Akbar bangun di pagi hari Akbar dikejutkan dengan hidangan beraneka ragam makanan diatas meja telah terhidang. Akbar Akbar pun kebingungan.
" siapa yang masak sepagi ini dan siapakah gerangan bukankah di rumah ini hanya ada aku dan Tasya sedangkan Tasya hanya makan bunga dan dia iadalah jin." Gumam Akbar
" ibuku yang datang tadi malam saat dia tidur nyenyak"
" ku periksa dulu kamar yang ku sediakan untuk ibu bapak ketika mereka menginap di sini "
"biasanya saat orang tua ku datang pasti disuruh menjemput di stasiun kereta kenapa ini tak ada kabar " Akbar ber,guman sambil memijit pelipisnya.
lalu Akbar bergegas menuju kamar yang disediakan untuk orang tuanya ketika mereka mengunjunginya.
namun tak satupun tanda-tanda bahwa mereka tiba di sini.
" ya Tuhan cobaan apalagi ini kemarin kemarin Tasya, Nisa dan sekarang tiba-tiba ada makanan segini banyak siapa yang masak?
" atau jangan-jangan...?"
Akbar pun membuka kulkas dan memeriksa isinya ternyata, kulkasnya berkurang isinya apa yang dia beli kemarin sebagian berkurang dan dia membuka tudung saji ternyata sudah tersaji di atas meja dengan cantik dan terlihat sangat menggugah selera.
Akbar berhenti berpikir karena apa yang dikira itu tidak mungkin baginya.
lalu Akbar pun bergegas menuju kamarnya dan mengecek keberadaan Tasya.
alangkah terkejutnya Akbar melihat Tasya yang kini ukurannya sebesar anak-anak usia 12 13 tahunan. dan lebih mengejutkan lagi Tasya itu hanya memakai kemeja Akbar sehingga terlihat sangat longgar di tubuh Tasya.
" bang Akbar sudah bangun, dari mana aja? cepet mandi, dan sarapan hari ini Abang pergi ke kantor tidak ?"u cap Tasya lembut
" kamu yang masak makanan begitu banyak di di meja makan ? " tanya Akbar tak percaya. bahkan Akbar pun melongo mengingat kenyataan bahwa Tasya adalah jin tapi dia benar-benar seperti manusia di matanya.
'' ya bang saya yang masak, karena saya melihat banyak bahan makanan di kulkas " ucap Nisa sambil tersenyum sangat manis.
" baiklah aku mandi terlebih dahulu " apa sambil berlalu dan membawa handuk nya.
di meja makan Nisa pun membantu Akbar menyiapkan makanannya. Akbar Akbar terlihat ragu untuk memakannya,
" apakah ini akan enak seperti kelihatannya " ucapnya sambil memandangi Tasya dengan serius.
__ADS_1
" coba aja dulu bang, Abang kan belum nyoba " ucap Nisa sambil menyodorkan sesendok nasi beserta sayur lodeh dan tempe goreng.
" pagi ini aku cukup masak ini dulu kang takutnya Abang memarahiku karena aku yang lancang tapi aku harus meladeni mu sebisaku" Nisa sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.
" jin aneh, jaman sekarang ada ada aja setan yang yang bisa masak. " pikir Akbar
" apakah semua makhluk gaib bisa melakukan ini ? 'Akbar penasaran bertanya.
'' aku hanya berusaha, tidak semua jin bisa memasak termasuk aku, aku hanya ingin menjalankan pekerjaanku sebagai seorang istri yang sayang terhadap suami '' jelas Tasya tertunduk malu.
" oke aku coba enak apa enggak,. " ucap Akbar
" gimana rasanya, enak nggak ? tanya Tasya setelah melihat Akbar menyicipi masakannya
" lumayan enak, tidak malah enak sekali " ucap Akbar menyodorkan piringnya meminta tambah sayur asamnya beserta tempenya .
" ini juga sambel terasi cicipi dong " mohon Tasya, sambil mengambilkan sesendok kecil sambal terasi.
" pas dan nikmat " ucap Akbar dengan mulut penuh dengan makanan.
" apakah aku masih boleh lanjut memasaknya bang Akbar" ucap Tasya memastikan.
biasanya Akbar hanya sarapan bread toast atau hanya meminum susu saja, sarapan pagi nasi goreng itu ketika hari libur atau hari Minggu saja.
" tapi kenapa tubuhmu tidak seperti saat pertama kali aku melihatmu di danau Tamiang ? tanya Akbar mengernyitkan kedua alisnya bingung.
" karena aku hanya memakan bunga kelopak bunga saja dan itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ku " jawab Tasya sendu .
" dan iya aku meminjam kemejamu ini karena aku tidak memiliki baju." ucap Tasya pelan.
" maafkan aku lain kali akan ku belikan kembang 7 rupa berserta minyak wangi erden " Akbar sambil meninggalkan Tasya sendiri di dalam rumah dan dikunci dari luar Akbar pergi ke kantor hari ini.
saat di kantor kabar bertemu pak Slamet. " apa kabarmu Akbar apa kamu sudah baikan? " ucapan selamat sambil menepuk pundak Akbar pelan.
''ya Alhamdulillah sekarang aku lebih sehat dari kemarin terima kasih pak atas perhatiannya, lalu bagaimana keadaan Putri bapak yang kecelakaan itu." ucap Akbar.
" alhamdulilah dokter sudah mengizinkan pulang besok " ucap pak Slamet sambil membuang nafas kasar.
__ADS_1
" mari kita makan siang bersama, nanti siang saya yang traktir makan pak, sebagai itung-itung sebagai tanda terima kasih kepada bapak telah peduli padaku." tawar Akbar.
" hai ayolah kamu sudah seperti adik bagiku " ucapan selamat kembali memukul pundak Akbar.
'' ya sudah sampai bertemu nanti siang saya harus melaporkan hasil tugasku kemarin di danau Tamiang "sambil melangkah pergi meninggalkan pak Slamet sendiri.
" pasar bujang lapok, seandainya putriku sudah besar mungkin kan ku jodohkan dengan putriku kasihan dia padahal dia pria yang sangat baik dan pekerja keras." Gumam pak Slamet seorang diri.
saat sore hari setelah pulang kerja Akbar memutuskan untuk menjenguk Putri pak selamat yang masih dirawat di rumah sakit dan membawa oleh-oleh buah tangan.
Putri pak selamet yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP nampak terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan ditunggu oleh ibunya.
Akbar datang bersama pak Samad sepulang kerja karena mereka sudah janjian tadi siang saat makan bersama.
" hai cantik gimana keadaanmu apakah ada yang terluka parah ? '' tanya agar dengan senyum manis. dan menyodorkan keranjang buah yang di bawahnya
" tidak ada om, Alhamdulillah hanya sedikit luka ringan.'' jawab Rena Putri pak Slamet sambil tersenyum dan menerima keranjang buah dari Akbar.
" terima kasih Om buahnya , kenapa Om harus repot-repot. " ucap Rena lagi.
" ah tidak itu hanya sedikit saja untuk menambah vitamin buat kamu supaya cepat sembuh " ujar Akbar.
" aku dengar dari ayah katanya om menghilang waktu bertugas di danau Tamiang, benarkah itu om " Rena tidak percaya, bagi Rina hal seperti itu sangat mustahil.
" ah anak ayah ini tidak percaya sedikitpun perkataan ayah, " ucapan selamat sambil membelai rambut Rena dengan lembut.
" ya Om tahu om hanya pergi sebentar " ucap Akbar
" Om bingung dikatakan menghilang selama tiga hari tiga malam " Akbar berkata jujur.
" jadi kamu tidak merasa menghilang bar kemarin " sambil mengeryitkan kedua alisnya, yang tebal.
" apa jangan-jangan dek akbar ini memasuki alam ghaib, atau diculik jin atau makhluk gaib " ucap istri pak Slamet.
" iya, ada betulnya juga kata-kata mu mah , sebab ini semua mustahil terjadi, seluruh desa dan kawasan Danau tamiyang sudah kamu telusuri tapi tak juga ketemu dengan Akbar, tapi malah dia muncul sendiri entah dari mana " jelas pak Slamet sambil menunjuk-nunjuk kan telunjuknya seperti orang mau menembak .
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
__ADS_1
sesudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak, klik like, beri hadiah, vote, masukkan ke dalam daftar favorit kalian, terima kasih.