
setelah semua selesai sarapan Akbar berangkat duluan ke kantor. tinggal Dita Reno dan Calvin.
Dita segera mengemasi piring piring kotor dan mencuci sekali an. sementara Reno menunggu Dita di meja makan.
sedangkan Calvin segera berlari ke kamar Tasya mencari keberadaan Tasya.
" Tante cantik, kenapa Tante tidak ikut sarapan bersama kami ?" ucap Calvin sambil memanyunkan bibirnya.
" oh... perut Tante lagi mules sayang " Tasya berusaha untuk mencari alasan.
" oooh... "
" iya sayang "
" apa Tante cantik sudah minum obat ?" tanya Calvin begitu perhatian.
" sudah sayang , Tante sudah minum obat kok " ucap Tasya mengangguk angguk kan kepalanya.
" Tante cantik kenapa pake daster itu terus , emang nya om Akbar tidak membeli kan baju baru buat Tante ?"
tanya polos Kelvin.
" oh , itu , mungkin om Akhbar lupa, he he he ... iya lupa " Tasya pun terlihat kaku dan canggung.apalagi yang di pakai Tasya adalah daster ibunya Akbar bisa jadi Calvin tau kalau yang di pake adalah daster nenek nya.
" itu kan daster nya eyang Putri " tuh kan bener Calvin mengenali daster yang dikenakannya oleh Tasya.
" tapi meski pakai daster dan tetap cantik ," goda Calvin.
pipi Tasya pun berubah merah merona seperti tomat, bahkan Tasya dirayu anak kecil pun menjadi malu-malu kucing.
" kamu tu ya kecil-kecil pintar merayu " Tasya pun sudah tak tahan ingin mencubit pipi gemoy milik Calvin, sembari tertawa menyembunyikan semburat pipinya yang merona.
dan sesekali menggelitik tubuh mungil Calvin.
" ha ha ha ..." Calvin tertawa lepas, karena ke galian.
gelak tawa Calvin pun terdengar sampai ke dapur ke telinga mommy dan Dady nya. seketika gerakan tangan kita yang sedang mencuci pun terhenti.
lalu dita mengecek meja makan dan melihat suaminya sedang bermain ponsel sorang diri.
" loh lalu Calvin tertawa dengan siapa kalau mas Reno masih disini "pikir Dita bingung.
Reno yang melihat dita sedang mengawasinya pun segera beranjak dari kursinya dan mencari keberadaan Calvin.
" kamu disini mas, Calvin dengan siapa mas" ucap Dita bingung. sebenarnya masih ada perasaan marah dengan Reno tapi gimana lagi ini soal anak mereka berdua. Dita tak mau egois.
" entah lah tadi dia berlari menuju arah ke kamar. " ucap Reno sambil berjalan menuju kamar.
masih merasa aneh Dita pun mengikuti langkah suaminya mencari keberadaan Calvin putra mereka.
__ADS_1
benar saja Calvin sedang berlarian di ruang tengah seakan-akan ada yang mengejarnya padahal tak ada seorangpun yang nampak sedang mengejar Calvin.
" Calvin kamu lagi ngapain , sayang ? " tanya Reno setelah sampai di ruang tengah yang dekat dengan kamar kamar.
" Hem..., ha ha ha " Calvin berusaha untuk meredam gelak tawa nya tadi. sekarang dia bingung mau bilang apa pada mommy Dady nya .
sudah jelas-jelas Calvin sedang bermain dengan Tante Tasya tapi kenapa mereka masih bertanya.itu membuat Calvin semakin bingung. Tasya pun segera beranjak dari ruang tengah itu dan masuk ke dalam kamar nya.
Calvin yang melihat wajah cemas Tasya, saat meninggalkan mereka pun pergi meninggalkan kedua orang tua nya itu tanpa jawaban pasti. Calvin segera mengejar Tasya.
" kalau Calvin terus bermain dengan ku bisa bisa gawat urusan nya." pikir Tasya.
Calvin segera mengetuk pintu kamar Tasya.
" tok tok tok "
" Calvin apa yang kamu lakukan nak, di sana tidak ada siapa siapa sayang " tanya Dita yang sudah yakin di dalam kamar itu kosong .
" mommy ada Tante di dalam. " ucap Calvin polos.
" tidak sayang ayo sebaiknya kita main bareng " ajak Reno.
" enggak mau " .
" Calvin cuma mau main sama Tante cantik saja " Calvin sedikit berteriak.
" Tante cantik?" Dita pun melongo dan segera melotot i Reno suaminya itu.
" ya Tuhan , enggak sayang, itu enggak mungkin ," ucap Reno sambil menyatukan kedua telapak tangan nya dan di taruh di depan wajahnya.
" itu buktinya Calvin saja bilang ada Tante cantik yang sedang kamu sembunyikan mas" kini spatula di tang kanan Dita sudah di angkat ke udara.
" sayang jangan gitu dong " ucap Reno memelas Reno bukan tipe takut atau berani pada istri tapi perasaan istri lah yang dia utama kan.
" sayang, sayang, ini sayang mu ," Dita menunjukkan spatula yang sedang di pegang nya .
" sebaiknya kita lihat siapa yang ada di dalam kamar itu " ucap Reno membujuk istri nya itu sembari menunjuk ke arah pintu kamar Tasya.
sejenak kemudian Dita patuh kepada suami nya itu.
" baik , ayo kita tengok siapa yang ada di dalam " mengingat selama ini tuduhan selalu meleset akhirnya Dita pun luluh
" ayo sayang "reno berusaha memegang tangan kiri istri nya itu tapi berakhir menggemaskan,
" plaak " spatula yang sedang di pegang oleh Dita pun melayang tepat di lengan Reno yang putih mulus, membuat kulit Reno langsung terlihat merah. maklum Reno adalah seorang artis pasti selalu melakukan perawatan kulit.
" jangan pegang pegang " bentak Dita.
'' auuuuw .... sakit sayang" ucap Reno sembari mengelus lengan kanannya bekas spatula itu.
__ADS_1
Reno hanya mendapatkan tatapan tajam dari Dita. selama itu urusan tentang wanita lain Dita akan menjadi harimau betina . untuk melindungi kedudukan nya dan juga keutuhan rumah tangga nya .
saat mereka membuka pintu kamar Tasya, Tasya sedang mematut matutkan diri di cermin . lalu Tasya mengambil baju gamis ibunya Dita, tentu sja di mata Dita dan Reno baju itu jadi melayang di udara.
" gak ada siapa siapa sayang , kamu masih tidak percaya dengan ku " ucap Reno membela diri sendiri.
tapi sedetik kemudian terkejut dengan baju yang melayang.
" mas renooo.... itu apa ?" teriak Dita.
" apa mana ?"
" hwaaaaaaa " teriak Dita dan reno bersamaan.
sementara Calvin hanya terdiam memandangi Tasya.lalu melihat mommy dan Dady nya dengan bingung.
lalu Reno menggendong Calvin dan juga menarik tangan Dita dan lari dari kamar tersebut.
mereka segera berkemas dan pergi dari rumah Akbar.
" ingat mas kejadian kemarin akan aku perhitungkan nanti di rumah, sekarang aku mau pulang bukan berarti urusan kita sudah kelar mas," ucap Dita kepada suami nya di sela sela mengepak barang nya kembali ke koper.
" iya sayang nanti akan aku jelaskan di rumah " ucap Akbar masih dengan muka pucat pasinya. masih mengingat baju gamis milik ibu mertua nya yang melayang sendiri di udara.
saat mereka hendak keluar rumah , bersama an dengan tasya yang menuju dapur untuk membersihkan dapur. Tasya yang tidak sabar melihat dapur Akbar berantakan, ingin segera membersihkan nya.
saat ini Tasya sedang berjalan membawa kain lap.
untuk membersihkan meja makan.
" haaa haaa itu melayang lagi " ucap Reno melotot ketakutan.
" kenapa rumah kak Akbar menjadi berhantu" teriak Dita.
" cepat kita tinggalkan rumah ini " seru Reno, sembari menyambar koper milik Dita.
"ayok "ucap Dita buru buru.
mereka keluar begitu saja, tanpa ingat yang lain sesampainya di dalam mobil.dan Reno pun segera menancap gas.
" mas kaya ada yang kurang deh , tapi apa ?" ucap dita kepada Reno suaminya .
" iya apa koper sudah aku bawa, apa lagi ?" tanya Reno sambil terus berpikir.
" Calvin....!!!!!" teriak mereka bersamaan.
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
**habis membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya,
__ADS_1
like, comment, vote, dan beri hadiah sebanyak-banyaknya ya.
jangan lupa masukkan ke dalam daftar favorit kalian**.