
" emhhh bau masakan. pasti Tasya yang sedang memasak di dapur." pikir Akbar.
lalu Akbar menyimpan uang yang di temukan oleh Akbar di kamarnya. dan bergegas pergi ke dapur untuk melihat Tasya.
" ya ampun sayang dari mana aja kok ......"
Akbar terhenti dengan ucapan nya dan mundur dua langkah dari tempat nya berdiri setelah melihat siapa yang sedang memasak di dapur nya itu.
" i ibu ....." Akbar tersentak, tidak percaya dengan mata nya, seperti ada yang salah dengan mata Akbar, dia terus saja mengucek matanya. berusaha menghilangkan sesosok di depan nya .
berharap berubah menjadi tasya wanita jin yang di cari cari nya dari kemarin.
" ka kapan ibu datang?"
" tadi malam , " kata ibunya sambil memasukan beberapa bahan masakan ke dalam wajan penggorengan, lalu memandangi wajah putra nya tersebut.
" siapa yang kamu panggil sayang? dan dimana dia sekarang " ucap ibu Dayu kepada putranya.
" hah ibu, aku kita tadi ....
Akbar pun berpikir keras untuk menghindari kejujuran. Akbar pun menampar pipi nya sendiri dan mencubit lengan nya sendiri.
" plaaaakkkk..''
" auuuu.." teriak Akbar histeris sendiri.
" sakit ?" tanya Bu Dayu kesal.
" iya Bu, kukira aku masih dalam dunia mimpi tadi." ucap Akbar melancarkan aksinya.sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan ibunya. sungguh tak pernah terpikirkan oleh nya , mendapatkan kejutan tak terduga di pagi hari seperti ini.
tapi hal yang tak Akbar duga pun terjadi.
" kamu tuh yah , mimpi, mimpi terus mbok ya cepet bangun cari istri yang nyata jangan mimpi doang !!" seru ibu Dayu sembari menjewer telinga putranya itu.
" aduuuuuh....sakit Bu "
wanita berumur itu sudah memiliki dua warna rambut di kepalanya. tapi masih kelihatan muda dari umur sebenarnya. dia datang tadi malam, karena ingin memberi kejutan kepada putranya dia menghubungi Dita putri angkatnya untuk meminta kunci cadangan rumah Akbar.
umur nya yang sudah tak muda lagi, sudah tak tahan lagi mengetahui putranya masih juga.belum memiliki pasangan hidupnya.
__ADS_1
" iki wes arep se sasi le, Kawit awak mu njanjeni mbok mu sing wes tuwo Iki, ndi mantu sing sampean janji' ne " ucap Bu Dayu dengan jari jari tangan nya masih menempel di daun telinga Akbar.
" mbok , pke bahasa Jawa aja yah kasian pembaca, nanti bingung,pada nggak ngerti ! "
" Iyo, jawaben Sik."
" iya,iya ibu Akbar janji ntar bawa pulang calon menantu pulang ibu , aduuuu...h" Akbar masih mengaduh karena kuat nya tarikan jemari tangan ibu Dayu itu
" janji, janji, janji, Mulu yang kamu katakan hah !" Bu Dayu bersuara lantang tepat di telinga Akbar.
" ngiiiing " telinga Akbar langsung berdenging.
" ada apa ini, kok pagi pagi sudah ribut, kaya di pasar obralan aja " ucap pak Handoko suami ibu Dayu. bapak nya akbar. yang tiba-tiba datang dari pintu luar dapur , yang membawa secangkir kopi yang sudah habis .
" ini pak anakmu yang katanya mau bawa pulang menantu, menantu dalam mimpi..!, masa ibu sendiri di panggil sayang. dia pasti sudah pingin. cepet cepet, tapi kenapa gak juga cepat nyarinya." suara ibu Dayu begitu lantang, membuat Akbar hanya bisa diam seribu bahasa. dan meringis kesakitan.
" ya sudah toh Bu, gak pake si jewer itu telinga Akbar " pak Handoko berusaha untuk merayu istri nya itu.
" iya Bu sakit ini...!" mohon Akbar.
" biar saja wong kamu itu pintar mbohongin ibu mu ini " Bu Dayu bersih kukuh dengan jemari nya di telinga Akbar. bahkan kali ini sesekali memukul pantat akbar dengan Sutil alat untuk memasak. karena tadi Bu Dayu sedang memasak.
" sakit....Bu ampun " Akbar terus saja memohon.
" biar rasakan nih." Bu Dayu terus saja melancarkan aksinya.
" udah Bu Akbar bukan anak kecil lagi " pak Handoko berusaha untuk menenangkan istri nya yang sedang urung uringan tersebut.
" iya Bu Akbar sudah gede jangan gitu dong bu !"
ucap Akbar memelas.
akhirnya Bu Dayu melepaskan telinga Akbar dari cengkeraman jemarinya.
" seharusnya ibu sama bapak kalo mau kesini bilang biar aku jemput nanti " ucap Akbar kesal.
" eee..... kamu ya sudah pintar ceramah kepada orang tua mu ini yah ...! "ucap lantang Bu Dayu, sambil memukul-mukul pinggang Akbar dengan Sutil di tangan nya.
" pak, aduh ampun Bu sakit, pak kalau cari istri jangan galak galak gini ngapa pak " ucap Akbar sembari berlari menghindari ibunya itu.
__ADS_1
Bu Dayu pun mengejar Akbar masih dengan Sutil yang di tangan siap melayang ke tubuh putra nya itu.mereka saling mengejar memutari meja makan.
" Bu ini bau apa? kok kayak gosong gosong gini " kata pak Handoko, sambil mengendus endus hidung yang mancung itu.
ucapan pak Handoko menghentikan langkah Bu Dayu untuk mengejar Akbar. dan mengikuti gerakan pak Handoko mengerucut kan bibir dan mengendus endus kan hidung.
" iya ya pak , bau gosong." ucap Bu Dayu masih belum sadar, bahwa bau gosong berasal dari masakannya sendiri.
" Bu itu....." ucap Akbar berlari ke arah kompor dan kematikan api kompor gas.
" haaah....! gosong.....!" teriak Bu Dayu lalu berlari ke arah Akbar berdiri.
" ini semua salah kamu Akbar...." teriak Bu Dayu lagi dan lagi mengejar Akbar dengan sutil di tangan nya.
" ibuuuu....! yang masak ibu kenapa Akbar yang di salahin " ucap akbar berusaha mencari cara agar lepas dari kutukan Sutil sang ibu.
" oohhh begitu jadi sekarang kamu nyalahin ibu " ucap Bu Dayu semakin semangat mengejar putra nya tersebut.
" bukan bukan begitu Bu.. maksud Akbar " ucap Akbar kini bersembunyi di balik tubuh bapaknya yang dari tadi hanya senyum senyum melihat pemandangan ini.ibu dan anak saling kejar mengejar.
" ayo lah pak bapak jangan diam saja, belain kek putra mu ini" ucap Akbar masih menghindari ibu Dayu dengan bertolak tubuh bapaknya itu
" sudah Bu sudah jangan kaya anak kecil, kasian Akbar." ucap pak Handoko berusaha melindungi putra semata wayangnya itu.
" sini kamu... sini..." Bu Dayu berusaha untuk menggapai tubuh Akbar.
" Jangan Bu sakit ,..." akbar berucap memelas .
" makanya kasih ibu cucu biar ibu bisa main sama cucu ibu " kata Bu Dayu masi Keukeh dengan pendiriannya.
" ibu.. ibu bisa saja ke rumah Dita dan bermain dengan Calvin kan Bu ." ucapan Akbar menghentikan langkah Bu Dayu.
" kamu benar tapi tetap saja ibu tak mau melihat kamu jadi lajang terus Akbar." ucap Bu Dayu lalu duduk di meja makan. kemudian di susul oleh pak Handoko dan Akbar.
" ibu sebenarnya Akbar sudah punya istri Bu , tapi bagaimana Akbar mengatakan nya, ibu pasti akan sangat tidak percaya " batin Akbar.
" Akbar ibu dengar dari Dita kamu punya kekasih yang bernama Nissa tunjukkan pada ibu nak " ucap Bu Dayu membuat Akbar langsung melotot kan kedua matanya.
" gleeek...." Akbar menelan salivanya .
__ADS_1
" tapi Bu ...." ucap Akbar.