
sepulang dari rumah sakit agar teringan istri kecilnyq ghaib. meminta kembang 7 rupa dan minyak wangi erden. bukankah Tasya sekarang tubuhnya seperti anak usia 13 tahunan.
" ah kenapa sih repot ini memiliki istri jin bahkan malam-malam pun harus keluyuran ke pasar tradisional " ucap Akbar sambil memukul setir mobil yang sedang ia kendarai.
nahasnya sesampainya sesampainya Akbar di pasar ternyata pasarnya sudah tutup.
" bagaimana ini " apa pun membuka ponselnya dan melihat lapak penjualan bunga online. namun tak ada satupun yang menjual bunga tujuh rupa dan minyak wangi erden.
" sudah sebaiknya besok lagi kucarikan "gumam Akbar sambil memutar mobilnya balik kembali ke rumah.
sesampainya di rumah Akbar dikejutkan dengan keberadaan istrinya semakin kecil tadi pagi seperti anak 13 tahunan sekarang semakin pendek seperti anak umur 9 tahunan.
" sudah pulang bang, Abang sudah makan malam belum " ucap Tasya menyambut kepulangan Akbar, dan kini kemeja yang tadinya iya pakai bisa menutupi hanya menutupi bokong kini sudah hampir menutupi seluruh pahanya
Tasya terlihat imut di mata Akbar setelah Akbar perhatikan namun Akbar masih berpikir bahwa Tasya adalah seorang.
" sudah apakah kamu sudah memasak makan malam " tanya kabar seperti kepada pembantunya saja "
" belum bang, tubuhku semakin melemah, bang " cek Tasya menundukkan kepala.
" maafkan aku bang apa kah bang belum makan ?" tanya Tasya.
" belum sih tapi tenang saja aku bisa pesan online nanti seperti biasa nya " ucap berlalu meninggalkan Tasya dan menuju ke kamarnya dan bersih diri.
" drrrt. "
" drrrrt '
ponsel Akbar berbunyi lalu Akbar pun mengangkatnya. setelah dia selesai memakai baju bersiap untuk mau menunggu makanan dari tukang ojol.
ternyata dari orang tuanya di kampung, menghubungi karena rindu.
saat Akbar mengangkat telepon dari ibunya terlihat gambar buka ibunya memenuhi layar ponselnya.
" assalamualaikum halo ibu bapak gimana kabarnya ?" salam Akbar dengan penuh nada hormat, dan tersenyum manis.
" waalaikumsalam Alhamdulillah ibu bapak baik-baik saja anak ibu gimana sehat juga bukan " ucap ibu Akbar dengan penuh kelembutan.
terlihat di kedua wajah orang tua Akbar sangat merindukannya.
__ADS_1
" apakah ibu dan bapak sudah makan malam ?"
" sudah tadi bapakmu pulang bawa martabak kesukaan ibu " ibunya Akbar pun tersenyum lebar.
" kamu sendiri udah makan apa belum le " tanya bapaknya.
" belum ini lagi menunggu bang ojol pesenan makananku, seperti biasanya "
" ingat nak jangan sampai kamu telat makan " ucap ibu Akbar penuh dengan perhatian.
" kapan kamu pulang nak " tanya bapaknya Akbar
" iya iya baru pulang dan membawa calon menantu untuk kami ?" lagi ibu Akbar memojokkan posisi Akbar sebagai anak satu-satunya.
" ibu, bapak bersabar ya aku pasti akan membawa pulang menantu untuk kalian " jawab Akbar sambil memijat kedua alisnya.
" ingat umur loh nak ," kata ayahnya.
" iya sayang kamu sudah berumur kami juga sudah semakin tua ingin sekali menimang cucu sebelum kami berpulang " ucap ibunya dengan wajah sendu.
semakin bingung dengan permintaan kedua orang tuanya. apa pun mematikan ponselnya dengan alasan sudah lelah karena seharian bekerja, dan ingin segera beristirahat.
" sebenarnya aku sudah beristri walau itu seorang jin," tapi Akbar enggan memberitahu kepada kedua orang tua Akbar
" bisa saja menikah Nisa dan membawa pulang sebagai seorang istri , tapi bagaimana kedepannya aku tak ingin memberi sebuah kejutan yang memalukan jika ibu dan bapak tahu bahwa Nisa telah hamil dengan pak Doni atasanku. " pikir Akbar sambil memijit-mijit kedua alisnya.
lamunan Akbar terbuyarkan oleh bel yang berbunyi.
saat aku membuka pintu ternyata Abang ojol mengantarkan makanan pesanannya.
" paket bang '' kata tukang ojol.
" terima kasih " ucap Akbar setelah menerima paket nya lalo membayarnya.
" ini kembaliannya " ucap tukang ojol menyodorkan beberapa lembar uang receh, sambil menggosok-gosok tengkuknya bahkan sempat bergidik ngeri.
" ih kok enggak seperti biasanya ya ini kok rasanya bulu kudukku berdiri semua '" patung tukang hotel itu sambil berlalu.
Tasya memandang tukang ojol dari belakang Akbar hanya bisa tersenyum kecut.
__ADS_1
" bang apakah abang jadi membeli kembang 7 rupa yang kupinta " ucap Tasya ragu.
'' apakah jin tidak bisa mencari makanannya sendiri ?" tanya Akbar sambil menikmati makanan dari tukang ojol tadi.
" bukankah aku ini istrimu bang Akbar ?" ucap Nisa sedikit menaikkan nada suaranya.
'' lalu jin jin di luar sana kenapa mereka masih bisa hidup, tanpa kembang tujuh rupa apalagi minyak wangi erden. " ucap Akbar
" mereka bisa mencari sendiri karena mereka tidak memiliki tuan , berbeda dengan ku" jelas Tasya.
" baiklah hari ini pasar tutup mungkin hari minggu aku baru bisa membelikan ya untukmu '' ucap Akbar setelah menghabiskan seluruh pesanannya dan beranjak pergi dari ruang makan tersebut.
" apakah aku masih bisa bertahan sampai hari Minggu sekarang saja aku sudah mengecil lagi " batin Tasya seorang diri.
setelah Akbar terbangun dari tidur panjangnya Akbar sengaja tidak bangun lebih awal seperti biasanya. Akbar pun segera menuju ke dapur untuk melihat apa ya dikerjakan oleh istri jin nya itu. tapi nahasnya dia tidak menemukan keberadaan Tasya yang dia cari-cari.
"bukankah kemarin pagi Tasya sudah bisa memasak, ke mana perginya dia sekarang " Akbar ambigu.
pada akhirnya Akbar kembali sarapan roti seperti biasanya, lalu segera pergi menuju kantor.
Akbar merasa aneh karena tidak menemukan Tasya, Akbar pun mencari-cari Tasya di setiap ruangan yang ada di rumah nya.
ternyata Tasya berada di kamar kosong yang dalam keadaan lampu mati saat dihidupkan lampunya terlihat Tasya sedang meringkuk seperti kedinginan.
" ada apa denganmu kenapa kamu bersembunyi di sini " tanya Akbar heran.
" aku hanya bisa menghindari lampu agar tubuh tidak semakin mengecil." jelas Tasya.
" oke kamar sekarang kamu ini adalah milikmu " ucap Akbar sambil mengelus pucuk kepala Tasya dengan lembut.
melihat Tasya yang seperti anak kecil dan terlihat sangat imut membuat Akbar tak ingin kehilangan Tasya.
'' apakah aku sedang jatuh cinta kepada jin " batin Akbar sambil memijit-mijit kedua alisnya.
" tidak ini tidak mungkin mana mungkin aku jatuh cinta kepada jin , apalagi kondisinya sekarang seperti anak kecil " Akbar kembali membatin membantah pikirannya tadi.
lalu Akbar pun pergi menuju kantornya hari ini adalah pencairan bonus yang dia dapat dari Danau tamiyang rencananya nya akan dia gunakan untuk membayar hutang di bank yang telah dipergunakan oleh Nisa.
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
__ADS_1
**hai hai hai para riders surat dan hadiahmu kunanti jangan lupa tinggalkan jejak dan masukkan ke daftar favorit kalian yah. dukungan mu semangat bagi ku.
ayo tebak apakah Akbar jatuh cinta kepada Tasya**?