Istri Gaib

Istri Gaib
pohon durian


__ADS_3

Akbar menjadi linglung mencari keberadaan Tasya namun tidak juga dapat menemukan keberadaan Tasya.


dengan langkah panjang, akbar mengitari kemungkinan dimana Tasya berada. setelah semua sisi terdekat telah di susuri Akbar mulai putus asa. sungguh ada penyesalan terdalam.


setelah berjalan lumayan jauh Akbar melihat ada sebuah batang pohon durian begitu besar, mengingat ketika menemukan Tasya di pohon durian. akbar pun mendekati nya.


sebelum dekat langkah Akbar terhenti, matAnya menatap lurus ke depan, keringat dingin mulai membasahi, kening dan dadanya.


" ya Allah, dimana kamu Tasya? jangan bilang kau di bawa orang tua aneh itu " gumam Akbar.


karena masih begitu penasaran Akbar pun mendekati pria aneh itu.


ternyata di bawah pohon durian yang sedang di tuju Akbar sudah ada seorang pria dengan perawakan pendek, dengan badan sedikit gemuk. pria itu dikisaran umur 50 atau 60 tahun.


" kenapa banyak sekali orang aneh berkeliaran di mana mana ?" batin Akbar. setelah melihat bahwa pria itu bukan pria tempo hari dimana dia di pojokan waktu di lobby bandara internasional Soekarno Hatta.


Akbar pun hanya berlalu sambil mengamati pria itu, pria itu sedang membawa nampan berisi kembang, aneka minuman seperti teh, kopi, dan bunga yang di masukkan ke dalam gelas berisi air.


bahkan ada kepulan asap yang berbau kemenyan, mungkin itu dupa. dan se bungkus rokok kretek pun tersedia di nampan tersebut. pria itu menggunakan pakaian adat Jawa lengkap.


entah apa yang sedang di lakukan oleh pria itu. akbar tidak terlalu ambil pusing dengan pria itu. hanya saja dalam sekilas Akbar bisa melihat sesosok besar, tinggi, hitam dan berbulu, matanya merah menyala.


ini bukan pertama kalinya Akbar melihat semacam ini, namun tetap saja dia merasa ngeri melihat nya . bahkan keringat dingin nya kini telah membasahi baju nya


tempat ini bisa di katakan sepi, karena jauh dari resort dan pemukiman penduduk. dan sedikit seperti hutan mungkin pemerintah sengaja tidak menyentuh tempat ini.


" yang sedang kamu cari tidak jauh dari tempat mu tadi berada nak " tiba tiba ada suara di telinga kanan Akbar.


akbar hampir saja Syok, saat dia menoleh ke kanan dan pria yang tadi dia lihat ada di bawah pohon durian nan rindang,kini ada di sampingnya.


saat itu juga Akbar menoleh mencari keberadaan pria itu dan pria itu sudah tak ada di bawah pohon durian.


" ini aneh, bukan nya tadi dia sedang melakukan suatu ritual gitu, kok tau tau ada di sisiku, padahal jarak aku berdiri dan pohon durian itu ada sepuluh langkah " batin Akbar masih bingung dengan kondisi sekitar.


" yang saya cari pak ?" tanya Akbar masih belum kumpul jiwa, karena peristiwa aneh membuat jiwa Akbar terpecahkan.

__ADS_1


" iya, wanita mu " kata pria itu.


"wanita ku" ucap Akbar ikut menekan kata wanita seperti pria itu.


" ingat lah satu hal, jangan pernah tinggalkan dia atau kamu akan menyesal di masa yang akan datang." ucap pria itu yang membuat Akbar tertegun cukup lama.


" lalu apa yang sedang anda lakukan......." tanya Akbar kepada pria itu.


tapi saat saat Akbar menoleh pria itu sudah tidak ada lagi di samping nya.


" ini aneh , kemana pria itu pergi? kenapa pria itu secepat itu menghilang ?" batin Akbar merinding ketakutan.


akbar pun menoleh pada pohon durian yang tadi ada sesajen dan dupa nya. di sana nampak begitu seram dan sangat menakutkan.


akbar terus saja mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat Akbar berdiri mencari keberadaan orang tua itu tapi tetap saja tidak di temukan.


akbar segera berlari ke arah tadi dia meninggal kan Rossa seorang diri, di sana tak ada lagi sosok Rossa.


akbar pun segera pergi ke parkiran mobil tempat dimana ia memarkirkan mobilnya. saat membuka pintu ternyata telah sia-sia sudah ada di sana.


" bugghhh!" suara pintu mobil di tutup.


Tasya terlihat begitu pendiam, bahkan saat Akbar masuk Tasya tampak acuh tak acuh.


" maafkan Abang sayang " akbar menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan begitu saja


"semua bisa aku jelaskan " ucap Akbar setelah tenang.


" apanya yang harus di jelaskan bang ?" ucap Tasya berlogat kan Aceh.


" dia bukan siapa-siapanya Abang sya, percaya lah sama Abang, cuma Tasya yang ada di hati abang ini. " ucap Akbar berusaha meraih jemari Tasya.


Tasya merasa dirinya tidak sebanding dengan akbar yang manusia sementara dirinya adalah seorang jin,


bisa saja suatu saat Akbar akan meninggalkannya.

__ADS_1


" Tasya percaya kok dengan abang," ucap Tasya lirih dan menunduk.


" lalu mengapa Tasya lari menghindar." tanya Akbar dengan suara magnetis nya


" Tasya hanya ingin memberi ruang dan waktu pada Abang dan wanita itu." ucap Tasya dengan logat bahasa Aceh nya.


akbar pun mengernyitkan kedua alisnya." tidak perlu sya, Kamu itu adalah istri ku, ruang dan waktu ku adalah milikmu " ucap Akbar sambil menapuk pipi Tasya dengan kedua tangan nya yg kokoh.


ada rasa yang berbeda saat Akbar memperlakukan Tasya dengan begitu manis. setiap sentuhan dari tangan Akbar mengandung aliran listrik.aungguh Tasya sangat takut untuk kehilangan hal seperti ini.


akbar memandang wajah Tasya yang memiliki mata biru bak putri dongeng itu, lalu melihat pipi Tasya yang sudah merah, di sana ada dua daging mentah merah alami, yang selalu membuat Akbar ingin dan ingin memakanya.


akbar segera mamagut dalam dalam bibir Tasya yang begitu menggoda itu. setelah Tasya meronta- ronta karena kehabisan oksigen barulah Akbar melepas pagutannya.


" hah hah hah " deru nafas kedua mengisi paru paru yang telah kosong sementara.


wajah Tasya semakin merah. entah lah' Tasya memang tidak pernah menolak bila di sentuh oleh Akbar, hanya saja dia tidak bisa menenggelamkan rasa malunya itu.


" kenapa baju Abang? kok basah semua? " tanya Tasya kepada Akbar setelah menyadari bahwa baju Akbar sangat basah.


Akbar menunduk kan kepala berpikir, " ah ini aku mengarungi samudera untuk mencari mu Tasya sayang" ucap Akbar menggombal.


Tasya yang di gombalin pun hanya diam tersipu malu. menunduk menyembunyikan wajahnya yang kini berubah warna.


" ah iya aku lihat dari kemarin-kemarin kamu selalu yang memakai baju baju ibuku." ucap Akbar mengalihkan pembicaraan.


" sepertinya aku harus membelikan baju untukmu" lanjut Akbar.


Tasya hanya diam dan menundukkan kepalanya tanda setuju. bagaimanapun juga Tasya adalah istrinya seluruh kebutuhannya adalah tanggungjawab Akbar.


Mereka pun berjalan-jalan di sebuah mall ternama di kota J dan juga shopping, beli beberapa stel baju dan daster dan juga pakaian dalam untuk Tasya. bahkan lingerie juga Akbar beli.


...💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓...


hai readers author mohon maaf ya Beberapa hari kemarin tidak bisa up di karena kan sedang melatih bocil belajar puasa, jadi hari hari sangat lelah ketika malam tiba badan yang capek pun segera terlelap dalam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2