
setelah mobil melaju kencang, tiba tiba bulu kuduk berdiri, Akbar pun mengusap tengkuk sambil berpikir
'' ini seperti yang tadi malam kita alami kan bang?'' ucap Akbar.
''iya bulu kuduk terasa sangat merinding'' sambil mengelus tengkuknya .
Akbar pun melirik ke spion penumpang yang ada di atas kemudi.
'' astagfirullah hal azim '' Akbar menginjak pedal rem dadakan sambil memejamkan mata.
"" ciiiiit.....!!!"
Budi pun kaget karena jalan mulai rame tidak seperti tadi sangat sepi.
karena jalan raya yang mereka lewati sudah memasuki pemukiman kini ada beberapa pengendara lain di depan dan di belakang mobil mereka.
" ciiiiit...!!"
mobil di belakang pun mendadak ngerem mendadak dan hampir saja mencium bemper mobil yang di kendarai oleh Akbar.
pengemudi mobil itu pun turun dan memarahi Akbar karena mengerem sembarangan akhirnya hampir saja mencelakai dirinya. dan tentu saja barang dagangan yang sedang ada di dalam mobil yang dia kendarai.
" tok tok " kaca mobil samping akbar di ketuk lumayan keras
Akbar menurun kan kaca jendela mobil, sebelum itu dia menoleh ke jok belakang namun apa yang tadi dia lihat sudah tak ada."kemana pergi nya laki laki tadi"
" mas kalo nyetir yang bener jangan nga**** ini jalan raya bukan punya nenekmu saja, punya SIM gak sih kok berani sekali bawa mobil " kata mas sopir tadi sambil marah marah.
" oh maaf pak, maaf. saya mohon maaf banget, saya tidak sengaja " tukas Akbar yang masih deg dengan apa yang di lihat tadi. Budi pun membantu untuk meminta maaf.
setelah puas marah marah sopir tadi pun pergi. lalu Budi pun bertanya
" ada apa bar sebenarnya kok tadi ngeremnya mendadak?"
" iya bang tadi aku lihat ada penumpang lain di kursi belakang tapi sekarang dah gak ada."
lalu mereka melajukan mobil kembali dengan waspada.
setelah beberapa lama sampai lah mereka di kota j.
Budi dan Akbar memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu berhubungan hari dah sore. besok pagi baru pergi ke kantor dan memberikan laporan hasil usaha mereka pekan ini.
ke keesokan harinya di kantor setelah di cek kembali kamera digital yang dibawa Budi dan Akbar kosong tak ada gambarnya sama sekali.
" yah gagal deh dapat bonus, padahal kemaren malam sudah ku keluarkan kamera dan sudah ku ambil gambar si mba Kun Kun sama pak pamin. yah sudahlah belom rezekinya mbok sama bapak" gerutu Akbar setelah mengecek hasil jepretan kamera digital yang sudah di bawa pulang tak satupun gambar yang menunjukkan pose pose mbak kun Kun atau pak parmin.
" ada apa bar ? " tanya Budi
'' ini bang kok gak ada satu pun hasil gambar yang memuaskan?''
'' waktu di kediaman mendiang pak parmin gimana?
sama aja gak ada?'' tanya Budi
__ADS_1
''ada sih gambar ya gambar biasa bisa kok di pakai '' ucap Akbar.
lalu menyodorkan berkas hasil kerja nya kepada Budi lalu dibuka dan di periksa oleh Budi.
'' oke aku yang bawa ke bagian editing yah?''
saat jam makan siang Akbar pergi ke kantin kantor untuk makan siang. di sana dia bertemu pak Slamet dan pak Bahrun.
'' assalamualaikum'' sapa Akbar kepada ke dua orang sekantor dengan nya itu.
'' wa Alaikum salam '' jawab Slamet dan Bahrun bersama an.
setelah saling sapa ketiganya pun mengobrol tentang petualangan mereka .
''' rencana nya Minggu depan kami akan ke Aceh apa kamu mau ikut bar?'' tanya pak Slamet ke Akbar
'' ah itu kan tugas kalian ,'' ucap Akbar.
'' siapa tau kamu mau ber petualang lagi bar'' kata pak Slamet
''kamu kan masih muda'' timpal pak Bahrun.
'' ya memang sih tapi aku masih banyak kerjaan di sini '' ucap Akbar mencari alasan
'' yang disini kan banyak yang ngerjain bar '' dedak pak Slamet.
'' kita lihat saja Minggu depan'' sambil tersenyum kecut
saat menaiki lift ternyata ada Nisa di dalam nya,
'' ehemmm ,,kita ketemu disini bukan inginku ya mas ''
ucap Nisa gugup sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga nya.
'' maaf saya tak kenal dengan anda '' sahut Akbar cuek bahkan tidak menoleh sama sekali
posisi mereka sangat canggung mereka menghadap pintu masuk lift. tapi saat Nisa bicara sesekali dia menoleh ke arah Akbar
'' mas ada yang perlu aku bicarakan '' ucap Nisa
'' aku banyak urusan ? '' ucap Akbar cepat
'' tapi ada yang perlu kita bicara kan mas '' ucap Nisa memohon
lalu pintu lift terbuka, Akbar melangkah keluar mendahului Nisa
Nisa tak mau mengejar takut ada yang melihat. apa lagi si bos.
'' mas Akbar kenapa kamu berubah menjadi begitu dingin kepada ku ? apa kamu masih cinta padaku mas? aku ingin kembali padamu tapi aku ragu kalau kamu masih mencintaiku apa tidak? kamu benar bos hanya menginginkan tubuhku saja, janjinya untuk menikahi ku pun tak di tepatinya. bahkan kulihat dia sudah berjalan dengan wanita lain. batin Nisa sambil melangkah menuju ruangan pak Doni .
siang ini istri kedua pak Doni datang dan tentu saja saat masuk keruang kerja suami nya. dia di hadang oleh sekertaris nya pak Doni, karena tau pak Doni sedang ada di dalam bersama wanita lain.
'' selamat siang Bu Stella '' sapa sekertaris psk Doni yang lumayan cantik itu
__ADS_1
'' siang '' jawab Stella ramah
'' ibu sudah ada janji temu dengan pak doni?'' tanya Rani sekertaris nya pak Doni.
'' tidak , suamiku ada di dalam?'' tanya Stella
'' ehmmm... tunggu sebentar saya minta kan ijin dulu Bu.
'' masak masuk keruang nya suamiku sendiri harus ijin dulu '' gerutu nya sambil tetap melangkah masuk
'' tapi Bu tunggu sebentar '' Rani berusaha menghadang Bu Stella masuk. tapi soalnya Stella di halau begitu saja oleh Stella.
alangkah terkejutnya ketika Stella begitu pintu dibuka masuk kedalam, melihat pemandangan suaminya yang sedang ber****** seorang perempuan yang ada di atas pangkuan nya langsung saja dia melayangkan sepatu high heels ke arah sang suami dan menarik rambut wanita yang ada di pangkuan suami nya itu
'' papah !!
''aduh mah...''
''' dasar wanita ular ...!!!
'' aakkkhhhh.....!!!!! teriak Nisa kesakitan karena di tarik rambutnya
''' *kok stela masuk di biarkan saja oleh ran*i bisa bisa perang dunia ke empat"" batin pak doni
'' pah apa kurang, aku dan mba Lisa sudah jadi istri kamu pah. bisa bisanya, papa masih mencari wanita. lain di belakang kami .'' kata Stella masih menarik rambut Nisa.
'' mah, istighfar mah ''' kata pak Doni
'' kamu tuh yah wanita ****** tempat mu bukan disini ''
kata Stella sambil memukul punggung Nisa dengan sepatu high heels nya .
'' arrrkkkhhh..,..!!'' aakkkhhhh.....!!!'' teriak Nisa kesakitan sambil memegang rambutnya yang di tarik oleh Stella
untuk mengurangi rasa sakit.
'' udah mah..! ''
'' apa pah ?''
'' papah juga belaain wanita ****** ini hah...!!!'' dengan penuh amarah kepada suaminya.
sesekali pak Doni pun kena pukul dari high heels istrinya kedua itu.
'' dasar wanita tak tau diri, pel***, wanita ular , wanita ******, wanita ***** an.
Nisa hanya bisa menunduk malu dan menangis tanpa suara. menahan sakit dan juga perih karena rambut tak kunjung di lepas oleh madu selingkuh anya itu.
ya inilah konsekuensinya menjadi wanita simpanan bos
para karyawan yang mendengar suara ribut ribut pun hanya bisa diam . mendengar kan tanpa ada yang berani mendekat untuk melihat.
Rani pun hanya bisa diam berdiri di depan pintu ruangan pak doni.
__ADS_1