
saat ini mereka sudah didalam pesawat. melihat Tasya berdiri terus di sisi Akbar , Akbar merasa kasian. akhirnya Akbar menawarkan untuk duduk di pangkuan nya. dengan isyarat menepuk paha nya sambil tersenyum kepada Tasya.
Tasya dengan malu malu duduk di pangkuan Akbar.
suasana pun menjadi canggung di sepanjang penerbangan di antara mereka , Tasya yang cantik bak putri dongeng di mata Akbar namun tidak dapat di lihat oleh orang lain.
melihat Akbar senyum senyum sendiri membuat pak Slamet semakin yakin Akbar depresi setelah menghilang beberapa hari seperti yang di katakan pak Bayu.
" ya Tuhan kasih an amat ini Akbar kenapa jadi begini " batin pak Slamet.
ada sepasang mata yang menatap Akbar dengan serius, seorang pria dengan janggut dan kumis tebal , memakai baju serba hitam dan topi hitam.
Tasya yang merasa di lihat oleh orang tersebut menyusutkan diri ke pangkuan Akbar, suami nya.
" eh ada apa kenapa dia menyusut ?" batin Akbar.
pesawat LION AIR M 134 mendarat di kota J bandara internasional Soekarno Hatta.
pak Slamet dan Akbar turun hendak keluar dari lobi bandara, tapi ada seorang pria tiba tiba datang dan menghampiri Akbar.
" berikan dia padaku " suara serak dari seorang pria misterius tadi cukup mengagetkan Akbar dan pak Slamet. sedangkan kan Tasya sudah bener bener menyusutkan diri menjadi kecil dan masuk ke balik jaket yang di kenakan Akbar.
" apa ?" tanya Akbar bingung, bahkan gemetar ketakutan.
" berikan dia padaku, kamu belum tentu bisa merawatnya, " jelas suara berat pria berbaju serba hitam itu. dengan nada mengancam.
" tunggu dulu ada apa ini ?' ucap pak Slamet yang merasa aneh pada pria berbaju serba hitam itu.
'' kalau dilihat dari penampilan orang ini seperti orang gak waras " batin pak Slamet
" wahai abang Akbar suami ku, sungguh aku hanya milik mu, jangan sampai aku jatuh di tangan pria seperti dia, pinta Tasya dari balik jaket kulit yang di pakai Akbar .
" berikan dia padaku ' ' dengan tatapan membunuh ucap pria misterius itu lagi. kini memegang kerah baju yang dipakai Akbar.
" oho hooo jadi pria ini bisa melihat Tasya dan menginginkan nya " batin Akbar mengerti ke keadaan nya sekarang.
" ingat bang kau sudah terikat janji nikah dengan ku '' lanjut Tasya mengingat kan.
" kamu mau apa dengan akbar ini hingga menginginkan nya " ujar pak Slamet yang tak mengerti apa yang dimaksud dia oleh pria misterius itu.
'' sabar pak sabar , " ucap Akbar sambil memegang tangan pria itu yang sedang memegang kerah baju nya.
__ADS_1
" buruan kasih dia ke saya sebelum saya berbuat kasar " ucap pria misteriusn itu semakin brutal.
tentu saja kejadian ini menjadi tontonan banyak orang karena ini terjadi di lobby bandara. semua yang lewat berhenti karena penasaran.
( pasti rebutan cewek itu)
( istri nya di ambil pria itu mungkin, lihat penampilan aja kaya orang tak waras )
( pasti itu selingkuh an istri nya )
( pantes saja isterinya Selingkuh lah penampilan nya aja kaya dukun gitu )
dan masih banyak lagi komentar dari orang-orang yang berkerumun menonton adegan ini
" heiii....! hentikan ...! " teriak dua satpam yang baru saja datang.
" lihat ada orang gila disini cepat aman kan " perintah pak Slamet ke pada kedua satpam itu.
pria misterius itu pun di tangkap dan digiring keluar dari lobby bandara dan di bawa ke kantor satpam. untuk di interogasi.
semua orang yang ada di bandara berkerumun pun membubarkan diri .
'' apa yang sebenarnya pria itu inginkan ? " tanya pak Slamet kepada Akbar.
" entahlah aku sendiri tidak tahu pak'' jawab Akbar sok polos, padahal dia jelas tau apa yang di maksud pria aneh itu.
" bugh...! ''
mobil jemputan segera melesat meninggalkan bandara Soekarno Hatta. melintas sibuknya kota J, Dengan perasaan penuh ragu, bimbang dan menyesal Akbar duduk memandang keluar jendela kaca mobil.
bahkan ada rasa ingin memberikan Tasya pada pria aneh tadi, '" harus ku berikan saja tadi, sedang kan sekarang aku enggak tau harus berbuat apa dengan dia" batin Akbar , sambil menopang dagunya.
" jangan ngelamun ntar kesambet loh " ucap pak Slamet membubarkan lamunan Akbar barusan.
" ah tidak kok pak '' ucap Akbar sambil membetulkan posisi duduk nya.
" lah itu tadi'' kata pak Slamet
" itu lagi mikirin Laporan hasil jepretan kemaren " terang Akbar, sedikit tersenyum.
'" oh kirain tadi ngelamun "
__ADS_1
" emangnya ada hasilnya" tanya pak Slamet.
" ada enggak yah? saya sendiri belum lihat " ucap Akbar bingung .
" ya udah besok aja nganterin nya kalau kamu sudah baikan, lagi pula aku sudah minta kan ijin untuk mu, sebelum kamu benar benar sembuh, istirahat aja dulu." jelas pak Slamet.
" iya pak, " ucap Akbar patuh.
sesampainya di pelataran rumah Akbar yang cukup luas dengan rumah lumayan besar, Akbar pun turun dari mobil, dan di hantarkan masuk setelah cukup berbincang pak Slamet undur diri.
Akbar pun masuk ke dalam kamar nya lalu ingin segera membersihkan diri, tapi teringat keberadaan Tasya yang masih di dalam jaket nya.
" ah Tasya apa dia gepeng " tanya Akbar pada dirinya sendiri.
Akbar melepas seluruh pakaiannya. dan mencari keberadaan Cut Natasya Arum.
" ah dimana dia bukan nya tadi dia sembunyi di balik jaket ku. "?" ucap Akbar lagi.
" ah bagus lah kalau dia tidak ada , maka aku tak pusing lagi " gumam Akbar sambil memegang handuk dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
" ah berat, aku lapar sekali, dan juga lelah. ternyata tidak memiliki ilmu yang di berikan oleh yang mulia ratu membuat ku selemah ini " ucap Tasya menyibak an jaket setelah Akbar beranjak ke kamar mandi.
Tasya tertidur lemah di atas ranjang Akbar, namun kini kondisi nya tidak seperti yang Akbar temukan di danau.
saat Akbar selesai mandi dan memakai baju kimono nya, Akbar mengambil ponsel dan memesan makanan untuk makan malam, seperti biasanya.
setelah itu dia melihat lihat hasil rekaman video kamera baru yang di bawa dari kantor nya.
saat membuka layar gambar pertama yang muncul adalah gambar Tasya nya , Akbar memperhatikan dengan teliti.,' ah jadi ingat Tasya, bagaimana pun juga dia istri ku walaupun istri gaib.' gumam Akbar,.
gumam an Akbar di dengar jelas oleh Tasya, " uhuuuk uhuuuuk " Tasya terbatuk batuk mencari perhatian.
"ah Tasya itukah kamu ,?" ucap Akbar sambil mengedarkan pandangan matanya.
" iya bang ini Tasya istri Abang , bang " jawab lemah Tasya.
saat mendengar suara Tasya Akbar menoleh ke sumber suara,dan menyibak jaket nya benar saja Tasya berubah menjadi kecil dan tak sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.
" haaaahhh " teriak Akbar kaget.
" aku butuh kembang tujuh rupa dan minyak erden bang '" ucap Tasya sangat lemah.
__ADS_1