Istri Gaib

Istri Gaib
hantu anak kecil


__ADS_3

" ah aku tadi Abis buang hajat " ucap pak Slamet dengan kepala menunduk.


Akbar heran bukan kah pria di depannya kini adalah seorang yang sangat berpengalaman dalam hal ini? kenapa sampai terjadi seperti ini? pikir Akbar tak percaya. teringat dengan kejadian barusan betapa pak Slamet sangat menggemaskan saat Akbar menemukan nya.


akbar hanya diam tanpa menanggapi jawaban dari pak Slamet.


" apakah kamu tau apa yang aku alami bar " tanya pak Slamet setelah melihat Akbar hanya diam setelah mendengar jawaban dari diri nya.


" tidak" jawab Akbar.


setelah tenang pak Slamet menceritakan dari dia bangun hingga tak bisa berucap sepatah kata pun.


Akbar menjadi pendengar setia, saat pak, Slamet menceritakan tentang kejadian yang dialaminya.


setelah malam begitu larut mereka memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan besok malam lagi. mengingat kejadian malam ini cukup menguras tenaga.


pagi harinya saat subuh mereka pergi menuju mushola atau masjid terdekat sekitar 400-500 meter dari rumah kosong itu untuk melaksanakan shalat subuh. berjamaah dengan para warga sekitar.


setelah nya Banyuwangi Mereka melaksanakan keperluan mereka seperti mandi dan buang hajat di mana di tempat mereka tidak bisa lakukan.


setelah selesai melakukan semua keperluan kebutuhan mereka, mereka kembali ke tenda mereka di rumah kosong itu.


setelah sarapan dengan makanan yang di beli di warung dekat masjid tadi, Akbar berniat untuk melihat isi rumah kosong itu.


tak lupa Akbar mengajak pak Slamet, pak Slamet yang tadi nya enggan untuk ikut, dengan alasan nanti klo Sudah malam saja , tapi melihat tekad bulat Akbar akhirnya ia mengalah ikut masuk ke dalam.


tak lupa Akbar menenteng kamera walaupun bukan kamera khusus hantu, karena ini siang hari. sementara pak Slamet hanya membawa handycam.

__ADS_1


bangunan rumah kosong itu sebenarnya sangat besar, berlantai tiga, dengan halaman sangat luas. tapi karena hampir 30 tahun tidak berpenghuni membuat rumah itu terlihat sangat tua. bahkan ada beberapa bagian yang runtuh serta kaca jendela yang pecah.


rumah itu juga di lengkapi dengan garasi mobil cukup untuk 4 buah kendaraan roda empat. bahkan masih bisa untuk beberapa kendaraan roda dua.


lantai dasar terlihat sangat luas, mungkin ini hanya di gunakan sebagai ruang tamu dan keluarga. di belakang terdapat dapur dan beberapa bilik kecil, mungkin untuk kamar pembantu.


sementara di lantai dua terdapat 5 kamar tidur, dari sini Akbar tadi malam melihat pak Slamet yang sedang ketakutan.


akbar kembali melihat dari jendela yang kacanya sudah pecah, dia kini berada di dalam ruangan yang seperti nya adalah kamar anak kecil, karena terdapat beberapa boneka yang sudah usang.


akbar mengamati tempat pak Slamet berdiri terpaku tanpa, bisa bergerak dan bersuara. di sana Akbar kembali melihat kehadiran hantu pengantin yang ia lihat tadi malam.


dengan segera dia merekam gambar hantu itu. namun saat Akbar hendak merekam gambar hantu pengantin yang ada di luar sana, tiba tiba kamera Akbar begitu berat, untuk di arahkan.


terasa ada yang memegang dan memutar atau mengendalikan kamera yang di tangannya itu.


" asal tidak jatuh " batin Akbar, memikirkan ganti rugi setidaknya sebulan setengah gaji harus Akbar bayar.


dengan berat hati akbar membiarkan sesosok gaib mengendalikan kamera nya, keringat dingin membasahi baju kaos yang Akbar pakai,. Akbar kini sedang menggunakan pakaian santai. dengan celana pendek selutut .


akbar mendengar suara anak kecil tertawa., dengan kamera masih ada di tangannya itu tubuh Akbar gemetar ,tapi di tahannya, dia berharap bisa segera mendapatkan gambar.


saat ia menoleh ke sumber suara dimana anak kecil tertawa, ia melihat sesosok anak kecil laki laki.


" jangan kemana-mana ya . biar om dapat gambar kamu " pinta Akbar saat melihat makhluk gaib berupa anak kecil.


tapi saat Akbar melihat layar kamera nya ia heran kenapa gambar hantu itu tidak nampak. padahal matanya sangat jelas melihat nya.

__ADS_1


Akbar menoleh ke arah anak kecil itu dia sangat terkejut bahkan sampai terjungkal.


" aaakhhhhhh..."


anak kecil yang berdiri tepat di samping pintu masuk kamar kini berubah tidak se imut pertama kali Akbar lihat, meski pucat tapi tidak begitu menakutkan.


karena anak kecil itu kini mengeluarkan dua taring di mulut nya dan kedua matanya menjadi sangat besar seperti bola kasti, dengan api yang menyala. bahkan di kepala nya terdapat dua tanduk yang runcing seperti tanduk kerbau.


di kedua jari jari tangan nya mengeluarkan kuku panjang, dan jemarinya menyatu seperti sirip, atau kaki angsa.


mulutnya mengeluarkan cairan merah berbau sangat anyir. dengan tatanan rambut yang sangat semrawut.


mendengar jeritan dari Akbar pak Slamet segera menyusul nya. pak Slamet berada di ruang kamar yang berbeda dengan akbar.


dia segera menuju kamar dimana Akbar berada, pak Slamet terkejut melihat Akbar terkapar di lantai dengan kamera masih kokoh di tangan dengan posisi on.


kedatangan pak Slamet membuat setan berupa anak kecil itu menghilang, di mata Akbar anak kecil yang berubah menjadi monster mengerikan itu berubah menjadi asap.


menyadari kehadiran pak Slamet Akbar segera menghentikan rekaman nya. ya syukur saja tadi di tidak pingsan hanya jatuh sja karena sangat terkejut.


" ada apa? apa kamu melihat setan ?" tanya pak Slamet setelah masuk ke dalam kamar.


" akh tidak aku hanya terjatuh " ucap Akbar berbohong, sambil berusaha berdiri.


" akh kukira kau melihat hantu, jika ia harus nya direkam maka kita bisa cepat pulang" ucap pak Slamet seraya meninggalkan Akbar sendiri di lantai dua , dan pergi menuju lantai 3.


" tunggu pak , masa tega. ninggalin kawan sendiri " teriak Akbar berlari kecil mengejar pak Slamet.

__ADS_1


__ADS_2