Istri Gaib

Istri Gaib
Bandara Soekarno Hatta


__ADS_3

''Drrrt.... drttt.....'


Akbar melirik ponsel nya yang terletak di naskas, ''siapa yang menelpon pagi pagi begini'' ucap Akbar pelan pada dirinya sendiri


Akbar baru saja bangun dan selesai melaksanakan ibadah shalat subuh, dan hendak ke dapur untuk bersiap siap untuk sarapan pagi.


'' hallo , assalamualaikum..'' Slam Akbar setelah menggeser tanda hijau di ponsel nya dengan malas, setelah mengetahui nama yang tertera di layar ponsel nya itu.


'' hallo wa Alaikum salam ..mas''


sudah dua hari semenjak kejadian yang memalukan di kantor ini pertama kali nya Nisa menghubungi akbar.


'' ada apa menghubungi ku?'' tanya Akbar dengan suara dinginnya


'' aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menolong ku kemaren '' kata Nisa dengan penuh hati hati takut kalau Akbar tersinggung. apa lagi mendengar suara Akbar sama sekali tidak bersahabat.


'' aku hanya melakukan yang bisa ku lakukan sebagai sesama makhluk Allah kita harus saling membantu''


kata kata ringan


''oh maaf kan aku mas telah merepotkan mu'' ucap Nisa dengan suara tercekat karena kaget dengan alasan Akbar menolong nya kemaren, Nisa kira Akbar mau menolong karena masih menyimpan rasa.


saat Nisa kepergok istri bosnya akbarlah yang berani masuk dan menghentikan penganiayaan yang dilakukan oleh istri pak Doni yakni Stella.


dengan dalih akan ada rapat segera yang melibatkan masa depan saham perusahaan. Dan Nisa adalah klien yang sangat penting.


pak Doni pun mengerti sehingga mengikuti arus yang di buat oleh Akbar. berpura pura adalah kunci selamat sekarang.


maka dengan berat hati Stella melepas kan Nisa.


karena Stella tak tahu menahu soal kantor pun akhirnya mengalah dan berjanji akan melakukan perhitungan kepada suami nya yang buaya darat itu .


kedua istri pak Doni bukan wanita karir sehingga tak mengerti soal kantor.


berbeda dengan Stella, Lisa istri pertama pak Doni sangat pendiam makanya dia mau saja di madu. asal kebutuhannya terpenuhi. menikah dengan pak Doni karena perjodohan.


sedangkan Stella selain sering berbelanja dan travel ing dia tak mau ada wanita lain menjadi saingan nya. mangkanya dia begitu ketat kepada suami nya itu.


Nisa pun bersyukur karena kehadiran Akbar tepat waktu sehingga dia bisa lolos dari Stella istri pak Doni.


'' iya tak apa sudah menjadi kewajiban ku ''


ucap Akbar


'' bisakah kita bertemu mas ?''


'' maaf nis aku gak bisa, aku sibuk.'' lalu Akbar mematikan ponsel sebelah pihak, tak mau rasa kasihan akan mentolerir berlebihan sehingga menumbuhkan rasa yang pernah hadir.


lalu Akbar besiap ke kantor.

__ADS_1


'' klentiiing....!!


Akbar mengambil ponsel yang ada di sakunya membuka pesan masuk di ponsel nya . pak Slamet meminta makan siang bersama di kantin untuk membicarakan sesuatu.


'' bar kamu harus ikut aku ke Aceh,! '' kata pak Slamet setelah jam makan siang.


'' lah pak Bahrun ,kan ada pak '' ucap Akbar


'' Bahrun istri nya ibunya sakit, dia pulang kampung sekarang,'''


''sakit apa ?''


'' ya biasa saki tua '' jawab pak Slamet


'' iya tapikan pak Bahrun bisa kembali kan pak? '' tanya Akbar penuh selidik.


'' dia resign, dia anak tunggal bahkan keluarga nya sudah dia bawa pulang kampung.'' jelas pak Slamet


'' haaah....resigh , ucap Akbar tercekat, terkejut dengan penjelasan pak Slamet.


'' kan bisa cari ganti yang lain loh pak, jangan saya ah," tolak Akbar.


'' bang Budi juga ada!" tawar Akbar selanjutnya


'' bar Budi tuh sudah ada jadwal sendiri dia akan terjun ke Jawa timur '' kata pak Slamet


'' oh ...!! bingung Akbar.


'' ya sudah 3 hari lagi kita berangkat '' kata pak Slamet


'' iya pak.'' patuh Akbar


dalam hati akbar sangat tak ingin pergi mengingat kejadian di daerah b Beberapa hari lalu.


hari yang tak di nanti pun tiba kini Akbar dan pak Slamet berada di bandara Soekarno Hatta. bersiap untuk bertolak ke Aceh segala perlengkapan sudah di siapkan.


pak Slamet menjelaskan tujuan nya kali ini adalah kematian seseorang gadis remaja yang dijodohkan oleh orang tua nya kepada orang yang tidak dikenal nya.


gadis ini terus menghantui warga yang sedang mencari ikan di danau tempat dia di temukan.


saat sudah memasuki pintu di pesawat, ponsel pak Slamet bedering.


''............''


'' assalamualaikum ...! hallo... mah''


''..........''


'' innalilahi''

__ADS_1


''....,......'''


'


'' ah iya iya mah ...'''


'''.........''


'' iya mengerti mah ''


''........''


'' baik,. baik ,...mah..!''


lalu pak Slamet mematikan ponselnya. raut wajah pak Slamet Berubah menjadi melow.


'' ada pak kok ? jadi sedih gitu !''


'' nak Akbar bisa berangkat sendiri kan? '' tanya pak Slamet tak tega


'' memangnya ada apa pak?'' tanya Akbar makin curiga.


'' istri ku bilang tadi kalau anak kami mengalami kecelakaan, sekarang aku harus ke rumah sakit.''


terang pak Slamet


' ''deg''


batin Akbar dah gak kuat pingin kabur dari bandara detik ini juga." pak Slamet bener bener mau ngerjain aku ini'' batin Akbar


'' pak bagaimana keadaan nya ?''tanya Akbar


''belom tau, istriku juga di hubungi oleh pihak sekolah ''


jelas pak Slamet.


'' oh... bisa kah yang ini di tunda pak ?''


'' nak Akbar harus pergi,'' rayu pak Slamet. mengingat perusahaan sudah memboking tiket pesawat dan kamar hotel untuk beberapa hari di Aceh kalau di tunda bisa merugikan perusahaan.


'' lagi pula berita apa yang akan di usung bulan depan kalau ini di tunda?'' kata pak Slamet lagi-


'' tapi pak saya gak mau sendiri pak'' hampir saja Akbar merengek seperti anak kecil yang sedang merajuk.


'' ya sudah Akbar ini bawa perlengkapan mu saya balik dulu, doa ku menyertai mu. saya harus segera ke rumah sakit, untuk melihat putri saya.'' Pak Slamet menyodorkan kan tas perlengkapan kerja. seakan memaksa


'' pak sebaiknya aku ikut bapak ke rumah sakit terlebih dahulu deh pak '' bujuk Akbar


'' itu pramugari sudah hendak menutup pintu pesawat, sudah ya bar , saya yakin kamu berhasil, saya do'akan semoga Allah memberikan jodoh kamu di sana, yang cantik.'' bahkan pak Slamet memberikan doa .

__ADS_1


lalu pak Slamet melangkah pergi meninggalkan Akbar dengan wajah super super di tekuk , seperti celana yang tidak di setrika, di dalam pesawat bersama penumpang yang lain.


setelah pesawat terbang membumbung tinggi meninggalkan kan kota j yang penuh hiruk pikuk seperti burung burung yang membentang kan sayapnya Akbar duduk dalam kekalutan dan kebingungan.


__ADS_2