Istri Gaib

Istri Gaib
Mbah Surotomo


__ADS_3

saat Akbar sampai di lantai ke tiga dia tidak bisa menemukan pak Slamet, di setiap ruangan dia cari namun tak jua berjumpa.


di lantai tiga ada 3 ruang, dan di sana ada lagi tangga menuju lantai atap. Akbar memutuskan untuk naik lagi, kemungkinan besar pak Slamet di sana. karena jelas jelas tadi pak Slamet naik ke tangga.


sesampainya di atas tepatnya di atas gedong yang sebagian atap, tapi sebagian di bikin semacam balkon. seperti nya untuk tempat tower air. atau menampung air untuk sehari hari. tapi kini tinggal sisa sisa pipa besi.


bahkan atapnya pun sudah tak ada mungkin terbang di terpa angin karena lapuk.


akbar menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan pak Slamet tapi juga tak ada.


tiba tiba ada angin kencang yang berhembus, dan mendorong Akbar yang sedang berdiri di pinggir balkon.


akbar kehilangan kendali, lantai yang licin karena genangan air membuat Akbar terpeleset jatuh hingga keluar dari dinding balkon.


" aaakhhhhhh....."


beruntung tangan Akbar mencekal tiang beton sebesar lengan orang dewasa. sehingga Akbar tidak langsung jatuh meluncur begitu saja dari lantai empat, atau atap.


" tolong...." teriak Akbar sembari berusaha memanjat dinding rumah.


" pak Slamet..... Tolong ...." teriak Akbar lagi.


sayup sayup terdengar dengar teriakan dari Akbar pak Slamet mencari cari sumber suara.


" di mana kamu bar ?" teriak pak Slamet.


" di sini "


pak Slamet melongok kan kepalanya keluar jendela kamar yang berada di lantai tiga.


" ,ya ampun Akbar, apa yang sedang kamu lakukan ?" tanya pak Slamet bingung.


" ia tanya nya nanti saja ,ini tangan ku sudah gak kuat sudah kesemutan " ucap Akbar yang sudah mulai panik.


pak Slamet segera pergi baik tangga menuju lantai atap. di sana ia hanya bisa melihat tangga Akbar.


" astagfirullah hal azim Akbar, ayo cepat " dengan jantung dag Dig dug pak Slamet berusaha menarik tubuh Akbar ke atas.


" haah hah hah hah " suara nafas terengah dari kedua pria setelah menyelamatkan satu nyawa.

__ADS_1


wajah akbar begitu pucat, mungkin kelelahan saat menahan berat badan nya yang bergelantungan dengan satu tangan.


untung saja segera tertolong kalau tidak entah apa sekarang yang terjadi? batin Akbar sembari melongok ke bawah dari tempat ia berdiri sekarang.


akbar teringat dengan kamera nya ia segera melihat sekeliling, " ah itu dia " kata Akbar gembira.


ada bagian yang retak meski tidak terlalu mahal masih bisalah untuk di servis.


" terima kasih pak Slamet " ucap pak Slamet seraya mengulurkan tangannya.


" iya sudah menjadi kewajiban kita sebagai manusia " ucap pak Slamet menyambut uluran tangan Akbar dan di tarik nya sehingga tubuh Akbar menyetuh tubuhnya. pak Slamet menepuk pundak Akbar dan berkata.


" kamu mengingat kan ku pada rekanku , kau sungguh beruntung " ucap pak Slamet di telinga Akbar.


pak Slamet teringat kejadian 18 tahun silam dimana dia bersama feri rekan kerja nya. dimana mereka mendapatkan tugas. mereka membagi tugas untuk berjaga malam hari. untuk bergantian tidur.


makan itu pak Slamet mendapatkan giliran tidur selama dua jam , tapi saat bangun dia sudah tertidur selama 4 jam. dia mencari keberadaan rekanya tapi tak juga bertemu.


hari sudah menjelang pagi, rekannya juga tak bisa ditemukan. akhirnya dengan bantuan warga setempat Ferry di temukan sudah menjadi mayat dengan mimik wajah yang sangat ketakutan bercampur kesakitan.


tubuh Ferry di temukan di bawah jembatan yang di kabarkan angker. dan tidak di ketahui penyebab kematian nya. karena di perkirakan tubuh Ferry tidak jatuh dari jembatan.


" dubraaaak.." seorang pria menggebrak sebuah meja dengan sebuah bejana kuning berdiameter sekitar 30 cm diatasnya yang berisi beberapa macam kembang berserta air dan di dekat terdapat dupa yang menyala.


di sebuah ruangan nan gelap dengan di penuhi aneka pernik pernik kuno, seperti keris kuno, guci kuno bahkan ada dua tengkorak kepala rusa yang tergantung di belakang tempat pria itu duduk. bahkan ada beberapa tengkorak kepala manusia di atas meja seakan digunakan sebagai hiasan.


" sial masih saja bisa selamat itu bocah cecunguk " ucap pria itu, sambil menatap bejana di depan nya itu.


pria itu memutar mutar permukaan air dalam bejana sambil mulutnya komat Kamit. kemudian melihat isi dalam bejana seakan akan sedang menonton video saja.


" asih kamu harus bisa menaklukan bocah cecunguk itu dan masuk ke dalam kehidupan nya." perintah pria berbaju serba hitam itu sembari membelai jenggot panjang nya yang sudah memutih.


" baik ndoro akan saya usahakan " ucap setan pengantin yang kini berada di lokasi Akbar berada.


" kamu harus bisa asih, hanya dengan kematian si cecunguk itu, aku baru bisa mendapatkan apa yang ku inginkan " ucap pria itu dengan suara berat dan ditekan.


" ingat yang aku katakan kemarin ? hah" gertak pria baju hitam.


setan pengantin yang bernama asih tersebut hanya bisa mengangguk kan kepalanya, mendengar ucapan majikan plus suami manusia nya itu.

__ADS_1


mau bagaimana mana lagi, kalau tak tunduk dia pasti musnah seperti ancaman yang di katakan oleh ndoro nya.


" baguuuus.... lakukan tugas mu dengan baik baik cah ayu " kata pria itu tersenyum menyeringai setelah puas menekan asih dengan ancaman yang di berikan.


" gubraaakkk, "


klontaaaangg tangggggg.... " anggap saja suara bejana ngguling yah.


semua ini si dalam bejana tumpah ruah bahkan tempat dupa juga berserakan di lantai.


lalu pria itu berdiri dari tempat duduknya, dan meninggalkan meja pendek tempat lelaku spritual nya itu. ia duduk di kursi goyang yang berada di dekat ruangan gelap tadi.


ruangan tadi hanya di terangi dengan lampu lima wat saja.


" Dulaaaah...." teriak pria itu


" iya ndoro " teriak seseorang dari dapur.


" mana kopinya " teriak pria itu lagi.


" ini ndoro segera datang kopinya" ucap pria dari belakang bagian dapur.


dengan terseok Seok seorang pria membawa nampan berisi segalas kopi hitam panas. m letaknya di atas meja yg tersedia di dekat kursi goyang milik ndoronya.


" bereskan mejanya, nanti malam akan ada tamu " ucap pria itu.


" baik ndoro " ucap pria bernama lengkap Dulah Driyono itu


Dulah Driyono pun beranjak menuju ruang gelap itu dan melakukan pekerjaan nya, sudah pasti saat memasuki ruangan itu akan merinding seluruh bulu kuduk nya. tapi mau di apa ini semua sudah hal biasa bagi dulah hanya saja meski sudah berkali-kali masuk tetap saja merinding bulu kuduknya.


" sudah menjadi kebiasaan ndoro Surotomo kalau gagal pasti di berantakin." gerutu dulah Driyono tersebut sembari membereskan ruangan gelap itu .


sementara itu Mbah Surotomo yang sedang duduk di kursi goyang mendengar dirinya sedang di gerutui oleh dulah itu pun akhirnya mengeluarkan suara.


" dulah....apa kamu sudah ingin mati!" ucap Mbah suro dengan suara nya yang terdengar menyayat di telinga Dulah.


...💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓...


...**jangan lupa tinggalkan jejak, like, comment, dan masukkan ke dalam daftar favorit kalian...

__ADS_1


...kasih hadiah sebanyak-banyaknya ya**...


__ADS_2