Istri Gaib

Istri Gaib
uang segepok


__ADS_3

Tasya yang di gombali oleh Akbar hanya senyum senyum malu. membayangkan dirinya sendiri ketika menggunakan pakaian seperti saringan tahu tersebut. pasti sangat menarik di mata para kaum pria.


dulu waktu masih hidup Tasya selalu menggunakan pakaian tertutup. karena kakek dari ibunya adalah sorang kyai, dan ayah adalah seorang pembisnis.


tentu saja dia belum pernah menggunakan pakaian ****, tapi dia sudah tau dunia antar pria dan wanita. jaman sekarang kan gak begitu sudah banyak berseliweran di media sosial.


iya bisa di akui usia Tasya memang sudah sangat matang untuk hal seperti itu, tapi hanya dengan akbar lah dia bisa terbuka. tanpa takut apapun atau bahkan malu.


ketika pertama kali melihat Akbar, Tasya melihat ada sinar putih, dan kuning keemasan, menandakan dia, Akbar adalah seorang dengan tubuh dan hati yang suci,bersih.


meski Akbar bukan orang unggulan, setidaknya dia belum pernah menyentuh wanita.


ketika Tasya meregang nyawa, disana Tasya mengalami pelecehan seksual oleh calon suami nya sendiri.


sehingga dia yang belum pernah di sentuh oleh pria, memiliki hasrat yang di bawa hingga menjadi makhluk gentayangan, dan selalu mengganggu para pria hidung belang yang sedang memancing, atau bersantai di danau Tamiang.


rasa dendam kepada pria yang membuat Tasya meregang nyawa, membuat nya tak pandang bulu.


namun dendam itu hilang begitu saja setelah melihat Akbar yang menarik perhatian nya.


melihat Tasya yang senyum senyum sendiri , Akbar begitu yakin dengan tebakan nya.


"ya sudah ntar malem langsung di coba yah ". ucap Akbar sambil memegang tangan Tasya.


dua orang wanita yang tak jauh dari Akbar berjalan pun mendengar kata kata Akbar.


" ganteng ganteng kok bicara sendiri "


" iya mesum lagi "


"apa dia pasien RSJ yang kabur"


" kalau pasien dari RSJ nggak mungkin deh penampilannya masak seperti ini"


" tapi aku yakin kulihat dia dari tadi bicara sendiri "


" setelah daripada nanti kenapa-kenapa sebaiknya kita cepat cepat saja"


apalagi melihat yang di tenteng Akbar tas dari toko pakaian dalam. kedua melirik sembari berjalan sangat cepat sehingga membuat Akbar tertinggal.


Akbar yang mendengar percakapan dua cewek cewek itu sedikit tersentak lalu tak ambil pusing, ini akan sering terjadi, dia harus terbiasa seperti ini.


''maafkan aku bang, gara-gara Tasya abang jadi dikira tidak waras" ucap Tasya menundukkan kepalanya.


"tidak biarkan saja seperti ini ini akan membuatku lebih baik"ucap Akbar menenangkan Tasya.

__ADS_1


"lebih baik apanya Abang dikira sudah gila" ucap aja sambil memanyunkan bibirnya yang seksi.


''jangan seperti ini kau membuatku sudah tidak tahan ": kata Akbar sambil me cubit pipi Tasya namun cubitan kecil atau cubitan mesra.


pagi hari


drrrt....


drrrrrtt....


ponsel Akbar berdering apa pun mengambilnya dari nakas dan segera mengangkatnya. duduk di sandaran ranjanganjang tempat tidurnya.


"halo assalamualaikum"


".......…"


" iya iya baik saya akan membayarnya secepatnya"


"..........."


" apakah tidak bisa bulan depan '?"


"........"


" baiklah akan saya usahakan minggu depan"


" iya saya janji saya akan mengusahakannya"


lalu sambung an telepon pun mati Akbar mengawasi layar ponselnya yang mulai meredup dengan mata nanar. lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


" ada apa bang sepertinya abang balik masalah yang tidak biasa?"ucap Tasya yang terbangun setelah mendengar suara Akbar berbicara.


" tidak, tidak ada masalah, hanya masalih kecil" ucap Akbar menyembunyikan wajah khawatir nya.


"nah itu tadi telepon dari siapa?" tanya Tasya yang membuat Akbar terdesak.


Tasya pun membetulkan diri agar sejajar dengan Akbar sembari menutup tubuhnya dengan selimut Tasya kini tidur bersama Abar setelah adegan panas tadi malam


" itu dari bank, mereka menagih pembayaran bulan ini sementara aku tidak memiliki uang sebanyak itu" ucap Akbar begitu lancar lalu menutup mulutnya padahal dia tidak ingin mengatakannya kepada Tasya.


Tasya pun mengernyitkan dahinya masih tidak mengerti.


" abang punya hutang di bank gitu maksudnya "tanya Tasya yang sudah mulai tahu pokok permasalahan.


" iya tapi ini bukan utang Abang sebenarnya, kamu tahu misa mantan kekasih itu?" ucap Akbar menjelaskan.

__ADS_1


Tasya pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" dia memakai kartu kreditku untuk membeli barang-barang mahal.seperti tas, dompet, sepatu, yang bermerek." kata Akbar akhirnya mengatakan situasi yang sebenernya.


" bang Akbar yang sabar ya nanti kan juga dapat rezeki lagi " ucap Tasya sembari mengelus dada Akbar.


" aku tahu allah kasih Abang yang terbaik, ayo kita mandi " ucapan Akbar dengan mata yang mengandung banyak isyarat.


" aku bisa mandi sendiri Abang mandi aja dulu ,setelah itu baru aku" ucap Tasya sembari memegang Akbar yang kokoh.


" kamu jangan macam-macam nanti si junior terbangun, gagal mandi nanti" suara serak Akbar menggema di telinga Tasya. sambil mengelus tangan Tasya yang sedang memegang lengan Akbar karena saat ini Akbar sedang bertelanjang dada.


" Ya ampun Abang bukankah tadi malam sudah lebih dari 2 ronde " ucap Tasya sambil menepuk dada Akbarr yang bidang.


" biarpun tiga ronde aku masih kuat kok sekarang kalau kamu masih mau " ucap Akbar dengan senyuman merayu.


" sudahlah nanti telat kerjanya bukankah kamu harus memiliki tanggungan untuk membayar hutang" ucap Tasya menyadarkan Akbar.


" tidak, si junior sudah terlanjur bangun bagaimana ini, apakah istriku yang cantik ini tidak mau bertanggung jawab, hah ?" ucap akbarl sembari memegang dagu Tasya sehingga wajah mereka saling berhadap-hadapan.


" bang....emmmmp " Tasya belum juga selesai berbicara sudah dibungkam mulutnya dengan mulut Akbar tanpa aba-aba.


Akbar sudah di luar kendali meski tadi malam sudah melakukannya beberapa ronde tapi tetap saja energinya seperti tak terkuras. saya hanya pasrah dengan keinginan suaminya itu dan juga menikmatinya tanpa bisa berbohong.


setelah kepergian Akbar ke kantor Tasya berfikir dengan keras ingin sekali membantu ekonomi suaminya itu.


saat Akbar pulang dari kantor seperti biasa rumah Akbar menjadi rapi bersih bahkan tersedia makanan makan malam di atas meja Akbar tidak menemukan keberadaan Tasya .


akbarpun mencari Tasya di kamar khususnya tetap tidak dapat ditemukan.


" dimana kamu Tasya? tidak seperti biasanya kamu menghilang" gumam Akbar.


" apakah kamu marah kepadaku Tolong katakan padaku cepat lah muncul di hadapanku jangan buat aku kelimpungan"


malam ini Akbar tidur tanpa kehadiran Tasya mengingat kejadian malam malam kemarin membuat Akbar meringis memikirkan bahwa dia telah benar-benar menikahi seorang jin.


hal yang tak pernah terlintas dalam pikiran nya sama sekali. saat Akbar bangun Akbar menemukan segepok uang merah di dalam laci nakas kamar Tasya.


sementara Tasya masih tetap tidak muncul. namun saat Akbar sedang duduk memikirkan dari mn uang segepok itu?


hidung Akbar mencium aroma makanan dari dapur.


...💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞...


**hai readers maaf kan author yah baru bisa up.

__ADS_1


setelah selesai membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya. like, comment, vote, dan masukkan ke dalam daftar favorit kalian.


jangan lupa. kasih hadiah sebanyak-banyaknya**.


__ADS_2