Istri Gaib

Istri Gaib
nyasar di kuburan


__ADS_3

Akbar POV


''kamu bener bar dia dia bukan manusia....'''


saat keduanya saling jongkok.


''bang Budi ini apa apa an malah mau nangis bukan tadi dia paling berani.''gerutuku dalam hati aku kan juga takut dong.


lalu tiba tiba saja wanita cantik tadi tertawa nyaring


hiii hiiii hiiii..... hiiii hiiii hiiii...... hiiii hiii hiii....


ku beranikan diri untuk membuka mata, namun sambil menahan nafas saat aku mendongak aku terkejut bukan main wanita yang tadi sangat cantik dan seksi kini berubah dengan penampilan yang sangat menyeramkan baju nya berubah menjadi daster emak emak yang sudah tak karuan bentuknya, bagian ketiak sobek jelas sja nampak tangan aja di angkat, bahkan seperti tak pernah di cuci bertahun tahun.


jangan lupa muka nya ada cacing yang sedang melambai memperkenalkan diri keluar dari matanya yang sudah entah kemana dan mulutnya penuh dengan belatung .dari hidung nya keluar anakan ular. pipinya yang tadi mulus terawat kini tinggal daging yang membusuk


kukunya panjang dan hitam, seperti tak pernah menicure ,rambutnya yang tadi di kepang dua,kini berubah menjadi sarang hewan, bahkan seekor kelabang jatuh di lantai dari sarangnya.


sungguh aku bergidik ngeri melihat,kulihat nampan sekilas yang tadi di suguhkan,betapa aku terkejut,isinya darah sangat kental.dan cemilan di atas meja yg tadi berupa sosis goreng kini. menjadi potongan jari manusia yg mulai membusuk. bahkan bercampur darah dan nanah, sebagai saos dan mayonaise.


ada rasa bersyukur karena tadi belom sempet meminumnya klo tadi minum aku tidak tau apa yang akan terjadi. kulihat bang Budi masih memejamkan matanya.sambil menutup hidungnya sama seperti aku.


namun kendati sudah menutup hidung bau busuk itu menerobos masuk sehingga rasa mual sudah tak tahan lagi. tapi rasa takutlah yang mendominasi jiwa raga dan pikiranku.


saat aku menoleh ke sisi di mana bang Budi berada ternyata dia juga menoleh padaku


karena saking takutnya aku berteriak,dan ambil ancang-ancang untuk berlari dari rumah itu.


''' se se setaaaan..... ''' teriak kami bersamaan


aku dan bang Budi melepas pelukan dan pegangan tangan kami lalu berhambur keluar dari dalam rumah itu.


dan kami lari tak tentu arah, untung saja tadi pagi aku pilih pakai sepatu sneaker jadi lebih mudah saat berlalri. saat kurasa sudah jauh aku pun duduk di atas sebuah batu,sambil mengontrol nafas ku yang terengah engah karena berlari tadi.


ku tepuk pundak bang Budi tanpa menoleh


''bang untung dia gak ngejar kita,'' kataku sambil menoleh ke belakang.


namun bang Budi hanya diam,tapi aku tak ambil pusing.mungkin dia hanya kelelahan sehabis berlari tadi.


saat nafasku mulai teratur , aku melihat sekitar sungguh aku terkejut yang aku duduki adalah kuburan. dan aku berada di tengah tengah ramainya kuburan.


''oh tuhan dial kali hidup ku" batinku


" bang sebaiknya kita pergi dari sini sekarang sebelum si Kunti tadi nemuin kita"


bang Budi tetap diam tak bergerak sama sekali


aku yang mulai jengah dengan sikap bang Budi , kutarik tangan nya karna aku tidak sabar lagi. betapa aku terkejut orang duduk disamping ku. bukan bang Budi melain kan seorang dengan wajah yang hampir sama bentuk dengan wanita tadi, bedanya dia kini laki laki.

__ADS_1


''se se setaaaan....''!!!!!


tapi aku tak lari karena sudah sangat lemas bahkan teriak anku terdengar sangat lemah.


aku terduduk lalu ber bicara dengan konyol.


''aku mohon jangan ganggu aku , aku masih perjaka ,aku masih penasaran dengan yang namanya surga dunia jangan bunuh aku,jodohku masih menanti ku''kataku mengiba ,aku begitu yakin di umurku yang tidak muda lagi masih memiliki kesempatan mendapatkan jodoh.


tiba tiba ku dengar teriakan bang Budi , seperti dapat transferan energi aku berdiri lalu berlari menuju arah di mana suara bang Budi berada.


ber lari di antara kuburan membuat aku kesulitan. apa lagi keadaan sangat gelap tanpa penerangan sama sekali. kadang kaki ku tersandung batu nisan kondisi fisik yang lemah pun turut mempengaruhi ketika jatuh ku usaha kan bangkit lagi. beberapa kali aku terjatuh,kali ini aku jatuh,dan saat berdiri kakiku tersangkut sehingga aku kesulitan untuk menggerakkan kaki. saat ku menoleh ke bawah alangkah terkejutnya aku.


''''waaahhhhh setaaaannnnnnn.....'''


BUDI POV


aku lari secepat mungkin, aku gak mau keduluan Akbar. ya wanita cantik tadi nan menawan tiba tiba berubah sangat mengerikan, aku yang tadi terpesona, akhirnya malah lari ketakutan, oh jangan lupa baunya labih wangi bau istri ku yang g mandi dua hari .


saat kurasa sudah jauh dari rumah itu aku pun terduduk lemas, ku alihkan pandangan mata menyapu sekitar, ya walaupun tanpa penerangan aku masih samar-samar melihat bahwa aku kini sedang di tengah tengah kuburan,


deg....!!


''ya Tuhan apalagi ini kemana rumah si wanita cantik tadi .''


'' bar ''


''Akbar, kenapa kita berada di tengah tengah kuburan'' kataku sambil mengatur nafas yang ngos-ngosan sehabis berlari tadi.tapi anehnya Akbar diam aja saat ku tanya.mungkin efek kelelahan.


ku tarik tangannya lalu ku ajak jalan '' ayok bar sebaiknya kita pergi dari sini''


'' mau kemana'' jawab Akbar datar dan tak mau bergerak.


''ikut aku aja ayok!!'' hardikku


'' gak mau kata akbar'' datar


kutarik tangan Akbar sambil melangkah siap untuk pergi dari situ.namun alangkah terkejutnya aku tangan yang tadi aku pegang teputus dari tubuh Akbar


'''wooooaaaaahhhh.....!!!!!'''


''seeeetaaaaan........!!!''


saat itu juga ku lepas tangan copot itu lalu ambil langkah seribu.lari tak tentu arah,bahkan aku jatuh tersungkur, terjungkal karena kaki ku tersandung batu nisan.mata ku tak bisa melihat adanya batu nisan karena tak ada nya penerangan.


''akbar kamu di mana?''


'' aku takut'''


''aku masih pingin hidup''

__ADS_1


'' aku pingin, ndeketin anak nya Mpok Minah si janda bohai itu.''


dalam lariku aku sambil berbicara sendiri,''kemana sih si Akbar kok aku di tinggal sendiri, awas aja tuh anak nanti klo ketemu''


hiii hiiii hiiii...hiiii hiiii hiiii ....hiii hiiii hiiii....


srrrreeeek srrrreeeek srrrreeeek.....


(anggap aja suara daun ya)


wuush wuushh (suara angin yah)


reekeeteek... criitt enciiiii...suara bambu berderit terkena angin


AUTHOR POV


saat ini Budi dan Akbar sedang berjalan mundur, karena tadi ada suara jadi mereka berjalan mundur sambil meng endap endap


Karana seakan ada yang mengikuti di belakang mereka.


beberapa menit kemudian punggung mereka bertabrakan dan Sama sama berbalik ke belakang.


''huuaaaaaaa....'''seeeeetaaaann.....!!!!'''


'' hwuuuaaaaa....''seeeetaaaaan.....'!!!!'''


teriak mereka bersamaan,lalu Mereka berlari berlainan arah lagi


'' lah kali setan masak teriak setan'' Akbar berkata pada dirinya sendiri,''berarti tadi itu bang budi''


lalu Akbar berbalik dan memanggil Budi sambil berlari menuju arah dimana Budi lari terbirit-birit.


'' bang...!!!!!''


''bang Budi...!!!!''.


''bang ini aku Akbar , berhenti bang...!!''


lalu terdengar suara orang tertawa nyaring


hiiii hiii hiiii.... hiiii hiiii hiiii....


'' bang Budi ini Akbar bang berhenti''


'' Akbar itu kamu? ''' kata Budi lalu menghentikan larinya seketika.


'' iya kenapa Abang lari?' ini aku bang , Akbar''


'' hehe ku kira setaan.''

__ADS_1


__ADS_2