Istri Gaib

Istri Gaib
ibuku nyidam apa?


__ADS_3

Tasya saat ini seperti di saat Akbar menemukannya pertama kali di danau Tamiang, memiliki tubuh tinggi 168 senti dengan wajah oval, hidung mancung, mata biru, kulit putih, tinggi semampai, tidak kurus, tidak gemuk, sangat ideal.


" kamu Tasya kan? "tanya Akbar tak percaya.


'' iya ini aku, Tasya bang,? " kecap Tasya tersenyum manis.


" Cut Natasha Arum kan ? ' ucapan ntar lagi masih tidak percaya.


" iya bang Cut Natasha Arum yang Abang temukan di danau Tamiang " lagi lagi Tasya tersenyum membuat Akbar dag dig dug.


jantung Akbar seakan mau lepas dari tempatnya melihat senyum manis Tasya.


dalam sekejap Akbar melupakan bahwa Tasya adalah jin. me lupakan masalah yang baru saja dia dialaminya saat melakukan kencan buta.


Akbar terpesona Dengan kelembutan Tasya.


Tasya sangat cantik, lembut dan penuh kasih.


" dari mana kamu mendapatkan daster ibu aku ?" tanya Akbar yang baru menyadari bahwa Tasya sedang menggunakan daster ibunya.


" oh ini aku dapat dari kamar yang di sebelah sana ," ucap Nissa sambil menunjukkan letak kamar ibunya Akbar.


" itu kamar ibu, pantas saja aku kira tadi ibuku "ucap Akbar


" dan kenapa tubuhmu sekarang jadi lebih besar tidak seperti tadi pagi, ah tidak terpakai bahkan tidak menemukanmu." ucap Akbar bingung


'' siapa yang mengurus semua pekerjaan rumah begitu rapi apakah kamu juga? " tanya Akbar masih tidak percaya hidupnya bagaikan mimpi benar-benar menemukan putri seorang putri dalam cerita dongeng namun ini dalam keadaan nyata.


Akbar bahkan sampai menampakkan dirinya dua kali kanan dan kiri agar dirinya tersadar yang dia pikir halusinasi.


.


'' plaaaakkkk "


" plaaaaaaak "


" aw...... sakit ini benar-benar tidak mimpi " gumam Akbar


" Abang kenapa menampar diri sendiri.? " ucap Tasya bingung dengan kelakuan Akbar sambil memegang lengan Akbar yang kekar.


'' tidak, tidak papa " jantung apar serasa mau copot dari tempatnya berdetak kencang saat disentuh Tasya tangannya yang putih mulus dan terasa sejuk di kulit menembus hati.


Akbar terdiam saat mata mereka berpaspasan dengan tidak sengaja.


''Abang kenapa kok diam ? '' tanda tanya polos.


akbar hanya bisa menggelengkan kepalanya tak kuasa mengeluarkan kata-kata.


'' Abang sudah makan malam belum? " tanya Tasya.


'' be belum " jawab Akbar gugup.


" mari aku sudah masak makanan aku belum tahu apa yang Abang suka " ajak Tasya lalu menggandeng tangan Akbar menuju dapur.

__ADS_1


Akbar yang masih belum percaya tentang semua ini hanya patuh kepada istrin gaib nya itu. wanita secantik ini di depan matanya namun masih memiliki pikiran untuk mencari pasangan manusia, itu yang ada di benaknya.


Akbar pun disuguhi makanan yang dimasak oleh Tasya dengan penuh kehangatan seorang istri.


selesai makan malam Akbar pun bergegas pergi ke kamar dan membersihkan diri. saat akan tidur Akbar teringat dengan Tasya kalau dia pergi menuju kamar tempat di mana Tasya tidur.


" kenapa belum tidur ?"


" apakah abang akan meminta hak seorang suami sekarang ?" tanya Tasya lagi.


'' oh tidak Aku hanya ingin melihatmu apa kamu baik-baik saja " kata Akbar yang masih ragu dan gugup.


" drrrt "


"drrrt"


tiba-tiba ponsel Akbar pun berbunyi Akbar pun segera mengangkatnya.


" ah bang Budi ini mengacaukan acara ku saja "gerutu Akbar.


" halo assalamualaikum ada apa bang" siapa Akbar setelah mengangkat ponselnya.


" apa yang kamu lakukan kepada Rossa ?" tanya bang Budi dengan nada sedikit tinggi.


"" aku tidak mengapa apa in dia " jawab Akbar selow.


" kamu tuh aku Bantu tidak tahu ya bukannya kamu sedang mencari jodoh " ucap bang budi dengan nada semakin tinggi.


Tasya hanya bisa memandang kepergian suaminya itu dari dalam kamar, seandainya malam ini Akbar meminta haknya Tasya sudah siap.


" aku harus sabar mungkin dia belum menginginkan ku " ucap Tasya sambil menatap nanar kepergian suaminya itu.


" aku serius aku tidak ngapa-ngapain dia, tadi itu Nissa tiba-tiba datang aku tidak tahu kalau ada Nisa di sana "


jelas Akbar tidak kalah tinggi nada suaranya.


" atau memang Jangan jangan kamu masih ada hubungan dengan Nisa? " kompetisi dengan penuh nada tekanan.


" tidak,, aku benar-benar sudah tidak ada hubungan lagi dengan Nisa " Akbar teriak jenuh ,jenuh selalu dalam lingkup permasalahan Nisa.


" tapi kenapa dia datang lalu mengaku ngaku bahwa dia sedang hamil anak kamu " tanya bang Budi geram.


" kalau kamu masih memiliki Nisa kenapa minta bantuan ku "


" bikin malu aku aja, seharusnya kamu tidak perlu meminta bantuan dariku '" ucap bang budi sengit.


" tapi bang tidak semuanya adakah kesalahanku " kilah Akbar.


" sebaiknya kau urus sampai selesai permasalahan mu dengan Nisa " perintahkan Budi.


," aku sudah menjelaskannya kepada Nisa tapi tetap saja dia datang kepadaku Aku tidak tahu harus bagaimana " ungkap Akbar kepada bang Budi.


" kamu harusnya tegas sebagai lelaki jangan lembek karena merasa kasihan " tukas bang budi

__ADS_1


''baiklah bank akan aku coba "


,


" sudahlah aku habis aja dimarahin oleh Rossa juga ayahnya " ucap bang budi lagi .


" tuan Atmaja" tanya Akbar tidak percaya .


"Ya iya lah siapa lagi "


" cerita panas macam mengetahui blind date ini " tanya Akbar.


" ya iyalah kalau tidak dapat ijin darinya mana mungkin Rossa diperbolehkan jalan apalagi dengan seorang seperti kamu " jelas bang Budi dengan nada sedikit ngejek.


" apa maksudmu bang Budi, dengan kata-kata seperti itu " tanya Akbar dengan nada marah dan mengintimidasi.


" kamu hanya seorang bujang lapuk dan jauh dari kriteria seorang CEO" , ejek bang Budi.


'' hai apa Budi yang ganteng ini sedang mengejekku " ucap Akbar.


" ha ha ha aku hanya bercanda " ucap bang budi


" apa bang Budi tidak ingat telah jatuh cinta kepada seseorang mba Kun Kun,'' tekan Akbar


" sudah lah jangan dibahas lagi hal itu ," ucap bang Budi mulai cemas.


" baik lah sampai jumpa besok " Akbar pun menyudahi hubungan telepon nya.


lalu Akbar pun kembali menuju ke kamar tidur Tasya. namun sayangnya pintu kamar Tasya telah tertutup. akhirnya Akbar kembali ke kamar nya.


" ibuku nyidam apa saat mengandung aku yah ? '' decak Akbar.


sekarang Akbar dalam posisi terlentang dengan selimut di atas tubuh nya. Akbar sedang memikirkan nasibnya yang beruntung atau tidak beruntung. telah memiliki istri secantik Tasya.


" atau karma apa yang pernah aku lakukan,atau kedua orang tua ku lakukan?" Akbar bertanya tanya seorang diri.


" haruskah aku kasih tau kepada ibu bapak ku ? ah tidak-tidak kalau mereka tau belum tentu mereka menerima atau bahkan percaya padaku, bisa bisa aku dianggap gila lagi " Akbar memijit-mijit kedua alisnya.


"lalu bagaimana kalau aku tak bisa membawa pulang menantu untuk mereka?"


" pasti mereka akan benar benar mencari kan jodoh untuk ku ''.


tak lama Akbar pun terlelap dalam tidur nya.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


selesai membaca tinggalkan jejak ya . like,comment, masukkan ke daftar favorit kalian yah.


jangan lupa beri hadiah sebanyak-banyaknya.


author bahagia banget saat mendapati notifikasi coment masuk serasa membuka pesan dari gebetan. rasanya hati ini dag Dig dug dooooor 😁


"

__ADS_1


__ADS_2