
melihat ekspresi wajah kedua orang tua nya Akbar yakin kedua telah mengira Nissa lah mengamuk di kamar nya, melemparkan seluruh barang ,dan membasahi dirinya.
ini pasti akan seru untuk nya.aakbarpun berjalan menuju sofa yang di samping Nissa tapi tak satu kursi . mengamati keadaan Nissa yang menggemaskan. melihat kedua orang tua nya pun seperti nya tidak percaya gadis secantik Nissa melakukan hal bodoh.
" Akbar" panggil pak Handoko.
" iya pak " jawab Akbar lembut.
terlihat wajah pak Handoko begitu panik.
" apa yang sebenarnya terjadi kata kan pada bapak nak. " ucap pak Handoko memohon.
Akbar yang bingung hanya tersenyum manis.
" pak, bapak ini gimana? sudah jelas jelas Akbar sedang mandi." ucap Akbar sedikit di tekan. dengan wajah di tekuk.
Akbar benar benar kesal kepada kedua orang tua nya.sudah jelas jelas saat mereka masuk Akbar juga baru keluar dari kamar mandi. masih juga menanyakan kepada Akbar itu perbuatan siapa.
meski Akbar tahu itu perbuatan siapa? tapi tak mungkin bagi Akbar memberi tau mereka, yang ada nanti Akbar dikira sama gilanya seperti Nissa.
pak Handoko dan Bu Dayu benar benar pusing di buat Nissa. Nissa mengatakan hal di luar nalar, kemungkinan melindungi perbuatan putra mereka. sedang kan Akbar memang benar baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
pak Handoko saling menatap dengan Bu Dayu. sedangkan Nissa yang masih gugup, gemetar, dan bingung tidak pernah menyangka akan mengalami kejadian mengerikan di rumah Akbar.
" ya sudah nak Nissa sebaiknya cepat ganti baju dulu di kamar ibu gih " perintah Bu Dayu kepada Nissa.
" iya Bu" ucap Nissa patuh.
Bu Dayu lalu menuntun Nissa ke kamar Bu Dayu menginap.
sepeninggalan Bu Dayu dan Nissa, Akbar mendapatkan tatapan tajam dari pak Handoko.
" apa yang sebenarnya terjadi? katakan padaku Akbar " tanya pak Handoko mengintimidasi.
" bapak , bapak itu buta atau bagaimana? sudah berulang kali Akbar jelaskan, Akbar tidak tahu menahu pak!, bahkan Akbar melihat Nissa setelah bapak sama ibu datang, Akbar juga tidak tahu kalau Nissa masuk ke kamar Akbar pak " jelas Akbar panjang lebar bahkan yang tadi nya duduk menjadi
" lalu siapa yang melakukan?" tanya pak Handoko sambil memiringkan kepalanya beberapa derajat.dan menautkan kedua alisnya.
mendengar itu Akbar tidak menggubris, bahkan wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia pun tak tau apa yang terjadi.
__ADS_1
" ini aneh Akbar seakan akan tidak peduli dengan kejadian ini." batin pak Handoko.
setelah selesai ganti pakaian Nissa yang menyadari di rumah Akbar ada yang aneh dan kejadian tadi itu pasti kedua orang tua nya Akbar tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Nissa.
Nissa memilih untuk kembali pulang ke rumah nya.
dengan wajah menunduk dan badan yang lemas dan gemetar serta hati yang belum tertata akibat dari guncangan kejadian tadi. Nissa minta maaf dan mohon ijin untuk pulang kepada Bu Dayu.
" loh ibu kok sendiri ? di mana calon menantu ? " tanya pak Handoko begitu antusias.
" huuuf ..." Bu Dayu membuang nafas kasar setelah mendengar suaminya menyebutkan kata calon menantu.
baru kali ini pak Handoko menyebut Nissa sebagai calon menantu. dari tadi cuman Bu Dayu yang ngotot menganggap Nissa calon menantu.
" ah...ibu ini kenapa kok seperti nya malah kesal sama suami sendiri " gurau pak Handoko setelah mengetahui raut wajah Bu Dayu, istri nya itu menjadi kusam
" bapak ini dari tadi juga cuma diam diam saja? kenapa sekarang jadi antusias" ucap Bu Dayu seraya menyuguh kan nampan berisi dua Gelas kopi dan segelas teh hangat.
pak Handoko hanya tersenyum melihat tingkah istri nya yang ngambek seperti anak kecil.
" Nissa pamit pulang tadi setelah selesai ganti pakaian " ucap Bu Dayu seraya duduk di samping Akbar. berseberangan dengan kursi pak Handoko.
" bapak juga g percaya Bu, dan yang di katakan oleh Nissa pun tidak masuk akal " sambung pak Handoko.
Akbar yang penasaran mendengar percakapan kedua orang tua nya pun ingin bertanya.
" memang apa yang di katakan oleh Nissa Bu , pak " tanya Akbar makin penasaran.
" Nissa mengatakan bahwa seluruh barang yang ada di dalam kamar mu itu semua pada melayang sendiri mengarah ke pada dirinya " ucap Bu Dayu.
" iya itu sangat mustahil bukan ?" Kata pak Handoko menyetujui perkataan istri nya itu.
" kenapa bisa begitu yah ?" ucap Akbar pura pura
Tasya yang mendengar percakapan keluarga suami nya itu pun penasaran dan keluar dari dalam kamar Akbar. mendekati Akbar dan duduk disisinya .
" bilang saja pada mereka bang , kalau Nissa mungkin. stress lantaran mengejar dirimu tapi tak kunjung. mendapatkan mu." ucap Tasya memanasi suasana
" gadis ini kalau sudah menyangkut tentang hati ternyata sangat besar antusias nya, bahkan rela melakukan apa pun untuk menjatuhkan lawan " batin Akbar sambil tersenyum miring.
__ADS_1
saat Akbar tersenyum seperti itu terlihat begitu jahat, dan ekspresi wajah itu tertangkap oleh pak Handoko yang duduk di depan Akbar berseberangan meja.
" apa kamu tau kenapa Nissa bisa jadi seperti itu bar?" tanya pak Handoko kepada Akbar.
menyadari bahwa bapak nya melihat perubahan ekspresi wajahnya Akbar pun mengembalikan ekspresi wajah kembali.
" kemungkinan dia terlalu lelah mengejar ku pak " ucap Akbar memilih kalimat yang lebih sopan.
" bang Akbar ini disuruh bilang kalau Nissa itu depresi malah bilang nya begitu " kesal Tasya sembari mencubit paha Akbar.
cubitan Nissa membuat Akbar meringis kesakitan.tapi tetap berusaha meredam suaranya. jika dia sedikit saja mengeluarkan suara maka dia lah akan di anggap depresi.
'' mungkin Nissa itu sangat mencintai kamu sayang, sebaiknya kalian balikan yah jangan putus, syukur syukur kalian cepetan nikah " ucap Bu Dayu kini menoleh kearah Akbar dan menyentuh pipi putranya itu.
'' iya Bu , bapak juga setuju " ucap pak Handoko.
mereka tidak tahu seandainya mereka tahu aku memiliki tasya mungkin tidak akan seperti ini . batin Akbar menangis.
" ibu , ibu tahu gak ketika gelas kopi bapak pecah, ?' "
" iya kenapa memangnya " tanya Bu Dayu.
" itu sama dengan cinta kepada Nissa Bu " ucap Akbar menjelaskan kepada ibu dayu.
" kopi yang didalam gelas, dan Gelas nya pecah tak mungkin bisa di nikmati ibu " lanjut Akbar.
" ibu mengerti maksud mu nak ya sudah ibu tak akan membahas tentang dia lagi " ucap Bu Dayu
" tapi aneh kenapa kamu membawa Nissa pulang kalau kamu sudah tidak mencintai Nissa" tanya pak Handoko.
" itu momennya saja yang tepat saja pak " ucap Akbar begitu datar. sembari mengingat kejadian tadi sepulang dari kantor.
Tasya mencibirkan. bibir nya mengingat ibu mertua nya begitu antusias terhadap Nissa.
...💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓...
like, like like like like like
like dari para reader's sangat membantu author tetap semangat loh.
__ADS_1