
setelah kondisi Akbar stabil, pak Bayu hendak membawa pulang Akbar tapi Akbar menolak. Bayu ingin langsung kembali ke hotel.
tapi pak Bayu bersikukuh untuk membawa Akbar pulang. dan menjelaskan bahwa barang di hotel sudah di bawa pulang pak Slamet ke kota J.
" apa tidak sebaiknya pulang ke rumah bapak saja dulu nak Akbar ? mengingat kondisi nak Akbar yang masih kemah " tawar pak Bayu.
" iya bener nanti klo ada apa apa kan ada pak Bayu " ucap pak sanip.
" iya tapi semua barang ku ada di hotel "ucap Akbar sebagai alasan,
" di hotel sudah tidak ada apa apa, barang barang nak Akbar sudah di bawa pulang ke kota J " jelas pak Bayu.
" Oh, siapa yang membawa pulang? pak Bayu." tanya Akbar terkejut, dengan dahi mengkerut.
" teman nak Akbar ,pak Slamet ," jawab pak Bayu.
"loh bukannya pak Slamet sedang menunggu in anak nya di rumah sakit! " ucap Akbar bingung.
" iya pak Slamet kesini setelah ponsel nak Akbar gak bisa di hubungi. jadi pak Slamet segera terbang ke sini. " jelas pak Bayu.
" emangnya nak Akbar pergi kemana? kok tau tau muncul di sana? " tanya pak Bayu.
'' iya padahal semua kru sudah mencari di segala sisi " imbuh pak sanip
" kru ? mencari ? saya? " ucap Akbar terbata dan bingung.
" iya nak Akbar bikin semua bingung " pak Slamet agak meninggikan suara nya.
" tadi saya kira nak Akbar sudah jadi hantu penunggu danau ini , sampai sampai saya benar benar ketakutan, hampir saja nak Akbar saya tinggal pulang tadi ." ucap pak Bayu panjang lebar melepas kekesalan nya sambil mematuk matikan kepala dan memanyunkan bibir seperti anak kecil.
" iya lihat celana pak Bayu sampai basah karena air seninya sendiri " pak sanip membenarkan ucapan pak Bayu , tapi ada nada mengejek di sana .
" lah kamu apa lagi monyet bergelantungan aja di teriakin hantu " solot pak Bayu tak mau kalah.
pak Bayu dan pak sanip akhirnya malah saling berdebat sendiri di depan Akbar. padahal Akbar masih bingung.
__ADS_1
" bang, sudah jangan dengarkan mereka " ucap Tasya ,yang selalu setia di sisi Akbar. suara Tasya membubarkan lamunan Akbar yang sedang memikirkan ucapan pak Bayu .
" tapi aku masih bingung " sahut Akbar, dan ucapan Akbar membuat pak Bayu dan pak sanip diam dari perdebatan mereka.
"sudah sudah kasih an nak Akbar," ucap pak Bayu menyudahi pertengkaran nya dengan pak sanip
" ya sudah sebaiknya di bawa pulang saja nak Akbar nya , pak " ucap pak sanip pada pak Bayu.
akhirnya Akbar pun nurut ikut pulang ke rumah pak Bayu, untuk beristirahat.
besok paginya semua warga danau tamiang di gegerkan dengan ketemunya Akbar dalam keadaan selamat bahkan sehat wal afiat.
" ya Allah, mas Akbar kebanyakan yang hilang lebih dari 24 jam itu pasti pulang 'tinggal nama ."" kata salah satu warga.
" iya loh ini tiga gari tiga malam berturut-turut masih sehat, bugar, Alhamdulillah ya mas " cerocos yang lain.
" hah tiga hari tiga malam apa maksudnya? perasaan tadi cuma pesta nikah itupun gak lama " batin Akbar semakin berkecamuk.
Tasya hanya bisa diam melihat suaminya di kerumunan banyak orang. kalau dia bicara nanti suaminya di kira gila setelah hilang , karena bicara sendiri.
" tiga hari tiga malam nak kenapa ? apa nak Akbar lupa hari? " jawab pak Bayu yang malah balik bertanya. dan menyodorkan sepiring nasi berserta lauk dan sayurnya kepada Akbar yang masih tiduran di ranjang rumah pak Bayu.
" seingat saya, saya cuma pergi semalam " ucap Akbar yakin. dan menerima piring nasi makan siang nya itu .
sebenarnya Akbar menolak di perlakukan seperti pasien di rumah sakit seperti ini. tapi pak Bayu begitu Ketat terhadap Akbar. mengingat kondisi Akbar yang masih lemes.
" tapi kenyataannya sudah tiga hari tiga malam nak Akbar, " jelas pak Bayu lembut, pak Bayu takut kalau Akbar depresi.
" ya sudah makan dulu nanti pak Slamet ke sini mau njemput nak Akbar " ucap pak Bayu sambil berlalu keluar dari kamar yang ditempati Akbar.
" ah iya di mana ponsel saya pak Bayu? sudah di cas kan?," Akbar teringat belom menghubungi orang tua nya di kampung.
" sebentar saya ambilkan " ucap pak Bayu
beberapa menit kemudian Akbar menghubungi orang tua nya. setelah selesai makan masakan istri nya pak Bayu.
__ADS_1
" hallo ibu "
setelah setengah jam percakapan dengan ibu bapak nya untuk sekedar melepas rindu. pak Slamet pun tiba.
" assalamualaikum Akbar, " pak Slamet tak kuasa menahan diri lalu menghambur begitu saja memeluk tubuh Akbar, lalu deraian air mata pun mengalir.
" wa Alaikum salam " salam Akbar.
" loh kok nangis pak ? " ucap Akbar bingung.
" kamu gimana? ada yang luka? ada yang kurang? '' pak Slamet membalik balik kan tubuh Akbar, dengan suara cemas nya. bahkan tangan dan kaki tak luput dari koreksinya.
" Alhamdulillah pak saya sehat wal afiat tanpa kekurangan suatu apapun " ucap Akbar ," bahkan sekarang malah sudah punya istri pak "batin Akbar.
" kamu tetep kurang bar, kurang istri, kamu kan belum punya " ucap pak Slamet dengan nada mengejek.
" ya elah tadi baru saja melow sekarang bikin galau" ucap pak Bayu yang dari tadi cuman memperhatikan kedua tamunya.
" iya habisnya Akbar ini g cepat cepat jemput jodohnya " goda pak Slamet.
" eh bukan gara gara pak Slamet sekarang malah aku punya istri gaib " batin Akbar
Tasya pun senyum senyum sendiri melihat ekspresi wajah suaminya . yang kebingungan.
" eh kamu kok malah senyum senyum saja " ucap Akbar menoleh kesisi ranjang yang kosong di mata pak Bayu dan pak Slamet.
" kamu bicara sama siapa bar ? " tanya pak Bayu ini yang kedua kalinya setelah apa yang di dengar di pos.
" jangan jangan Akbar depresi setelah tiga hari tiga malam hilang " batin pak Slamet, sambil tersenyum kecut.
" ya sudah bar sebaiknya besok pagi kita kembali ke kota J semua sedang menunggu kepulangan mu. " kata pak Slamet.
" sebaiknya nak Akbar besiap siap dulu " ujar pak Bayu.
pak Bayu dan pak Slamet pun keluar dari kamar yang di tempati Akbar dan berbicara keanehan Akbar, yang kadang didengar pak Bayu dari luar kamar Akbar, Akbar sedang berbicara sendiri. yang pak Bayu kira Akbar berbicara dengan ponsel . tapi saat masuk Akbar tak sedang memegang ponsel nya.
__ADS_1