Istri Gaib

Istri Gaib
pohon durian


__ADS_3

jam menunjukkan jam delapan malam Akbar bangun lalu bersiap sebelum menuju ke Danau Tamiang Akbar mengisi kampung tengah terlebih dahulu, dan membeli beberapa bungkus rokok untuk bekal di danau nanti.


Akbar memesan taksi online untuk menuju danau tamiang dengan beberapa bekal cemilan dan perlengkapan potret memotret , menggunakan jaket Hoodie untuk menghilangkan dinginnya malam dan sepatu sneaker agar mudah saat berlari, ketika harus lari.


sesampainya di danau Tamiang Akbar pun berkeliling mencari tempat yang tepat. yaitu tempat yang remang remang tepat nya di tepi hutan , pinggir an danau yang sisi nya ada hutan nya walau itu kecil. itukan terlihat menyeramkan pasti ada hantunya ,namanya aja pemburu hantu.


lampu danau tamiang mulai meredup dan mati sebagian, menandakan pengunjung sudah pada pulang, dan waktu pun beranjak larut.


Akbar memilih duduk di batu besar yang memang alami ada di sana.sambil merokok beberapa batang rokok produksi Sampoerna , selain kamera dan peralatan perekam hantu Akbar juga membawa penangkal atau tameng untuk menghindari serangan dari makhluk gaib, yang di beri oleh kyai Heru kemarin waktu di desa nelayan kota B.


camera camcoder songgial CT 456 SQ, kamera perekam hantu dengan infra red tajam, mampu merekam hantu hantu seantero jagad . kamera ini tidak di jual secara bebas, harganya masih sangat mahal, karena pesanan khusus, mencapai milyaran. di beli oleh perusahaan tempat Akbar berkerja Beberapa hari lalu baru di kirim .jadi ini baru pemakaian pertama kali .


untuk menghindari binatang buas malam hari Akbar meninggalkan batu besar itu, lalu memilih manjat di pohon durian yang lumayan besar.


sambil menunggu waktu malam Akbar memasang kamera nya di antara dahan dalam posisi on shooting. dia duduk santai bersandar di pohon durian dan memakan snacks yang dia bawa.


menggunakan teknologi infrared , kamera yang menggunakan infrared nampu dalam menangkap subjek yang gelap, gelap dalam pandangan mata manusia . menjadi terang dalam pandangan kamera camcoder yang Akbar bawa.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Akbar POV


Aku melihat jam di tangan menunjukan jam 24:00 wib '' kenapa aku sangat ngantuk dan lelah padahal tadi sudah tidur? ''gumam ku


di tenga keletihan yang ku rasa tak mengerti entah kenapa, tiba tiba ada bayangan putih melintas di kamera yang aku bawa.


perempuan dengan rambut panjang sepunggung dengan baju terusan putih menyeser di tanah.matanya menatap ke kamera yang berarti menatapku .


aku segera merekam gambar itu dan berharap mendapatkan bonus besar. dan sesekali aku melihat ke tanah


" ya ampun ,di sana aku melihat gadis itu dalam gelap" ucap ku mulai ketakutan.


setelah di perhatikan agak lama . " ah itu kan perempuan tadi siang yang aku temui di Danau ini " pikirku.


" kenapa ada perempuan cantik kelayaban malam malam begini " gumam ku lagi.


aku teringat perkataan pak Bayu lalu tadi siang aku ngomong sendiri padahal di sampingku jelas jelas ada wanita .


deg .!


jantung ku terhenti beberapa detik , setelah itu terpompa sangat kuat. deg degan tak karuan.

__ADS_1


aku merinding , jantung ku mau copot dari tempatnya.


bulu kuduk ku berdiri semua tanpa terkecuali,lutut ku makin lemas,dan hati ku menjadi kalah, ada rasa takut,gentar dan kecut juga kagum , begitu melihat dengan jelas wajah perempuan itu.


ada perasaan menyesal kenapa menuruti kata pak Slamet. seharusnya di tunda aja dulu kesininya. ada


" ayo kamu turun , turun dari pohon itu " kata perempuan itu begitu lembut


" haaah a .. aku!!? " aku terperanjat kaget


" iya kamu , sini turun bersama ku " ucap perempuan itu lagi


" tidak aku tidak berani " kataku terbata


" kau yang datang kesini menantang untuk bertemu dengan ku " kata perempuan itu lagi


" aku menyerah , aku takut kepada mu " kataku lagi


" malam ini aku datang menemui kamu, " katanya lagi


" maafkan aku jangan sakiti aku , aku datang hanya karena menjalankan tugas,disini" aku bener bener ketakutan


" biarkan aku selamat dan pulang menyerahkan gambar ku ini kepada atasan di mediaku. "ucapku melemah lebih tepatnya mendesis.


" ayo turun lah , jangan takut padaku "


" gimana mau gak takut , siapa pun pasti takut berhadapan langsung dengan hantu " batinku


" percayalah padaku, aku tidak akan menyakiti mu "


" kau bisa janji padaku tidak akan menyakiti ku " penuh harap


" iya aku berjanji tidak akan menyakiti atau melukai mu apalagi sampai membunuhmu " ucap perempuan itu


"sungguh ? kau sungguh sungguh tidak akan menyakiti ku? " aku masih belum percaya


" iya tapi nikahi aku, kita menikah dan menjadi pasangan suami istri " kata nya sambil memampukan kedua telapak tangan nya.


aku berpikir dari pada nanti terjadi apa apa dengan ku lebih baik ku iyakan permintaan hantu cantik ini lagi pula aku belum pernah menikah bukan ?.


" kau ingin menikah dengan ku ? tanya ku penuh kebingungan.

__ADS_1


" iya turun dan menikahlah denganku " katanya memelas.


" baik, aku akan menikahi mu , asal aku tidak sakit i aku ya? " pintaku penuh harap .


" iya sekarang turunlah " ucap gadis itu


Dengan perlahan aku turun dari pohon durian besar itu sambil menggendong tas di punggung, kemudian merosot ketanah dan bertemu muka dengan gadis yang mau menikah dengan ku.


senter aku nyalakan, dan aku lihat wajah nya benar benar cantik jelita." hidung mbangir , rambut panjang , kulit putih bersih, dan matanya biru, " aku jadi teringat orang Aceh keturunan bule.


gadis itu menjulurkan tangannya dan kami berjabat tangan. dan berkenalan.


" Cut Natasya Arum " dia memperkenalkan diri


" Akbar Maulana "aku membalasnya


gadis itu mengajakku ke istana untuk melaksanakan ritual nikah. kami berjalan berdampingan.


dia memegang tanganku lalu membawa ku berjalan , berjalan ke danau. lalu entah apa yang terjadi tiba tiba danau itu berubah menjadi istana yang begitu megah.


aku terpana dan mencubit tangan ku sendiri.


" auww ..! sakit." ternyata aku tidak hanya mimpi " aku bergumam sendiri.


" ada apa bang " tanya Tasya .dia meminta ku memanggil Tasya, dan dia memanggil ku Abang.


" oh tidak ,tidak ada apa apa ."kataku tersipu karena ketahuan.


setelah masuk ke istana aku sungguh terkagum kagum, istana ini sungguh luar biasa indah. seperti berada di negeri dongeng.


banyak ornamen ornamen khas Aceh, dan guci keramik besar yang kelihatan nya sudah sangat kuno.


dan tiang tiang dengan hiasan manik manik permata dan emas, begitu mengagumkan.


banyak pelayan yang sedang lalu lalang mempersiapkan sebuah pesta.


" apa akan ada pesta ? tanyaku kepada Tasya.


" iya tentu , bukan kah kita akan menikah " Jawab nya dengan senyuman yang merekah.


aku tersenyum kecut, Tasya memang cantik tapi dia beda alam dengan ku. terbesit pikiran " apa jangan jangan aku sudah mati "

__ADS_1


__ADS_2