Istri Gaib

Istri Gaib
penjual bunga


__ADS_3

" haaah ... kenapa belum belum sudah menyusahkan ku, dikira gila lah, bicara sendiri lah, di tangkap oleh orang aneh lah, ini gak ada orang pun minta nya yang enggak enggak, kembang sama minyak wangi besok apa lagi". gerutu Akbar. sambil melangkah pergi ke ruang tengah, meninggalkan Tasya sendiri an.


saat tidur Tasya di biarkan begitu saja di atas ranjang, sekarang Tasya mengenakan ala kadarnya. karena Tasya mengecil Akbar pun sama sekali tidak tertarik meski tidak pakai baju.


Akbar yang tidur nya serampangan membuat Tasya hampir saja terjatuh terjungkal dari tempat tidur Akbar.


" ah kalau begini terus aku akan di anggap tidak ada, pada hal aku ini istri nya kenapa tidak di anggap" gerutu Tasya.


" padahal kalau aku makan kembang tujuh rupa dan minum minyak erden aku bisa melayani dan membantu suamiku" tambah Tasya lagi , sambil berusaha bangkit setelah kesenggol lengan Akbar sehingga terlempar agak jauh.


tubuh Tasya yang sekecil Korek api membuat nya semakin ringan.


keesokan harinya Akbar memutuskan untuk libur sehari setelah atasan nya menghubungi.


pagi ini setelah sarapan nasi goreng, Akbar sendiri yang memasak nasi goreng, setelah melihat isi kulkas kosong Akbar hendak kepasar setelah mandi.


sebelum ke pasar Akbar mengecek keberadaan Tasya, dan Tasya masih sama sangat lemah dan kecil .


" apa kamu lapar ?" tanya Akbar


" iya " jawab Tasya dengan mata tertutup.


" baiklah aku sudah masak nasi goreng apa kau bisa makan ''? tanya Akbar ragu.


" ......." tak ada jawaban dari Tasya.


Akbar pun menganggap sebagai jawaban iya. lalu pergi ke dapur dan mengambil sepiring nasi goreng.


lengkap dengan irisan timun dan tomat, tidak lupa air putih.


" bagaimana pun juga kau tetap istri ku aku tetap harus memenuhi kebutuhan mu " ucap Akbar


'" ini i sarapan nasi goreng nya " Akbar menyodorkan nampan berisi nasi goreng dan segelas air putih.


" Tasya cepat lah membesar dan makan ini, sebelum nasinya dingin nanti kalau dingin sudah tak enak "


Tasya membuka mata dan terkejut, sepiring nasi raksasa berada di sisinya dan Akbar mengawasi nya.


" bang aku tuh butuh nya kembang tujuh rupa dan minyak wangi erden, bukan nasi goreng " ucap Tasya dengan mata melotot.


" ish suami gak jelas sudah tau menikah dengan jin malah di kasih nasi goreng, mana ada jin makan nasi " gumam Tasya


" mana ada nama bunga tujuh rupa, yang ada itu nama bunga mawar , melati atau bunga matahari. " Akbar tak mau kalah setelah mendengar suara Tasya menggumam.

__ADS_1


" ya Abang tanya aja ke tukang bunga di pasar bang , pasti ada " Tasya tersenyum mencoba menggoda Akbar


" menikah dengan kamu benar benar merepotkan gerutu Akbar "


" bang pliiissss....! " bunga tujuh rupa dan minyak erden yah " tangan mungil Tasya disatukan di depan muka nya memohon.


" lalu bagaimana dengan nasib nasi goreng ini ?"


" buat Abang aja " ucap Tasya


" nasib nasib , mending jadi bujang lapuk dari pada menikahi jin, toh semua orang gak tau juga kalau aku sudah menikah " gerutu Akbar sambil berlalu dari kamar nya dan bersiap ke pasar


Akbar pergi ke pasar tradisional, dan membeli beberapa bahan makanan. karena stok di kulkas rumah habis . dan beberapa mie instan.


setelah membeli beberapa bahan dan keperluan, Akbar berjalan keluar menuju tempat parkir dimana Akbar memarkir kan mobilnya.


di pinggir jalan ada beberapa penjual bunga, teringat memiliki istri jin, dan mengatakan menginginkan bunga tujuh rupa dan minyak erden. Akbar pun membeli beberapa bunga dan minyak wangi.


" untuk apa mas bunga nya?" tanya si ibu penjual bunga.


" untuk taburan di makam Bu " jawab Akbar asal


" gak mungkin kan aku jujur punya istri gaib , benar benar deh menyusahkan. ' batin Akbar


" ah tidak saya membutuhkan kembang tujuh rupa dan minyak erden saja bu " tolak Akbar


" kalau kembang tujuh rupa biasanya di gunakan untuk sesembahan mas yang ganteng ...! bukan untuk tabur makam. " jelas ibu p penjual bunga itu dengan sedikit menekan bagian ganteng.


" kalau tabur makam itu cukup yang ini," sambil menujukan tumpukan kelopak bunga.


" apalagi ada minyak wangi erden nya , itu pasti untuk sesembahan " ucap ibu penjual bunga itu lagi.


" ah terserah lah ibu aja lah lagian ini aku membelikan pesanan temanku " kilah Akbar.


" ya udah saya bungkus kan yang ini yah " ibu penjual itu menunjuk kelopak bunga mawar. lalu di jawab dengan anggukan oleh Akbar.


Akbar malu untuk mengakui bahwa dia memiliki istri gaib atau jin.


setelah membayar bunga nya Akbar berjalan menuju mobilnya tapi sebelum sampai di parkiran Akbar melihat seseorang yang tidak asing, Akbar segera bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh dari penjual bunga itu.


" seperti nya pernah ketemu tapi dimana ?" sejenak Akbar berfikir.


" ah iya itukan pria aneh waktu di bandara " gumam Akbar

__ADS_1


" untuk apa dia membeli bunga "


sayup sayup terdengar suara orang itu untuk membeli bunga tujuh rupa dan minyak wangi erden. dalam bahasa Jawa, Akbar adalah keturunan Jawa ,jadi dia tau pria itu ngomong apa.


" kembang Pitu werno Karo minyak wangi erden " kata pria aneh itu


" njih pak " ibu itu langsung membungkus apa yang di pesan pria aneh itu.


setelah pria itu pergi Akbar pun keluar dari persembunyiannya. dan mendekati si penjual itu lagi.


" ada apa lagi mas ? " tanya ibu penjual bunga itu.


" itu kenapa pria tadi yang beli ibu kasih " tanya Akbar penasaran


" bapak tadi itu langganan saya, tiap seminggu sekali dia pasti beli kembang tujuh rupa dan minyak wangi erden."


" untuk apa tiap seminggu sekali dia membeli kembang tujuh rupa dan minyak wangi erden ?" tanya Akbar


" bapak itu punya istri jin makan nya pakai bunga tujuh rupa dan minyak wangi erden " jelas ibu penjual bunga itu


" oh jadi seperti itu " Akbar baru maksud


" pantes saja kemarin di bandara dia menginginkan Tasya dari ku " batin Akbar


" kebanyakan langganan saya itu memiliki istri jin, kalau tidak ya untuk sesembahan."


Akbar mengangguk angguk an kepala nya tanda dia mengerti. tapi tetap saja dia tidak mau mengakui punya istri jin.


" sesembahan itu seperti apa maksud nya Bu ? " tanya Akbar semakin ingin tahu.


" sesembahan seperti pesugihan misalnya " jelas ibu penjual bunga itu lagi.


" eemmm... memang nya seorang istri jin g bisa makan nasi gitu ?" tanya Akbar ragu ,


" oh jangan jangan mas ini punya istri gaib juga yah ?" tanya ibu itu


" aaah .... tidak aku hanya bertanya saja " Akbar mengambil langkah untuk meninggalkan lapak pedagang bunga itu.


" dasar pemuda aneh " gerutu ibu itu.


Akbar benar benar belum siap memiliki istri jin meski dia sudah memiliki nya .


saat berada di dalam mobil ada panggilan masuk di ponsel nya yang sengaja dia tinggal di dalam mobil,

__ADS_1


" aaah Nisa ada apa dia menghubungi ku lagi " gumam Akbar.


__ADS_2