Istri Gaib

Istri Gaib
wanita cantik


__ADS_3

AUTHOR POV


sementara itu di jembatan tempat Akbar dan Budi istirahat


' bang,''


''apa?''


''abang mencium aroma busuk gak?''


''mana ada ?'' bohong Budi


'' tapi aku mencium bau bangkai bang'' kata Akbar sambil menutup hidung bahkan menahan nafas.


'' aku lagi pilek, jadi gak tercium''


'' bang janji ya bang''!


'' janji apa lagi''


''apapun yang terjadi jangan tinggalkan aku ya, please'' sambil menangkupkan kedua tangannya di depan wajahnya.


'' kamu ngomong apa sih?''kaya perempuan aja''


kesal budi


bulu kuduk mereka pun semakin meremang, keringat dingin mulai bercucuran sejalan dengan bau busuk berubah jadi wangi bunga melati


''bar ini kok bau wangi''kata budi


''bang Budi ini aneh giliran bau bangkai hiidungnya rapet, sekarang bau wangi aja cepet.''


batin Akbar


'' tapi aneh bar ini Wangi bunga..?


''melati bang...''


''bukan bar''


''terus bunga apa?bang Budi jangan nakut nakutin gitu Napa''sungut Akbar


belom juga selesai menebak bunga tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara orang tertawa nyaring.


''hiii hiiii hiiii .....hiii hiii hiiii......hiii hiii hiiii.....''


mereka pun memejamkan mata masing-masing sambil berpelukan.


keringat dingin membasahi baju kaos yang mereka pake tapi tidak nampak namun terasa karena mereka menggunakan jaket kulit.tidak panas tapi basah terkena keringat.


tiba tiba mereka di kejutkan oleh suara seorang perempuan .


'' mas kok pelukan kaya meluk pasangannya aja.''! kata perempuan itu


'' jangan jangan homo yah'' goda perempuan itu


''bar i.. itu ada orang'' kata Budi gugup namun masi dalam keadaan memejamkan mata.


'' bang Budi lihat se...sendiri'' jawab Akbar juga sama masih berpelukkan , bahkan makin kuat dia memeluk tubuh Budi.

__ADS_1


'' ta tadi ada suara orang bertanya''kata Budi


'' coba bang Budi lihat''


''kamu aja bar''


kaki mereka semakin bergetar seperti tak berdaya.tak bisa menompang berat badan mereka.


''gak mau, aku takut setan bang'' suara Akbar mulai terisak.


'' kita buka mata bareng bareng yuk'' rayu Budi


''ba baiklah '' tapi inget janji bang Budi tadi


'' iya iya aku inget'' jawab Budi ragu


''mas mas ini lagi pada ngapain disini? nungguin bunga yah?'' kata perempuan tadi yg notabene namanya bunga.


akhirnya mereka membuka mata bersama an setelah mendengar suara perempuan itu lagi.


namun bulu kuduk di tengkuk masih tetap berdiri, dan mereka pun terkejut karena yg di depan mereka kini berdiri seorang perempuan yang lumayan cantik.


Budi pun segera melepaskan diri dari pelukan nya dengan akbar ,lalu maju selangkah.


'' maaf kan kami tadi.... itu.... hanya....''


kata Budi kikuk karena malu telah kedapatan berpelukan dengan sesama pria.


'' ga pa pa mas,ini lagi pada ngapain di sini malam- malam?''tanya perempuan tersebut


'' oh kami mau ke rumah pak kades tapi kok cuma muter muter yah.?kata Budi


'' giliran wanita cantik cepet banget nyosornya''


''oh gimana kalo mampir kerumah ku kebetulan rumahku disana ga jauh Deket kok'' tawar bunga ganjen sambil mengedipkan sebelah matanya.


''i ...iya boleh, lagi pula sudah larut malam. iya kan bar .kata Budi sambil menepis rasa malu


''ya sudah ayo ikutin bunga pulang'' kata bunga sambil memimpin di depan. ''hii hii hiii...''setelah nya dia bejalan dia tertawa namun segera berhenti tertawa sebelum terdengar kedua pria itu .


Akbar dan Budi pun berjalan di belakang mengikuti wanita cantik itu . ada rasa ragu di hati kedua nya namun segera di tepis jauh jauh.


mumpung ada orang bukan kah tadi tujuan nya memang menunggu orang.


di sepanjang jalan terasa sangat aneh bagi mereka karena tiba tiba banyak rumah yang berjejer, bahkan berhimpitan,tapi penerangan sangat minim. dan ada beberapa orang berdiri seakan melihat mereka dengan pandangan datar, bahkan tanpa menyapa.


'' kek...''budi berusaha untuk menyapa seorang kakek yg berdiri tak jauh dari jalan yg mereka lewati.namun di hentikan oleh Akbar yang merasa janggal.


''jangan bang, ''kata Akbar dgn suara pelan takut kalau si kakek mendengar .


''apa an sih bar!!


''pelanan dikit Napa suaranya bang''


''' aku mau nanya sama itu kakek kenapa gak boleh?'' Akbar berbisik namun agak di tekan .


''bang Budi gak liat itu kakek mukanya pucet kayak cat tembok''


lalu mereka menoleh ke belakang,tapi sang kakek sudah tak ada.'' loh kemana perginya si kakek tadi''? kata mereka bersama an.

__ADS_1


''nah ini rumah saya mas ayok masuk'' kata wanita cantik tadi yang membawa mereka, sambil membuka pintu.


namun Akbar dan Budi hanya diam, karena terkejut.


''mas mas kok malah diem aja'' kata wanita cantik itu


lalu mereka saling menatap satu sama lain meminta persetujuan melalui mata,


akhirnya mereka memutuskan untuk masuk.


''mbak ini rumah mba kok bagus banget''


begitu Budi memasuki rumah bunga yang memang nampak lebih megah dari rumah rumah yang baru saja mereka lewati.


''iya silahkan duduk ''


lalu mereka pun dudu di sofa yg nyaman, dan bunga si wanita cantik itu beranjak ke dapur,


''mas mas ini mau minum apa?''


''oh apa aja mba Bunga, asal yang anget anget soalnya udaranya sangat dingin''tapi pada kenyataannya baju mereka basah oleh peluh.


'' yang anget mah selallu bunga bawa kemana mana mas bahkan bisa bikin gunung meletus mas'' celetuk ringan wanita cantik


''iya kopi aja kalo gitu mba bunga''kata Akbar yang merasa semakin aneh dengan perilaku wanita cantik itu yang kecentilan. padahal nampaknya masih muda.memamng bodinya aduhai., mangkanya dari tadi Budi selalu iya iya aja sama tuh wanita cantik. pura pura lupa punya istri di rumah.


''baiklah tunggu disini say bikin kan kopi,''


entah mengapa mereka berdua dudukpun tak bisa berjauhan,bahkan sering pegang tangan satu sama lain, untuk menghilangkan rasa takut mereka apalagi wanita cantik itu baru mereka kenal.


''bang bukanya tadi siang pas kita pergi ke rumah pak parjo gak ngelewatin rumah Segede ini?'' tanya Akbar merasa was was.


''iya yah kenapa sekarang tiba tiba ada?'' wajah Budi pun berubah seketika


lalu beberapa menit kemudian bunga keluar membawa nampan dengan dua gelas kopi panas dan sepiring cemilan.


''ini mas kopi panasnya '' dengan suara khas kecentilan nya wanita cantik itu menyuguhkan nampan yang dia bawa.dan ikut duduk di samping Akbar.


seketika Akbar bangkit dari sofa karena mencium aroma yang tidak sedap di hidung, dan mendadak mual ingin muntah. namun saat ia berjalan dia menyenggol meja sehingga ia terjatuh ke lantai. dengan tak sadar dia mengungkapkan istighfar.


lalu si wanita cantik itu pun segera berdiri.


'' astagfirullah hal azim!''


melihat kawan terjatuh Budi pun berusaha membangun Kanya alangkah terkejutnya nya mereka ketika mereka melihat ke lantai ternyata kaki mawar tak menyentuh lantai.


lalu spontan mereka memejamkan netra mereka.


'' bang mbak cantik ini bukan manusia''


'' lalu apa bar''?? tanya si Budi


lalu mereka saling berpelukan lagi.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


...**yuk dukung novel ini ,vote, komen,like,dan masukin ke daftar favorit kalian yah...


...supaya author semakin semangat,...

__ADS_1


...dan mohon maaf kalau tulisan nya author masih belepotan author masih dalam tahap belajar...


... jangan lupa beri poin,dan hadiah ya readers...


__ADS_2