Istri Gaib

Istri Gaib
kemarahan Tasya


__ADS_3

" oh ya lalu kenapa kalian putus?" tanya pak Handoko antusias.


" kami...."


" kluntaaaaang....."


" eheeeem...." Akbar meletakkan sendok nya tepat mengenai piring nya.


" aku sudah kenyang aku akan mandi dan beristirahat " lalu Akbar hendak pergi meninggalkan meja makan.


Tasya yang melihat adegan tadi hanya mengikuti langkah suaminya itu.


Tasya selalu di sisi Akbar tanpa ada yang melihat.


baru juga berapa langkah dari kursi nya Akbar di panggil oleh bapak nya


" nak, " panggil pak Handoko.


"iya, ada pak " jawab Akbar sopan.


"duduk lah dulu, kamu kenyang dari mana? makan baru beberapa sendok gimana mau kenyang?" kata pak Handoko. . mencegah Akbar untuk beranjak.


"bisa bisa nya ini anak, acara makan belum selesai sudah mau pergi begitu saja, bagaimana mau dapat jodoh sedang kan ada cewek di depan mata malah di cuekin " batin pak Handoko


" aku sudah kenyang, pak. bukan kah tadi aku pulang langsung duduk di sini? aku gerah belum mandi, aku akan mandi terlebih dahulu " kata Akbar begitu tenang.


" sudah pak biarkan saja, biarkan dia sendiri, toh dia sudah kasih kita calon menantu " ucap Bu Dayu seraya melirik ke arah Nissa , yang membuat Nissa tersipu malu.


" sebaiknya kamu susul Akbar nak Nissa " ucap pak Handoko.


" sudah sana susul di dikamar " Bu dayu yakin kan Nissa yang ragu.


" baiklah bu aku akan menyusul nya " ucap Nissa pada akhirnya.


Nissa beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kamar Akbar, dengan di iringi tatapan sendu oleh kedua orang tua Akbar.


" gadis yang Malang " ucap Bu Dayu.


Bu Dayu dan pak Handoko melanjutkan makan malam mereka tanpa Akbar dan Nisa.


sesampainya di depan pintu kamar Akbar, Nisa pun mengetuk pintu.


" tok tok tok"


" mas Akbar ini aku,aku akan masuk ke dalam yah" izin Nissa .


"...." tak ada sahutan dari dalam kamar Akbar.


" aku masuk ya mas" ucap Nissa lalu membuka pintu.


" mas..."


" mas..."

__ADS_1


" mas Akbar...."


lampu kamar yang tadinya terang tiba-tiba mati sendiri. membuat Nisa terkejut Dan hampir saja menyandung suatu benda di kakinya.


" mas Akbar kamu di mana ? jangan permainkan aku mas,aku bukan anak kecil lagi " desa dengan suara gemetar.


namun sekeras apapun suara Nisa Akbar benar-benar diam tak menghiraukan. bahkan kini posisi Akbar berada di kamar mandi sedang asyik mandi.


" mas ayolah aku tau aku salah, aku minta maaf mas " ucap Nissa.


Tasya yang melihat Nissa masih bersih kukuh ingin menemui Akbar, membuat Tasya marah terhadap Nissa.


" ayo lah mas aku mohon ini gak lucu " mohon Nissa lagi.


lalu Tasya mengambil vas bunga yang ada di atas nakas dan melemparnya tepat mengenai dinding di samping Nissa sedang berdiri.


" praaaang "


"aaarrrkkhh..." Nissa menjerit.


Bu Dayu dan pak Handoko saling menatap. mendengar suara benda pecah. dan teriak an dari Nissa.


" ada apa ya Bu ? kok nak Nissa teriak" tanya pak Handoko kepada istrinya Bu Dayu.


" ayok pak lebih baik kita lihat apa yang terjadi?" ujar Bu Dayu lalu bergandengan tangan dengan pak Handoko menuju kamar Akbar.


sementara di dalam kamar lampu kamar menyala kembali, dan kini Tasya melempari Nissa dengan buku buku dan beberapa barang yang ada di atas meja milik Akbar.


melihat banyak buku melayang sendiri di udara dan menuju arah dirinya, membuat Nissa gemetar ketakutan.


keringat dingin mengucur deras di sekujur tubuh Nissa.


" kenapa seluruh benda di kamar ini melayang sendiri mengarah ke padaku " batin Nissa.


bahkan botol air mineral milik Akbar pun di lemparkan ke arah Nissa. membuat keadaan Nissa menjadi sangat berantakan.


ketika pak Handoko dan Bu Dayu sampai di kamar Akbar mereka sangat terkejut melihat kondisi Nissa.


Nissa terduduk dengan kepala menunduk dan kondisi nya sangat memprihatinkan.bahkan kini Nissa terisak m nangis.


" a apa yang terjadi di sini " tanya Bu Dayu.


" apa kamu baik baik saja nak " tanya pak Handoko berusaha untuk membantu Nissa berdiri dan di bantu oleh Bu Dayu.


" apakah putraku telah menyakiti mu ?" tanya Bu Dayu.


" kreeet "


Akbar baru saja keluar dari dalam kamar mandi, bahkan masih menggunakan handuk sebatas perutnya.


" ada apa ini? kenapa kamar menjadi sangat berantakan, bahkan dirimu " ucapan Akbar terhenti setelah melihat keadaan Nissa. yang sedang di bantu oleh orang tua nya.


Akbar menoleh ke arah dimana Tasya sedang berdiri, di sana Tasya tersenyum,dan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


" pantas saja kondisi Nissa menggemaskan " Akbar hanya bisa berdecak tak heran.


" Akbar kamu,apakan nak Nissa?" tanya Bu Dayu seraya membimbing Nissa berjalan meninggalkan kamar Akbar.


" ibu..., ibu bisa melihat sendiri kalau aku baru saja selesai mandi " ucap Akbar seakan tidak terjadi apa-apa.samvil melirik ke arah Tasya tanpa menoleh kan kepalanya.


" tapi ini ..." Bu Dayu pun hanya diam karena ucapan putranya itu memang benar.


" Nissa di bawa ke ruang tamu dan di beri segelas teh hangat oleh Bu Dayu .


" Nissa apa yang sebenarnya terjadi, ?" tanya Bu Dayu. setelah keadaan Nissa sudah membaik


" Bu , Bu Dayu percaya kan kepada saya ?" ucap Nissa aga ragu ragu,.


" iya tentu ibu percaya , cerita kataanlah nak " perintah Bu Dayu.


Nissa menghela nafas panjang, dan menyiapkan mental jika saja orang tua Akbar tidak terima dengan cerita yang akan dia cerita kan.


" saat aku masuk tadi lampunya tiba tiba mati dan mas Akbar tidak ada di dalam, lalu semua barang di kamar mas Akbar mendadak melayang sendiri " ujar Nissa sesekali sesegukan dengan sisa tangis nya.


" melayang sendiri?" ucap pak Handoko tidak percaya.


" apakah gadis ini berkata jujur, apa dia marah karena di cuekin oleh putraku , sehingga melampiaskannya kepada barang barang." batin Bu Dayu.


terlihat Bu Dayu sedang berpikir , tidak ingin menelan bulat bulat kata kata Nissa,meski gadis itu terlihat jujur, tapi ini sangat janggal untuk dipercaya.


pak Handoko berusaha keras untuk percaya ucapan Nissa tapi sama saja hasil itu tidak mungkin. klo itu perbuatan putra nya, lebih tidak mungkin, putra nya bukan pria tipe temperamen. apalagi terhadap wanita.


Tasya yang melihat kejadian itu tertawa sehingga membuat kesal Akbar.


" apa kamu bersenang senang Tasya sayang" ujar Akbar kepada Tasya di dalam kamar nya.


" iya hari ini aku bersenang senang, mengerjai mantan kekasih mu itu yang kegatelan " ucap Tasya seraya tersenyum puas.


" kamu itu sudah membuat kamarku begitu hancur lihatlah semua karena ulah mu." ucap Akbar menuding Tasya dengan jari telunjuk nya.


" sayng letakan jari mu itu tidak baik " ujar Nissa


" aku akan membereskan kekacauan ini tentu setelah ibumu pergi.hemmmm..." ujar Nisa lagi.


" dasar gadis nakal " Akbar menonyor kepala Tasya dengan tangannya.


" baiklah kita lihat apa hasil dari kerja keras mu Tasya" ujar Akbar berlalu meninggalkan Tasya sendiri dan pergi ke ruang tamu untuk memeriksa keadaan Nissa.


" lebih tepatnya kemarahan Tasya karena telah berani mengacaukan mood Tasya " ucap Tasya menyunggingkan senyum mengerikan.seorang diri sambil duduk di pinggir ranjang milik Akbar.


" nak apa yang sebenarnya terjadi?" tanya ibu Dayu.


...💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓...


...**setelah selesai membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya....


......like, comment, vote, dan masukkan ke dalam daftar favorit kalian.......

__ADS_1


...jangan lupa beri hadiah sebanyak-banyaknya...


...sarangheo**...


__ADS_2