Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 1 SAH


__ADS_3

" SAH!!" Ucap para saksi serempak


" Alhamdulillah" merekapun mengaminkan doa dengan khidmat


" Silahkan pembelai pria memasangkan cincinnya pada pembelai wanita" perintah penghulu yang langsung dilakukan oleh pembelai pria itu.


" Sekarang pembelai wanita yang memasangkan cincinnya pada pembelai pria"


Setelah saling memasangkan cincin, mereka segera bersalaman. Tangan laki-laki itu terangkat memegang ubun-ubun sang istri dengan mulut komat Kamit membacakan doa, tak lupa dengan mencium lembut keningnya.


Haidar Dhakiy Arroyan nama dari laki-laki yang sudah sah menyandang status suami dari seorang Arumi Nasha Razela, seorang wanita muda yang memiliki paras cantik dan senyum manis namun sayang dia memiliki kepribadian ganda yang sering membuat aneh orang disekitarnya karena perubahan sikapnya yang sangat drastis.


Arum adalah panggilan saat kepribadiannya dalam mode kalem, judes, keras kepala tapi penakut, sedangkan zela merupakan panggilan saat dia dalam mode bar-bar, manja, tak kenal takut dan agak agresif yang selalu meng-klaim menjadi miliknya apapun yang dia mau. Kepribadiannya tidak berubah begitu saja, tapi kepribadiannya akan berubah jika kepalanya terbentur sesuatu. Mungkin Arum tidak akan sering berubah kalo lebih hati-hati, namun sayangnya dia termasuk orang yang sangat ceroboh.


Kenyataan tersebut tidak diketahui oleh sang suami dikarenakan mereka di jodohkan oleh kedua orang tuanya masing-masing, memutuskan untuk menikah dengan orang yang baru di kenal bahkan tak saling mencintai bukanlah hal yang mudah. Namun mereka tak kuasa menolak perintah orang tuannya.


Acara pernikahan sudah mereka lewati, kini mereka berdua berada di kamar Arum untuk istirahat sementara sebelum pagi mereka akan pindah ke rumah milik Haidar.


" mau siapa dulu yang mandi?" Tanya Haidar setelah mereka sampai dikamar arum.


Arum menautkan kedua tangannya gugup " gu-gue dulu"


"Yaudah cepet, setelah itu kita solat bareng"


Arum hanya menganggukan kepalanya kemudian berlalu masuk ke kamar mandi.


" Udah jadi suami aja gue" gumam haidar dengan badan yang direbahkan pada kasur.


" Apa gue bisa cinta sama dia? Kitakan gak saling kenal, tapi dia cukup cantik untuk ngebuat gue jatuh cinta kan?" Tanya nya pada diri sendiri.


Ingatannya tiba-tiba tertarik pada seseorang yang dulu ia cintai sebelum akhirnya hubungan mereka kandas karena sebuah penghianatan yang gadis itu lakukan "Astaghfirullah gak seharusnya gue mikirin dia, sekarang lo udah jadi suami orang Haidar!" Geramnya segera menghilangkan ingatan seseorang itu dari benaknya.


Sibuk bergelut dengan pikirannya, kemudian pandangannya teralihkan ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.


" Ud-" ucapan haidar terpotong


GLEK


Haidar menelan ludahnya susah payah, wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya sampai lutut sehingga menampakkan kulit putih mulusnya.


" Eummm anu, gue lupa bawa baju ganti" ucap Arum dengan wajah memerah menahan malu.


" Ekhemmm mau aku ambilin?" Tawar Haidar dengan menetralkan ekspresinya.


" GAKK USAH!! Gue bisa sendiri mending Lo mandi!" Ucap Arum agak ngegas


Ngegas amat bini gue. Batin Haidar.


" Yaudah kalo gitu" ujarnya seraya bangun dari tidurnya.


Saat Haidar mendekat ke arah kamar mandi, dengan cepat Arum menjauh sampai kakinya tersandung.

__ADS_1


DUK


Kepalanya sedikit terbentur lemari yang ada disana, sontak membuat Haidar mendekat kearahnya " arum!! Kamu gak papa?" Tanyanya khawatir.


" Arum??" Kepala Arum terangkat lalu menatap Haidar yang sedang kebingungan, tangannya terangkat mengelus rahang Haidar pelan " aku zela sayang"


Haidar menegang di tempat, mengapa sikap istrinya tiba-tiba berubah begini " a-arum kamu lagi bercanda kan?"


Tubuh Arum maju lebih dekat ke arah Haidar " no baby....aku zela" tangannya mengalung pada leher Haidar " kamu tampan sekali suamiku, ayok kita bermain" ucapnya dengan tangan yang berniat membuka handuknya namun sebelum itu terjadi, Haidar terlebih dulu menahan ujung handuknya sehingga tidak jadi terbuka, karena panik, Haidar sampai tidak sengaja membuat kepala Arum sedikit terbentur dengan lomari di belakangnya ketika dia mencoba menahan handuknya.


" Awshhh" ringis Arum dengan kesadaran yang telah kembali.


Matanya melotot ketika melihat Haidar di hadapannya dengan tangan yang memegang handuk di bagian dadanya " APA YANG LO LAKUINNNN!!!!!!" teriak Arum dengan kaki yang spontan menendang perut Haidar membuat laki-laki itu terjungkir kebelakang


Gubrag


" Awshhh" ringis Haidar memegangi perutnya yang sakit.


Mendengar ringisan Haidar membuat rasa bersalah muncul di hati Arum, dia merasa berdosa telah menendang suaminya tapi itu hanya reflek penjagaan diri saja " eeee sory gue gak maksud nendang Lo...tapi ini salah Lo yang megang-megang gue tiba-tiba, gue kan kaget"


Haidar mengerutkan keningnya, sebenarnya apa yang terjadi dengan istrinya, bukannya dia yang nyosor duluan? Kenapa jadi dirinya yang salah.


" Kamu arum apa zela?"


Arum terdiam sesaat, sekarang dia faham apa yang telah terjadi. Kepalanya menunduk " gue Arum" ucapnya pelan " maaf gue udah narik Lo kedalam kehidupan gue yang gajelas" lirihnya.


" Tunggu ini maksudnya gimana?" Tanya Haidar masih tak paham


" Lo mandi dulu aja, nanti gue ceritain"


" Iya enggak"


Haidar pun masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Arum segera memakai baju tidurnya.


Tak lama kemudian Haidar keluar dengan wajah yang lebih segar, dia melihat Arum yang sudah siap dengan mukenanya. Cantik. Itulah yang pertama kali muncul dibenaknya ketika melihat Arum dengan mukenanya.


" Udah siap? Ayok kita mulai solatnya"


Mereka solat bersama untuk pertama kalinya, bacaan Al-Qur'an yang Haidar lantunkan sangat menenangkan hati arum.


" Salim " perintah Haidar menyodorkan tangannya ketika mereka baru saja menyelesaikan sholatnya. Tangannya kemudian di sambut oleh istrinya lalu di cium.


"Kamu udah siap?" Tanya Haidar sontak membuat tubuh Arum menegang, tangannya saling menaut.


" Gu-gue belum siap... Lo mau nunggu kesiapan gue buat kasih kesucian gue sama Lo kan?" Tanya Arum hati-hati


Tak ada jawaban dari cowok itu membuat hati Arum gelisah.


"Pfff hahahaha" Haidar tertawa mendengar lontaran istrinya, bukan itu yang dia maksud


" Lo kok ketawa sih" ngegas Arum dengan muka kesal

__ADS_1


" Bukan itu yang aku maksud " Haidar masih saja tertawa


" Ya terus siap apa?"


" Soal yang tadi kamu mau cerita "


BLUSH


Wajah Arum memerah menahan malu "o-oh itu.. sebenarnya gue...punya kepribadian ganda"


Pengakuan Arum berhasil menghentikan tawa Haidar " kamu serius?" Tanya nya tidak percaya


Arum menganggukkan kepalanya " maaf gak bilang dari awal...Lo pasti gak mau nikahin gue kan kalo tahu lebih awal" ucapnya dengan kepala menunduk


Satu usapan mendarat di kepala Arum membuat dia mendongak menatap sang pelaku yang tengah tersenyum hangat " kamu jodoh aku, jadi mau kamu bilang dari awal atau enggak, kita tetap di jodohin" ucap Haidar membuat rasa bersalah di hati Arum semakin besar.


" Maaf" lirih Arum


" Aku maafin tapi ada syaratnya"


" Kok gitu" kesal Arum tak terima


" Mau gak?"


" Yaudah apa?!!" ucap Arum agak ngegas


" Kalo ngomong sama suami jangan pake Lo gue, ubah jadi aku sama kamu, mas juga boleh"


" Gak mau!!" Bantah Arum keras kepala


" Eh harus nurut sama suami, dosa loh kalo nolak"


Arum terdiam sebentar " ish yaudah iyaa"


" Iya apa?" Tanya Haidar menaikan alisnya sebelah


" Ak-aku mau" cicitnya malu


Senyum Haidar mengembang " pinter"


" Mau di lanjut?"


" Apanya?"


" Soal kesucian tadi" ucap Haidar jail


" IHHH HAIDARRR" pekik Arum menahan malu membuat tawa Haidar meledak


TBC


...****************...

__ADS_1


Halo semuanya!!


Terimakasih yang sudah membaca ceritaku, semoga kalian suka🤗


__ADS_2