Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 20 - CCTV BERJALAN


__ADS_3

" awww awwww sakit mahh!!!!" Pekik Haidar, mamahnya ini baru juga datang sudah marah-marah Sampai menjewer telinganya di hadapan istrinya.


" Siapa suruh kamu gak bisa jagain istri kamu sendiri?!" Omel Salma.


Haidar dan Arum kompak mengernyit bingung, mereka saling memandang lalu mengedikkan bahunya tanda tidak tau.


" Kalian pindah ke rumah mamah aja biar bisa mamah pantau!!"


Mata Haidar membulat, apa-apaan ia gak mau kalau harus pindah lagi, mana harus di pantau segala lagi " tunggu tunggu...ini ada apa sih mah?? Kebiasaan datang-datang udah marah-marah tanpa jelasin letak kesalahannya dimana!!" Kesal Haidar.


" Pura-pura gak tau lagi!! Mamah tau ya bibir Arum bengkak gara-gara di gigit hewan tapi bukannya di tolongin malah di ketawain sama kamu!!"


Jawaban Salma berhasil membuat mereka berdua tersentak, bagaimana mamahnya bisa tau soal bibir Arum?


" Kok diem? Jawab mamah?!!"


Haidar memijit pangkal hidungnya, kenapa masalah ini jadi rumit begini " astaghfirullah.....mama tau informasi ini dari siapa?"


" Jangan tanya balik!! Mama punya cctv disini jadi kamu gak usah ngelak!"


" Cctv?!!" Kaget haidar dan Arum bersamaan.


" Iya cctv!!" Ucap Salma santai


Bi Inah maksudnya hehe.


" Kalian tinggal di rumah mamah aja, rumah kamu jelek banyak hewannya" cetus Salma.


" Apasih mah gak ada hewan apapun disini!!" Kesal Haidar.


" Ck masih aja ngeles " kesal salma lalu tatapannya beralih menatap menantunya " sayang sini!" Titahnya yang langsung di turuti oleh Arum


" Liat mamah " perintahnya.


Arum mendongak dengan perlahan, mata Salma membola ketika melihat bibir Arum agak bengkak, kalo ini sih dia tau karena apa.


Salma menghela nafasnya lelah, jauh-jauh ia kesini tapi ternyata hewannya anaknya sendiri. Salma menyandarkan tubuhnya pada kursi " jadi kamu hewannya " ucap Salma pada anaknya.


Haidar memutar bola matanya jengah " mamah kayak gak pernah muda aja sih!"


" Ya mamah kira kan Arum benar-benar di gigit sama hewan, taunya kamu " ucap Salma tanpa beban setelah habis-habisan mengomeli Haidar.


" Ck anak mamah tuh sebenarnya siapa sih??" Haidar tak habis pikir dengan ibu-ibu rempong ini.


" Yang pasti bukan kamu " celetuk Salma santai.


" Astaghfirullah ampuni ibu hamba ya Allah " ucap Haidar seraya mengusap-usap dadanya.


Salma tak memperdulikan anaknya, ia menatap menantunya dalam " kamu di paksa sama dia?" Tanya Arum tiba-tiba.


" Astaghfirullah apalagi sih mah? Suudzon Mulu perasaan!"


" Mamah gak nanya kamu!!"

__ADS_1


" Kamu bilang aja sama mamah gak usah takut " tekan Salma.


Wajah Arum semakin memerah " e-enggak..." Jawaban Arum membuat Haidar tersenyum ".....tau " lanjut Arum menghilangkan senyum di bibir Haidar. Apa katanya tadi? Enggak tau?


" Enggak tau?" Tanya Salma bingung.


Arum menggigit bibir bawahnya, ia bingung harus berkata apa. Melihat kebingungan di wajah istrinya, Haidar berinisiatif menjelaskannya dengan senang hati.


" Enggak di paksa mah, orang dia nyosor duluan" celetuk haidar tanpa malu.


Mata Arum melotot, harus di simpan dimana mukanya ini " a-aku mau cium pipi kamu!! Tapi kamu yang cari kesempatan!!" Sewot Arum


" siapa suruh nyosor kan, jadi aku gak buang-buang kesempatan"


Salma diam-diam tersenyum melihat perdebatan mereka, ia rasa mereka mulai semakin dekat. Baguslah, dia sudah tidak sabar menimbang cucu.


" Kamu nahan tengkuk aku!!"


" Kamu aja yang lemah gak bisa ngehindar"


Mereka saling menatap sengit, menyalahkan satu sama lain.


" Sudah! yang kalian lakuin udah bener, Sering-sering aja ya gitu. kalau bisa sih lebih, biar mamah cepat punya cucu " ucap Salma kemudian ia bangkit dari duduknya.


" Mamah pamit ya, kalo ada apa-apa telfon" Salma berlalu begitu saja meninggalkan pasangan suami istri yang sedang menganga mendengar lontaran kata yang ia ucapkan.


" Udah gitu doang?" Gumam Haidar tak percaya.


Arum menggelengkan kepalanya " aku gakĀ  tau"


Decakan keluar dari mulut Haidar " ada ada aja sih pake cctv segala! Kan jadi gak bebas "


" Gak bebas apanya?" Tanya Arum polos.


" Gak bebas main sama kamu " ucap Haidar dengan alis naik turun.


" MESUMM!!" kesal Arum


" Kalo sama istri bukan mesum tapi pahala sayang"


Arum sengaja mengabaikan suaminya, biarlah ia mengoceh sendiri.


" Yang! Kok aku di cuekin sih" Arum memijit pelipisnya, sejak kapan suaminya jadi super bawel kayak gini.


" Yang!! dosa loh nyuekin suami"


" Apasih mas?!!" Geram Arum


" Bantu aku cari cctv-nya mamah"


" Ck yaudah iya, kamu udah bisa jalannya?" Tanya Arum


Kepala Haidar menganguk " udah meskipun belum lancar"

__ADS_1


" Kamu cari di lantai bawah aja , aku di atas. Awas jangan sampai jatuh" pesan Arum pada suaminya.


Merekapun berpencar untuk mencari cctv di seluruh rumahnya, dari mulai tempat yang terbuka sampai terpencil sekalipun. Namun pencarian mereka tak membuahkan hasil.


Mereka merebahkan kembali punggungnya pada sofa dengan duduk berdampingan, mereka menghirup nafas panjangnya guna meredakan rasa lelah yang mereka rasakan.


" Ketemu gak?" Tanya Haidar dengan kepala menoleh


Arum menjawab dengan gelengan kepala, Haidar yang melihatnya hanya bisa bernafas lelah " masa mamah bohongin kita?"


" Gak mungkin, dari mana mamah tau soal masalah kita kalau gak ada cctv yang mantau kan?" Ucap Arum


" Iya juga sih, terus dimana cctv nya?" Geram haidar Frustasi.


" Maaf sebelumnya, non sama tuan mau saya ambilkan minum?" Tawar bi Inah mengalihkan perhatian mereka. Ia tau majikannya sedang kelelahan.


Mereka serempak menatap bi Inah yang berdiri di hadapannya, tiba-tiba di benak mereka terbesit sesuatu hingga membuat mereka saling memandang satu sama lain. Senyum keduanya terbit begitu saja saat tau arti dari tatapan masing-masing.


" Bi Inah?!" Ucap Arum dan Haidar bersamaan.


Haidar menatap bi Inah yang kebingungan karena namanya di sebut-sebut " bi....sekarang jawab jujur! Bi Inah cctv-nya mamah kan?" Tanya Haidar to the point.


Mata bi Inah melebar " ma-maksud tuan?" Tanya bi Inah pura-pura tak mengerti


" Bibi jangan ngelak, di bayar berapa sama mamah buat laporin segalanya ke dia?"


Tubuh Bu Inah menegang " ma-maaf tuan, jangan pecat saya" cicitnya.


" Siapa bilang saya mau pecat bibi?" Bi Inah menatap Haidar yang tersenyum misterius.


" Saya akan bayar 2kali lipat dari mamah tapi bibi harus laporin yang baik-baik ke mamah, gimana?" Tawar Haidar.


" B-baik tuan" ujar bi Inah tak bisa membantah.


Senyum Haidar mengembang " bagus, sekarang bibi boleh pergi "


" Baik tuan, saya permisi" bi Inah berlalu dari hadapan mereka.


" Ck udah capek-capek nyari ternyata cctv berjalan" decak Haidar.


Haidar menutup matanya lelah" Apa mamah saking gak percaya-nya sama aku sampai nyuruh bi Inah buat mantau kita? padahal aku gak akan nyakitin kamu "


" Kamu percaya sama aku kan?" Tanya Haidar namun tak ada balasan di sampingnya, ia membuka matanya lalu menoleh ke tempat istrinya berada.


Matanya melotot saat tidak menemukan keberadaan arum di sampingnya " lah kemana perginya? Dari tadi gue ngomong sendiri dong?" Tanya Haidar pada dirinya sendiri.


" Yanggg!!! Kok aku di tinggal sendiri sihh??!!" Teriak Haidar


" Yanggg!!" Panggilnya lagi, bibir Haidar maju ke depan karena kesal.


Sedangkan Arum, ia sedang cekikikan di kamarnya. Biarkan saja suaminya mendumel sendiri " rasain!" Ucap Arum pelan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2