Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 18 - SEBUAH FAKTA


__ADS_3

Disinilah Haidar berada,duduk dihadapan mamahnya dengan kepala menunduk mendengarkan Omelan yang sedari tadi keluar dari mulut mamahnya itu. Sedangkan Arum, wanita itu sedang berada di dapur menyiapkan hidangan untuk mertuanya.


" Baru aja di tinggal sebentar udah main tangan aja kamu sama istrimu! Mau jadi apa kamu hah??!! Sama wanita aja main kasar!" Omel Salma dengan suara agak mengeras.


" Kalo kamu gak cinta sama arum, bilang!! Jangan di kasarin! Biar mamah yang bawa Arum pulang ke orang tuanya sekarang juga!" Ucapan Salma sontak membuat kepala Haidar terangkat dengan cepat, matanya membelalak menatap mamahnya tak percaya.


" Ya Allah....mah, Haidar gak maksud kasarin arumm!" Ujar Haidar frustasi, mamahnya ini sedari tadi menyalahkannya.


" gak maksud kasarin gimana?!! Kening istri kamu sampai ada bekas merahnya gitu! Gimana kalo yang datang tadi bukan mamah tapi mertuamu, mau apa kamu hah??!"


Haidar kembali terdiam, ini semua emang salahnya.


" Kamu cinta sama istri kamu?" Tanya Salma tiba-tiba.


Haidar terdiam sesaat, ia sayang dengan istrinya itu tapi kalo cinta sepertinya akan tumbuh seiring berjalannya waktu


" Aku sayang sama dia "


" Kalo cinta?" Tekan Salma


" Ak-aku gak tau " lirih Haidar.


Salma menghela nafasnya, menghirup udara sebanyak mungkin untuk mengisi paru-parunya yang tiba-tiba menyempit setelah berbicara dengan anaknya ini " kamu masih cinta sama mantan kamu itu?" Tanya Salma dengan suara agak berat


Lagi-lagi haidar terdiam, ia juga tidak tau tentang perasaannya. Ia benci wanita itu tapi di dalam hatinya masih ada setitik rasa cinta untuk wanita itu.


" Jawab mamah Haidar!!" Sentak Salma, ia harus meluruskan semuanya sekarang juga.


" Aku benci sama nagita mah! Tapi hati aku sulit melupakan dia, aku udah berusaha lupain dia dengan adanya Arum di hidup aku"


Bagai tersambar petir, tubuh Arum yang berada di balik pintu mematung mendengar lontaran dari suaminya. Jadi pria itu masih belum bisa melupakan wanita itu? Kenapa hatinya rasanya sangat sakit? Apa suaminya menjadikannya pelampiasannya saja? Padahal ia sudah menghilangkan rasa cintanya untuk Reza demi suaminya.


" Lupakan wanita itu!! Dia sudah hianatin kamu haidar! Wanita itu pergi dengan selingkuhannya saat pernikahan kalian tinggal menghitung hari!! Untungnya ada istri kamu, dia mau di jodohin sama kamu yang bahkan belum dia kenal. Istri kamu yang udah nyelamatin nama baik keluarga kita" Ucap Salma dengan mata memerah, hatinya ikutan sakit saat mengingat perbuatan mantan pacar anaknya itu


Arum menutup mulutnya tak percaya, matanya sudah berkaca-kaca. Tubuhnya bergetar menahan tangis, kenyataan bahwa suaminya tidak benar-benar menginginkannya cukup membuat hatinya hancur. Kakinya termundur perlahan dan tanpa sengaja menyenggol vas bunga yang ada di sampingnya hingga pecah.


BRAKK


Suara pecahan barang mengalihkan perhatian mereka berdua, dengan cepat mereka menghampiri suara barang pecah itu. Sedangkan arum, ia cepat-cepat menghapus air matanya yang mengalir. Tangannya mengambil pecahan kaca untuk membereskan kekacauan yang ia buat.


" Arum?" Kaget salma, tak hanya wanita itu yang kaget, haidar juga sama kagetnya.


Arum mengangkat kepalanya perlahan menghadap mertuanya, senyum paksa dia perlihatkan seolah-olah ia tak mendengar apapun " maaf mah, tadi Arum mau manggil kalian buat makan tapi gak sengaja nyenggol vas bunganya " ucap Arum dengan suara agak bergetar

__ADS_1


Rasa takut hinggap di hati Haidar, ia takut istrinya mendengar pembicaraan mereka, ia takut istrinya salah paham, dan ia takut istrinya meninggalkannya.


" Gapapa sayang, biar bi Inah yang beresin" Salma mengingat tujuannya kesini, ia membawa asisten rumah tangga yang akan ia tempatkan di rumah anaknya ini.


" Gak usah mah, Arum bisa sendiri " ucap Arum kembali memunguti serpihan kaca di lantai dengan tergesa-gesa hingga tangannya berdarah terkena serpihannya.


" Shhh " desah Arum ketika telunjuknya terkena beling


Dengan spontan Haidar berniat menggapai tangan Arum yang berdarah namun sebelum dia berhasil menyentuhnya, tubuh Arum memundur menghindari sentuhannya hingga tangan Haidar menggantung di udara.


" Kamu gak papa?" Tanya Salma khawatir


" Gak papa kok mah, ini cuma luka kecil "


Gak sebesar luka di hati aku. Lanjutnya dalam hati.


" Yaudah cepat obati ya "


" Iya mah, sekarang mamah duluan ke ruang makan. Arum udah masakin makanan banyak" ucap Arum dengan senyum yang masih menghiasi wajah sendunya.


" Oke kamu cepat nyusul ya"


" Siap mah "


Haidar menganguk pelan, ia menggerakkan kursi rodanya lebih dekat dengan arum lalu tangan kirinya menahan tangan Arum " jangan di lanjut, biar bi Inah yang bersihin" cegah Haidar.


" Bi Inah!" Panggil haidar


Beberapa detik kemudian Bi Inah datang " maaf bi, boleh minta tolong beresin itu?" Tanya Haidar.


" Gak usah minta maaf segala tuan, itukan pekerjaan bibi " ucap bi Inah nyengir.


Haidar tersenyum kecil " tolong ya bi"


" Iya den siapp" ucap bi Inah


Tatapan Haidar beralih pada istrinya yang menunduk " aku obatin "


Arum menepis pelan tangan Haidar " aku bisa sendiri " ucapnya kemudian pergi dari hadapan suaminya


Haidar menatap sendu punggung kecil Arum, ia kesal dengan dirinya sendiri. Ia kesal tidak bisa mengejar istrinya dengan kursi rodanya.


......................

__ADS_1


" Mamah pulang dulu ya, makasih makanannya" ucap Salma pada Arum


" Iya mamah hati-hati ya bawa mobilnya "


Salma menganguk kemudian dia pergi dengan mobil putih yang di tungganginya.


Setelah Salma tak terlihat lagi, Arum berbalik untuk masuk namun di tahan oleh Haidar " rum kita bicara sebentar "


Lagi-lagi Arum menepis pelan cekalannya " aku lagi gak enak badan " ucapnya kemudian kembali melanjutkan jalannya tanpa melihat Haidar sedikitpun, sebaiknya ia menjauh dulu dari suaminya itu untuk menenangkan hatinya.


Haidar menghela nafasnya lelah, ia masuk dengan kursi rodanya sendiri. Untung kursi rodanya ada mesinnya jadi ia gak usah capek-capek menyered rodanya dengan tangan.


Hari mulai malam....


Haidar melihat istrinya sudah berbaring di kasur dengan membelakanginya, mungkin wanita itu butuh waktu sendiri.


Sekarang pria itu bingung harus bagaimana, mau tidur tapi susah pindah ke kasurnya. Kalau dia tidur di kursi roda, paginya pasti badannya sakit semua.


" Gue coba aja kali ya " gumamnya, Haidar turun dari kursi roda dengan sebelah tangan menyangga tubuhnya pada pegangan tangan kursi roda. saat kakinya hampir berhasil menegak, tangannya secara tidak sadar menekan kursi roda sampai rodanya bergerak mundur. Ia lupa mengerem kursi rodanya saat ia berdiri tadi hingga kini tubuhnya oleng lalu terjatuh ke lantai dengan tangan kanan yang masih di perbannya tertekan pada lanjai.


BRUG


" Akhhh" erang Haidar dengan tangan kiri memegang tangan kanannya yang sakit.


Suara hantaman yang cukup keras berhasil mengusik Arum yang sejatinya belum tertidur, ia menoleh cepat ke sumber suara lalu matanya membelalak saat melihat suaminya tergeletak di lantai sambil kesakitan.


Dengan cepat Arum menghampiri Haidar lalu membantunya untuk bangun dan memindahkannya ke kasur.


" Hati-hati " ucap Arum pelan, ia membantu membaringkan dan menyelimuti tubuh suaminya.


" Rum ak-"


" Minum obatnya " potong Arum, ia menyodorkan obat beserta air. Pria itu langsung menuruti perintah istrinya tanpa membantah.


" Rum.."


" Tidur " potong Arum lagi, lagi-lagi Arum tak membiarkannya berbicara.


Haidar melihat istrinya kembali tidur di sampingnya dengan membelakangi dirinya, sepertinya ia harus menyelesaikannya besok. Pikirnya kemudian menutup matanya yang lelah.


TBC


...****************...

__ADS_1


__ADS_2