Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 7 - TRAGEDI


__ADS_3

PRANGGGG


PLAKKK


" BERANI-BERANINYA KAMU BAWA JAL**G ITU KERUMAH INI!!"


" JAGA UCAPAN KAMU!!"


" AKU GAK SUDI RUMAH INI DI INJAK SAMA PELAKOR INI!!"


Arum yang mendengar keributan di bawah langsung turun untuk melihat apa yang terjadi.


" CUKUPP!! DIA WANITA YANG SAYA CINTAI "


" TAPI AKU ISTRI KAMU MAS!!"


" PERSETAN DENGAN ITU SEMUA!! SAYA TIDAK BUTUH KALIAN LAGI!"


Hati arum ikutan sakit melihat penghianatan yang papahnya lakukan.


" SEHARUSNYA KAMU SADAR DIRI " ucap selingkuhan papahnya.


Ibunya Arum mendekat ke arah wanita itu lalu menjambak rambutnya kuat " LO BILANG APA TADI HAH?? SEHARUSNYA LO YANG SADAR DIRI PELAKOR!!" Teriaknya.


" JANGANN SENTUH WANITAKU" papahnya Arum menyeret istrinya menjauh lalu mencekik lehernya kuat.


" PAPAHH HENTIKANN!!" Teriak Arum sembari mendekati papahnya, tangannya menyentuh tangan papahnya untuk melepaskan cekikan pada ibunya.


" MENJAUH DARI SAYA ANAK SIAL*N!!" Teriak papahnya marah


BRAKKK


Dia mendorong tubuh Arum hingga mengenai meja kaca sampai meja itu pecah, serpihan kaca itu mengenai tangan dan sedikit wajah Arum.


" BIADAB!!" Marah Haidar dengan tangan mengepal, matanya memerah menahan amarahnya. Dia juga marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa.


" Le-lep-pas " ucap ibunya Arum kehabisan napas.


" Saya muak, kamu harus mati " ucap papahnya sembari mengeratkan cekikannya.


Melihat ibunya mulai yang kehabisan napas, dengan cepat Arum bangkit tanpa memperdulikan rasa sakitnya. Dia mendorong kuat papahnya hingga cekikannya terlepas.


" Ibu gak papa?" Tanya Arum sembari memeluk ibunya yang lemas.


" BERANINYA KAMU!!" Teriak papahnya murka. Tangannya menyeret Arum kasar lu mencekiknya dengan erat.


" Ukhuk le-pas" ucap Arum memukul-mukul tangan papahnya.


Tangan papahnya Arum beralih, dari yang awalnya mencekik kini menjambak rambut Arum lalu membentur-benturkan kepalanya pada dinding.


BUGH


BUGH


" AKHHHH Sakit" jerit Arum namun tak di dengar sedikit pun.


" MATI!!" Teriak papahnya hilang akal.

__ADS_1


BUGH


BUGH


Kemudian tangannya kembali mencekik leher Arum.


Jiwa Arum memberontak, tatapan matanya berubah. Tangannya yang bebas meraba-raba pot bunga di sampingnya lalu dengan sekali hentakan dia memukulkan pot itu ke kepala papahnya hingga membuat cekikan itu terlepas.


Papahnya kehilangan kesadarannya, Haidar yang melihat kejadian itu hanya mematung di tempatnya begitupun dengan wanita selingkuhan papahnya itu.


" Hahahaha hiks hahahaha" mulut Arum tertawa namun matanya menangis.


Tubuhnya mendekat ke arah papanya " jangan pernah usik kehidupan seorang Razela, papah sayang" ucapnya


Tubuh Haidar menegang, jadi ini alasan yang membuat kepribadian lain dari gadis itu muncul.


Tatapan Arum beralih menatap selingkuhan papahnya sontak membuat wanita itu menegang, dia memundurkan langkahnya saat Arum mendekat.


" Lo!" Tunjuk Arum dengan tampang sangarnya " urus mereka" perintahnya.


" Kenapa harus saya?!" Ujar wanita itu dengan songong.


Arum lebih mendekatkan diri pada wanita itu " karena Lo alasan dari kekacauan ini" ucapnya sambil memain-mainkan serpihan kaca yang dia ambil dari pecahan pot " kalo Lo gak mau....." Arum lebih mendekat membuat wanita itu makin takut


" I-iya akan saya urus"


Arum menyunggingkan bibirnya " good " ucapnya kemudian berlalu keluar.


Haidar mengikuti kemana Arum pergi, dia khawatir dengan keadaan gadis itu. Mau kemana dia malam-malam begini? Dengan luka di sekujur tubuhnya.


Arum terus berjalan tak tentu arah, menghiraukan tatapan aneh yang orang lain berikan padanya. Sampai di jalan yang sepi dia dihadang oleh 3 pemuda begajulan.


" Badan kamu penuh luka gitu, sini Abang obatin" ucap temannya menyentuh tangan Arum.


" Jangan sentuh gue" ucap Arum dingin


" Weh galak bener neng, kita baik kok yagak bro"


" Yoi... Ayok bermain sama kita cantik" ucapnya dengan tangan menyentuh pundak Arum


SRETTT


PLETEK


Arum memerintilkan tangan laki-laki itu hingga berbunyi.


" AKHHHH Bangs**!!"


" Bawa dia!!"


BUGH


BUGH


terjadilah perkelahian antar mereka, jika saja gadis itu tidak dalam mode zela, maka sudah di pastikan dia sudah ketakutan sembari menangis. Tapi ini zela, gadis tak kenal takut yang tidak akan membiarkan siapapun mengusiknya.


BUGH

__ADS_1


Kepala Arum di pukul dengan kayu dari belakang membuat tubuhnya oleng kebawah, diri Arum kembali menguasai tubuhnya. dia melihat orang yang memukulnya itu kembali ingin memukul arum namun sebuah tangan lebih dulu menahannya lalu menghajar laki-laki itu habis-habisan. Meskipun takut Arum mencoba bangkit untuk membantu orang yang sudah menolongnya karena terlalu banyak jika harus 3 lawan 1. Dia mengambil tongkat yang tergeletak di bawah lalu memukulkannya ke salah satu laki-laki itu.


BUGH


BUGH


Ketiga laki-laki itu tumbang, menyisakan mereka berdua.


" Arum Lo gak papa" ucapnya pelan sembari mendekati tubuh Arum yang mematung di tempatnya.


Mata Arum menatap cowok di hadapannya " hiks sakit za" keluhnya tak kuasa menahan tangisnya.


Reza membawa tubuh rapuh Arum kedalam pelukan hangatnya, hatinya sakit melihat mata Arum yang penuh dengan kepedihan " gue takut hiks" cicit Arum dalam pelukan Reza.


" Suttttt ada gue, Lo aman" ucap Reza menenangkan.


Suara Arum tidak terdengar lagi dan badannya memberat, Reza melihat Arum tidak sadarkan diri. Dia semakin panik ketika melihat banyaknya luka di tubuh Arum. Dengan sekali hentakkan dia membopong tubuh Arum dan membawanya kedalam mobil miliknya.


Haidar segara mengikuti langkah mereka, dia juga sangat khawatir pada gadis itu. Namun apalah dayanya, dia hanya bisa mengandalkan cowok itu sekarang.


Reza membawa gadis itu kerumahnya, terlalu jauh kalo dia bawa ke rumah sakit. Untung saja kakaknya dokter jadi mereka mempunyai peralatan medis di rumahnya untuk berjaga-jaga.


Sampailah mereka di rumah Reza, dia segera membopong Arum ke dalam rumahnya.


" Astaghfirullah za itu siapa?" Tanya ibunya panik


" Temen Eza bunda, bang Rezi mana?"


" Ada, kamu bawa dia ke kamar, bang Rezi biar bunda yang panggil"


" Oke makasih bunda " araz segera membawa Arum ke kamarnya.


Tak lama kemudian datanglah Abang dan bundanya, tak lupa dengan membawa peralatan medisnya.


" Biar Abang periksa " ucap Rezi


" Za bantu bersihin luka di tangannya, Abang ngurus di kepalanya" perintah Rezi yang langsung di patuhi oleh Reza.


" Banyak sekali lukanya, apa yang terjadi padanya " tanya bundanya Reza khawatir.


" Gak tau Bun, tadi Eza liat dia di gangguin sama 3 preman, tapi kayaknya dia gak bakal seluka ini kalau cuma karena itu"


" Abang udah ngobatin yang di kepala, sepertinya masin ada luka yang lain" ucap Rezi berniat menyingkapkan sedikit baju arum bagian bawahnya.


" HEHH JANGANN!!" Teriak Reza spontan membuat Abang dan bundanya terkejut.


Haidar bernafas lega, untung saja cowok itu cepat menahan.


" Lo apa-apaan si bang! Biar bunda aja yang liat!!" Sewot Reza kesal.


" Hehe maaf kebiasaan" ucap Rezi cengengesan.


" Yuadah biar bunda yang periksa sekaligus gantiin bajunya, kalian keluar dulu"


" Ayok keluar!!"


" Iye iye sewot amat Lo bocah " ujar Rezi sembari keluar.

__ADS_1


TBC


__ADS_2