Istri Ganda Haidar

Istri Ganda Haidar
Eps 34 - DOR


__ADS_3

09.00


Sepasang suami-istri sudah sampai di sebuah vila megah milik Reno, vila yang berada di puncak membuat suasana disana terkesan dingin dan sejuk. View di sekitar vila berhasil memanjakan mata yang melihatnya.


" Kamu yakin mau nemuin kakek? Kita bisa balik lagi kalo kamu gak siap" Tanya Haidar memastikan.


Helaan nafas keluar dari mulut Arum, sudah berapa kali suaminya ini mempertanyakan hal yang sama " ck aku bosan jawab nya!" Jengah Arum dengan bibir cemberut.


Tangan Haidar mengusap lembut kepala yang tertutup hijab istrinya " yaudah ayo masuk " ajaknya seraya menarik pinggang Arum dengan tangan kirinya karena tangan kanannya menarik koper yang berisi baju ganti mereka untuk menginap selama 3 hari.


" Eh bentar mas, aku udah cantik belum?" Tanya Arum menatap suaminya polos.


Haidar tersenyum kecil lalu mendekatkan wajahnya ke arah Arum kemudian--


CUP


Kecupan singkat mendarat di bibir Arum " always sayang, kamu sudah terlahir cantik" bisiknya tepat di hadapan wajah Arum.


BLUSH


Rona merah terlihat jelas di kedua pipi Arum yang putih, tangan Arum memukul bahu Haidar pelan " ishh kalo ada yang liat gimana?!!" Kesal Arum dengan kepala celingukan.


Bukannya merasa bersalah, Haidar malah mengedikkan bahunya tak perduli " gak ada siapa-siapa juga " kilahnya.


" Ada gue woyyyy!!!! Berkali-kali Lo nodain mata gue ini!" Teriak seseorang dari kejauhan, sontak membuat kepala mereka tertoleh ke arah Dito yang sudah berdiri dengan koper di tangannya.


" Lo ngapain disini?" Tanya haidar


Dito berjalan santai ke arah mereka berdua dengan kacamata yang bertengger di hudung mancungnya " gue? Ya healing lah!" Jawabnya santai.


" Lo ikutin kita ya?!!" Tuduh Haidar.


" Dih, orang gue di undang sama kakek Reno " sombong Dito, memang keluarga Haidar dan Dito sudah seperti saudara sendiri.


Haidar memutar bola matanya lalu beralih menatap Arum yang terdiam " yuk sayang masuk, jangan dekat-dekat orang galau" Haidar menarik pinggang Arum untuk masuk.


" Bangsullll!!" Kesal Dito dengan tangan meninju-ninju udara lalu mengikuti sepasang suami istri itu.


Mereka bertiga masuk ke dalam vila yang sudah ramai oleh saudara-saudaranya Haidar. Arum sedikit gugup, ia meremas dress yang ia gunakan.

__ADS_1


" Om haidall!!!!" Teriak anak kecil sembari berlari menghampiri Haidar lalu memeluknya.


Ucapan anak itu berhasil mengalihkan fokus mereka yang ada disana, semua kepala sontak menoleh ke arah datangnya tiga orang dari arah pintu.


" Hai sayangg, om kangenn sama kamu cantik " ucap Haidar berjongkok membalas pelukan sepupunya itu.


" Lala juga kangen sama om haidal " balas Lala dengan pengucapan yang belum Pasih menyebut huruf R.


" Sama om Dito gak kangen nih??" Tanya dito


Rara melepas pelukannya pada Haidar lalu melihat Dito yang tersenyum jail padanya " gak!! Om Dito suka jailin Lala!!" Balas Rara dengan tangan dilipat di depan dada.


Dito terkekeh mendengar ucapan Rara " Rara bukan Lala! Nama sendiri aja gak bisa ucap "


" Bialinn...dasar om jelek wleeekkk " tatapan Rara beralih ke arah wanita yang ada di samping om nya " om kakak cantik itu siapa?" Bisik Rara pada Haidar.


" Kakak cantik itu istrinya om, namanya kak Arum " bisik Haidar.


Mata Rara berbinar " wahhhhh, holeee aku punya tantee!!" Girang Rara, ia menghampiri Arum yang sudah menatapnya sambil tersenyum " hai Tante cantik, aku lala " tangan Rara tersodor ke arah Arum yang langsung di gapai oleh Arum


" Hai sayang, kamu cantik banget sih " puji Arum dengan tangan yang mengusap kepala Rara pelan.


" Kamu datang juga ternyata, kakek kira kamu masih sakit terpuruk meratapi tangan kanan yang patah kamu itu " ucap Reno


" Pah!" Peringat Nathan, ia tak mau acara disini rusak akibat perdebatan yang papahnya mulai.


Haidar tersenyum kecil " tangan aku udah sembuh"


Tawa Reno terdengar meremehkan " lebih tepatnya memaksakan untuk sembuh " ucapan Reno berhasil membungkam Haidar, kakeknya benar. Selama ini ia memang selalu memaksakan tangannya untuk bekerja, ringisan selalu ia sembunyikan saat bersama Arum supaya istrinya itu tidak ngerasa bersalah.


" Kenapa diam? Kakek benar kan?" Tanya reno mendesak


Arum mulai resah saat melihat suaminya bungkam, apakah yang Reno bilang benar? Kenapa ia tidak menyadarinya?


" Pah cukup, gak enak sama yang lain " lerai Salma


" Haidar gak memaksakan diri! Tangan haidar benar-benar sudah sembuh " kekeh Haidar


Reno menatap cucu kesayangan itu, meskipun ia keras namun rasa sayangnya cukup besar terhadap keturunan-keturunannya " ambil " Reno melempar senapan ke arah Haidar yang langsung di tangkap oleh pria itu.

__ADS_1


Kaki Reno melangkah menuju apel yang tergeletak di atas meja lalu mengambilnya " kamu! " Telunjuk Reno mengarah ke arah Arum " kemari " sambungnya.


Arum melirik Haidar sebentar lalu melangkah menghampiri Reno " ada apa kek?" Tanya Arum pelan


" Ambil dan taro di atas kepala kamu " perintah Reno yang langsung di patuhi oleh Arum


Setelah melihat buah apel yang sudah berada di atas kepala Arum, mata Reno beralih menatap Haidar yang terdiam " tembak!" Ucapnya membuat semua orang membelalak kaget.


" Ma-maksud kakek?" Tanya Haidar memastikan


" Kamu cukup pintar untuk mengartikan ucapan kakek, tembak apel yang ada di atas kepala istri kamu "


" Pahh!!"


" Diamm Nathan!! Ini urusan papah!"


Suasana semakin tegang, tidak ada yang berani membuka suaranya. Bahkan bernafas saja rasanya sulit.


" Kenapa diam? Lakukan! Kakek tau kemampuan kamu dalam menembak, hal kecil kayak gini bukan apa-apa buat kamu. Buktikan kalo tangan kamu benar benar sudah sembuh "


Tangan Haidar mulai bergetar, ia tak yakin bidikannya akan tepat pada apel dalam keadaan tangannya yang seperti ini, menarik pelatuknya saja rasanya sulit.


" Ayokk lakukan Haidar!!" Desak Reno


Tangan haidar perlahan terangkat ke arah Arum, lebih tepatnya apel yang ada di kepalanya. Keringat dingin sudah bercucuran membasahi dahinya, tak berbeda dengan Arum yang sudah menegang di tempat. Tubuhnya sedikit bergetar dengan wajah yang sudah pucat pasi.


Reno mulai geram saat Haidar tak menarik pelatuknya " CEPATTT!!" Bentak Reno


Haidar menutup matanya seraya menghirup udara banyak banyak untuk menenangkan pikirannya, matanya kembali terbuka dan lebih fokus pada apel yang ada di kepala istrinya. Perlahan ia menarik pelatuknya lalu--


DOR


Semua orang mematung di tempat saat peluru berhasil keluar dari senapan yang Haidar pegang. Sunyi menyelimuti suasana saat itu sebelum akhirnya tubuh seseorang ambruk di lantai vila yang dingin.


" ARUMMM!!!" Pekik Haidar, Salma, Nathan dan juga Dito bersamaan.


Dengan langkah cepat Haidar menghampiri tubuh istrinya yang tergeletak di lantai dengan muka pucatnya .


...****************...

__ADS_1


Tolong bantu like, komen, dan tambahkan ke favorit ya biar makin semangat lanjut ceritanya 💙


__ADS_2